
Luo Feng tidak berkeinginan membunuh Yuan Chu, tapi ia juga tidak ingin melepaskan pria itu begitu saja. Ia akan menangkap Yuan Chu dan para Tetua Klan Yuan yang telah berkhianat, dan hukuman untuk mereka akan ia serahkan pada Patriak Klan Yuan. Menurutnya, Patriak Klan Yuan adalah orang yang paling tepat menentukan hukuman untuk mereka.
Sementara itu, karena tidak terlihat ada musuh yang kembali ingin menjadi lawannya, Luo Feng menatap satu-persatu lawannya, dan tatapannya terhenti saat ia menatap Yuan Chu dan dua orang di dekatnya. Ia tersenyum meremehkan mereka, saat melihat mereka ketakutan.
“Katakan padaku, siapa kau sebenarnya dan apa tujuanmu membantu Klan Yuan? Aku merasa tidak pernah menyinggungmu atau orang-orangmu, jadi sebaiknya katakan padaku siapa kamu sebenernya, dan apa yang telah diberikan orang tua itu sampai kamu bersedia membantunya?” Yuan Chu memberikan banyak pertanyaan pada Luo Feng, dan ia berharap mendapatkan jawaban memuaskan dari Luo Feng.
Bukannya langsung menjawab Noah justru terkekeh pelan, begitu mendengar pertanyaan Yuan Chu, tapi tidak lama setelahnya ia berkata, “Karena kamu sangat ingin tahu siapa aku, baiklah aku akan memperkenalkan diri padamu! Aku Luo Feng, Tuan Muda dari Klan Luo, dan yang pasti aku adalah musuhmu!”
“Untuk alasan kenapa aku membantu Patriark Klan Yuan, itu aku lakukan karena ia setia pada Klan Luo, tidak seperti kalian yang justru berkhianat, dan justru menjadi bagian dari Klan Qing.”
Yuan Chu membuka lebar kedua matanya, terkejut saat tahu identitas pria yang menjadi lawannya. “Aku tidak menyangka jika Klan Luo benar-benar masih ada padahal orang-orang dari Klan Qing sudah meyakinkan aku kalau Klan Luo sudah musnah sampai ke akar-akarnya, atau kau hanyalah seorang pembohong yang mengaku-ngaku sebagai anggota Klan Luo, dan kenyataannya Klan Luo memang sudah musnah di tangan Klan Qing?”
“Tidak ada untungnya juga bagiku berbohong sebagai anggota Klan Luo, yang jelas-jelas akan membuatku dalam bahaya karena ancaman dari Klan Qing! Aku memang bagian dari Klan Luo, dan lencana ini cukup untuk Membuktikan!” Luo Feng mengeluarkan lencana miliknya, dan menunjukkan lencana itu pada Yuan Chu yang fokus mengamati lencana yang ia lihat.
“Le-Lencana anggota inti keluarga utama Klan Luo! Ja-Jadi kau bena anggota Klan Luo, ba-bahkan statusmu dalam Klan Luo sangatlah tinggi!” Keyakinan Yuan Chu jika Luo Feng benar-benar bagian dari Klan Luo muncul saat ia melihat lencana yang ditunjukkan padanya.
Lencana yang ditunjukkan padanya adalah lencana asli, dan mustahil ada orang yang bisa membuat tiruan lencana itu. Lencana milik Luo Feng adalah lencana khusus yang terbuat dari giok langit, dan keberadaan giok langit menghilang dari Alam Semesta, bersamaan dengan menghilangnya keberadaan Klan Luo, bahkan di masa lalu hanya ada segelintir orang yang memiliki bagian kecil giok langit, selain anggota inti keluarga utama Klan Luo.
Luo Feng sudah mengungkap identitas aslinya pada Yuan Chu, dan ia menunggu reaksi apa yang akan ditunjukkan pria itu dan orang-orang yang memiliki kesetiaan dengannya. Namun, setelah waktu berlalu, pria itu terus saja diam, tidak sedikitpun memberi tanggapan tentang dirinya yang sudah jelas dan pasti merupakan bagian dari anggota Klan Luo, bahkan posisinya di Klan Luo cukup tinggi.
Tidak kunjung melihat reaksi kelanjutan dari Yuan Chu, akhirnya Luo Feng memutuskan perkata, “Kalian sudah tahu siapa aku, dan sekarang aku akan memberi dua pilihan, yang mana kalian wajib memilih salah satunya!”
Luo Feng menatap tajam keberadaan Yuan Chu, dan setelahnya ia lanjut berkata, “Pilihan pertama kalian semua maju melawanku dan pada akhirnya kalian mati, atau menyerah dan terima hukuman yang akan aku serahkan pada Patriak Klan Yuan!”
Yuan Chu dan yang lainnya sejenak merenung, dan tidak lama mereka semua merasa kedua pilihan yang diberikan Luo Feng sama-sama akan berujung kematian untuk mereka. Bertarung melawan sosok sekuat Luo Feng, hanya akan membuat mereka mati dalam waktu yang begitu singkat. Menyerah dan membiarkan Patriak Klan Yuan memberi hukuman pada mereka, semuanya yakin mereka pasti diberi hukuman mati karena telah berkhianat.
__ADS_1
Diantara mereka sama sekali tidak ada yang berkeinginan mati dalam waktu dekat. Mereka masih ingin hidup lebih lama dan menikmati indahnya hidup. Namun, tidak ada pilihan yang dapat mereka pilih supaya tetap bisa melanjutkan kehidupan di hari esok.
Daripada mati karena hukuman, banyak dari mereka telah memutuskan mati terhormat di medan peperangan, meski mereka pada akhi mati setelah menjadi seorang pengkhianat. Namun, menurut sebagian besar dari mereka, kematian seperti itu jauh lebih baik dibandingkan mati karena hukuman.
Sampai akhirnya Yuan Chu mengungkapkan keputusannya, semua pemberontak telah siap melakukan pertarungan sampai mati. “Kami semua menolak menyerahkan diri, yang pada akhirnya kami tetap akan dijatuhi hukuman mati oleh Patriak Klan. Oleh karena itu, dengan segenap kekuatan yang kami miliki serta kekuatan milik kami, kalau hanya membunuhmu, kami pasti bisa melakukannya dengan sedikit usaha!”
Yuan Chu bertekad memberi perlawanan sampai akhir karena ia tidak ingin mati karena hukuman. Baginya, lebih baik mati di medan perang dibandingkan menerima hukuman mati di depan banyak orang.
Luo Feng mengerutkan keningnya saat Yuan Chu dan para pengkhianat lainnya memutuskan melawannya sampai akhir, padahal bisa saja mereka mendapatkan pengampunan jika memohon pada Patriak Klan Yuan. Pengampunan dari Patriak Klan Yuan hanya ada dalam pikiran Luo Feng, yang belum mengenali sosok Patriak Klan Yuan.
Sosok Patriak Klan Yuan memang sangat baik pada seluruh anggota Klan Yuan, tanpa membeda-bedakan status yang dimiliki oleh anggotanya. Namun, dibalik sikap baiknya, tersimpan sikap yang begitu tegas, apalagi jika itu berhubungan dengan pengkhianat Klan. Ia tidak pernah mengampuni atau bahkan memaafkan siapapun anggota Klan nya yang berkhianat, sekalipun yang berkhianat masih ada hubungan keluarga dekat dengannya.
Siapapun yang berani mengkhianati Klan nya, jika orang itu lemah, bisa dipastikan orang itu akan mati di tangannya. Namun jika sebaliknya, ia akan membawa orang itu mati bersamanya dengan teknik terlarang yang hanya dimiliki Patriak Klan Yuan, dan teknik itu diturunkan secara turun-temurun.
Tanpa basa-basi Luo Feng langsung saja membunuh siapapun yang menjadi musuhnya, dan ia hanya akan menyisakan Yuan Chu dan mantan Tetua Klan Yuan, untuk ia seret ke hadapan Patriak Klan Yuan, meski ia harus terlebih dahulu membuat ketiganya babak belur.
Swush...
Booomm...
Booomm...
Bosan menghindari serangan musuh yang sebenarnya tidak mungkin dapat melukainya, Luo Feng memilih bergerak maju menghapus jarak antara dirinya dan musuh yang terus-terusan melakukan serangan dari jarak yang cukup jauh, dikarenakan mereka tidak berani melakukan pertarungan jarak dekat dengannya.
Jika saja sendiri awal terjadi pertarungan jarak dekat, bisa dipastikan mereka semua sudah sejak beberapa saat yang lalu mati di tangan Luo Feng, dan pertarungan lebih cepat berakhir dengan cepatnya mereka bertemu dengan kematian.
__ADS_1
Serangan Luo Feng sangatlah sepat, bahkan tidak ada yang dapat mengikuti kecepatannya. Satu-persatu musuhnya mati, dan hanya dalam waktu yang begitu singkat, hanya segelintir orang yang tersisa dari sekian banyak musuh, yang dihadapinya.
Dari ribuan, sekarang hanya tersisa kurang dari seratus orang, dan lebih dari setengah jumlah mereka sudah tidak bisa melakukan pertarungan, dikarenakan sudah menderita luka parah, bahkan ada yang sudah kehilangan kedua tangan beserta kedua kakinya. Jangankan melakukan pertarungan, bergerak saja mereka sudah tidak mampu melakukannya.
“Sial! Ia benar-benar sangat kuat, bahkan ia sama sekali tidak terlihat kelelahan meski sudah melakukan pertarungan melawan ribuan orang. Keadaannya masih terlihat baik-baik saja, satu butir keringat pun tidak terlihat keluar dari tubuhnya yang masih segar bugar.”
Yuan Chu semakin putus asa dengan keadaannya saat ini. Ia memang sudah tahu kalau mengalahkan Luo Feng adalah sesuatu yang mustahil ia lakukan, tapi ia tidak menyangka kalau ia bahkan tidak bisa memberinya luka sebelum kematiannya datang. Ia sudah berkali-kali menyerang dan hasilnya sama saja, kegagalan. Bahkan ia telah mendapatkan banyak luka di sekujur tubuhnya, yang saat ini membuatnya tidak leluasa melakukan pergerakan, dikarenakan harus menahan rasa sakit yang tidak bisa di sepelekan.
Luo Feng yang merasa sudah cukup bermain-main dengan Yuan Chu dan sisa para pemberontak, ia yang sebelumnya berhenti menyerang saat lawan berhenti menyerang, sekarang ia tidak menunggu lawan menyerang lebih dulu, tapi ia berinisiatif melakukan serangan, dan tujuannya adalah membunuh musuh.
Alih-alih menunggu musuh menyerang seperti sebelumnya, Luo Feng kali ini langsung menyerang mereka, dan akibatnya semakin banyak musuh yang bertemu kematian karena ketidak siapan mereka menghadapi serangan Luo Feng.
“Kalian yang menginginkan kematian, dan aku adalah orang yang datang dengan suka rela untuk mengabulkan keinginan kalian!” ucap Luo Feng dan terus saja ia membunuh musuhnya sampai hanya tersisa tiga orang yang ia buat pingsan dengan tubuh dipenuhi luka.
“Kalian bertiga tidak akan mati di tanganku, tapi hidup kalian akan ditentukan oleh keputusan Patriak Klan Yuan, dan entah kenapa aku memiliki firasat kalian akan mati di tangannya,” gumamnya.
Yuan Chu dan dua orang lainnya tentu tidak bisa mendengar gumaman Luo Feng, selain gumaman nya sangatlah pelan, mereka saat ini sedang pingsan, jadi mustahil mereka mendengar suara di sekitarnya. Dengan mereka sudah jatuh pingsan, pertarunganpun berakhir, dan dari sekian banyak jumlah pemberontak, hanya tersisa tiga orang dari mereka itupun dalam keadaan pingsan.
Tetua Yuan Dan berhasil membunuh salah satu mantan Tetua Klan Yuan yang telah membunuh anggota keluarganya. Orang itu mati mengenaskan di tangan Tetua Yuan Dan, bahkan tidak ada sedikitpun bagian yang utuh dari anggota tubuhnya.
Sedangkan Luo Xue, dengan mudahnya ia membunuh siapapun yang menjadi lawannya, dan semua mati hanya dalam sekali serang, bahkan jumlah pemberontak yang mati di tangannya jauh lebih banyak dibandingkan yang mati di tangan Luo Feng.
...----------------...
Bersambung.
__ADS_1