Legenda Sang Dewa

Legenda Sang Dewa
Keberadaan Yang Jarang Diketahui


__ADS_3

Di Pulau Besar Jin Dao yang keberadaannya jarang diketahui orang lain, di salah satu kediaman, pria bertudung merah akan mendiskusikan banyak hal dengan sepuluh orang bawahannya. Mereka melakukan diskusi di ruangan tersegel, yang membuat orang luar tidak bisa mendengar diskusi mereka.


Salah satu bawahan pria bertudung merah yang bernama Jin Dou, ia memulai acara diskusi, “Tuan, kapan kita bergerak menguasai Alam Semesta?”


Pria bertudung merah terkekeh pelan mendengar pertanyaan itu, lalu setelahnya ia menunjukkan seringaian kejam di wajahnya. “Menguasai Alam Semesta ini? Kita memang akan menguasai Alam Semesta ini dan membuat seluruh makhluk hidup tunduk dibawah kaki kita, tapi aku rasa sekarang bukan waktu yang tepat untuk melakukan itu, terutama karena masih adanya Klan Luo dan mereka yang memusuhi Klan Luo!”


Jin Wen yang duduk di samping Jin Dou mengerutkan kening heran, dikarenakan tuannya terlihat sangat berhati-hati dengan keberadaan Klan Luo, seolah ia takut dengan keberadaan Klan Luo. “Bukannya kekuatan Klan Luo telah jauh melemah dibandingkan kekuatan mereka di masa lalu? Hamba rasa kekuatan kita saat ini sudah lebih dari cukup untuk memusnahkan keberadaan Klan Luo dan Klan lain yang mencoba menghalangi kita!”


Pria bertudung merah tiba-tiba saja menggelengkan kepalanya, dan sorot mata tajamnya tertuju pada pada Jin Wen yang baru selesai bicara.


“Klan Luo, mereka sama sekali tidak melemah meski di masa lalu mereka dikalahkan oleh pengkhianat Klan, yang bekerjasama dengan musuh Klan Luo. Aku merasa mereka saat ini jauh lebih kuat dari kekuatan mereka di masa lalu, dan kabar buruknya kita sama sekali tidak tahu sekuat apa Klan Luo saat ini, dikarenakan keberadaan mereka yang jauh lebih misterius dibandingkan keberadaan kita!” ucap sosok pria bertudung merah.


“Apa Tuan tidak salah bicara? Bagaimana mungkin Klan Luo yang dulunya hampir musnah, sekarang justru lebih kuat dibandingkan kekuatan mereka di masa lalu? Hamba justru merasa Klan Luo sedang bersembunyi karena mereka takut menunjukkan diri pada musuh, yang selama ini masih terus mencari keberadaan mereka!” ucap Jin Wen.


Pria bertudung merah tidak marah saat ucapannya tidak dipercaya bawahannya. “Lebih baik kita tunggu hal besar yang tidal lama lagi akan terjadi di Alam Semesta ini, dan setelah hal besar itu terjadi kalian bisa menyimpulkan sendiri seberapa kuat Klan Luo saat ini!” ucap pria bertudung merah yang masih terlihat begitu tenang.


Mereka pemasaran dengan hal besar yang akan segera terjadi di Alam Semesta. Ingin rasanya mereka bertanya pada sosok pria bertudung merah tentang apa yang sebenarnya akan terjadi. Namun, saat melihat pria bertudung merah memejamkan mata, mereka mengurungkan niat bertanya.


“Kalian cukup menunggu apa yang tidak lama lagi akan terjadi, dan aku yakin kalian bakalan terkejut setelah melihat hal besar yang tidak lama lagi akan segera terjadi!” ucap pria bertudung merah sebelum sosoknya pergi menghilang.


...----------------...


Di kaki Gunung Kematian, Luo Feng senantiasa mengawasi Luo Xue dan kelima muridnya yang sedang berlultivasi, dan ia merasa tidak lama lagi mereka akan mendapatkan terobosan.


Tidak lama kemudian, tubuh Luo Xue bergetar, dan diikuti oleh tubuh Shen Huang serta yang lainnya, yang juga bergetar. Sesaat setelah semua itu terjadi, Luo Feng yang berada di dekat mereka, ia merasakan kekuatan mereka terus meningkat, dan tidak lama kemudian terdengar suara ledakan tertahan dari dalam tubuh mereka yang sedang berlultivasi.


“Aku tidak menyangka jika mereka berhasil menerobos ranah Supreme God Emperor!” gumam Luo Feng dan ia tersenyum.


Luo Xue dan yang lainnya berhasil menerobos ranah Supreme God Emperor. Jika Shen Huang dan yang lainnya baru saja menerobos tingkat 1 ranah Supreme God Emperor, Luo Xue dua langkah lebih maju dari mereka, dikarenakan baru saja ia menerobos ranah Supreme God Emperor tingkat 3.


“Sepertinya mereka harus melalui ujian kesengsaraan Surgawi, dikarenakan berhasil menerobos ranah Supreme God Emperor!” ucap Luo Feng sambil menatap awan petir yang telah berkumpul di atas puncak Gunung Kematian. Aura kuat terpancar dari awan petir, yang menunjukkan ujian kesengsaraan petir Surgawi bukanlah, bukanlah ujian biasa.


“Tuan Muda, apa sebenarnya yang sedang terjadi di puncak Gunung Kematian? Kenapa awan petir ujian kesengsaraan Surgawi muncul di tempat itu?” tanya Luo Ang yang muncul di dekat Luo Feng.


“Tetua Agung, sebaiknya kita segera pergi menjauhi tempat ini daripada terkena dampak buruk ujian petir Surgawi yang akan segera mereka lakukan!” ucap Luo Feng, dan ia menjelaskan jika ujian petir Surgawi akan segera dilakukan oleh Luo Xue dan lima orang lainnya.


“Tu-Tuan Muda, jadi mereka semua telah berhasil menerobos ranah Supreme God Emperor?” tanya Luo Ang pada Luo Feng.


Mendengar itu Luo Feng menganggukkan kepalanya. “Mereka belum lama ini berhasil menerobos ranah Supreme God Emperor, tapi khusus Xue'er, dikarenakan banyaknya energi spiritual di lautan dantian nya, ia langsung menerobos tingkat 3 ranah Supreme God Emperor,” ucapnya.

__ADS_1


Meski masih sulit percaya kalau Luo Xue dan lima orang lainnya telah berhasil menerobos ranah Supreme God Emperor, ia tetap pergi menuruti Luo Feng dikarenakan ujian petir kesengsaraan Surgawi akan segera berlangsung.


“Kita aman di tempat ini!” ucap Luo Feng begitu ia dan Tetua Agung Luo Ang berada cukup jauh dari Luo Xue dan lima orang lainnya.


Merasa sudah berada di jarak aman, Luo Feng berbicara dengan Luo Xue dengan telepati, “Xue’er, pergilah ke langit dan sambut kedatangan petir kesengsaraan Surgawi! Berada di jarak lebih dekat dengan keberadaan petir kesengsaraan Surgawi, kamu akan mendapatkan banyak manfaat dari petir itu!”


Luo Feng juga berbicara pada kelima muridnya, meminta mereka melakukan seperti apa yang dilakukan Luo Xue, supaya mereka bisa memaksimalkan manfaat yang diterima dari petir kesengsaraan Surgawi.


Tanpa banyak bicara, Luo Xue dan lima orang lainnya yang jelas mendengar ucapan Luo Feng melalui telepati, mereka yang semula duduk tenang di tempat masing-masing, cepat mereka bangkit berdiri dan setelahnya mereka melayang ke ketinggian langit.


Luo Feng tersenyum melihat mereka menuruti permintaannya, dan ia akan memastikan mereka dalam keadaan baik-baik saja, meski harus menghadapi petir kesengsaraan Surgawi dari jarak dekat.


Swush... Swush... Swush...


Luo Xue dan lima orang lainnya telah melayang di ketinggian langit, dan mereka bisa melihat dari dekat wujud awan petir yang membawa ujian petir kesengsaraan Surgawi untuk mereka. Awan petir terlihat mengertikan, tapi mereka sama sekali tidak gentar berhadapan dengan ujian petir kesengsaraan Surgawi.


Slash... Slash... Slash... Slash...


Boom... Boom... Boom... Boom...


Ledakan keras terdengar saat petir kesengsaraan Surgawi mulai menghantam tubuh Luo Xue dan lima orang lainnya. Kekuatan petir kesengsaraan Surgawi yang begitu besar berhasil mereka tahan, dan tubuh mereka mulai menyerap manfaat baik dari kekuatan petir kesengsaraan Surgawi.


“Kekuatan petir kesengsaraan Surgawi tidak main-main, beruntung aku memiliki pondasi kekuatan yang kokoh, sehingga aku masih bisa bertahan dari hantaman kekuatan petir kesengsaraan Surgawi!” gumam Luo Xue.


Sekuat tenaga ia mencoba bertahan dari hantaman petir kesengsaraan Surgawi yang belum ada tanda-tanda akan selesai. Hal yang sama juga dilakukan oleh Shen Huang dan empat orang lainnya. Mereka semua masih sanggup bertahan dari petir kesengsaraan Surgawi, dikarenakan pondasi kekuatan yang begitu kokoh. Kalau saja pondasi kekuatan mereka jauh lebih lemah dibandingkan kekuatan saat ini, bisa dipastikan mereka bakalan terluka parah, dan bisa dipastikan gagal menyelesaikan ujian petir kesengsaraan Surgawi.


“Daya hancur petir kesengsaraan Surgawi memang tidak bisa dianggap remeh! Beruntung pondasi kekuatan yang mereka miliki mampu menahan kekuatan petir kesengsaraan Surgawi, yang terus-menerus menghantam tubuh mereka!” ucap Luo Feng dan ia puas dengan apa yang dilihatnya, dan ia yakin jika mereka berhasil menyelesaikan ujian petir kesengsaraan Surgawi, ada kemungkinan mereka mendapat satu kali lagi terobosan.


Melihat petir kesengsaraan Surgawi yang semula berwarna biru kini tiba-tiba berwarna hitam keemasan, ia tahu jika masing-masing dari mereka akan merasakan sepuluh kali sambaran petir berwarna hitam keemasan.


Jika berhasil bertahan dari sambaran sepulu petir kesengsaraan Surgawi berwarna hitam keemasan, ada kemungkinan Luo Xue dan lima orang lainnya mendapatkan terobosan ganda, yang membuat mereka menjadi jauh lebih kuat dan cepat dari sebelumnya.


Di atas langit, Luo Xue dan lima orang lainnya terlihat mengulurkan tangan mereka, dan saat petir kesengsaraan Surgawi berwarna hitam keemasan menyambar mereka, lubang hitam yang muncul di telapak tangan mereka langsung menyerap manfaat petir kesengsaraan Surgawi berwarna hitam keemasan.


Boom... Boom... Boom...


Kesengsaraan petir kesengsaraan Surgawi berwarna hitam terus menyambar mereka, sampai akhirnya seluruh petir kesengsaraan Surgawi menyambar mereka, dan itu artinya mereka telah berhasil menyelesaikan ujian petir kesengsaraan Surgawi. Manfaat menyelesaikan ujian petir kesengsaraan Surgawi juga sudah mereka rasakan, dan mereka tahu jika tidak lama lagi akan mendapat terobosan ke tingkat yang lebih tinggi.


Untuk jurus yang mereka gunakan untuk menyerap petir kesengsaraan Surgawi berwarna hitam keemasan, jurus itu bernama jurus penyerap petir. Jurus itu diajarkan Luo Feng melalui telepati selama mereka masih berlultivasi.

__ADS_1


Luo Feng sengaja mengajarkan jurus itu pada mereka, dikarenakan ia yakin jurus itu akan sangat berguna bagi mereka setelah berhasil menerobos ranah Supreme God Emperor.


Setelah Luo Xue dan lima orang lainnya kembali ke tempat mereka sebelumnya melakukan kultivasi, terlihat mereka sedang bersiap melakukan terobosan. Luo Feng yang melihat itu, ia hanya tersenyum, dan mengarahkan pandangan pada Tetua Agung Luo Ang yang berada di sebelahnya.


“Tetua Agung, sebentar lagi mereka akan berhasil mendapatkan terobosan, dan begitu urusan mereka telah selesai, kita akan langsung pergi ke Pulau Besar Qing Dao!” ucap Luo Feng pada Tetua Agung Luo Ang.


“Ba-Baik Tuan Muda, setelah ini kita semua akan langsung pergu ke Pulau Besar Qing Dao!” ucap Tetua Agung Luo Ang yang tidak lagi memiliki alasan untuk mencegah Luo Feng tidak buru-buru pergi ke Pulau Besar Qing Dao.


...----------------...


Waktu terus berlalu, dan akhirnya Luo Xue dan lima orang lainnya telah menyelesaikan kultivasi nya, dan berkat kekuatan petir kesengsaraan Surgawi, mereka berhasil mendapatkan terobosan ganda.


Luo Xie dengan kekuatan berada di ranah Supreme God Emperor tingkat 5, sekarang ia semakin yakin dapat mengalahkan siapapun yang menjadi lawannya. Sedangkan untuk Shen Huang dan empat orang lainnnya, Luo Feng mempercayai mereka sebagai pengawal pribadi Luo Xue. Dengan kekuatan berada di ranah Supreme God Emperor tingkat 3, Luo Feng yakin mereka dapat melindungi Luo Xue.


Akhirnya seluruh persiapan untuk pergi ke Pulau Besar Qing Dao telah selesai dilakukan, dan sekarang mereka tinggal pergi ke altar yang akan membawa mereka pergi ke Pulau Besar Qing Dao. Jarak altar yang menjadi tujuan mereka sangatlah jauh dari Gunung Kematian, dan dibutuhkan waktu kurang lebih dua hari untuk sampai di tempat itu.


Tidak ingin menunda waktu yang sangatlah berharga, begitu Luo Xue dan lima orang lainnya telah siap melakukan perjalanan, mereka semua segera memulai perjalanan menuju Altar penghubung pulau-pulau yang berada di Alam Semesta.


Sementara itu, di Pulau Besar Qing Dao, Pariak Qing Qong yang sudah dalam keadaan sembuh total dari luka-luka pertarungan terakhirnya melawan Luo Feng, ia yang berdiam diri di ruang kerjanya, ia merasakan sesuatu yang buruk akan segera terjadi pada Klan Qing.


“Apa sebenarnya yang akan terjadi pada Klan Qing? Kenapa aku memiliki firasat buruk tentang masa depan Klan Qing, dan semua itu berhubungan dengan keberadaan pemuda itu dan Klan Luo?”


Pemuda yang dimaksudnya adalah Luo Feng, sosok pemuda yang dengan mudahnya berhasil mengalahkannya. Bahkan, dalamvpert itu ia dibuat tidak berdaya dihadapan pemuda yang usianya terpaut jauh darinya.


“Saat itu aku bertarung dengannya tanpa adanya persiapan khusus, tapi jika aku harus kembali bertarung dengannya, dengan seluruh persiapan yang telah aku lakukan, aku yakin bisa mengakhiri hidup pemuda itu, lalu aku bisa menyerap jiwanya untuk memperkuat kekuatanku!” gumamnya dan ia terkekeh pelan.


Swush...


Salah satu sosok anggota prajurit bayangan Klan Qing muncul di hadapan Patriak Qing Qong, kedatangannya membangkitkan rasa penasaran Patriak Qing Qong, dan langsung saja ia berkata, “informasi penting apa yang ingin kau sampaikan padaku!”


“Patriak, akhir-akhir ini banyak orang yang berdatangan ke Pulau Besar Qing Dao, tapi saat mereka masih dalam masa pengawasan, tiba-tiba sosok mereka menghilang tanpa jejak, bahkan keahlian kami tidak bisa menemukan keberadaan mereka!”


Salah satu kelebihan aggota prajurit bayangan Klan Qing adalah mencari keberadaan orang-orang yang menghilang tanpa jejak, dan selama ini mereka senantiasa berhasil menemukan, apa yang sedang mereka cari. Namun, baru saja Patriak Qing Qong mendengar jika prajurit bayangan Klan Qing gagal menemukan keberadaan pendatang di Pulau Besar Qing Dao yang tiba-tiba menghilang tanpa jejak.


“Cari dan temukan mereka! Setelahnya, kalian seret mereka ke hadapanku baik dalam keadaan hidup atau mati!” perintah Patriak Qing Qong.


Ia curiga orang-orang itu adalah anggota Klan Luo, dan ia tidak ingin firasat buruknya benar-benar terjadi saat ia dan orang-orang kepercayaannya lengah.


...----------------...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2