Legenda Sang Dewa

Legenda Sang Dewa
Bertemu Kawanan Bandit


__ADS_3

Tak hanya mengakhiri hidup Qing Yuze, Luo Feng nyatanya juga mengakhiri hidup Qing Yong dan para Tetua Klan Yun yang masih hidup. Setelah kematian mereka semua, aula kediaman Klan Yun menjadi hening, tapi di luar banyak orang yang mencoba menerobos masuk ke dalam aula.


Shen Huang dan empat orang lainnya yang mulai terganggu dengan suara berisik di luar, Shen Huang mewakili keempat saudaranya bertanya pada Luo Feng, “Guru, apa yang akan kita lakukan pada mereka yang ada di luar?”


Luo Feng tersenyum mendengarnya lalu dia menjawab, “Musnahkan mereka semua! Jangan ada yang memberi ampun atau menyisakan satupun dari mereka!” tegas Luo Feng memberi jawaban dan begitu saja dia melangkahkan kaki keluar dari aula kediaman Klan Yun.


Tak membiarkan Luo Feng bersenang-senang seorang diri, buru-buru Shen Huang dan yang lainnya ikut keluar dari aula kediaman Klan Yun, dan langsung saja mereka membunuh orang-orang yang memiliki hubungan dengan Klan Yun.


Pria atau wanita, tua maupun yang muda, semua mereka bunuh hanya dengan satu kali serangan. Tak ada ampun untuk anggota Klan Yum, dan tak ada kesempatan bagi mereka untuk pergi meninggalkan wilayah Klan Yun. Malam yang semula tenang, menjadi malam berdarah, yang mana seluruh darah yang keluar berasal dari anggota Klan Yun.


Luo Feng dengan tangan kosong, sekali pukul dia berhasil membunuh lebih dari dua musuh, sedangkan Shen Huang dan empat orang lainnya, menggunakan senjata di tangan masing-masing, bisa dipastikan tak ada musuh yang selamat dari incaran mereka. Semua mati dibabat habis, dan setelah malam berlalu di kediaman Klan Yun hanya tersisa mayat dan genangan darah yang mulai mengering.


Hari ini Klan Yun telah kehilangan seluruh anggotanya termasuk para Tetua dan Patriak Klan, kini yang tersisa dari mereka hanyalah bangunan kediaman Klan yang dipenuhi noda darah.


Luo Feng dan kelima muridnya sudah pergi meninggalkan wilayah Klan Yun sebelum matahari terbit, begitu mereka memastikan tak lagi ada anggota Klan Yun yang tersisa.


Mereka melayang di langit, dan tujuan mereka saat ini adalah altar penghubung, yang akan membawa mereka ke Pulau Kecil Yue Dao.


Begiti sampai di Pulau Kecil Yue Dao, Luo Feng akan mencari keberadaan Klan Ye, dan memastikan apa mereka masih memiliki kesetiaan pada Klan Luo seperti perkataan Patriak Shui Zen.


Meskipun ada keraguan tentang Klan Ye yang masih setia pada Klan Luo, Luo Feng berharap kalau mereka masih memiliki kesetiaan sehingga ada tambahan kekuatan untuk melawan Klan Qing.


Sampai di altar yang akan membawa mereka ke Pulau Kecil Yue Dao, Luo Feng dan kelima muridnya membiarkan kristal di tengah-tengah altar menyerap energi spiritual milik mereka, dan tak lama altar mulai memancarkan cahaya terang.


Luo Feng memejamkan mata karena cahaya yang terpancar dari altar di bawah kakinya terlalu silau. Hal yang sama juga dilakukan Shen Huang dan empat orang lainnya, dan barulah mereka perlahan membuka mata saat cahaya yang menyilaukan mulai memudar.


Hanya dalam waktu beberapa detik menurut perhitungan Luo Feng, dia dan lima muridnya sudah jauh meninggalkan Pulau kecil Bai Dao dan sekarang dia merasa berada di tempat asing, tapi aura di sekitarnya tak jauh berbeda dengan yang dirasakan saat berada di Pulau Kecil Bai Dao.


“Energi spiritual di tempat ini sedikit lebih baik dari yang ada di Pulau Kecil Bai Dao, apa kita sekarang benar-benar sudah berada di Pulau Kecil Yue Dao?” Luo Feng bertanya pada kelima muridnya, sambil bergantian menatap wajah mereka.

__ADS_1


“Guru, kami beberapa kali pergi ke Pulau Kecil Yue Dao yang masih berada di bawah kekuasaan Pulau Besar Zhu Dao, dan kita saat ini memang berada di Pulau Kecil Yue Dao, tepatnya berada di dratan timur Pulau Kecil Yue Dao.” Shen Huang menjawab pertanyaan Luo Feng sekaligus menjelaskan lebih rinci dimana mereka saat ini.


Dari informasi Patriak Shui Zen, Klan Ye berada di daratan tengah Pulau Kecil Yue Dao. Jika saat ini dia berada di daratan timur, artinya dia harus pergi ke daratan tengah untuk memulai pencarian keberadaan Klan Ye. Hanya sedikit informasi yang diketahuinya tentang Klan Ye termasuk letak kediaman Klan Ye. Dengan bermodal sedikit informasi, Luo Feng yakin cepat atau sedikit lambat, dia pasti dapat menemukan Klan Ye.


“Sebaiknya kita kenali dulu tempat ini, baru setelahnya kita pergi ke pulau tengah mencari keberadaan Klan Ye!” ucap Luo Feng.


...----------------...


Meninggalkan altar yang menghubungkan Pulau Kecil Yue Dao dengan Pulau Kecil Bai Dao, Luo Feng pergi ke wilayah barat daratan timur. Setengah hari berlalu, mereka tak kunjung menemukan desa ataupun kota yang dapat disinggahi.


“Bukannya kalian pernah pergi ke Pulau Kecil Yue Dao, apa kalian tidak punya informasi tentang daratan ini atau Klan Ye?” tanya Luo Feng pada kelima muridnya.


Mendengar itu, Shen Huang dan yang lainnya saling pandang, lalu lagi-lagi Shen Huang yang mewakili mereka menjawab pertanyaan Luo Feng, “Guru, selama di Pulau Kecil Yue Dao, kamu hanya mengunjungi daratan selatan, dan sekalipun tidak pernah pergi ke daratan lain. Untuk Klan Ye, kami pernah mendengar tentang Klan Ye, dan kami tahu Klan Ye berada di daratan tengah Pulau ini.”


“Akan tetapi, kalau Guru bertanya pada kami tentang letak pasti kediaman Klan Ye, jujur kami tidak mengetahuinya,” jawab Shen Huang tanpa ada yang dia tutup-tutupi.


Luo Feng hanya mengangguk mendengar semua itu, dan setelahnya dia tak lagi bertanya, dia lebih fokus memperhatikan sekitar karena beberapa saat yang lalu dia merasa ada yang mengawasi pergerakannya.


Terus bergerak dalam diam menuju ujung daratan timur Pulau Kecil Yue Dao, Luo Feng kini jelas merasakan berada orang yang mengawasinya dari balik bayang-bayang. Mereka ada lima belas orang, dan tersebar di sisi kanan dan kirinya.


Beberapa waktu terus bergerak tanpa menoleh kanan atau kiri, Luo Feng tiba-tiba berhenti bergerak begitu juga dengan kelima muridnya. Bukannya tanpa alasan mereka berhenti, tapi mereka harus berhenti karena ada belasan orang, yang menghadang tepat di depan mereka.


Baik Luo Feng maupun kelima muridnya, tak ada yang tahu kelompok mana yang saat ini menghadang jalan meraka. Lagipula mereka baru saja tiba di Pulau Kecil Yue Dao, jadi mustahil mereka sudah menyinggung seseorang. Merasakan aura orang-orang yang menghadang mereka, dari aura yang orang-orang itu tunjukkan, jelas mereka bukan orang yang datang dengan niatan baik.


Saat Luo Feng dan kelima muridnya bingung siapa kelompok yang menghadang mereka, pria bertubuh gempal dengan tangan memegang tombak, orang itu berjalan maju mendekati Luo Feng.


Memperhatikan penampilan Luo Feng dari ujung kepala sampai ujung kaki, pria itu kemudian berkata, “Tinggalkan cincin ruang yang kalian miliki jika ingin selamat pergi dari tempat ini!”


Mendengarnya, Luo Feng sekarang tahu siapa orang-orang yang menghadang perjalanannya. Mereka ternyata adalah kawanan bandit, yang mengincar harta berharga korban mereka.

__ADS_1


“Maaf saja, aku tak pernah memberikan apa yang aku miliki pada orang lain, kecuali aku memang ingin memberikannya!” ucap Luo Feng dan dia terlihat santai meski sedang dihadapkan pada kawanan bandit yang jumlahnya tak sedikit.


Tiba-tiba, puluhan anak panah melesat ke arah Luo Feng dan kelima muridnya, begitu Luo Feng menolak keinginan pria bertubuh gempal yang saat ini sedang menyeringai lebar.


Namun, tak lama seringaian di wajahnya menghilang saat tak satupun anak panah yang dilepaskan anak buahnya mengenai orang-orang yang harta bendanya ingin dia rebut.


Tanpa banyak bicara, pria bertubuh gempal yang merupakan pemimpin kawanan bandit, sadar serangan jarak jauh tak berguna, dia mengerahkan anak buahnya untuk melakukan pertarungan jarak dekat.


Luo Feng yang melihat kawanan bandit maju menyerang, dia menoleh ke belakang melihat Shen Huang dan yang lainnya, lalu dia berkata, “Silahkan bersenang-senang dengan meraka!”


Mendengarnya, Shen Huang dan yang lainnya tersenyum dan membalas, “Baik Guru, serahkan mereka pada kami,” ucap kelimanya bersamaan.


Luo Feng langsung saja menyingkir dari hadapan kelima muridnya, dan membiarkan mereka berlima maju melawan kawanan bandit yang hanya unggul dalam jumlah. “Kawanan bandit itu hanya unggul dalam jumlah, tapi soal kekuatan mereka kalah jauh dibandingkan kelima muridku!” gumam Luo Feng melihat jalannya pertarungan dari jarak lumayan jauhal.


Di sisi lain, Shen Huang dan keempat saudaranya, sangat mudah bagi mereka melawan kawanan bandit yang hanya unggul dalam jumlah. Sesaat mereka memang dibuat bertahan dari serangan mereka, tapi tak lama setelahnya giliran mereka yang menyerang balik.


Pemimpin bandit yang berharap dengan Shen Huang, dia dibuat kewalahan oleh sosok pria yang dari segi usia jelas jauh lebih muda darinya. Luka kecil bermunculan di tubuhnya, sedangkan dia sekalipun belum pernah melukai musuhnya.


“Hei pemimpin bandit, apa hanya ini kekuatanmu? Kalau kekuatanmu hanya sebatas ini, kau sudah membuatku sangat kecewa!” ucap Shen Huang dengan pandangan sinis tertuni pada pemimpin kawanan bandit.


Pemimpin bandit yang mendengarnya menggertakkan giginya marah, lalu berkata, “Hanya sedikit lebih unggul dariku kau sudah begitu sombong! Tunggu saja, begitu pemimpin bandit Serigala Gunung datang, aku pastikan kau mati di tangan pemimpinku!”


“Sangat bagus jika pemimpinmu datang ke tempat ini, tapi apa kamu belum sadar jika guruku juga belum turun tangan membereskan kalian?” ucap Shen Huang tersenyum sinis, lalu dia kembali berkata, “Guruku akan sangat senang jika pemimpinmu benar-benar kuat!”


Ucapan lawannya menyadarkan pemimpin kawanan bandit tentang keberadaan seseorang yang sejak pecahnya pertarungan, dia hanya berdiam diri di tempatnya sambil menyaksikan jalannya pertarungan. Sosok yang jauh lebih muda dari lawannya saat ini, tapi dia adalah guru dari lawannya.


Jika lawannya saja saat ini sudah sangat kuat bahkan dia tahu kalau lawannya belum serius menghadapinya, lalu sekuat apa sosok pemuda yang menjadi gurunya?


‘Sial, sepertinya aku salah menjadikan mereka sasaran penyergapan! Kalau tau begini, seharusnya tadi aku membiarkan mereka pergi meninggalkan tempat ini, dan memilih menyergap kelompok lain!’ ucapan penyesalan pemimpin kawanan bandit dalam hati.

__ADS_1


...----------------...


Bersambung.


__ADS_2