
Luo Feng dan yang lainnya akhirnya sampai di Pulau Besar Luo Dao, tepatnya di hutan ilusi yang letaknya paling dekat dengan kediaman utama Klan Luo. Melihat kedatangan Luo Feng, Luo Xue dan yang lainnya, semua anggota Klan Luo yang berada di hutan ilusi memberi penghormatan pada Luo Feng, termasuk mereka yang terluka.
Sementara itu, Luo Feng mengerutkan keningnya saat melihat banyak anggota Klan Luo yang sedang dalam keadaan terluka, “Katakan padaku, apa yang sudah terjadi pada Klan Luo selama kepergianku!” ucap Luo Feng, sambil menatap salah satu orang, yang dia mengenali orang itu sebagai Tetua Kelima Klan Luo.
Tanpa diminta dua kali, Tetua Kelima segera mengatakan pada Luo Feng apa yang telah terjadi pada Klan Luo, saat Luo Feng dan yang lainnya pergi ke Pulau Besar Jin Dao.
Luo Feng mendengar semua yang dikatakan Tetua Kelima, dari awal sampai akhir dia mendengar semuanya, termasuk tentang keadaan kedua orangtuanya. Dia menggerakkan giginya marah setelah mengetahui apa yang sudah terjadi pada Klan Luo selama kepergiannya.
Dia begitu ingin melenyapkan mereka yang telah berani berbuat buruk pada Klan Luo, apalagi mereka telah membunuh sebanyak puluhan ribu anggota Klan Luo. Paling buruk, mereka talah berani melukai kedua orangtuanya, dan ayah mertuanya.
Menurut Tetua Kelima, ada kemungkinan orang itu masih mencari keberadaan anggota Klan Luo, jadi besar kemungkinan orang-orang itu belum pergi meninggalkan Pulau Besar Luo Dao. Noah ingin segera mendatangi mereka dan melenyapkannya, tapi sebelum melakukan semua itu, terlebih dahulu dia ingin memastikan keadaan kedua orangtuanya, dan ayah mertuanya.
Terutama dia ingin melihat dan memastikan keadaan ibunya, yang mengalami luka parah, bahkan dikatakan ibunya mengalami kebutaan si salah saru matanya, dan sampai sekarang belum sadar karena racun yang diterimanya dari serangan musuh. Mengetahui semua itu Luo Feng semakin marah, dan dia berjanji akan membalas berkali-kali jauh lebih menyakitkan, dari apa yang dialami ibunya.
‘Begitu aku memastikan keadaan mereka, aku akan memburu orang-orang itu untuk menuntut balas’ batin Luo Feng, dan dia segera pergi ke tempat kedua orangtuanya dan juga ayah mertuanya.
Luo Xue ikut kemanapun Luo Feng pergi, dan saat ini dia bisa merasakan jika suaminya dalam emosi yang sangat tidak stabil. Luo Long dan Luo Nui juga mengikuti Luo Feng, tapi keduanya memilih berjalan di belakang Luo Xue. Sementara Shen Huang dan empat orang lainnya, mereka segera memberi bantuan pada mereka yang terluka, mengikuti perintah Luo Feng yang diberikan pada meraka melalui telepati.
Luo Feng dan yang lainnya melangkahkan kaki memasuki ruangan, tempat kedua orangtuanya dirawat, begitu juga dengan ayah mertuanya. Memasuki ruangan itu, Luo Feng bisa melihat ayah dan ayah mertuanya yang sedang memulihkan keadaan mereka. Sedangkan ibunya, wanita itu masih tebaring lemah di atas tempat tidur.
__ADS_1
Melihat keseluruhan keadaan ayah dan ayah mertuanya, Luo Feng merasa lega karena luka-luka si tubuh mereka sudah mulai pulih, termasuk bagian tangan ayahnya yang mulai tumbuh. Sedangkan untuk keadaan ibunya, Luo Feng memastikan ibunya dalam keadaan baik-baik saja. Ibunya mendapatkan perawatan terbaik, dan tinggal sedikit racun tersisa di tubuh ibunya. Sementara untuk bagian mata ibunya, Luo Feng memiliki pil regenerasi, yang dapat meregenerasi mata ibunya.
Bagaimanapun juga mata bukanlah bagian yang bisa ditumbuhkan kembali seperti bagian tubuh lainnya, oleh karena itu untuk menyembuhkan mata ibunya, Luo Feng membutuhkan pil regenerasi, dan sebuah kebetulan dia memiliki banyak pil seperti itu di cincin ruangnya.
“Aku pasti bisa menyembuhkan Ibunda!” Luo Feng segera saja membuat ibunya menelan dua pil pemberiannya. Satu pil untuk memulihkan keadaan tubuhnya sekaligus membersihkan sisa-sisa racun, sedangkan pil satunya merupakan pil regenerasi, yang akan mengembalikan penglihatan ibunya.
Menggunakan energi spiritual murni miliknya, Luo Feng membantu ibunya menyerap manfaat kedua pil pemberiannya. Setelah beberapa waktu berlalu, akhirnya seluruh manfaat kedua pil berhasil sepenuhnya diserap oleh ibunya.
Luo Feng tersenyum tipis melihat keadaan ibunya yang sudah jauh lebih baik dari sebelumnya, bahkan luka di mata ibunya sudah sepenuhnya menghilang. Untuk keadaan ayahnya dan juga ayah mertuanya, Luo Feng telah menyiapkan pil pemulihan yang nantinya akan dia berikan pada mereka. Sedangkan untuk sekarang, dia akan mulai melakukan pencarian tentang orang-orang yang telah berani melakukan hal buruk pada Klan Luo.
“Gege, bawa aku pergi bersamamu mencari mereka!” ucap Luo Xue, yang mana dia juga ingin membalaskan apa yang sudah terjadi pada ayahnya. Bukan hanya Luo Xue yang ingin ikut, tapi Luo Long dan Luo Nui juga ingin ikut pergi bersama Luo Feng.
Luo Feng tidak yakin jika dia bisa menolak keinginan Luo Xue dan yang lainnya. Pada akhirnya dia mengajak mereka pergi mencari keberadaan orang-orang, yang telah berbuat buruk pada Klan Luo. Tempat pertama pencariannya adalah kediaman utama Klan Luo, dan dia berharap dapat merasakan sisa aura kekuatan orang-orang itu, yang tersisa di kediaman utama Klan Luo.
Swush...
Banyak mayat anggota Klan Luo yang berada diantara reruntuhan bangunan kediaman utama Klan Luo, melihat semua itu, Luo Feng melambaikan tangannya, menyingkirkan reruntuhan bangunan yang menimpa mayat anggota Klan Luo.
“Tunggu sebentar lagi, dan kalian semua akan mendapatkan pemakaman yang layak,” ucap Zhou Tian, lalu tatapan matanya tertuju ke suatu arah, yang mana di arah itu dia bisa merasakan aura kuat seseorang, yang sebelumnya aura itu dia temukan di luka ibunya.
__ADS_1
Dia sangat yakin jika aura yang dirasakannya adalah aura seseorang yang telah melukai ibunya. “Xue’er dan kalian semua, aku telah menemukan keberadaan orang, yang aku yakini dialah yang telah melukai ibuku! Ikuti aku, dan kita akan segera sampai di tempat orang itu!”
Luo Xue dan dua orang lainnya, mereka segera saja pergi mengikuti Luo Feng. Meraka bergerak sangat cepat, bahkan jauh lebih cepat sering kecepatan suara. Sebenarnya mereka bisa bergerak jauh lebih cepat, tapi jika melakukan itu, jelas itu akan berdampak buruk pada keadaan disekitaran mereka.
Swush... Swush... Swush... Swush...
Sosok Luo Feng muncul tepat di hadapan wanita, yang auranya sama seperti aura seseorang yang telah melukai ibunya.Wanita itu adalah Su Jing, dan terlihat dia mengerutkan keningnya saat berhadap-hadapan dengan Luo Feng. Dia merasakan ancaman mengerikan dari sosok di hadapannya, dan dia merasa jika sosok di hadapannya dalam keadaan sangat marah. Melihat lebih jelas wajahnya pria di hadapannya, Su Jing segera mengenali pria itu sebagai Patriak Klan Luo, dan wanita disebelahnya adalah istrinya.
Walaupun sudah mengetahui soaok di hadapannya adalah sosok yang sadari tadi dia cari, Su Jing tidak langsung menyerang dan membunuh Luo Feng sesuai apa yang menjadi keinginannya. Dia saat ini memang sangat ingin membunuh Luo Feng, tapi diwaktu yang sama dia merasakan sesuatu yang berbahaya dari sosok Luo Feng, dan dia merasa hal buruk akan terjadi padanya, jika berani berurus dengan sosok seperti Luo Feng.
Namun, cepat dia membuang perasaan ragu yang dimilikinya, dan kini dia menunjukkan niat membunuh yang dimilikinya pada sosok Luo Feng. “Kau Patriak Klan Luo, ternyata aku tidak perlu susah payah mencari keberadaanmu, karena dengan sendirinya kau justru datang menemuiku!” ucap Su Jing dengan niat membunuh yang seluruhnya dia tujukan pada Luo Feng.
“Sebenarnya aku ingin lebih dulu memastikan apa kau orang yang telah melukai ibuku, bahkan hampir membuatnya mengalami kebutaan di sebelah matanya. Namun setelah melihat besarnya niat membunuh yang kau arahkan padaku, aku yakin kau adalah orang yang telah melukai ibuku! Meski aku belum tahu apa yang membuatmu tiba-tiba menyerang Klan ku, setelah apa yang kau lakukan, aku akan memastikan kau mati di tanganku! Tidak peduli kau yang seorang wanita, aku pasti akan membunuhmu!” teriak Luo Feng.
Swush... Boom...
Aura kuat meluap dari tubuh Luo Feng, dan bersamaan dengan itu, niat membunuh yang puluhan kali lebih kuat dari niat membunuh yang dimiliki Su Jing, ikut meluap keluar dari tubuh Luo Feng.
Luo Feng tersenyum sinis melihat musuhnya yang jelas saja terkejut, setelah dirinya menunjukkan kekuatan dan niat membunuh yang begitu kuat. “Kau telah salah memilih musuh, dan akan aku pastikan kau mati di tanganku!” ucap Luo Feng.
__ADS_1
......................
Bersambung.