
Luo Feng, Luo Xue, dan lima orang lainnya telah selesai mengumpulkan kristal kehidupan dari binatang buas yang mati.
Begitu selesai, tanpa istirahat mereka segera pergi melanjutkan perjalanan masuk kemarin dalam wilayah tanah makam para Dewa. Luo Feng yakin jika di tempat yang menjadi tujuannya tidak ada sesuatu yang bakal membahayakan anggota kelompoknya.
Luo Xue senantiasa mengikuti langkah yang diambil Luo Feng, begitu juga dengan Shen Huang beserta empat orang lainnya. Meaki tidak menghadapi sekelompok binatang buas seperti sebelumnya, mereka sesekali harus berhadapan dengan binatang buas yang muncul secara tiba-tiba, bahkan sesekali mereka hampir dibuat celaka dengan binatang buas yang muncul secara tiba-tiba dari bawah permukaan tanah.
Namun, dengan senantiasa tepatnya infomrmasi yang diberikan Luo Feng pada mereka, tidak ada satupun dari mereka yang celaka karena serangan binatang buas, dikarenakan mereka senantiasa bisa menghindar tepat pada waktunya.
Mereka terus melanjutkan perjalanan dengan dipimpin oleh Luo Feng. Binatang buas masih saja bermunculan seolah jumlah mereka tidak ada habisnya. Terhitung sudah ada ribuan binatang buas mati di tangan mereka selama berada di wilayah tanah makam para Dewa, dan jumlah itu akan terus bertambah dengan binatang buas yang terus berdatangan.
Di hadapan Luo Feng, binatang buas yang datang dari arah depan, mereka tidak akan pernah bisa melewati pertahanan yang dilakukan oleh Luo Feng. Dengan mudah Luo Feng membunuh binatang buas yang datang dari arah depan, lalu dia menyerahkan kristal kehidupan yang didapatkan pada Luo Xue yang tepat berada di belakangnya.
“Sepertinya nama yang diberikan pada tempat ini memang tepat. Kalau saja bukan kita yang memasuki wilayah ini, bisa dipastikan mereka akan mati, sekalipun mereka memiliki kekebalan terhadap kuatnya racun yang ada di tempat ini! Racun hanyalah salah satu faktor tempat ini menjadi tempat yang begitu mematikan, tapi sesungguhnya tempat ini pantas dinamakan tanah makam para Dewa, itu dikarenakan banyaknya binatang buas dengan kekuatan tinggi yang menghuni tempat ini!” ucap Luo Feng setelah beberapa waktu berada di wilayah tanah makam para Dewa.
Luo Xue yang tepat berada di belakang Luo Feng, dan mendengar apa yang diucapkan Luo Feng, dia setuju dengan semua itu. “Racun memang sesuatu yang bisa dilawan seseorang yang memiliki kekebalan terhadap berbagai jenis racun, tapi binatang buas kuat seperti yang kita temukan di tempat ini, tidak sembarangan orang bisa melawan mereka. Mereka yang tidak memiliki cukup kekuatan, hanya kematian yang akan didapatkan jika datang ke tempat ini!” ungkap Luo Xue.
Luo Feng dan yang lainnya menganggukkan kepala setelah mendengar ucapan Luo Xue, lalu Luo Feng berkata, “Sebaiknya kita sekarang lebih waspada karena aku bisa merasakan kekuatan binatang buas, yang kekuatannya setara dengan kekuatan kuktivator ranah Immortal God tingkat 1!”
Luo Xue dan lima orang lainnya semakin meningkat kewaspadaan mereka seperti yang diinginkan oleh Luo Feng, dan benar saja tidak lama muncul dua sosok binatang buas dengan aura kuat, yang mana aura itu setara dengan aura seorang kuktivator, dengan kekuatan berada di ranah Immortal God tingkat 1.
Luo Feng dan yang lainnya segera menghindar saat kedua binatang buas menyerang mereka dengan menyemburkan bola-bola api berwarna hitam. Dengan gerakan cepat mereka berhasil menghindar, membuat serangan lawan hanya mengenai tanah yang sebelumnya menjadi pijakan Luo Feng dan yang lainnya.
__ADS_1
Maju menyerang setelah berhasil menghindari serangan mereka, Luo Feng menyerang salah satu binatang buas, dan menyerahkan salah satunya pada Luo Xue serya lima orang lainnya. Serangan Luo Feng datang dengan cepatnya, membuat lawan sulit menghindar. Sedangkan Luo Xue dan yang lainnya, kerjasama mereka membuat lawan kesulitan menyerang mereka.
Booomm... Booomm...
Booomm... Booomm...
Serangan tinju yang dilakukan Luo Feng berhasil menumbangkan lawannya, sementara di sisi lain Luo Xue dan lima orang lainnya juga berhasil menumbangkan lawan, setelah mereka membuat sekujur tubuh lawannya dipenuhi luka.
Luo Feng menoleh, melihat Luo Xue, lalu dia berkata, “Jangan biarkan dia bangkit! Cepat bunuh sebelum usaha yang sebelumnya kalian lakukan berakhir sia-sia!”
Luo Xue menganggukkan kepalanya pelan begitu juga dengan Shen Huang dan empat orang lainnya. Mereka bersama-sama langsung mengakhiri hidup binatang buas yang sebelumnya berhasil ditumbangkan.
Aaaaargh...
Sedangkan Luo Feng, binatang buas yang menjadi lawannya sudah lebih dulu mati, bahkan binatang buas itu tidak sempat mengetang kesakitan karena dia mati dengan keadaan kepala hancur menjadi serpihan yang begitu kecil, bahkan kristal kehidupan yang ada di bagian kepala hampir ikut hancur, tapi beruntungnya benda itu tidak hancur.
Mengira jika musuh di tempat yang sama sudah habis, Luo Feng dan yang lainnya dibuat kembali waspada saat dua binatang buas kembali datang, dan kekuatan keduanya setara dengan kedua binatang buas yang baru saja mati.
“Kalian berhati-hatilah! Kekuatan mereka memang sama dengan yang sebelumnya kita hadapi, tapi aku merasa mereka sedikit lebih cerdik dari yang sebelumnya!” ucap Luo Feng memberi peringatan.
“Kalian berlima kembali bekerjasama mengalahkan salah satu dari mereka, sedangkan salah satunya akan menjadi lawanku! Ingat, jika ada kesempatan membunuhnya, jangan membuang kesempatan yang ada! Langsung bunuh selagi ada kesempatan!” ucap Luo Feng dan dia langsung saja melesat maju menyerang lawannya.
__ADS_1
Bentuk, ukuran, serta kekuatan lawan yang akan mereka hadapi sama persis dengan apa yang baru mereka kalahkan, tapi benar apa yang dikatakan Luo Feng, keduanya sedikit lebih cerdik dari lawan sebelumnya. Selain bisa menghindari serangan dan menahan serangan yang dilakukan Luo Xue dan lima orang lainnya, binatang buas yang menjadi lawan mereka juga senantiasa melindungi titik terlemah di tubuhnya.
Semua itu adalah sesuatu yang tidak dilakukan oleh binatang buas yang sebelumnya berhasil mereka kalahkan.
“Ini adalah kecerdikan yang dimiliki oleh binatang buas, tapi sayangnya kita jauh lebih cerdik dan lebih pintar dari binatang buas sempeti dia!” ucap Luo Xue, lalu dia meminta semua orang meningkatkan kecepatan ke titik tercepat yang bisa mereka lakukan, lalu melakukan serangan dari arah yang berbeda-beda.
Luo Xue cepat menyerang dari bagian depan. Menggunakan pedang di kedua tangannya, dia berhasil menyerang kedua mata binatang buas, membuat penglihatannya tidak lagi berfungsi. Shen Huang dan empat orang lainnya yang bersamaan menyeranh dari sisi kanan, kiri, serta belakang, serangan mereka tepat sasaran.
Terakhir, serangan mereka ditutup oleh Luo Xue yang telebih dulu menggunakan elemen petir untuk menyelimuti pedang kembarnya, dan serangan yang dilakukan Luo Xue berhasil membelah tubuh binatang buas menjadi dua bagian sama besar. Sambi menyerang, Luo Xue juga berhasil mengambil kristal kehidupan di kepala lawannya, dan dengan demikian lawannya telah mati.
Luo Xue dan lima orang lainnya berhasil mengalahkan lawan mereka dengan sedikit usaha. Sedangkan Luo Feng, dia hanya melakukan satu serangan, dan serangannya yang berhasil menghancurkan kepala lawan, jelas saja dia berhasil mengalahkan lawan dengan sangat mudah.
Kembali melanjutkan sambil mengalahkan banyaknya binatang buas yang menghadang jalan mereka. Setelah satu hari satu malam berlalu dan mereka kembali mengkonsumsi pil, yang membuat tubuh mereka kebal terhadap berbagai jenis racun, akhirnya mereka sampai di pusat wilayah tanah makam para Dewa.
“Ini adalah pusat wilayah tanah makam para Dewa, terdapat formasi pertahanan yang membuat kita tidak bisa begitu saja masuk ke dalam sana, dan formasi ini bukanlah sesuatu yang mudah dihancurkan!” kata Luo Feng, melihat formasi yang membuatnya tertahan di tempat, tidak bisa langsung melanjutkan perjalanan.
Luo Feng terus memperhatikan formasi yang membuatnya tidak bisa langsung pergi ke pusat wilayah tanah makam para Dewa. Memperhatikan selama beberapa waktu, dia belum juga menemukan cara menghancurkan formasi itu. Mencoba menghancurkannya dengan menyerang menggunakan seluruh kekuatan, Luo Feng ragu jika itu dapat menghancurkan formasi pertahanan, dan dia merasa formasi itu akan semakin kuat jika sembarangan di serang.
‘Ini tidak akan mudah, dan aku membutuhkan sedikit lebih banyak waktu untuk memikirkan cara menghancurkan formasi pelindung, yang melindungi pusat wilayah tanah makam para Dewa,’ Luo Feng membatin, dan dia terus berpikir bagaimana menghancurkan formasi di hadapannya.
......................
__ADS_1
Bersambung.