
Luo Feng tidak tinggal diam setelah berhasil melukai salah satu lawannya. Melihat tiga lawannya masih siap melanjutkan pertarungan meski sudah menderita beberapa luka, ia langsung saja melesat maju menyerang mereka.
Kekuatan Luo Feng yang jauh lebih kuat dari lawannya, membuat ia sama sekali tidak mengalami kesulitan menghadapi tiga sosok yang menjadi lawannya. Masih dengan pedang elemen di tangannya, ia menyerang, membuat ketiga lawannya kesulitan menghadapi serangannya, membuat mereka beberapa kalia harus mengalami luka akibat sayatan pedang elemen di tangan Luo Feng.
Tidak peduli apa yang dirasakan oleh ketiga lawannya, Luo Feng terus saja menyerang mereka, membuat luka di tubuh mereka semakin banyak. Semua luka di tubuh mereka adalah luka tebasan pedang, dikarenakan Luo Feng memyeranh menggunakan pedang, bukan menyerang menggunakan tinju atau tendangan.
Baang... Baang... Baang...
Luo Feng yang telah berkali-kali melukai ketiga lawannya menggunakan pedang, baru saja ia menendang mereka sekuat tenaga, membuat ketiganya teroental jauh, dan baru berhenti setelah menabrak beberapa batang pohon berukuran besar. Kuatnya rendang Luo Feng, membuat mereka merasakan sakit, yang membuat mereka kesulitan bangun.
Salah satu dari mereka yang sudah kembali pulih setelah terkena serangan Luo Feng, ia pergi menghampiri salah satu rekannya, dan mencoba membantu mengobati luka rekannya. Namun, belum juga memberi bantuan, ia kembali harus merasakan pukulan Luo Feng.
Baang...
Luo Feng muncul di dekat kedua lawannya, dan ia memukul salah satu lawan yang sudah berhasil memulihkan keadaannya, tapi baru juga pulih ia sudah harus terluka, bahkan lukanya saat ini jauh lebih buruk dibandingkan luka sebelumnya.
“Jangan harap kalian bisa saling bantu karena aku tidak mengizinkan kalian melakukan itu! Kalian semua akan segera mati, jadi kalian sebaiknya fokus pada keadaan diri sendiri, dan abaikan orang lain yang membutuhkan bantuan kalian!” ucap Luo Feng dan menggunakan tangan kirinya, tanpa ampun ia langsung saja memukul wajah lawan yang sedang dalam keadaan terluka, membuat ia yang terkena pukulannya hanya bisa mengerang kesakitan tanpa bisa melakukan perlawanan.
Ia yang baru terkena pukulan Luo Feng tidak mati, tapi ia telah kehilangan kesadarannya, dan sama sekali tidak bisa memberi perlawanan jika saat ini juga Luo Feng menginginkan kematian orang itu. Rekannya juga tidak bisa melakukan apa-apa, dikarenakan mereka saat ini lebih fokus pada keselamatan diri sendiri.
Sekalipun ada diantara mereka yang mati, mereka tidak akan saling peduli. Saat ini mereka benar-benar hanya fokus pada keselamatan diri sendiri, dan tidak peduli dengan apapun yang terjadi, pada yang lainnya.
Luo Feng terkekeh pelan saat mengetahui rencananya berhasil, dan sekarang ia bisa menyaksikan ketiga lawannya sama sekali tidak peduli pada keadaan yang lain, terbukti dari mereka yang hanya fokus melihat ke arah Luk Feng.
“Kalau saja aku masih memiliki banyak waktu, jelas saja aku ingin bermain-main lebih lama dengan mereka, tapi syangnya aku tidak memiliki benyak waktu untuk melakukan itu.”
“Begitu semua urusan di tempat ini selesai, saat itu juga aku harus pergi ke Pulau Besar Qing Dao, menyelesaikan permasalahan di tempat itu sampai ke akar-akarnya! Aku yakin, Patriak Klan Qing yang sebelumnya selamat, saat ini ia pasti sudah berada di kediama agung Klan Qing, dan sedang menanti kedatanganku!” gumam Luo Feng.
Ketika melihat lawannya hampir pulih dari banyaknya luka di tubuh mereka, Luo Feng kembali menyerang mereka dan kali ini tujuannya adalah mengakhiri hidup mereka. Aura kuat terpancar dari oedanh elemen yang berada di tangannya, dan semua makhluk hidup yang berjarak kurang dari seratus kilometer dari tempat berdirinya Luo Feng, dipastikan mereka dapat merasakan aura kuat yang berasal dari pedang elemen.
Sedangkan empat sosok berjubah hitam yang menjadi lawan Luo Feng, keempatnya tahu jika lawan mereka sekarang jauh lebih serius dari sebelumnya, dan mereka bisa merasakan niat membunuh yang begitu besar dari sosok Luo Feng. “Ini tidak akan berakhir baik untukku!” gumam salah satu sosok berjubah hitam dengan tubuh gemetaran karena takut.
Tanpa ada sosok kuat yang sanggup menghentikan serangan Luo Feng, bisa dipastikan keempat sosok berjubah hitam akan segera bertemu dengan kematiannya. Bantuan dari para binatang buas yang selama ini mereka rawat sama sekali tidak bisa diharapkan, dikarenakan kekuatan para binatang biasa tidak akan berguna di hadapan kekuatan besar milik lawan, yang mereka saja tidak memiliki kesempatan menang darinya.
Keempat sosok berjubah hitam memilih berkumpul di tempat yang sama, dan bersama-sama mereka akan mencoba bertahan dari serangan Luo Feng, tapi jelas mereka tidak akan mampu bertahan lama.
“Kalau tahu ia sangat kuat, aku tidak akan menghalangi perjalanannya, dan membiarkannya melewati tempat ini!” ucap salah satu sosok berjubah hitam, yang sudah berkali-kali merasakan kekuatan besar milik Luo Feng.
__ADS_1
Ia menyesal, tapi penyesalan jelas tidak ada obatnya. Sekarang ia harus menghadapi apa yang sudah dilakukannya, dan jelas saja nyawa menjadi taruhan dari apa yang akan segera dihadapinya. Tiga sosok lainnya juga menyesal, dan mereka juga tahu jika penyesalan tidak ada obatnya.
Sedangkan Luo Feng, ia yang telah bersiap menyerang mereka, ia bisa merasakan ketakutan pada diri mereka yang menjadi lawannya, tapi ia tidak peduli dengan ketakutan mereka. “Sekalipun kalian menyesal atas apa yang sudah terjadi, penyesalan kalian tidak lagi berguna, dikarenakan kematian sudah menanti di depan mata kalian!” ucap Luo Feng dan ia menyeringai kejam.
Selesai bicara, sosok Luo Feng berubah menjadi kilatan cahaya dan tidak sampai satu kedipan mata ia telah muncul dihadapan keempat lawannya. Mengayunkan pedang elemen di tangannya, jelas terlihat niat membunuh yang menyeruak keluar dari tubuhnya.
Trang... Booomm...
Serangannya memang berhasil di tahan, tapi mereka berempat yang menyatukan kekuatan untuk menahan serangannya harus merasakan sakit yang teramat menyakitkan, saat pedang di tangan mereka hancur bersama dengan tangan yang mereka gunakan memegang senjata.
Keempat sosok berjubah hitam mengerang kesakitan, tapi mereka tidak bisa lengah karena Luo Feng kembali menyerang mereka masih dengan pedang elemen yang ada di tangannya.
Seluruh kekuatan elemen yang dimiliki Luo Feng menyatu di pedang elemen miliknya, dan begitu ia kembali mengayunkan pedang itu, ia kali ini berhasil menebas keempat lawannya. Bukan hanya sekedar menebas dan melukai lawannya, tebasan yang kali ini dilakukan Luo Feng berhasil membuat keempat lawannya berubah menjadi abu saat ini juga.
Begitu cepat tubuh mereka berempat menjadi abu, bahkan mereka tidak sempat berteriak, meneriakkan rasa sakit sebelum kematian datang menghampiri mereka. Keempatnya mati, dan tubuh mereka telah berubah menjadi abu. Kini hanya tersisa cincin ruang milik mereka, yang tergeletak di atas tanah.
Pertarungan Luo Feng dan empat sosok berjubah hitam telah berakhir, dan kini Luo Feng bisa membantu Luo Xue dan kelima muridnya melawan jutaan binatang buas penghuni kawasan Gunung Kematian.
Mengangkat pedang elemen yang berada di tangan kanannya, menatap lurus jutaan binatang buas yang letaknya cukup jauh dari Luo Xue dan yang lainnya, Luo Feng kembali mengayunkan pedang elemen, dan sekarang ia mengayunkan pedang itu ke arah jutaan binatang buas.
Begitu pedang elemen diayunkan oleh Luo Feng, tebasan berbentuk sabit berwarna-warni melesat ke arah jutaan binatang buas, dan ukuran sabit berwarna-warni semakin membesar saat melesat menjauhi Luo Feng. Sabit itu melesat sangat cepat memotong apapun yang berada di jalur lesatannya, dan saat ini sudah ribuan binatang buas mati akibat sabit itu, dan jumlah binatang buas yang mati semakin banyak saat gelombang serangan berbentuk sabit berwarna-warni melesat semakin jauh dari tempat Luo Feng, sampai akhirnya sabit itu meledak, dan menyebabkan kematian puluhan ribu binatang buas di sekitar tempat ledakan.
Satu tebasan berhasil membunuh total lebih dari seratus ribu binatang buas. Itu baru satu tebasan, dan tentu saja Luo Feng masih bisa melakukan tebasan yang lainnya. Tidak seperti tebasan yang ia lakukan pada keempat sosok berjubah hitam, yang langsung merubah mereka menjadi abu, tebasan Luo Feng kali ini hanya membelah tubuh lawan, dan mengakhiri hidup mereka.
Ia sengaja tidak merubah mereka langs menjadi abu, dikarenakan kristal di tubuh mereka sangat berguna untuk peningkatan kekuatan Luo Xue dan kelima muridnya. Dengan banyaknya kristal kehidupan yang didapat, semakin banyak peningkatan kekuatan yang bisa mereka dapatkan.
Melihat banyaknya binatang buas yang berdatangan, Luo Feng tidak menunda waktu membunuh mereka. Ia kembali mengayunkan pedangnya, dan membunuh binatang buas yang jaraknya cukup jauh dari Luo Xue dan yang lainnya. Ia memilih melawan binatang buas yang jauh dari mereka, dikarenakan ia tidak ingin serangannya melukai mereka.
Ia ingin melindungi mereka, jadi ia tidak mungkin melukai mereka dengan memilih lawan yang berada di dekat mereka. Lagipula, melawan musuh yang jauh dari mereka, bisa memberinya kebebasan menentukan kematian seperti apa yang ingin ia berikan pada lawannya.
Slash... Slash... Slash...
Di sisi lain, menggunakan pedang di kedua tangannya, Luo Xue dengan mudah membunuh banyaknya binatang buas yang menjadi lawannya. Jika dihitung sedari awal dimulainya pertarungan, mungkin sudah lebih dari dua ratus ribu binatang buas yang mati di tangannya.
Jumlah kematian yang tidak sedikit, tapi jumlah itu masih terlalu sedikit jika dibandingkan dengan jumlah binatang buas yang masih hidup. Mereka masih ada jutaan, dan mungkin saja jumlah mereka saat ini telah melebihi angka sepuluh juta. Sungguh jumlah yang sangat banyak, dan ia tidak tahu sampai kapan harus melawan mereka, yang sesuatu di tubuh mereka sangat berguna untuk peningkatan kekuatannya.
Beruntungnya, meski jumlah mereka sangat benyak, kekuatan mereka jauh lebih lemah darinya, dan unggul salah kekuatan membuatnya tidak kesusahan melawan mereka.
__ADS_1
Sampai saat ini sebenarnya Luo Xue masih sulit percaya jika ia memiliki kekuatan yang bahkan hampir menyamai kekuatan ayah angkatnya, dan ada kemungkinan ia bisa melampaui kekuatan ayah angkatnya setelah menyerap kristal kehidupan milik jutaan binatang buas yang sekarang menjadi lawannya.
Saat sedang fokus bertarung dengan banyaknya binatang buas, Luo Xue sempat melihat bagaimana Luo Feng mengalahkan empat sosok berjubah hitam, dan sekarang pria itu sedang melawan jutaan binatang buas di tempat yang berjauhan dengannya. Senyum senang terlihat saat ia melihat wajah Luo Feng di kejauhan, wajah pria yang senantiasa membuat jantungnya berdebar-debar.
Ia tahu apa yang menyebabkan jantungnya berdebar-debar saat melihat wajah Luo Feng, dan debaran itu semakin terasa saat ia nerada di dekat pria itu. Temannya pernah menceritakan pengalamannya tentang rasanya jatuh cinta, dan jantung berdebar-debar saat melihat lawan jenis, adalah salah satu tanda jika pemilik jantung itu sedang jatuh cinta.
“Sepertinya aku memang telah jatuh cinta pada Feng’Gege, tapi aku tidak akan terlalu berharap Gege membalas cintaku! Di luaran sana masih banyak wanita yang jauh lebih baik dariku, dan aku yakin salah satu dari merekalah yang nantinya bakal membuat Gege jatuh cinta!” gumam Luo Xue dan ia kembali fokus pada pertarungannya.
Di mulut ia bisa mengatakan tidak terlalu berharap, tapi perasaannya tidak bisa dibohongi. Ia sangat berharap Luo Feng memiliki perasaan yang sama dengannya, dan nantinya mereka bisa menjalani hubungan yang lebih serius.
Sementara itu, Shen Huang dan ke-empat saudaranya, mereka terlihat begitu senang membunuh banyaknya binatang buas yang menjadi lawan mereka. Dengan melakukan kerjasama melawan musuh, mereka telah membunuh lebih dari empat ratus ribu binatang buas, dan jumlah itu terus bertambah seiring waktu yang terus berjalan.
Sesekali mereka juga memperhatikan Luo Xue dan juga Luo Feng, tapi mereka lebih sering memperhatikan Luo Xue, yang mana mereka merasa harus melindungi Luo Xue, sosok wanita yang mereka anggap sedang menjalin hubungan dengan Luo Feng, yang tidak lain adalah guru mereka. Seorang guru yang begitu banyak berjasa pada hidup mereka, setelah kedua orangtua mereka.
Melihat keadaan Luo Feng maupun Luo Xue dalam keadaan baik-baik saja, mereka kembali berfokus melawan banyaknya binatang buas yang harus dilenyapkan. Rasanya setelah membunuh begitu banyak binatang buas, mereka merasa jumlah musuh sama sekali tidak berkurang, tapi justru semakin bertambah banyak. Kalau seperti ini, waktu satu hari belum tentu cukup untuk menyelesaikan pertarungan.
Boomm... Boomm... Boomm...
Luo Feng yang sama sekali tidak peduli dengan jumlah musuh yang harus dikalahkan, ia terus saja menyerang mereka yang dianggap musuh. Dengan gerakan cepat dan pedang elemen yang ada di tangan kanannya, serta pedang cahaya di tangan kirinya, menggunakan dua pedang, ia semakin cepat membunuh lawannya.
“Ternyata menggunakan dua pedang tidaklah sulit, dan dengan begini aku bisa lebih cepat membunuh binatang buas yang entah kenapa jumlah mereka bukannya berkurang, tapi justru bertambah banyak!” Melihat jumlah musuh yang semakin banyak dan khawatir Luo Xue dan kelima muridnya kelelahan, akhirnya Luo Feng mengeluarkan dua ratus artefak boneka prajurit pedang.
Setatus prajurit pedang ia tugaskan membantu Luo Xue, dan seratus lainnya ia tugaskan membantu kelima muridnya. Dengan bantuan prajurit perang, ia yakin jumlah musuh yang sangat banyak bisa secepatnya berkurang.
Swush... Swush... Swush... Swush...
Dua ratus prajurit perang segera pergi ke tempat yang ditunjuk Luo Feng, dan kedatangan mereka membuat Luo Xue dan lima orang lainnya bernapas lega karena dengan adanya prajurit perang, mereka bisa sejenak beristirahat.
Mereka memang tidak terluka, tapi terus melakukan pertarungan secara terus-menerus, membuat mereka kehilangan cukup banyak tenaga, apalagi keberadaan musuh yang sangat banyak. Sekarang, dengan perlindungan dari prajurit perang, mereka bisa mendapatkan waktu beristirahat, untuk memulihkan tenaga.
Sedangkan Luo Feng yang tidak merasakan rasa lelah seolah tenaganya tidak terbatas, ia terus saja membunuh sebanyak-banyaknya binatang buas, dan tidak lupa Ian mengambil kristal kehidupan ditubuh para binatang buas yang mati di tangannya.
“Jutaan binatang buas memang tidak begitu saja bisa dimusnahkan!”
...----------------...
Bersambung.
__ADS_1