
Luo Feng masih menunggu Luo Xue dan kelima muridnya menyelesaikan kultivasi mereka, sebelum melanjutkan perjalanan menuju tingkatan kesepuluh jurang kabut kematian.
Tidak memiliki kegiatan saat menunggu mereka menyelesaikan kultivasi nya, Luo Feng memilih melihat seberapa kuat dan seberapa banyak musuh yang harus dihadapinya begitu berada di tingkatan kesepuluh jurang kabut kematian.
Dari kekuatan, musuh di tingkatan kesepuluh lebih kuat dibandingkan dengan kekuatan musuh di tingkatan kesembilan. Lalu dari jumlah, musuh di tingkatan kesepuluh jauh lebih banyak dibandingkan yang ada di tingkatan kesembilan, bahkan jika jumlah musuh di tingkatan pertama sampai tingkatan kesembilan dijumlahkan, jumlah mereka masih belum menyamai jumlah musuh di tingkatan kesepuluh.
“Mereka berjumlah lebih dari lima juta binatang buas dan ratusan ribu monster. Selain banyak, kekuatan mereka juga tidak bisa dianggap remeh. Dengan kekuatan di tanah Heavenly Emperor tingkat 8 sampai tingkat 10, sepertinya aku harus menggunakan seluruh artefak boneka prajurit perang untuk mengalahkan mereka semua!” ucap Luo Feng.
Segera ia mengeluarkan seluruh artefak boneka prajurit perang yang seluruhnya berjumlah seratus lima puluh ribu artefak, dan di antara seratus lima puluh ribu artefak boneka prajurit perang, ada lima artefak yang sedikit berbeda dibandingkan yang lainnya.
Lima artefak yang sedikit memiliki perbedaan, artefak itu memunculkan boneka prajurit perang dengan kekuatan ranah God Emperor tingkatan 4, jauh lebih kuat dibandingkan artefak boneka prajurit perang lainnya, yang hanya memiliki kekuatan di ranah Heavenly Emperor tingkatan 8 sampai dengan tingkat 10.
Melihat seluruh artefak boneka prajurit perang miliknya telah siap melawan seluruh musuhnya, Luo Feng tersenyum dan berkata, “Dengan kekuatan mereka rasanya tidak akan sulit mengalahkan semua musuh, meski jumlah musuh yang harus dihadapi berkali-kali lebih banyak dari jumlah kami!”
Jutaan musuh melawan ratusan ribu prajurit di sisinya. Rasanya memang tidak berimbang, tapi mengingat sekeras apa tubuh boneka prajurit perang miliknya, Luo Feng yakin seratus bintang buas sekalipun belum tentu berhasil mengalahkan salah satu dari boneka prajurit perang miliknya.
Tidak lama setelah seluruh boneka prajurit perang telah siap melakukan peperangan, Luo Feng mendengar suara ledakan tertahan saat Luo Xue berhasil mendapatkan terobosan, yang langsung saja membuat kekuatannya menerobos ranah God Emperor tingkat 2, dan sekarang ia sedang menyempurnakan pondasi kekuatannya.
Berselang tidak lama, Luo Feng kembali mendengar suara ledakan, dan kali ini ledakan berasal dari ke-lima muridnya yang berhasil mendapatkan terobosan. Shen Huang menjadi yang terkuat setelah berhasil menerobos tingkat Heavenly Emperor tingkat 3, sedangkan empat orang lainnya masih tertahan di tingkat 2 ranah Heavenly Emperor. Sama seperti Luo Xue, mereka saat ini fokus menyempurnakan pondasi kekuatan setelah berhasil menerobos.
...----------------...
Setengah hari berlalu, akhirnya Luo Xue dan lima orang lainnya berhasil menyempurnakan kekuatan mereka, dan begitu membuka mata mereka dikejutkan dengan banyaknya boneka prajurit perang yang telah disiapkan Luo Feng, untuk melawan musuh yang ada di tingkatan kesepuluh jurang kabut kematian.
Mereka tidak menghitung satu-persatu, tapi mereka mengira-ngira jika ada lebih dari seratus ribu boneka prajurit perang yang siap berperang bersama Luo Feng, dan lagi, kekuatan mereka sama sekali tidak remeh. Seluruhnya berada di ranah Heavenly Emperor, bahkan ada lima boneka prajurit perang yang memiliki kekuatan ranah God Emperor.
“Gege, apa ini semua merupakan artefak boneka prajurit perang yang Gege miliki?” tanya Luo Xue melihat keberadaan Luo Feng di sebelahnya.
“Ya, mereka merupakan seluruh artefak boneka prajurit perang milikku, dan mereka akan ikut denganku berperang melawan musuh di tingkatan kesepuluh jurang kabut kematian!” jawab Luo Feng dan ia tersenyum.
“Gege, aku akan ikut berperang! Dengan kekuatanku, aku yakin dapat mengalahkan banyak musuh!” ucap Luo Xue percaya diri dengan kekuatannya saat ini.
“Baiklah, Xue’er boleh ikut berperang, tapi aku tidak ingin melihat Xue’er terlalu memaksakan diri! Jika bertemu lawan yang tangguh dan tindak bisa dikalahkan, aku harap kamu segera mundur!” ucap Luo Feng berpesan pada Luo Xue.
Mendengar semua itu Luo Xue menganggukkan kepala pelan. “Aku akan selalu mengingat semua perkataan Gege!” ucapnya dan sebenarnya ia juga tidak mungkin memaksakan dirinya melawan musuh yang memang tidak bisa dikalahkan. Klau tetap saja melakukan itu saat ada kesempatan pergi menghindar, bisa dikatakan dirinya adalah orang bodoh.
“Untuk kalian, kekuatan kalian sudah meningkatkan pesat, tapi melihat seberapa kuat musuh di tingkatan kesepuluh, jujur saja kekuatan kalian belum cukup untuk melawan mereka. Jadi, kalian aku harap tidak ikut dalam peperangan, dan akan ada prajurit perang yang akan melindungi kalian!” ucap Luo Feng pada kelima muridnya.
Bukannya meremehkan kekuatan mereka, tapi ia tidak ingin membuat mereka celaka karena musuh di tingkatan kesepuluh jelas bukan lawan yang bisa mereka hadapi. Mengizinkan mereka ikut dalam pertempuran, sama saja dengan mengizinkan mereka mati lebih cepat, dan tentu Luo Feng tidak ingin itu terjadi pada mereka.
Shen Huang dan empat orang lainnya tentu saja tahu kalau Luo Feng tidak bermaksud meremehkan kekuatan mereka, dan apa yang dilakukannya adalah untuk melindungi mereka dari hal buruk. Oleh karena itu, mereka senantiasa mengikuti apa yang dikatakan Luo Feng, dikarenakan semua itu untuk kebaikan diri mereka sendiri.
Setelah selesai bicara pada kelima muridnya dan tidak sulit membuat mereka mengerti, Luo Feng akhirnya memutuskan pergi ke tingkatan kesepuluh jurang kabut kematian. Ia datang ke tingkatan kesepuluh jurang kabut kematian bukan untuk mengakui kekuatan musuh, tapi ia datang untuk mengalahkan siapapun yang menjadi musuhnya.
__ADS_1
Tangga menuju tingkatan kesepuluh sudah terlihat jelas olehnya, dan barisan prajurit perang sudah siap untuk melawan siapapun yang menjadi musuh mereka. Dengan langkah tenang tanpa rasa takut, Luo Feng berjalan menuruni anak tangga menuju tingkatan kesepuluh, dengan Luo Xue yang berada tepat di sebelahnya. Sedangkan untuk kelima muridnya, mereka sedikit berada di belakang, di tengah-tengah prajurit perang yang melindungi mereka.
Luo Feng terus saja melangkahkan kaki penuh dengan ketenangan, sampai akhirnya ia sampai di tingkatan kesepuluh jurang kabut kematian, sebuah tempat yang penuh dengan kabut racun, dan kekuatan aura kegelapan terasa begitu kuat di tempat ini.
Mengambil langkah maju, di kejauhan Luo Feng bisa melihat dia sosok menyerupai manusia, tapi bedanya mereka memiliki sepasang tanduk di atas kepala, dan di belakang mereka terdapat barisan seluruh kekuatan yang ada di tingkatan kesepuluh jurang kabut kematian.
“Selamat datang di dasar jurang kabut kematian, tempat indah yang akan menjadi kuburan untuk kalian yang sudah begitu lancang memasuki kawasan kekuasaan kami!” ucap pria dengan sepas tanduk melengkung di bagian atas kepalanya.
Sedangkan pria satunya, ia memiliki sepasang tanduk lurus di bagian atas kepalanya, dan ia adalah sosok adik dari pria satunya.
“Aku datang bukan untuk mati, tapi kedatanganku adalah untuk mengakhiri hidup kalian yang sudah terlalu banyak melakukan kejahatan!” balas Luo Feng dan ia tersenyum miring.
“Kau ingin mengakhiri kehidupan kami dengan sedikit kekuatan yang kau miliki? Dalam mimpi sekalipun kau tidak mungkin dapat melakukannya!” Teriak sang kakak yang merupakan iblis Kegelapan, sedangkan adiknya adalah iblis Kematian.
“Hanya untuk menghadapi kalian, apa yang aku bawa saat ini lebih dari cukup untuk mengalahkan kalian, bahkan aku merasa semua ini sedikit berlebihan!” balas Luo Feng tenang.
Kedua iblis melihat ketenangan Luo Feng, dan entah kenapa mereka merasa terintimidasi dengan ketenangan yang ditunjukkan Luo Feng. Ketenangan itu menunjukkan seolah-olah ia bisa dengan mudah mengalahkan mereka.
Iblis yang diberi gelar iblis kematian mengambil satu langkah ke depan, lalu ia bicara, “Aku cukup terkesan dengan ketenanganmu saat kematianmu sudah ada di depan mata. Oleh karena itu, biarkan aku mempercepat kematianmu!”
Usai bicara dan tanpa menunggu balasan lawan bicaranya, ia iblis Kematian langsung saja melesat maju bagaikan kilatan cahaya, dan tujuannya adalah menyerang Luo Feng yang masih saja terlihat sangat tenang berdiri di tempatnya. Sang kakak yang melihat ketenangan Luo Feng, ia ingin meminta adiknya berhati-hati.
Namun ia terlambat. Belum juga ia bicara, adiknya yang menyerang Luo Feng sudah terpental mundur akibat pukulan yang dilakukan Luo Feng. Pukulan itu sangat cepat dan kuat, membuat siapapun tidak bisa melihat kecepatan saat Luo Feng melayangkan pukulan yang telak mengenai lawannya.
Meski terlihat baik-baik saja, iblis kematian sekarang tidak lagi terlalu meremehkan lawannya. Satu pukulan yang ia terima, menunjukkan jika lawannya tidak lemah, atau bahkan ia sedikit lebih kuat dari dirinya.
Ketika ia kembali ke tempat kakaknya, ia mendapatkan tatapan tajam kakaknya. “Kenapa juga kita harus turun tangan langsung jika kita punya banyak anak buah yang bisa membunuh mereka semua untuk kita? Percayakan pada anak buah kita, dan aku yakin anak buah kita dapat membunuh mereka!” ucap iblis kegelapan pada sang adik.
Mengikuti apa yang dikatakan kakaknya, iblis kematian tidak pagi menyerang Luo Feng, tapi ia mempercayakan pada anak buahnya untuk membunuh Luo Feng dan yang lainnya.
“Kalian semua serang dan tangkap mereka semua hidup atau mati!” teriak iblis kematian memberi perintah pada anak buahnya, dan hal yang sama juga dilakukan oleh kakaknya.
Sementara itu, di sisi lain Luo Feng masih begitu tenang di tempatnya, meski jutaan binatang buas dan ratusan ribu monster datang mendekat. Ia sama sekali tidak gentar, dihadapkan dengan banyaknya musuh yang datang menyerang. Baginya, mereka semua seperti semut yang dengan mudah akan mati begitu ditenggelamkan dalam air.
“Prajurit perang, serang musuh dan jangan beri ampun!” ucap Luo Feng, dan tidak menunggu adanya perintah selanjutnya, lebih dari seratus ribu prajurit perang yang merupakan artefak milik Luo Feng, mereka maju dan langsung membunuh binatang buas ataupun monster, yang menjadi lawan mereka.
Luo Xue sendiri ikut maju menyerang musuh, tapi ada tiga prajurit perang dengan kekuatan ranah God Emperor yang mendampingi dan menjag Luo Xue. Selain mereka, ada belasan ribu prajurit perang yang berjaga di sekitar Luo Xue.
Sisa dua prajurit perang dengan kekuatan ranah God Emperor, mereka ditugaskan Luo Feng menjaga kelima muridnya bersama lima ribu prajurit perang lainnya.
Sedangkan Luo Feng sendiri, tanpa diketahui oleh siapapun, ia telah berada di belakang dua sosok iblis, yang belum sadar jika Luo Feng berada di belakang mereka.
“Kalian ingin membunuhku tapi kalian tidak sadar jika musuh sudah berada di belakang kalian!” ucap Luo Feng dan belum juga kedua iblis membalikkan tubuh melihat kearahnya, ia sudah lebih dulu menyerang mereka dengan mengayunkan pedang cahaya ke tubuh mereka.
__ADS_1
Elemen cahaya adalah kelemahan para iblis yang mempelajari kekuatan kegelapan dan menyerap hawa kematian, dan itu terbukti kebenarannya saat iblis kegelapan dan iblis kematian sulit menyembuhkan luka di tubuh mereka, sekalipun luka itu bukan luka parah karena di saat-saat terakhir ia bisa menghindari serangan Luo Feng sehingga luka mereka tidak terlalu parah.
“I-Ini sangat buruk! Ternyata ia memiliki kekuatan elemen cahaya, dan pedang ditangannya juga merupakan pedang cahaya, yang konon katanya hanya dimiliki sosok Dewa Cahaya!” ucap iblis kegelapan menatap ngeri pedang di tangan Luo Feng.
“Kakak, apa yang sebaiknya sekarang kita lakukan? Dengan ia memiliki kekuatan elemen cahaya, jelas kita akan kesulitan melawannya sekalipun ranah kultivasi kita jauh lebih tinggi darinya!” ucap iblis kematian yang masih percaya jika ranah kultivasi nya lebih tinggi dari lawannya.
“Kita masing-masing masih memiliki satu artefak yang dapat melindungi tubuh kita dari kekuatan elemen kegelapan, sebaiknya kita gunakan itu untuk melawannya! Dengan itu aku yakin kita pasti bisa mengalahkannya!” ucap iblis kegelapan lalu ia mengeluarkan jubah berwarna merah dari cincin ruang miliknya.
Iblis kematian yang mengingat tentang jubah itu yang merupakan artefak pelindung dari kekuatan elemen cahaya, ia juga mengeluarkannya, dan segera menggunakannya. Dengan jubah yang ia kenakan ia sekarang semakin yakin dapat mengalahkan siapapun lawannya.
Luo Feng yang tahu artefak apa dipakai kedua iblis, ia sama sekali tidak khawatir karena artefak itu hanya akan melindungi mereka dari kekuatan elemen cahaya, bukan kekuatan elemen cahaya murni seperti yang dimilikinya.
Kekuatan elemen cahaya milik Luo Feng adalah kekuatan elemen cahaya murni, jauh lebih kuat dibandingkan kekuatan elemen cahaya biasa, bahkan lebih kuat dibandingkan kekuatan elemen cahaya suci milik Dewa Cahaya, yang selama ini dianggap sebagai kekuatan elemen cahaya terkuat di Alam Semesta.
Nyatanya, jika ada sepuluh orang pemilik kekuatan elemen cahaya suci menyatukan kekuatan mereka melawan kekuatan elemen cahaya murni milik Luo Feng, kesepuluh orang itu hanya akan menerima kekalahan, dan jika meraka melakukan pertarungan hidup mati, bisa dipastikan meraka akan mati di tangan Luo Feng.
Kedua iblis yang sudah melindungi diri dengan artefak yang mereka yakini dapa melawan kekuatan elemen cahaya Luo Feng, keduanya percaya diri maju menyerang Luo Feng, tapi mereka terkejut saat serangan meraka sama sekali tidak mampu menembus pertahanan perisai cahaya yang digunakan oleh Luo Feng, bahkan mereka sesekali harus terkena serangan pedang cahaya, seolah jubah yang mereka gunakan tidak pernah ada.
Slash...
Slash...
Aaaargg...
Keduanya berteriak bersamaan saat Luo Feng memotong lengan mereka menggunakan pedang cahaya.
Lengan yang terpotong seharusnya bisa tumbuh kembali jika itu hanya sekedar terpotong, tapi sayangnya lengan itu terpotong oleh pedang cahaya, yang dilapisi kekuatan elemen cahaya murni.
Bukan hanya menyebabkan lengan mereka tidak kembali tumbuh seperti sedia kala, tapi mereka juga harus merasakan rasa sakit yang teramat menyakitkan akibat kekuatan elemen cahaya murni yang tanpa sengaja masuk ke tubuh mereka, melalui luka menganga di lengan mereka.
Tidak berhenti sampai disitu rasa sakit yang mereka rasakan, melainkan rasa sakit itu semakin berlipat-lipat saat Luo Feng memotong lengan mereka yang lain, membuat mereka kehilangan dua lengan hanya dalam kurun waktu yang berdekatan.
Kecepatan Luo Feng sangat cepat, bahkan tidak satupun dari mereka mampu mengikuti kecepatan yang ditunjukkan Luo Feng. Saat Luo Feng menyerang, keduanya juga bisa merasakan aura kuat dari tubuh Luo Feng yang membuat tubuh mereka terkunci, tidak bisa digerakkan.
Mereka sekarang sadar jika dihadapkan pada kekuatan musuh yang jauh dari jangkauan kekuatan mereka, bahkan musuh memiliki kekuatan elemen cahaya, dan itu bukan sembarangan kekuatan elemen cahaya, dikarenakan kekuatan elemen cahaya musuh mereka, mampu menembus pertahanan jubah penangkal kekuatan elemen cahaya milik meraka.
Ketika rasa sakit sedikit mereda, kedua iblis dibuat terkejut dengan sosok Luo Feng yang berdiri tenang di hadapan mereka, sambil mengarahkan aura kekuatan ke arah meraka. Tekanan aura kekuatan membuat mereka hanya bisa diam di tempat, menatap takut pada sosok di hadapan mereka.
“Dua ekor iblis lemah berani mengatakan ingin mengakhiri hidupku. Pada akhirnya, kalianlah yang akan mati di tanganku!”
...----------------...
Bersambung.
__ADS_1