Legenda Sang Dewa

Legenda Sang Dewa
Menyambut Kedatangan Pengikut Setia Klan Luo


__ADS_3

Puluhan ribu prajurit Klan Qing mati, bahkan mayat mereka langsung berubah menjadi abu. Bukan hanya mayat mereka yang menjadi abu, tapi bangunan yang terkena serangan Luo Feng juga berubah menjadi abu, dan itu adalah bukti kuatnya serangan Luo Feng.


Patriak Qing Qong dan para Tetua Klan Qing terkejut melihat dampak serangan Luo Feng. Para Tetua Klan Qing merasa jika Luo Feng sebelumnya ingin membunuh mereka, itu bukanlah sesuatu yang sulit dilakukan, dan tentunya mereka tidak mungkin dapat menghindari kematian yang sudah ditentukan oleh Luo Feng.


Mereka yang melihat semua dari awal sampai kepergian Luo Feng, mereka yakin jika Luo Feng lebih kuat dibandingkan Patriark Qing Qong, bahkan Patriak Qing Qong sendiri yakin jika ia tidak mungkin menang melawan Luo Feng.


“Hanya peringatan, tapi ia menunjukkan kekuatan yang sangat luar biasa!” ucap Tetua Pertama.


“Jika sendiri awal dia datang untuk membunuh kita, aku yakin kita sudah bernasib sama seperti mereka yang sudah berubah menjadi abu. Beruntung kita masih diberikan kesempatan hidup karena ia tidak membunuh kita, tapi kita tidak tahu apa yang terjadi jika kembali bertemu dengannya!” ucap Tetua Ke-lima.


Tetua lainnya menganggukkan kepala, setuju dengan apa yang diucapkan Tetua Pertama dan Tetua Ke-lima. Mendapati lawan sekuat Luo Feng, bisa dipastikan mereka semua bakalan mati.


Namun, mereka semua rela mati jika itu bertujuan melindungi Klan Qing. Bagi mereka, keberadaan Klan Qing jauh lebih berharga dibandingkan satu-satunya nyawa yang mereka miliki. Mati jauh lebih baik dibandingkan mereka harus melihat kehancuran Klan Qing.


Semua yang menjadi saksi seberapa kuat Luo Feng, mereka sadar jika sosok itu bukanlah sosok yang dapat mereka lawan. Hanya kematian yang bakal mereka dapat jika melawan sosok itu. Pergi melarikan diri darinya juga tidak bisa dilakukan, jadi mereka hanya bisa pasrah menerima kematian.


Meski mereka mengakui jika sosok Luo Feng sangat kuat, tapi bukan berarti mereka tidak memikirkan kelemahan yang dimiliki Luo Feng. Bagaimanapun juga sosok Luo Feng hanyalah satu, dan mereka masih yakin jika jumlah masih dapat mengalahkan Luo Feng.


“Semua makhluk hidup pasti merasa lelah, dan aku yakin jumlah kita bisa membuatnya merasa lelah! Saat ia lelah, saat itulah kita akan mengakhiri hidupnya!” terang Patriak Qing Qong.


Semua orang yang mendengar semua itu mengangguk pelan, dan mereka yakin jika itu semua bakalan terjadi.


Melihat semua orang mulai kembali bersemangat setelah mendengar apa yang diucapkannya, Patriak Qing Qong tersenyum, tapi senyumnya luntur saat ia mendengar laporan dari salah satu prajurit Klan Qing yang melaporkan sesuatu yang sangat penting.


“Patriak, baru saja jutaan orang memasuki Pulau Besar Qing Dao, dan setelah kami mencari tahu siapa mereka, mereka yang baru datang adalah Klan yang masih setia pada Klan Luo, dan sepertinya mereka datang untuk bergabung dengan kekuatan Klan Luo yang keberadaannya sampai saat ini belum diketahui, tapi jelas mereka ada di Pulau ini!”


Meski dalam keadaan terkejut setelah mendengar laporan dari salah satu prajurit Klan nya, Patriak Qing Qing tetap bersikap tenang, dan ia berkata, “Meraka datang jelas untuk membantu Klan Luo, dan seperti yang kita lakukan, saat ini Klan Luo juga telah menyiapkan kekuatan. Mereka ingin kembali berperang begitu juga dengan kita, dan seperti yang terjadi di masa lalu, kemenangan akan kembali menjadi milik kita! Kita sudah ditakdirkan menjadi pihak pemenang perang, dan kali ini kita pastikan mereka musnah sampai ke akar-akarnya!”


Para Tetua Klan Qing dan semua orang yang mendengar perkataan Patriak Qing Qong, mereka semakin bersemangat setelah mendengar apa yang dikatakan sang Patriak, dan mereka bersedia sampai titik darah penghabisan untuk memenangkan peperangan dengan Klan Luo, selayaknya apa yang terjadi di masa lalu.


‘Melihat semangat yang meraka milik, aku yakin kemenangan itu masih akan menjadi milik Klan Qing, apalagi jika Tuan sudah turun tangan, bisa dipastikan mereka akan benar-benar musnah!’ ucap dalam hati Patriak Qing Qong.

__ADS_1


 


Sampai di tempat yang menjadi kemunculan banyak Klan, yang masih setia pada Klan Luo, Luo Feng yang datang untuk menyambut kedatangan mereka, ia tersenyum senang melihat jutaan orang yang datang dengan zirah yang menunjukkan identitas mereka sebagai prajurit Klan Luo.


Sedangkan mereka yang merupakan Patriak Klan, mereka menggunakan zirah khusus, yang menunjukkan jika mereka adalah seorang Patriak Klan. Zirah khusus juga digunakan oleh para Tetua Klan, dan melihat dari persiapan semua orang, Luo Feng melihat mereka siap turun ke medan perang membela Klan Luo.


Luo Feng tidak seorang diri menyambut kedatangan mereka, melainkan ia bersama dengan Tetua Agung Luo Ang, yang saat ini sedang berinteraksi dengan para Patriak dan Tetua Klan. Luo Feng sendiri, ia memilih diam berdiri di belakang Tetua Agung, dan tidak semua Patriak dan Tetua Klan yang tahu jika dirinya adalah calon Patriak Klan Qing selanjutnya.


Selain ada Tetua Agung Luo Ang, tepat di sebelah Luo Feng ada Luo Xue, dan di belakang mereka berdua terdapat Shen Huang dan empat orang lainnya. Namun, tidak lama Shen Huang dan yang lainnya pergi bergabung dengan anggota Klan Shen, tentunya mereka melakukan itu atas perintah Luo Feng.


Luo Feng ingin keberadaan mereka menjadi perisai untuk anggota Klan Shen saat dagang musuh kuat, yang tidak bisa dikalahkan oleh anggota Klan Shen. Dengan kekuatan di ranah Supreme God Emperor tingkat 3, mereka bisa dikatakan memiliki kekuatan setara dengan Patriak Klan Qing, dan tentu tidak akan sulit bagi mereka mengalahkan prajurit Klan Qing.


Sosok Luo Xue yang diketahui sebagai putri angkat Tetua Agung Luo Ang, tentu saja banyak yang mengenalinya, terutama para putra Patriak Klan yang pernah bertemu dengan Luo Xue saat mengikuti ayahnya mendatangi Klan ayah mereka. Mereka diam-diam menaruh hati pada Luo Xue, tapi melihat kedekatan Luo Xue dengan seorang pemuda, mereka tidak marah, dan merasa jika keduanya sangat serasi.


Namun, mereka penasaran siapa kiranya pria yang begitu beruntung bisa menjalin hubungan dengan Luo Xue. Melihat pria itu datang bersama rombongan Tetua Agung Luo Ang, mereka yakin jika pemuda itu bagian dari Klan Luo, dan memiliki posisi yang cukup tinggi.


Dikarenakan rasa penasaran yang telah memuncak, salah satu putra Patriak Klan, ia meminta pada ayahnya untuk menanyakan identitas pemuda yang dekat dengan Luo Xue pada Tetua Agung Luo Ang.


Mengabulkan permintaan putranya yang bukanlah sebuah masalah, ayah dari pria itu bertanya pada Tetua Agung Luo Ang. Sedangkan Tetua Agung yang mendengar pertanyaan itu, ia baru ingat jika belum memperkenalkan siapa Luo Feng pada semua orang, dan ia segera memperkenalkan siapa Luo Feng pada mereka.


Mengetahui siapa sosok Luo Feng yang sebenarnya, semua orang bergegas ingin berlutut, tapi sebelum mereka melakukan itu, aura kuat yang mereka yakini merupakan aura kultivator ranah Supreme God Emperor, tiba-tiba menahan pergerakan mereka, sehingga mereka semua hanya bisa diam mematung di tempat.


Bagi orang awam, meraka akan menganggap aura itu merupakan aura kultivator ranah Supreme God Emperor, tapi bagi mereka yang peka terhadap aura seseorang, mereka yakin jika aura yang dirasakan jauh lebih kuat dibandingkan aura ranah Supreme God Emperor, dan aura itu bukan berasal dari sosok Tetua Agung Luo Ang.


Aura itu berasal dari sosok Luo Feng, dan ini merupakan sesuatu yang luar biasa. Masih muda dan sangat kuat, dengan kekuatan yang begitu luar biasa di usia yang terbilang sangat muda, mereka merasa Luo Feng sangat pantas menjadi Patriak Klan Luo selanjutnya, yang mana posisi itu telah lama kosong.


“Kekuatannya sangat luar biasa, dengan kekuatannya Tuan Muda Luo Feng sangat layak menjadi Patriak baru Klan Luo, dan menjadi sosok paling agung bagi kami para pengikutnya! Namun, aku masih penasaran bagaimana cara Tuan Muda Luo Feng bisa memiliki kekuatan yang sangat luar biasa, bahkan disaat usianya belum menginjak usia lima puluh tahun, dan sepertinya putria Tetua Agung juga memiliki kekuatan luar biasa di usia yang masih sangat muda!” ucap Patriak Klan Bing, yang bisa dikatakan sebagai salah satu sosok kuat dibarisan kekuatan pendukung Klan Luo.


Bing Zentian adalah Patriak Klan Bing sejak berlangsungnya peperangan di masa lalu, ia menjadi Patriak menggantikan ayahnya yang saat itu pergi ke medan parang, dan kembali pulang dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Sejak saat itu ia sangat marah pada Klan Qing, dan bekerja keras meningkatkan kekuatan, sampai akhirnya ia memiliki kekuatan di ranah Supreme God Emperor tingkat 3.


Sekarang, di luasnya Alam Semesta, keberadaan kultivator ranah Supreme God Emperor semakin banyak, dan peperangan yang tidak lama lagi akan terjadi, bisa dipastikan jalannya peperangan bakalan jauh lebih mengerikan dari peperangan di masa lalu.

__ADS_1


“Kalian tidak perlu berlutut! Aku tidak membutuhkan semua itu, yang aku butuhkan adalah kesetiaan kalian! Dan selama kalian setia pada Klan Luo, aku akan memberikan banyak keuntungan pada kalian!” ucap Luo Feng.


Luo Feng sedari awal bukanlah sosok yang gila hormat. Dari pada dihormati dengan cara berlutut di hadapannya, ia lebih menghargai mereka yang setia padanya. Baginya, mereka yang menghormatinya belum tentu setia, tapi mereka yang setia sudah pasti menghormatinya.


Cukup sekali Luo Feng mengatakan apa yang diinginkannya, dan semua orang segera mengerti apa yang menjadi keinginannya.


Setelah semua orang mengetahui identitas Luo Feng, dan membuat seluruh pria yang penasaran dengan identitasnya akhirnya tahu jika wanita yang mereka sukai telah menjadi milik pria yang jauh lebih baik dari mereka. Tidak ada kemarahan ataupun dendam, meski sedikit ada rasa kecewa, saat membandingkan diri mereka dengan Luo Feng, mereka harus akui jika Luo Feng memang pantas menjadi pendamping Luo Xue.


Dengan dipimpin Tetua Agung Luo Ang, mereka semua pergi ke tempat persembunyian anggota Klan Luo. Dengan kecepatan sedang, mereka terbang menuju tempat itu.


Luo Feng dan Luo Xue tiba-tiba pergi ke arah berbeda, saat meraka merasakan keberadaan orang asing, yang terus saja mengikuti pergerakan besar prajurit Klan Luo. Setelah seluruh Klan menggunakan zirah yang menunjukkan mereka bagian dari Klan Luo, mereka sudah diakui sebagai prajurit Klan Qing.


Swush... Swush...


Luo Feng dan Luo Xue muncul di hadapan orang-orang yang terus saja mengikuti pergerakan prajurit Klan Luo. Dari aura tipis yang keluar dari tubuh mereka yang mengikuti pergerakan prajurit Klan Luo, Luo Feng dan Luo Xue dapat merasakan aura Klan Qing dari tubuh orang-orang itu, dan keduanya yakin jika orang-orang itu adalah mata-mata Klan Qing.


“Cukup sampai disini kalian mengikuti pergerakan prajurit Klan Luo, tapi jangan harap kalian bisa meninggalkan tempat ini dalam keadaan hidup-hidup setelah berani memata-matai pergerakan prajurit Klan Luo! Sama seperti yang prajurit Klan Qing lakukan pada mata-mata Klan Luo, kalian ditakdirkan mati di tempat ini!” ucap Luo Feng.


Tujuh orang yang merupakan mata-mata Klan Qing, sebelumnya mereka sangat yakin jika keberadaan mereka tidak akan diketahui oleh orang-orang Klan Luo, namun apa yang mereka yakini tidak menjadi kenyataan. Nyatanya keberadaan mereka diketahui oleh orang-orang Klan Luo, dan sekarang berdiri dua sosok sangat kuat di hadapan mereka.


Raut wajah mata-mata Klan Qing seketika menjadi jelak, dikarenakan mereka yakin tidak akan bisa pergi melarikan diri dari situasi saat ini. Keberadaan dua sosok kuat dihadapkan mereka bukanlah sesuatu yang dapat mereka lawan, dan lagi kedua orang itu juga tidak mungkin membiarkan mereka pergi.


“Gege, mereka terlalu lemah untuk Gege hadapi! Biarkan aku yang membereskan mereka! Kekuatan yang aku miliki sangat cukup untuk mengalahkan mereka!” ucap Luo Xue, dan langsung saja ia menyerang ketujuh mata-mata Klan Qing setelah melihat Luo Feng menganggukkan kepalanya.


Sebagai kultivator ranah Supreme God Emperor tingkat 5, tidak akan sulit bagi Luo Xue mengalahkan ketujuh mata-mata Klan Qing, yang mana kekuatan mereka rata di ranah Spirit God tingkat 5, kekuatan yang sangat jauh dibandingkan kekuatan Luo Xue.


Dengan adanya perbedaan kekuatan yang begitu mencolok, Luo Xue dengan mudah mengalahkan ketujuh mata-mata Klan Qing, bahkan ia membunuh mereka hanya dengan satu kali serangan. “Sepertinya aku perlu belajar menahan diri saat melawan musuh yang jauh lebih lemah,” gumamnya, dan ia segera kembali ke tempat Luo Feng yang menunggunya.


Setelahnya mereka melanjutkan perjalanan menutu tempat persembunyian anggota Klan Luo. Di sepanjang jalan mereka mencoba mencari keberadaan mata-mata Klan Qing, tapi sesampainya di tempat persembunyian anggota Klan Luo, mereka tidak menemukan kembali keberadaan mata-mata Klan Qing, dan sepertinya hanya tujuh orang tadi yang dikirim Klan Qing untuk memata-matai keberadaan prajurit Klan Luo.


Sebenarnya mereka berdelapan, tapi karena salah satu dari mereka pergi melapor ke kediaman Agung Klan Qing, jadilah mata-mata Klan Qing hanya tersisa tujuh orang, dan semua telah mati di tangan Luo Xue.

__ADS_1


...----------------...


Bersambung.


__ADS_2