
Melihat ke arah enam pemuda yang secara terang-terangan mencari masalah dengannya, Luo Feng bangkit berdiri dan begitu saja melangkahkan kaki berjalan menghampiri enam pemuda yang juga bangkit berdiri dan berjalan menghampirinya.
Ke-enam pemuda itu hanya memiliki kekuatan di ranah Heavenly Emperor tingkat 5 sampai tingkat 8. Sungguh kekuatan yang lemah di mata Luo Feng, dan mereka benar-benar mencari mati saat mencari masalah secara terang-terangan dengan Luo Feng.
Suara tawa tendang dari arah keenamr pemuda saat jarak mereka dan Luo Feng semakin dekat, dan mereka berhenti berjalan saat menyisakan jarak empat langkah dengan Luo Feng. Mereka menatap remeh keberadaan Luo Feng yang hanya seorang diri maju menghampiri mereka, tapi di balik tatapan remeh yang mereka tujukan pada Luo Feng, tersimpan tatapan kebencian setelah apa yang sebelumnya dilakukan Luo Feng.
“Cukup mengejutkan saat kau yang hanya seorang diri berani datang menghampiri kami! Sayangnya, kami bukan orang baik yang suka bermain-main setelah dibuat marah! Sebaiknya segera hancurkan kultivasi yang kau miliki, dan setelahnya kau boleh pergi dari tempat ini!” ucap salah satu pemuda, dan karena dia yang terkuat, Luo Feng yakin pemuda itu adalah pemimpin mereka.
Luo Feng terkekeh pelan mendengar ucapan pemuda yang hanya berjarak beberapa langkah darinya, dan dengan tenang dia membalas ucapan pemuda itu, “Kenapa juga aku harus menuruti keinginanmu? Memangnya kau ini siapa?”
Mereka hanyalah sekumpulan pemuda lemah, bahkan jika mereka bersama-sama menyerangnya, kemenangan tetap akan berada di tangannya. Akan tetapi, mereka yang begitu lemah berani memerintah Luo Feng yang jelas jauh lebih kuat dari mereka, bukannya itu menunjukkan jika mereka menginginkan kematian!
Pemuda yang berbicara dengan Luo Feng terlihat menggertakkan giginya, tidak terima dengan apa yang baru diucapkan Luo Feng padanya. Bukannya langsung menurutinya, tapi justru menanyakan siapa dirinya, dan kenapa harus menuruti keinginannya.
Lima pemuda lainnya juga tidak terima dengan apa yang diucapkan Luo Feng. Bukannya segera melakukan apa yang diperintahkan pemimpin mereka, tapi justru memberi pertanyaan pada pemimpin mereka. Melihat situasi saat ini, mereka berlima yakin jika hal buruk akan segera terjadi pada pria yang berhadap-hadapan dengan pemimpin mereka.
Pemimpin kelompok pemuda yang tidak lagi bisa menahan emosinya, dia langsung saja mengeluarkan aura kekuatannya yang disertai niat membunuh, dan semua itu dia tujuan pada sosok pria di hadapannya, berharap pria itu tertekan dengan apa yang dilakukannya. Namun sayangnya, pria di hadapannya tidak merasakan apapun dari apa yang dilakukannya, bahkan pria itu masih terlihat biasa-biasa saja.
Luo Feng memang dapat merasakan aura kekuatan serta niat membunuh yang diarahkan pemuda di hadapannya, tapi semua itu benar-benar tidak berpengaruh apapun padanya, bahkan rasanya semua itu seperti hembusan angin menyegarkan yang menerpa wajahnya. Menghadapi orang-orang lemah seperti mereka, Luo Feng merasa tidak perlu menggunakan seluruh kekuatannya.
Pemuda yang berdiri lurus dihadapkan Luo Feng, dengan suara lantang dia berkata, “Baiklah, sepertinya kau memang menginginkan adanya pertarungan diantara kita! Kalau begitu, segera keluar dari tempat ini dan akan aku tunjukkan jika kau jauh lebih lemah dariku, dan jangan menyalahkanku jika pada akhirnya kau mati di tanganku!”
__ADS_1
Walaupun sudah tahu hasil akhir jika bertarung melawan pemuda itu, Luo Feng tetap saja mengikuti apa yang menjadi keinginan pemuda itu, dan segera saja dia mengikuti ke-enam pemuda yang sudah lebih dulu keluar dari kedai makan.
Mereka yang datang bersama Luo Feng, buru-buru mereka pergi mengikuti Luo Feng. Sedangkan Luo Feng, dia terus mengikuti ke-enam pemuda yang sepertinya masih menentukan tempat yang luas untuk melakukan pertarungan. Mereka beranggapan tempat luas dapat memperbesar presentase kemenangan.
Setelah menemukan tanah lapang yang sangat luas, ke-enam pemuda berhenti di sisi lain, sementara di sisi lain berdiri Luo Feng dan orang-orang yang mengikutinya. Pemimpin kelompok pemuda mengambil dua langkah maju, begitu juga dengan Luo Feng.
Pemuda yang akan menjadi lawan Luo Feng, terlihat pemuda itu mengeluarkan sebuah pedang dari cincin ruang miliknya. Namun, sebelum dia maju menyerang Luo Feng dengan segenap kekuatan yang dimilikinya, dia menatap heran Luo Feng yang tiba-tiba mengangkat tangan kanannya.
“Apa kau bermaksud menyerah sebelum hidupmu berakhir di tanganku?” tanya pemimpin kelompok pemuda, yang menganggap lawannya bakalan menyerah begitu mengangkat tangan kanannya.
“Aku tidak akan menyerah pasa siapapun, apalagi pada pemuda lemah sepertimu! Aku mengangkat tangan karena ingin bicara padamu dan mereka yang berada di belakangmu! Daripada kau seorang diri yang menjadi lawanku, bagaimana kalau kalian semua maju menghadapiku? Jujur saja, meski kalian berenam melawanku, belum tentu kalian bisa melukaiku!” ucap Luo Feng dengan santainya.
“Pemimpin, kalau dia ingin mati cepat, biarkan kami ikut maju dan bersama-sama kita akan membunuhnya!” ucap pemuda lainnya, ymmerasa kesal dengan apa yang baru diucapkan Luo Feng.
Lima pemuda yang sedikit lebih lemah dari pemimpin mereka, akhirnya mereka berdiri sejajar dengan sang pemimpin, dan mereka sudah sangat siap berhadapan dengan lawan, yang sama sekali tidak ketakutan meski akan segera berhadapan dengan mereka berenam.
Sementara itu, di tempatnya berdiri, meski hanya seorang diri, Luo Feng sama sekali tidak takut dengan ke-enam pemuda yang akan menjadi lawannya. Dia sama sekali tidak berharap jika ada diantara mereka yang mampu bertahan dari satu serangannya, yang mana dia begitu yakin setiap satu serangan cukup untuk menumbangkan mereka yang menjadi lawannya.
“Karena aku baik hati, bagaimana kalau kau yang menyerang kami lebih dulu? Kau memiliki enam kali serangan, sebelum giliran kami melakukan serangan balasan! Manfaatkan kesempatan yang aku berikan, sebelum giliran kami menyerang, dan bisa dipastikan saat itu akan menjadi akhir dari hidupmu!” ujar pemuda, yang terus saja menatap remeh keberadaan Luo Feng.
Menyerang lebih dulu, dan itu enam kali serangan. ‘Bukannya mereka begitu baik karena memberiku kesempatan untuk langsung membunuh mereka dalam enam kali serangan,’ batin Luo Feng, kau dia segera bersiap melakukan serangan, dan dia akan memastikan setiap serangannya cukup untuk langsung mengakhiri hidup semua lawannya.
__ADS_1
Sebenarnya satu serangan bisa langsung membunuh keenamnya, tapi Luo Feng sengaja menahan diri, dan dia akan membunuh mereka satu-persatu.
Tanpa membuang waktu berharga miliknya, Luo Feng langsung saja berlari dengan kecepatan tinggi ke arah salah satu pemuda yang menjadi lawannya. Dia tidak menggunakan senjata apapun, melainkan hanya menggunakan tangan kosong. “Aku akan memulainya dari yang berada di pinggir!” gumamnya, dan langsung saja dia mengarahkan tinju ke tubuh pemuda yang menjadi targetnya.
Swush... Buugh... Booomm...
Tinju Luo Feng mengarah tepat di kepala pemuda yang menjadi target serangan pertamanya. Serangannya sangat cepat dan sangat kuat. Saking kuatnya, begitu tinjunya menghantam kepala lawannya, saat itu juga kepala lawannya hancur berkeping-keping, dan saat itu juga lawannya mati mengenaskan di tangannya.
Lima pemuda lainnya sangat terkejut dengan apa yang baru saja terjadi, dan kini mereka mulai sadar jika telah berurusan dengan sosok yang tidak seharusnya disinggung. Namun pemimpin mereka tetap kekeuh melawan Luo Feng, dan tidak seperti ucapannya yang mana dia akan membiarkan Luo Feng menyerang sebanyak enam kali dan dia tidak akan mendapatkan perlawanan, nyatanya dia kini bergerak membalas serangan Luo Feng.
Melihat apa yang dilakukan pemimpin mereka, empat pemuda yang belum menerima serangan Luo Feng, mereka ikut maju menyerang Luo Feng, dengan mengerahkan seluruh kekuatan yang mereka miliki. Jadilah pertarungan lima lawan satu, tapi bukannya terdesak, meski hanya seorang diri Luo Feng berhasil memojokkan mereka yang menjadi lawannya.
Banyak serangan yang berhasil dihindari oleh Luo Feng, dan setelah beberapa waktu berlalu kini giliran dia yang menyerang mereka. Tidak tanggung-tanggung, Luo Feng langsung menyerang mereka menggunakan serangan mematikan, dan dia yakin serangannya cukup untuk membunuh mereka yang menjadi lawannya.
Pada awalnya Luo Feng tidak memiliki keinginan membunuh mereka berenam, tapi mengetahui mereka brgitu ingin membunuhnya, dia akhirnya meyakinkan dirinya, jika kematian mereka adalah sesuatu yang memang harus dilakukannya.
“Hari ini kalian ditakdirkan mati, dan kalian semua akan mati di tanganku!” ucap Luo Feng dengan suara lantang, dan soror mata tajamnya menatap tajam lima orang yang menjadi lawannya.
Seharusnya mereka berenam, tapi karena salah satu dari mereka sudah mati, jadilah mereka hanya berlima.
......................
__ADS_1
Bersambung.