
Patriak Qing Qong menggertakkan giginya marah setelah mendengar laporan jika seluruh mata-mata yang mengawasi pergerakan prajurit Klan Luo telah mati. Mereka yang begitu pintar menyembunyikan diri, bahkan dirinya kesulitan menemukan keberadaan mereka, tapi ternyata mereka gagal memata-matai pergerakan prajurit Klan Luo.
Jelas itu sesuatu yang sangat sulit ia terima, bagaimanapun juga tidak sebentar melatih mereka sampai menjadi mata-mata terbaik Klan Qing, dan banyak sumberdaya berharga Klan Qing yang dihabiskan selama mereka melakukan pelatihan siang dan malam selama ratusan tahun.
Sebenarnya Klan Qing masih memiliki ratusan mata-mata terlatih, tapi tidak ada yang lebih baik dari tujuh orang mata-mata, yang dikabarkan telah mati. Baginya, kehilangan ketujuh orang itu jauh lebih buruk daripada kehilangan ribuan prajurit Klan Qing.
Selain kehilangan mereka, ia juga gagal mendapatkan informasi penting tentang keberadaan tempat persembunyian orang-orang Klan Luo. Dua kerugian didapatkan dalam kurun waktu hampir bersamaan, dan sekarang ia harus menanggung kerugian itu. Jika dimasa lalu rasanya begitu mudah mendapatkan informasi penting tentang Klan Luo, dikarenakan adanya pengkhianat di dalam Klan itu.
Sekarang, rasanya sangat sulit mendapatkan secuil informasi penting dari Klan Luo, dikare ia tidak memiliki satupun cara untuk mendekati Klan Luo, dan menempatkan pengkhianat di Klan itu.
Patriak Qing Qong buntu dalam memikirkan cara mengumpulkan informasi berharga yang berhubungan dengan Klan Luo. Mengirim mata-mata jelas tidak mungkin dilakukan, yang bisa dilakukannya untuk saat ini adalah memperkuat pertahanan Klan Qing, dan mempersiapkan diri menghadapi kekuatan Klan Luo.
Ia benar-benar buta tentang seberapa besar kekuatan yang dimiliki Klan Luo saat ini, tapi ia yakin jika sama halnya dengan Klan Qing yang semakin kuat, Klan Luo juga tumbuh semakin kuat, meski selama ini mereka terus menyembunyikan diri, dan tidak ada yang tahu pasti seperti apa keadaan mereka saat ini.
“Apapun yang terjadi aku harus kembali membuat Klan Qing meraih kemenangan dalam peperangan melawan Klan Luo!” ucapnya di dalam ruang kerjanya.
Sementara itu, di tempat persembunyian anggota Klan Luo dan para Klan yang telah menjadi bagian dari prajurit Klan Luo, saat ini mereka sedang mempersiapkan diri, sebelum turun ke medan perang. Untuk mereka yang baru datang, mereka saat ini sedang memilihkan tenaga, yang terkuras di sepanjang perjalanan. Meraka semua memiliki waktu paling lama tiga hari, sebelum nantinya mereka akan menyerang kediaman agung Klan Qing. Taktik perang yang disusun oleh Luo Yuxuan dan Hua Mayleen juga telah mereka ketahui, dan mereka akan sebaik mungkin menjalankan taktik perang.
“Kekuatan yang terkumpul sudah sangat banyak, aku yakin dengan semua ini kita bisa mengalahkan kekuatan yang dimiliki Klan Qing!” ucap Luo Feng yang saat ini ia hanya berdua dengan Luo Xue.
“Dalam jumlah kita masih kalah jauh dari musuh, tapi dalam kekuatan kita sama sekali tidak kalah dengan mereka. Dengan taktik perang yang dibuat oleh Tuan Luo Yuxuan dan Putri Hua Mayleen, aku yakin taktik itu akan membawa kemenangan pada kita! Namun, bagaimana dengan kekuatan di belakang Klan Qing, apa Gege sudah memiliki rencana untuk menghadapinya?” ujar Luo Xue.
“Kekuatan yang ada di belakang Klan Qing memang kuat, tapi aku yakin dapat mengalahkan kekuatan itu dengan kekuatan yang aku miliki! Meski tidak mudah, tapi aku sangat yakin dapat mengalahkannya, dan kemenangan telak akan menjadi milik Klan Luo!” balas Luo Feng.
Setelah sejenak terdiam dan menghela napas, Luo Feng kembali berkata, “Namun masalahnya, aku merasa peperangan di Alam Semesta ini belum akan berakhir setelah kita mengalahkan Klan Qing! Akan ada kekuatan lainnya, yang kedatangannya akan kembali menyeret Klan Luo dalam peperangan yang menentukan masa depan Alam Semesta!”
Apa yang dikatakan Luo Feng memang sulit dipercaya dikare itu hanyalah apa yang ia rasakan, dan ia tidak memiliki bukti jika apa yang dirasakannya akan menjadi kenyataan. Akan tetapi, Luo Xue yang cukup mengenali sosok Luo Feng, ia meyakini jika apa yang dirasakan Luo Feng memang akan terjadi, di masa yang akan datang.
Di luar urusan perang, dalam beberapa waktu terakhir hubungan Luo Feng dan Luo Xue semakin terjalin erat, dan setelah mendapatkan restu dari kedua belah keluarga, keduanya sepakat menjadi sepasa suami istri begitu berhasil memenangkan perang melawan Klan Qing.
Luo Feng menatap lembut keberadaan Luo Xue di sebelahmu, yang saat ini sedang menunjukkan senyuman padanya. Melin senyum Luo Xue, ia bertekad melakukan apapun untuk melindungi Luo Xue, sekalipun ia nantinya harus berkorban nyawa demi keselamatan wanita yang dicintainya. Baginya, nyawanya tidak berarti dibandingkan keselamatan orang-orang yang dicintainya.
__ADS_1
“Xue’er, apa tidak sebaiknya dalam peperangan ini kamu tidak ikut, dan menunggu aku pulang membawa kemenangan untukmu?” ujar Luo Feng yang sebenarnya tidak ingin Luo Xue ikut dalam peperangan yang akan terjadi.
Mendengarnya Luo Xue menggelengkan pelan kepalanya, dan setelahnya ia berkata, “Gege, bukannya sebelumnya kita sudah sepakat jika aku akan tetap ikut ke medan perang, meski aku tidak akan berdiri di garis depan bersama Gege, dan lagi aku juga sudah setuju jika nantinya ada banyak boneka prajurit perang yang memberi pengawalan ketat padaku! Jadi, Gege jangan lagi larang aku ikut dalam peperangan ini! Lagipula peperangan kali ini juga melibatkan banyak wanita, dan salah satunya adalah Putri Hua Mayleen.”
Luo Feng tidak bisa membantah apa yang dikatakan Luo Xue, dikarenakan ia sebelumnya memang telah setuju jika Luo Xue ikut ke medan perang, dengan syarat Luo Xhe harus mematuhi seluruh persyaratan, yang ia diberikan padanya.
Senang hati Luo Xue mematuhi seluruj persyaratan yang diberikan oleh Luo Feng, dan karena itu Luo Feng tidak lagi berhak melarang Luo Xue, untuk tidak ikut dalam peperangan melawan Klan Qing.
Setelah beberapa berlalu dan Luo Feng benar-benar tidak bisa membujuk Luo Xue untuk tidak terlibat dalam peperangan, akhirnya keduanya pergi melihat-lihat keadaan prajurit Klan Luo, yang mana mereka semua berasal dari banyak Klan yang masih setia pada Klan Luo.
Luo Feng dan Luo Xue sampai di tenda yang ditempati Patriak Klan Shui, Patriak Shui Zen. Kedatangan mereka disambut penuh hormat oleh Patriak Shui Zen, yang mana ia terlihat sangat senang karena bisa kembali bertemu dengan Luo Feng. “Selamat datang di tenda ini Tuan Muda Luo Feng dan Putri Luo Xue!”
Patriak Shui Zen sudah mengetahui apa saja yang tidak disukai oleh Luo Feng, oleh karena itu ia tidak berlutut untuk menghormati keberadaan Luo Feng di tendanya, melainkan ia hanya sejenak menundukkan kepala, untuk menunjukkan jika ia sangat menghormati keberadaan Luo Feng dan Luo Xue di tendanya.
Luo Feng dan Luo Xue tersenyum melihat bagaimana cara Patriak Shui Zen menyambut kedatangan mereka. Tidak ada acara berlutut, dan itu menunjukkan pada Luo Xue jika Patriak Shui Zen sangat mengenali Luo Feng, yang mana pria itu tidak suka jika ada orang yang berlutut di hadapannya, apalagi jika orang itu lebih tua darinya.
“Bagaimana kabar Patriak dan juga Klan Shui? Aku sudah cukup lama pergi meninggalkan Klan Shui, dan sebelum sempat berkunjung kembali, kita justru dipertemukan di tempat ini!” ujar Luo Feng, yang mana ia cukup merindukan keadaan di Klan Shui, Klan pertamanya setelah ia berpindah dunia dari Bumi ke dunia baru, yang justru merupakan tanah kelahirannya, beserta seluruh anggota keluarganya.
Luo Feng tersenyum senang mendengarnya, begitu juga dengan Luo Xue. Sebenarnya Luo Feng senantiasa tahu perkembangan Klan Shui, tapi ia ingin saja menanyakan semua itu secara langsung pada Patriak Shui Zen.
Saat Luo Feng ingin menanyakan keberadaan sepuluh orang yang pernah ia latih saat berada di Klan Shui, sepuluh orang itu justru datang, dan bersamaan mereka memasuki tenda Patriak Shui Zen. Penampilan mereka jauh berbeda, dengan saat terakhir Luo Feng melihat mereka, dan soal kekuatan, kekuatan mereka telah meningkat pesat, dan semuanya saja saat ini telah memiliki kekuatan di ranah Heavenly Emperor tingkat 8 sampai tingkat 10. Sedangkan Patriak Shui Zen, ia telah memiliki kekuatan di ranah God Emperor tingkat 9, dan ia hanua butuh dua kali terobosan untuk mencapai ranah Supreme God Emperor.
Untuk kekuatan para Tetua Klan Shui, mereka rata-rata memiliki kekuatan di ranah Heavenly Emperor tingkat 8, sampai ranah God Emperor tingkat 5. Sungguh perkembangan kekuatan mereka sangat pesat, dan bukan hanya kekuatan mereka yang berkembang, tapi kekuatan pondasi kekuatan mereka senantiasa mengikuti perkembangan kekuatan, yang mereka alami.
Untuk peperangan kali ini, Klan Shui membawa lebih dari tiga ratus ribu murid Klan Shen, dan kekuatan mereka berada di ranah Martial God tingkat 8, sampai ranah Spirit God tingkat 7. Dengan kekuatan itu, bisa dikatakan mereka lebih kuat dari rata-rata prajurit milik Klan Qing.
“Aku tidak menyangka jika kalian bisa tumbuh dan sekuat sekarang! Sebelumnya aku mengira kalian akan terjebak di ranah Spirit God, tapi ternyata kalian sudah bisa menerobos sampai ranah Heavenly Emperor!” kata Luo Feng pada Shui Cen dan sembilan orang lainnya.
“Semua ini berkat sumberdaya yang Tuan Muda berikan pada kami. Tanpa adanya sumberdaya yang Tuan Muda berikan pada kami, mustahil hari ini kami sudah memiliki kekuatan sebesar ini!” ucap Shui Cen, mewakili apa yang ingin dikatakan sembilan orang lainnya.
Luo Feng kembali menunjukkan senyuman di wajahnya, dan ia sangatlah puas dengan hasil yang mereka dapatkan, dengan memanfaatkan apa yang pernah ia diberikannya pada mereka sebelum pergi meninggalkan Klan Shui.
__ADS_1
Pertemuan dengan mereka terasa seperti reuni, dimana mereka adalah orang-orang yang pertama kali bertemu dengan, saat pertama kali ia muncul di tengah hutan, dan tidak tahu apapun tentang dimana ia berada. Untuk mewarnai pertemuannya kembali dengan mereka, Luo Feng kembali memberi mereka sumberdaya, yang akan membuat mereka secepatnya menerobos ranah God Emperor.
Tidak ketinggalan Luo Feng juga memberi sumberdaya berharga, yang bisa membuat Patriak Shui Zen segera menerobos ranah Supreme God Emperor. Begitu Patriak Shui Zen sudah menerobos ranah Supreme God Emperor, ia yakin tidak akan lagi ada kekuatan luar, yang secara terang-terangan berani menyinggung Klan Shui. Bagaimanapun juga, keberadaan kultivator ranah Supreme God Emperor masihlah yang terkuat di seluruh kawasan Alam Semesta.
Untuk para Tetua Klan serta murid Klan Shui yang kini telah menjadi bagian prajurit Klan Luo, Luo Feng juga memberi mereka banyak sumberdaya untuk meningkatkan kekuatan, dan apa yang ingin ia berikan pada mereka, telah ia titipkan pada Patriak Shui Zen. Jumlah mereka terlalu banyak, jadi Luo Feng merasa lebih baik menitipkan hak mereka pada Patrik Shui Zen.
Sedangkan untuk Klan lain, kecuali Klan yang pernah dikunjunginya, mereka juga mendapatkan sumberdaya untuk meningkatkan kekuatan, dan sumberdaya itu diberikan oleh pihak Klan Luo, yang sebelumnya mendapatkan banyak sumberdaya berharga dari Luo Feng.
Sedangkan untuk Klan yang pernah disinggahi Luo Feng, mereka mendapatkan jatah sumberdaya langsung dari Patriak Klan mereka, yang sebelumnya dititipin banyak sumberdaya berharga dari Luo Feng.
Dengan begini seluruh orang telah mendapatkan jatah mereka masing-masing, dan mereka berusaha meningkatkan kekuatan sebelum turun ke medan perang.
Setelah urusannya di tenda Patriak Shui Zen selesai, Luo Feng membawa Luo Xue berkeliling, melihat-lihat persiapan yang dilakukan oleh seluruh prajurit Klan Luo.
Di sepanjang jalan yang mereka lalui, orang-orang yang melihat keberadaan mereka, senantiasa orang-orang itu menundukkan kepala sebagai rasa hormat, dan mereka melakukan itu dikarenakan telah mengetahui identitas Luo Feng dan juga Luo Xue.
Luo Feng dan Luo Xue tersenyum membalas perlakuan setiap orang yang menundukkan kepala, menghormati keberadaan mereka. Terus berjalan melihat segala persiapan prajurit Klan Luo, keduanya tersenyum puas, setelah melihat prajurit Klan Luo seluruhnya telah siapa turun ke medan perang dengan kekuatan penuh.
Dalam dua hari lagi keduanya yakin jika persiapan prajurit Klan Luo akan semakin sempurna, dan jujur saja keduanya sudah tidak sabar berperang dengan Klan Qing, dan melihat kehancuran Klan itu.
Sementara itu, disaat persiapan prajurit Klan Luo mendekati sempurna, keadaan sebaliknya justru terjadi di kediaman agung Klan Qing.
Semua orang di kediaman agung Klan tidak ada yang tahu kapan penyerangan, yang akan dilakukan oleh Klan Luo.
Mereka sebenarnya sudah mempersiapkan diri, tapi karena terlalu lama menunggu kapan serangan Klan Luo dilakukan, mereka yang bisa mulai melakukan pesta minum-minum, dan mulai melupakan jika perang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Ingin menyerang lebih dulu juga tidak bisa mereka lakukan, dikarenakan tidak ada satupun dari mereka yang tahu tempat persembunyian prajurit Klan Luo. Banyak mata-mata dikirim untuk mencari keberadaan tempat itu, tapi sampai saat ini belum ada yang berhasil menemukan lokasi pasti tempat persembunyian prajurit Klan Luo.
...----------------...
Bersambung.
__ADS_1