
Suara Qing Ciao membuat terkejut dua ratus muridnya, bahkan Shen Huang dan empat orang lainnya juga terkejut setelah mengetahui sekuat apa sosok guru mereka. Selama ini mereka hanya tahu kekuatan Luo Feng lebih kuat dari ranah Martial Emperor, tapi mereka tak menyangka jika kekuatannya setara dengan Patriak Klan Qing.
Seorang pemuda yang belum genap berusia dua puluh tahun tapi memiliki kekuatan setara Patriak Klan Qing. Jika tidak melihatnya secara langsung, sulit bagi Qing Ciao untuk mempercayainya.
Melihat Qing Ciao dan orang-orang di belakangnya masih berusaha mempercayai kenyataan yang mereka lihat, dengan santainya Luo Feng berkata, “Aku tidak tahu setinggi apa posisimu di Klan Qing, tapi membunuhmu sepertinya bisa mengurangi sedikit kekuatan yang dimiliki Klan Qing!”
Klan Qing sudah dianggap musuh oleh Luo Feng, dan tak ada yang bisa menghalanginya jika dia ingin membunuh seseorang, yang berasal dari Klan Qing.
Qing Ciao mengerutkan kening, begitu mendengar perkataan pemuda di depannya. “Memiliki niat membunuh pada salah satu anggota Klan Qing apa lagi aku adalah salah satu Tetua Klan, sama saja kau menantang seluruh anggota Klan Qing, dan tak akan pernah ada hari baik untukmu begitu menantang kekuatan besar Klan Qing!”
Bukannya takut, ucapan Qing Ciao justru membuat Luo Feng terkekeh pelan sambil menatap remeh pria di depannya yang tak kunjung dapat bergerak. “Menantang kekuatan Klan Qing, kenapa tidak? Lagipula Klanku sudah lama memiliki hubungan sangat buruk dengan Klan Qing, jadi tak ada salahnya kalau aku menang Klan Qing dengan cara membunuh salah satu Tetua Klan, dan seluruh muridnya!”
Qing Ciao terkejut saat tau Klan pemuda di depannya ternyata memiliki hubungan buruk dengan Klan Qing. “Klan Qing tidak pernah memiliki hubungan buruk dengan Klan lain, kecuali dengan Klan Luo dan Klan pelayannya. Cepat katakan padaku, kau bagian dari Klan yang mana supaya aku lebih mudah mengerahkan orang untuk menghancurkan Klan mu!”
Klan Qing memang tak mengetahui keberadaan Klan Luo, tapi mereka tahu Klan mana saja yang masih setia menjadi pelayan Klan Qing dan lokasi keberadaannya. Jadi, begitu pemuda di depannya mengatakan dirinya dari Klan mana, dia bisa mengirim pesan pada orang-orang di kediaman agung Klan Qing untuk menghancurkan Klan itu.
Luo Feng menatap tajam Qing Ciao, lalu berkata, “Aku bukan berasal dari Klan yang di masa lalu melayani Klan Luo, tapi aku sendiri adalah bagian dari Klan Luo yang sudah lama kalian cari.”
Dengan wajah di penuhi ketidakpercayaan atas balasan pria di depannya, Qing Ciao berkata, “Bocah, kau tidak perlu berbohong dengan menganggap diri sendiri bagian dari Klan yang sudah melemah sejak berakhirnya perang besar di masa lalu! Akan tetapi, kalau kau memiliki bukti yang menunjukkan Klan Luo adalah asalmu, tunjukkan padaku!”
Luo Feng tahu jika kata-kata tak akan membuat orang di depannya percaya jika dirinya bagian dari Klan Luo. Oleh karena itu, dia mengeluarkan lencana pengenal dari cincin ruang miliknya, dan menunjukkan lencana itu di depan pria yang langsung memfokuskan pandangannya, pada lencana yang ditunjukkan padanya.
“Kau bisa melihatnya sendiri lencana milikku, dan aku yakin kau juga bisa memastikan keaslian benda ini. Namun, kau tidak bisa memberitahu keberadaanku pada orang-orang di kediaman agung Klan Qing!” ucap Luo Feng dengan santainya, membuat Qing Ciao terkejut.
Alasan Luo Feng memberitahu Qing Ciao tentang siapa dirinya, itu karena dia sudah memastikan pria itu tak bisa memberitahu keberadaannya pada anggota Klan Qing lainnya, sedangkan untuk mereka yang berada di hadapannya, Luo Feng sudah memastikan kalau bereka tak akan ada yang sempat melihat hari esok.
Tak butuh waktu lama bagi Qing Ciao untuk memastikan lencana milik Luo Feng adalah lencana asli, dan lencana itu adalah milik Tuan Muda Klan Luo. Namun, baru juga memastikan itu lencana asli, dia segera teringat ucapan Luo Feng tentang dirinya yang tak bisa memberitahu keberadaan Tuan Muda Klan Luo pada orang-orang yang berada di kediaman agung Klan Luo.
__ADS_1
Ragu dengan kebenaran ucapan Luo Feng, dia langsung mencoba mengirim pesan jiwa pada orang-orang yang berada di kediaman agung Klan Qing. Pesan telepati tentu tidak bisa dilakukan karena jarak yang sangat jauh, jadi untuk berkomunikasi dengan orang-orang yang berada di kediaman agung Klan Qing, dia hanya bisa menggunakan pesan jiwa.
Pesan jiwa yang biasanya dengan mudah terkirim ke orang dituju meski jarak di antara mereka sangat, tapi kali ini Qing Ciao berkali-kali gagal mengirim pesan jiwa ke orang yang dia tuju. Bukan hanya sekali, tapi dia terus-menerus gagal mengirim pesan jiwa, seolah ada sesuatu yang menghalanginya.
Terus gagal, Qing Ciao mulai mempercayai ucapan Luo Feng, meski dia belum sepenuhnya percaya. ‘Sial! Apa sebenarnya yang telah dia lakukan, dan apa benar aku tidak bisa mengirim pesan jiwa semua itu karena dia? Kalau memang iya, bagaimana sekarang aku bisa memberitahu orang-orang di kediaman agung tentang siapa dia yang sebenarnya?’ ucapnya dalam hati.
“Kenapa kau hanya diam setelah melihat lencana pengenal milikku? Apa setelah mengetahui siapa aku yang sebenarnya kamu menjadi ketakutan? Atau memang sebenarnya Klan Qing sedari dulu sudah ketakutan pada kekuatan besar Klan Luo, yang dimasa lalu belum dikeluarkan? Ah, sepertinya aku tahu apa yang membuatmu terus diam,” ucap Luo Feng.
“Sepertinya kau sudah mencoba mengirim pesan jiwa ke orang-orang yang berada di kediaman agung Klan Qing, tapi sayangnya tidak berhasil, dan karena itu kamu saat ini diam,” tebaknya tepat sasaran.
“Cih... kau benar aku diam karena tidak bisa mengirim pesan jiwa pada mereka, tapi tanpa pesan jiwa dariku mereka pasti akan datang ke tempat ini untuk mencariku, begitu kau berbuat macam-macam padaku! Bagaimanapun juga, semua orang di kediaman agung Klan Qing tahu jika aku dan dua ratus muridku pergi ke tempat ini!” ucap Qing Ciao dengan tatapan sengit ke arah Luo Feng.
“Yakin mereka akan segera datang ke tempat ini setelah tahu apa yang terjadi padamu?” tanya Luo Feng membuat Qing Ciao bertanya-tanya dalam hati apa pemuda itu tahu kalau Patriak dan para Tetua Klan Qing selain dirinya sedang melakukan pelatihan tertutup?
Menyadari raut wajah penuh tanya Qing Ciao, Luo Feng membuka mulut dan berkata, “Kalau kau bertanya apa aku tahu tentang Patriak Klan Qing dan para Tetua Klan yang lain sedang melakukan pelatihan tertutup, aku jawab, ya aku mengetahui semuanya.”
Jika hal buruk saat ini terjadi pada dirinya dan juga muridnya, tanpa adanya Tetua Klan ataupun Patriak Klan, tentu tak mungkin ada bala bantuan yang bisa membantunya mengalahkan Tuan Muda Klan Luo.
Justru akan semakin banyak korban berjatuhan dari Klan Qing jika yang datang memberi bantuan padanya, memiliki kekuatan jauh lebih rendah dari dirinya dan para muridnya.
Qing Ciao dibuat bingung oleh keadaan, tapi di tengah kebingungan dia bertekad melawan pemuda di depannya, meski sangat kecil dan hampir mustahil dirinya dapat mengalahkan pemuda itu.
“Karena kau terlalu banyak tahu tentang situasi Klan Qing, mulutmu akan kututup dengan mengakhiri hidupmu!”
Qing Ciao mengeluarkan pedang dari cincin ruang miliknya, dan mengangkat pedang itu ke arah Luo Feng. Setelah lebih dulu menarik napas panjang, langsung saja dia melesat maju menyerang Luo Feng.
“Menyerangku dengan gerakan begitu lambat, apa kau ingin cepat mati?”
__ADS_1
Di mata Luo Feng gerakan Qing Ciao sangatlah lambat karena pria itu masih terpengaruh aura kekuatannya.
Tak melakukan persiapan khusus menyambut datangnya serangan Qing Ciao, Luo Feng hanya mengangkat tangannya, menahan pedang yang ingin menebas lehernya dengan tangan yang terselimuti kekuatan es.
Melihat serangan pedangnya berhasil ditahan hanya menggunakan sebelah tangan, Qing Ciao mengeluarkan belati, dan dengan tangan lainnya dia mencoba memusuk Luo Feng.
Gerakannya sangat cepat dan akurat, tapi pertahanan Luo Feng sama sekali tidak lemah. Dengan tangan kiri yang bebas, Luo Feng menangkap belati itu setelah menyelimuti telapak tangannya dengan kekuatan api, dan dengan kekuatan api dia melelehkan belati milik Qing Ciao.
Seseorang memiliki dua kekuatan elemen dalam tubuhnya, dan lagi kekuatan elemen itu saling berlawanan. Melihat kenyataan di depan mata, baik itu Qing Ciao maupun dua ratus muridnya, mereka jelas saja terkejut dengan kekuatan Luo Feng yang tak pernah terbayangkan oleh mereka.
Setiap orang terlahir hanya dengan satu elemen, termasuk dengan Qing Ciao maupun semua orang yang berada di Klan Qing. Namun, semua orang saat ini melihat sosok Luo Feng yang memiliki lebih dari satu elemen.
Di sebuah kitab kuno yang mengisahkan kisah turun-temurun yang terjadi di Alam Semesta dari masa lalu sampai saat ini, di kisahkan jika orang yang memiliki lebih dari satu kekuatan elemen, dia adalah sosok Dewa yang sesungguhnya, dan sosok itu hanya akan muncul setiap satu miliar tahun sekali.
Kitab itu selama ini dimiliki oleh Klan Qing, dan hanya anggota Klan Qing yang tahu tentang isi dari kitab itu.
Selama ini anggota Klan Qing terus saja menjelajahi alam semesta untuk mencari sosok pemilik takdir seorang Dewa, dan pada akhirnya Qing Ciao menemukan sosok itu. Akan tetapi, sayangnya sosok itu adalah musuh, bukan sosok yang bisa ditarik menjadi bagian dari Klan Qing.
“Kau sudah terlalu banyak tahu tentangku bahkan tentang kekuatanku dan takk mungkin kau tutup mulut dengan apa yang telah kau ketahuai, jadi sebaiknya kau mati saja!”
Tangan Luo Feng menghancurkan pedang yang ditahan dengan tangan kanannya, dan tangan kiri yang sudah melelehkan belati Qing Ciao, dengan tangan kirinya dia mencengkram leher pria itu dengan tangan terselimuti kekuatan api.
Jelas tubuh Qing Ciao mulai terbakar, tapi Luo Feng yang memperkuat aura kekuatannya, membuat Qing Ciao tak bisa melawan dan hanya bisa pasrah dengan keadaan.
...----------------...
Bersambung.
__ADS_1