Legenda Sang Dewa

Legenda Sang Dewa
Dua Sosok Tidak Asing


__ADS_3

Tanpa Luo Feng ketahui, dua sosok terus memperhatikan jalannya pertarungannya dengan dua Tetua Klan Qing dari kejauhan. Keduanya sangat baik dalam menyembunyikan hawa keberadaannya, bahkan sedikitpun tidak ada kebocoran aura kekuatan dari tubuh mereka.


Tidak ada aura permusuhan dari mereka yang ditujukan pada Luo Feng, tapi tidak ada yang tahu apa mereka adalah rekan yang memiliki tujuan sama seperti Luo Feng. Mereka juga tidak mendekat saat Luo Feng berhasil mengalahkan kedua Tetua Klan Qing.


Mereka memilih pergi begitu saja saat Luo Feng memenagkan jalannya pertarungan, dan saat meraka mereka bergerak pergi, saat itulah Luo Feng merasakan aura kekuatan mereka yang terasa tidak asing untuknya.


Luo Feng ingin mengejar mereka, tapi ia masih ingat dengan keberadaan murid Klan Qing yang harus segera ia kirim mengikuti dua Tetua yang membawa mereka datang ke Pulau Kecil Yue Dao.


Danya dengan mengarahkan aura kekuatannya ke arah mereka, ia berhasil membuat mereka yang melayang di langit kehilangan kesadaran, dan satu-persatu mulai berjatuhan menghantam permukaan tanah berbatu.


Awalnya nereka yang terjatuh dari langit hanya mengalami luka, tapi serangan kekuatan elemen api Luo Feng membakar mereka hidup-hidup, untuk mengakhiri hidup mereka.


Setelah beberapa waktu berlalu, Luo Feng yang tidak lagi melihat sisa dari orang-orang yang berasal dari Klan Qing, ia saat ini sama sekali tidak sedang memikirkan kegaduhan yang mungkin sedang terjadi di kediaman agung Klan Qing.


Yang dipikirkannya saat ini adalah dua sosok pemilik aura, yang terasa tidak asing baginya. “Siapa sebenarnya mereka? Aura nya terasa tidak asing, tapi kenapa mereka buru-buru pergi setelah aku berhasil mengalahkan kedua Tetua Klan Qing? Apa mereka musuh, atau justru orang-orang dengan tujuan sama sepertiku?” gumamnya.


Mengabaikan mereka untuk saat ini, Luo Feng memutuskan kembali ke kediaman miliknya di Klan Ye, dan kedatangannya mendapatkan sambutan dari kelima muridnya yang baru saja selesai melakukan kultivasi.


Luo Feng memperhatikan kelima muridnya yang ternyata sudah mendapatkan beberapa kali terobosan, dan Shen Huang masih menjadi yang terkuat diantara mereka. “Kalian sudah bekerja keras selama beberapa waktu ini, dan semua itu terbayarkan dengan hasil yang kalian dapatkan. Namun, kekuatan kalian masih belum mencapai target yang telah aku tetapkan, jadi jangan dulu berpuas diri denga pencapaian kalian saat ini!” ucap Luo Feng tegas.


Sejenak menjeda ucapannya, Luo Feng kembali berkata, “Besok kalian akan mulai melatih murid-murid Klan Ye, tapi di tengah melatih mereka, kalian juga harus meningkatkan kekuatan fisik, yang sekarang mulai tertinggal dari kekuatan kultivasi kalian! Tidak ada waktu untuk bermalas-malasan, kalian semua harus bekerja keras untuk menjadi semakin kuat!”


Shen Huang dan empat orang lainnya serempak menganggukkan kepala, dan mereka akan bekerja keras untuk menjadi lebih kuat dari saat ini. Bukan sekedar untuk tidak membuat Luo Feng sebagai guru mereka kecewa, mereka ingin menjadi lebih kuat supaya kelak bisa melindungi orang-orang yang memang pantas mereka lindungi, terutama mereka yang berasal dari Klan Shen.


Tidak ingin berhenti sampai ranah Martial Emperor, tapi secepatnya mereka ingin segera menerobos ranah Martial God, dan jika bisa mereka masih ingin lebih kuat lagi.

__ADS_1


Semakin kuat mereka, semakin berguna keberadaan mereka di sisi Luo Feng, dan mereka bisa melibatkan diri dalam setiap pertempuran yang dilakukan Luo Feng. Tidak seperti barusan yang mana mereka hanya bisa bersiam diri sebagai penonton.


“Hari ini silahkan kalian beristirahat karena hari esok kalian akan mulai melakukan latihan keras siang dan malam, sehingga kecil kemungkinan kalian memiliki waktu untuk beristirahat!” ucap Luo Feng.


Kelimanya mengangguk, lalu mereka pamit undur diri untuk beristirahat. Sedangkan Luo Feng sendiri, ia tiadak beristirahat meski baru saja melakukan pertarungan. Ia memilih pergi ke tempat Patriak Ye Yong untuk melihat perkembangan kekuatan pria itu.


“Selama Patriak Ye Yong menjadi semakin kuat, itu semakin baik untuk keberlangsungan kehidupan di kediaman Klan Ye!” ucapnya sambil terus bergerak menuju kediaman Patriak Ye Yong.


...----------------...


Sementara itu di kediaman agung Klan Qing awan hitam sedang menyelimuti kediaman itu, setelah kabar kematian tiga Tetua Klan dan kabar kematian ribuan murid Klan Qing tersebar luas, dan mereka semua mati saat mengunjungi Pulau Kecil Yue Dao.


Pria tuan yang menjaga aula giok jiwa, ia terus saja berusaha keras mencari tahu apa yang terjadi pada Tetua Kedelapan dan Tetua Kesembilan, sebelum mereka mati. Sedangkan di tempat tidak jauh darinya, banyak murid Klan Qing turut membantunya dengan memeriksa ribuan pecahan giok jiwa milik murid Klan Qing yang mati di Pulau Kecil Yue Dao. Namun sampai saat ini belum ada yang tahu penyebab kematian meraka.


Hampir semalaman semua orang mencari tahu penyebab kematian anggota Klan Qing di Pulau Kecil Yue Dao, tapi pencarian meraka tidak sedikitpun membuahkan hasil. Tidak satupun pecahan giok yang menyimpan rekaman kematian sebelum pemilik pasangan giok jiwa hancur. Setiap rekaman gambar yang muncul hanyalah menujukan rekaman gambar berkabut.


Untuk mencari tahu apa yang terjadi di Pulau Kecil Yue Dao, pria tua telah mengirim puluhan orang pergi ke pulau itu, tapi meraka bukanlah anggota Klan Qing, melainkan anggota Klan yang melayani Klan Qing.


Mereka baru saja dikirim menuju Pulau Kecil Yue Dao, dan tugas mereka adalah mengumpulkan informasi penting dari tempat itu, dan kalau bisa mereka harus mencari ada tidaknya kekuatan besar di tempat itu yang dapat mengancam kejayaan Klan Qing.


“Aku berharap dalam beberapa hari ke depan mereka kembali dengan banyak informasi berharga, yang berhubungan dengan kematian misterius anggota Klan Qing di tempat itu.” Pria tua bergumam pelan.


Di saat awan mendung masih menyelimuti kediaman agung Klan Qing, di kediaman Patriak Klan Ye, Patriak Ye Yong senang dengan pencapaiannya saat ini, sampai ia tak memperhatikan sosok Luo Feng yang sedang mengamatinya.


Patriak Ye Yong baru saja menyempurnakan pondasi kekuatannya. Meski belum sepenuhnya sempurna, ia sudah terlampau senang dengan pencapaiannya saat ini, sebuah pencapaian yang selama ini hanya menjadi impiannya.

__ADS_1


Sampai akhirnya kesenangannya untuk sementara waktu harus berakhir setelah ia mendengar suara yang tak asing. “Senang boleh, tapi jangan terlalu senang! Kekuatan Patriak memang bertambah, tapi itu masih sangat lemah, dan butuh banyak waktu untuk menyempurnakan pondasi kekuatan milik Patriak!”


Seger Patriak Ye Yong mengarahkan pandangan ke arah belakang nya, dan di tempat itu ia melihat Luo Feng memperhatikan dirinya dengan sorot mata tajam.


Melihat Patriak Ye Yong mengarahkan pandangan ke arahnya, Luo Feng melemparkan botol giok berisikan empat pil berwarna putih pada Patriak Ye Yong, dan tentu pil pemberiannya bukanlah pil sembarangan.


“Gunakan pil itu untuk menyempurnakan pondasi kekuatan Patriak, dan begitu pondasi kekuatan Patriak telah sempurna, sebaiknya Patriak mengikuti pelatihan untuk meningkatkan fisik, yang mana pelatihan itu akan dipimpin langsung oleh kelima muridku!” ucap Luo Feng yang juga ingin Patriak Ye Yong mau meningkatkan kekuatan fisiknya yang terlihat sangat lemah.


Patriak Ye Yong sangat beruntung karena mendapatkan bantuan pil dari Luo Feng untuk menyempurnakan pondasi kekuatannya. Sedangkan untuk latihan peningkatan kekuatan fisik, ia pasti mengikutinya meski latihan itu dipimpin murid Luo Feng, yang jelas jauh lebih muda darinya.


Meski mereka lebih muda darinya, Patriak Ye Yong bisa merasakan kalau pondasi kekuatan mereka jauh lebih baik darinya, selain itu ia juga bisa merasakan kalau kekuatan fisik mereka sangatlah kuat, sedikit lebih kuat dari kekuatan kuktivasi nya saat ini.


Begitu urusannya dengan Patriak Ye Yong selesai dan ia ingin membiarkan Patriak melanjutkan latihannya, Luo Feng memutuskan pergi untuk melihat para Tetua Klan Ye yang juga sedang berjuang keras meningkatkan kekuatan mereka.


Setelah di tinggal Luo Feng, kini Patriak Ye Yong fokus pada penyempurnaan pondasi kekuatannya. Sementara itu, Luo Feng yang telah sampai di aula kultivasi para Tetua Klan Ye, ia dapat melihat banyak Tetua Klan yang berhasil meningkatkan kekuatannya.


Untuk pencapaian paling luar biasa, Luo Feng merasa Tetu Ye Peng menjadi sosok paling berkembang diantara tetua lainnya.


Melihat mereka yang sedang fokus beekultivasi dan tidak ada satupun dari mereka yang sudah selesai beekultivasi, Luo Feng memutuskan pergi meninggalkan tempat itu, lalu ia silih berganti memasuki aula latihan para murid Klan, yang semuanya juga sedang fokus beekultivasi.


Puas dengan apa yang dilakukan semua anggota Klan Ye, Luo Feng memutuskan kembali ke kediamaan miliknya untuk sejenak beristirahat, sebelum ia lanjut berkeliling untuk melihat keadaan seluruh anggota Klan Ye.


Sementara itu, belasan orang yang baru tiba di Pulau Kecil Yue Dao, mereka segera menyebar ke segala penjuru, dan tujuan mereka adalah mengumpulkan sebanyak-banyak informasi penting, yang bisa didapatkan di Pulau Kecil Yue Dao.


Mereka adalah orang-orang yang ditugaskan pria tua penjaga aula giok di kediaman agung Klan Qing, untuk mengumpulkan informasi berharga dari Pulau Kecil Yue Dao, dan enam hari adalah waktu yang pria tua pada mereka. Melebihi waktu yang telah ditetapkan, pria tua akan memberi hukuman pada siapapun yang terlambat kembali.

__ADS_1


...----------------...


Bersambung.


__ADS_2