Legenda Sang Dewa

Legenda Sang Dewa
Kematian Para Pengkhianat Klan Luo


__ADS_3

Dari tempatnya berdiri Luo Feng menatap sosok yang baru saja menunjukkan diri. Sosok itu adalah guru sekaligus pelindung Luo Hong. Namun, satu yang belum diketahui Luo Feng, sosok itu nyatanya adalah salah satu Leluhur Klan Luo.


“Pak Tua, siapa kamu? Sepertinya si pengkhianat Luo Hong itu sangat penting bagimu!” ujar Luo Feng.


“Putraku, pria tua itu adalah Luo Jianheng, salah satu leluhur Klan Luo yang telah lama berkhianat dan menjadi musuh Klan Luo!” ucap Lho Yuxuan melalui telepati.


“Kau tidak perlu tahu siapa aku! Yang perlu kau tahu, aku datang untuk membunuhmu yang telah berani menghalangi, dan mencoba mengagalkan rencana muridku!” seru Luo Jianheng.


“Sayangnya aku sudah tahu siapa kau pria tua, dan seorang pengkhianat memang sudah sewajarnya saling melindungi pengkhianat lainnya!” ucap Luo Feng.


“Hahahaha... aku memang pengkhianat, dan aku tidak pernah menyesal menjadi seorang pengkhianat. Asal kau tahu, pengkhianat inilah yang akan segera menjadi penguasa baru Klan Luo, setelah menyingkirkan hama tidak berguna seperti kalian!” ucap Luo Jianheng.


Aura kuat meluap keluar dari tubuh Luo Jianheng. Kekuatannya berada di tingkat 10 ranah Immortal God, dan sebuah fakta, dalam waktu singkat ia tidak bisa meningkatkan kekuatannya ke ranah yang lebih tinggi, sekalipun ia mengkonsumsi pil yang sama, seperti yang dikonsumsi Luo Hong.


Kuatnya kekuatan aura Luo Jianheng membuat Luo Feng perlahan terdorong mundur, tapi tidak lama ia kembali berdiri biasa, seolah tidak merasakan luapan aura kekuatan Luo Jianheng. ‘Aura kekuatannya sangat kuat dan lagi ia juga memiliki pondasi kekuatan yang jauh lebih baik dari Luo Hong. Ia pantas menyandang lawan terkuat yang akan aku hadapi, tapi kekuatannya belum cukup untuk mengalahkanku,’ ucap Luo Feng membatin.


Luo Jianheng jelas mencoba melemahkan Luo Feng dengan mengarahkan tekanan kuat aura kekuatannya ke arah Luo Feng. Namun, apa yang ia lakukan sama sekali tidak berpengaruh pada keadaan Luo Feng, yang mana ia masih terlihat biasa-biasa saja, seolah tidak ada tekanan kuat aura kekuatan yang dikeluarkan oleh Luo Jianheng.


Luo Jianheng merasa aneh melihat lawannya tidak terpengaruh oleh tekanan kuat aura kekuatannya. Padahal, aura itu bisa langsung membunuh lawan yang lebih lemah darinya, bahkan ia yakin tekanan kuat aura kekuatannya mampu melukai seorang kultivator yang lebih kuat satu tingkatan darinya.


Melihat kuatnya tekanan aura kekuatannya sama sekali tidak berpengaruh pada lawannya, Luo Jianheng akhirnya menggunakan kekuatan fisik untuk melawan Luo Feng. Akan tetapi, ia terus saja gagal menyerang Luo Feng, dikarenakan lawannya itu senantiasa bisa menghindari serangannya, bahkan ia menghindar tanpa beranjak pergi dari tempatnya berdiri.


Sementara itu, Luo Feng yang bosan menghindari serangan lawannya, secara membabibuta ia melakukan serangan balik, dan tujuannya adalah melukai Luo Jianheng. Hingga akhirnya setelah beberapa pukulannya berhasil dihindari, satu pukulannya gagak dihindari ataupun di tahan, dan pada akhirnya pukulan itu menghantam tubuh Luo Jianheng.


“Boomm... Aaargh...”


Teriakan nyaring terdengar di seluruh medan perang dan kediaman agung Klan Qing, saat Luo Jianheng terpental jauh setelah terkena pukulan Luo Feng.

__ADS_1


Luo Hong dan kelima pria berjubah merah hanya bisa terdiam sambil beberapa kali mengerjapkan kedua matanya, dikarenakan mereka masih tidak percaya apa yang terlihat dengan mata kenapa mereka sendiri, sekalipun apa yang mereka lihat adalah sebuah kenyataan.


Luo Feng kembali mengayunkan tinjunya ke arah wajah Luo Jianheng, begitu ia bergerak cepat mendekatkan diri ke tempat pria yang menjadi lawannya. “Seharusnya aku langsung membunuhmu, tapi kematian sepertinya terlalu mudah untukmu! Jadi, aku lebih dulu akan membuatmu tersiksa dengan menghapus pencapaian kuktivasimu, dan setelahnya aku akan membiarkanmu menderita sampai kematian datang menjemputmu!”


Luo Feng mengangkat tangan kanannya, yang mana ia sudah tidak lagi memegang pedang, tapi sekarang tangan kanannya terselimuti kekuatan elemen kegelapan yang begitu pekat. Lalu dengan gerakan tinggal, tangan Luo Feng menghantam tepat di tempat keberadaan dantian, yang mana dantian adalah inti dari kekuatan seorang kultivator.


Jika dantian seorang kultivator terluka atau cacat, bisa jadi seorang kultivator akan kehilangan sebagian kekuatannya, atau bahkan kehilangan seluruh kekuatannya. Sebelumnya dantian Luo Jianheng dalam keadaan baik-baik saja, tapi setelah menerima pukulan Luo Feng, dantian Luo Jianheng bukan hanya menjadi cacat, melainkan setengah bagian dantian nya tidak lagi berfungsi, sedangkan sebagian lagi rusak.


Perlahan Luo Jianheng mulai kehilangan kekuatannya, dan diwaktu bersamaan ia juga merasakan rasa sakit yang teramat menyakitkan. Selain itu, penampilannya juga ikut berubah, dan sekarang penampilannya terlihat selayaknya pria tua, yang mendekati kematiannya.


Luo Feng terlihat biasa-biasa saja saat ia melihat keadaan Luo Jianheng. Berbeda dengan Luo Hong yang kini sangat ketakutan dengan sosok yang telah berhasil mengalahkan gurunya. Jika gurunya yang lebih kuat saja kalah, bagaimana dirinya yang jelas lebih lemah dari gurunya.


Mengabaikan Luo Jianheng yang sudah bisa dipastikan jika hidupnya tidak lama lagi akan berakhir, sekarang pandangan Luo Feng tertuju pada sosok Luo Hong dan lima sosok berjubah merah. “Satu pengkhianat sedang menunggu kematian datang menjemputnya, sekarang aku bisa fokus pada pengkhianat satunya, beserta mereka yang setia padanya!” ucap Luo Feng dengan sorot mata tajam menatap Luo Hong dan lima sosok berjubah merah.


“Aku tidak menyangka jika ada sosok pemuda sepertimu, yang ternyata sangat kuat. Sekalipun nantinya aku mati saat melawanmu, setidaknya aku tidak akan mati seorang diri, aku pasti membawamu mati bersamaku!”


Suasana seketika menjadi hening saat dengan mudahnya Luo Feng memenggal kepala lima sosok berjubah merah, dan ia berhasil memotong kedua lengan Luo Hong. Semua itu terjadi saat mereka melesat maju menyerang Luo Feng, tapi sayangnya Luo Feng bergerak lebih cepat, dan akhirnya mereka semua bernasib buruk. Luo Hong memang selamat dari kematian, tapi dengan keadaannya saat ini, bisa dipastikan ia tidak bisa memberi perlawanan, dan akhirnya ia pasrah menerima kematian saat Luo Feng mengayunkan pedang, memenggal kepalanya. Pandangan Luo Hong seketika menggelap, dan setelahnya ia mati dengan bagian kepalanya, terpisah dari bagian tubuhnya.


Luo Feng yang telah selesai membunuh Luo Hong dan kelima sosok berjubah merah, ia mengarahkan pandangan ke arah Luo yang masih mengaduh kesakitan, tapi tak lama pandangannya segera tertuju pada gerbang kokoh Klan Qing. “Pelindung kalian telah mati, dan tidak lama lagi akan datang giliran kalian mati sebagai balasan apa yang terjadi di masa lalu! Klan Luo kali ini pasti menang, dan kalian Klan Qing akan musnah!” ucap Luo Feng bersuara lantang.


Mengangkat tangan kanannya yang telah kembali memegang pedang elemen, Luo Feng dengan suara lantang berkata, “Serang dan musnahkan mereka yang berasal dari Klan Qing, begitu juga dengan mereka yang memiliki hubungan dengan Klan Qing! Tidak ada pengampun untuk Klan Qing, mereka semua pantas mati, dan kematian mereka akan menjadi akhir dari keberadaan Klan Qing di Alam Semesta ini!” Usai berkata, Luo Feng menjadi yang lebih dulu maju menyerang prajurit Klan Qing, barulah disusul kekuatan besar Klan Luo.


Luo Xue muncul di sebelah Luo Feng, dan sekarang keduanya menjadi ujung tombak penyerangan melawan Klan Qing. Dengan kekuatan Luo Xue yang sudah berada di tingkat 5 ranah Supreme God Emperor, tidak satupun kekuatan Klan Qing yang dapat menjadi lawan sebanding dengannya.


Patriak Qing Qong tentu saja tidak mungkin menjadi lawan Luo Xue, dikarenakan ia saat ini sedang berhadapan dengan Luo Yuxuan, yang memiliki kekuatan setara dengannya, tapi dikarenakan pondasi kekuatan Luo Yuxuan yang lebih baik, Patriak Qing Qong benar-benar dibuat tidak berdaya oleh kekuatan milik Luo Yuxuan.


Para Tetua Klan Qing dan para Patriak yang setia pada Klan Qing, mereka saat ini dihadapkan pada kekuatan besar Tetua Agung dan para Tetua Klan Luo, serta kekuatan para Patriak Klan yang setia pada Klan Luo. Tidak terlupakan keberadaan Shen Huang dan empat orang lainnya, yang saat ini sedang membunuh sebanyak-banyaknya prajurit Klan Qing.

__ADS_1


Mereka yang sebelumnya memimpin puluhan ribu prajurit Klan Luo dan berhasil mengalahkan ratusan ribu prajurit Klan Qing, saat ini mereka sedang berhadapan kembali dengan ratusan ribu prajurit Klan Qing, yang kekuatannya jauh lebih lemah dari mereka.


Meski berhadapan dengan musuh yang lebih lemah, mereka sama sekali tidak meremehkan kekuatan musuh, dan senantiasa bersungguh-sungguh menghadapi mereka. Seluruh kekuatan mereka kerahkan, dan secepat mungkin mereka ingin membunuh musuh sebanyak-banyaknya.


Menggunakan persenjataan yang diberikan Luo Feng pada mereka, Shen Huang dan yang lainnya menggunakan senjata itu untuk membunuh siapapun yang menjadi mereka, membuat senjata di tangan mereka berlumuran darah musuh.


Penampilan mereka juga telah bermandikan darah, bukan hanya penampilan mereka, tapi seluruh prajurit yang mengikuti mereka juga berpenampilan seolah-olah mereka baru saja bermandikan air darah.


“Gege, sepertinya kita tidak perlu lagi menarik pasukan dan melanjutkan serangan di keesokan hari! Melihat semangat mereka, hari ini juga kita pasti dapat mengalahkan Klan Qing, dan menghapus keberadaan Klan Qing dari Alam Semesta ini!” ucap Luo Xue.


Luo Feng mengangguk pelan setelah mendengar apa yang dikatakan Luo Xue padanya. “Kita memang sepertinya tidak perlu merencanakan penyerangan di hari kedua! Melihat musuh yang telah kehilangan semangat setelah melihat apa yang sebelumnya terjadi, kita akan memanfaatkan semua itu, dan hari ini juga kita akan mengalahkan mereka!” ucap Luo Feng.


Setelahnya, baik Luo Feng maupun Luo Xue, keduanya kembali fokus pada jalannya pertarungan, dan sudah tidak terhitung seberapa banyak prajurit Klan Qing yang mati di tangan keduanya. Sebenarnya mereka bisa membunuh lebih cepat, tapi mereka tidak ingin membuat yang lainnya tidak ikut bersenang-senang membantai prajurit Klan Qing.


Sementara itu, dua sosok terlihat sedang mengawasi pertarungan di bawah sana, dan mereka sudah melakukan itu sejak beberapa saat yang lalu.


“Benar kata Tuan, Klan Luo sangatlah kuat, bahkan si tua Luo Jianheng bukan lawan sepadan untuk pemuda dari Klan Luo, padahal kekuatannya di masa lalu hampir setara dengan Tuan!”


“Peperangan ini sudah pasti dimenangkan oleh Klan Luo, dan sebaiknya kita segera pergi dari tempat ini, sebelum keberadaan kita diketahui oleh pemuda Klan Luo, yang sepertinya ia sudah mengendus keberadaan kita di tempat ini!”


Setelah terjadi percakapan singkat diantara mereka, keduanya memutuskan pergi, tapi tanpa sepengetahuan mereka, sedari tadi Luo Feng sudah mengetahui keberadaan mereka.


“Siapa mereka? Mereka kuat, tapi sepertinya bukan bagian dari Klan Qing ataupun bagian dari mereka yang bakal memberi perlindungan pada Klan Qing!” gumam Luo Feng.


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2