
“Kalian tenang saja, aku tidak akan menyiksa kalian, melainkan aku akan langsung membunuh kalian, seperti yang sebelumnya aku lakukan pada salah satu dari kalian!” ucap Luo Feng dan dengan kecepatan yang teramat cepat, dia berlari mendekati pemuda yang tidak lama lagi pasti mati di tangannya.
“Kau akan menjadi yang kedua, dan segera saja ucapkan selamat tinggal pada dunia ini!” ucap Luo Feng, dan langsung saja dia mengarahkan tinju ke arah dada pemuda, yang keberadaannya tepat berada di hadapannya.
Pukulan Luo Feng sangatlah kuat dan mematikan, terbukti pemuda yang menjadi lawannya, tiba-tiba saja tubuh pemuda itu hancur berkeping-keping setelah menerima pukulan yang sama sekali tidak bisa dihindari ataupun ditahan.
Luo Feng menunjukkan senyuman miring di wajahnya, setelah kembali berhasil membunuh salah satu pemuda yang menjadi lawannya. “Sekarang hanya tersisa kalian berempat, dan tidak lama lagi kalian semua akan mati di tanganku!” ucapnya percaya diri.
Ke-empat pemuda yang tersisa termasuk pemipin kelompok pemuda itu, tidak ada satupun dari mereka yang berani membuka suara. Semuanya hanya diam, menantikan apa yang akan dilakukan Luo Feng pada mereka. Kematian itu sudah pasti, tapi tidak satupun dari mereka yang tahu siapa setelah ini yang bakalan mati lebih dulu.
Luo Feng menatap mereka penuh keyakinan, dan dia sama sekali tidak memiliki keraguan dalam dirinya. Ke-empat pemuda itu pasti akan mati di tangannya! Meski tidak mati di waktu bersamaan melainkan mati satu-persatu, dia akan memastikan mereka semua mati di tangannya, dan tidak akan ada yang bisa pergi melarikan diri dari kematian! Untuk pemimpin mereka, Luo Feng berencana membunuhnya paling akhir, dikarenakan dia ingin menunjukan pada pemuda itu saat-saat dia membunuh seluruh teman pemuda itu.
Tidak perlu menunda kematian mereka lebih lama lagi, Luo Feng kembali bergerak cepat menyerang mereka, yang hanya menyisakan empat orang.
Luo Feng kembali menggunakan tinjunya untuk menyerang dan membunuh lawannya. Bergerak cepat bagaikan kilatan cahaya, sosok Luo Feng secara tiba-tiba muncul di belakang salah satu pemuda, dan langsung saja di melayangkan tinju ke arah kepala pemuda itu.
Swush.. Buugh... Booomm...
Kepala itu hancur berkeping-keping, tapi Luo Feng tidak berhenti sampai di situ. Bergerak sangat cepat mendekati pemuda lainnya, kembali dengan tinjunya, dia berhasil menghancurkan satu lagi kepala pemuda yang menjadi lawannya, dan jadilah kini hanya tersisa dua pemuda, yang sekujur tubuhnya sudah gemetaran karena takut.
__ADS_1
Mereka sekarang saling memunggungi, saling menjaga satu sama lain, dan dengan tubuh gemetaran mereka terus saja mencari keberadaan Luo Feng, yang sosoknya tiba-tiba menghilang, setelah sebelumnya begitu cepat membunuh dua dari mereka.
Mereka berdua hendak menyerah dan mengakui kesalahan di hadapan Luo Feng, tapi semua sudah sangat terlambat, dikarenakan Luo Feng saat ini sangat menginginkan kematian mereka.
Swush...
Sosok Luo Feng muncul di atas kedua pemuda, yang belum menyadari keberadaannya. Kembali hanya menyerang menggunakan tangan kosong, Luo Feng meninju sampai hancur berkeping-keping, kepala pemuda yang keberadaannya tepat berada di belakang pemimpin kelompok pemuda.
Setelah membunuh satu lagi pemuda yang menjadi lawannya, sosok Luo Feng kembali menghilang, dan tidak lama kemudian dia muncul lima langkah di hadapan pemimpin kelompok pemuda, yang mana dia sekarang hanya tersisa seorang diri.
Tidak ada pembicaraan apapun diantara mereka. Pemimpin kelompok pemuda yang sebelumnya ingin menyerah dan meminta maaf, tiba-tiba mulutnya seolah terkunci rapat, begitu dia melihat sorot mata tajam, yang diadakan Luo Feng ke arahnya. Dia benar-benar tidak menyangka jika sorot mata itu sangatlah mengerikan.
Sebagai pemimpin kelompok pemuda yang mana kelima temannya telah mati di tangan Luo Feng, dia pada akhirnya pasrah menerima kematian, dan dia benar tidak melakukan perlawanan saat Luo Feng datang menyerang untuk mengakhiri hidupnya. Pada akhirnya dia mati, dan itu adalah kematian yang begitu tragis.
Setelah mengakhiri hidup mereka, Luo Feng menghampiri Luo Xue dan yang lainnya, yang mana mereka senantiasa menunggunya menyelesaikan masalah dengan kelompok pemuda. Baru juga Luo Feng berdiri di hadapan Luo Xue, puluhan orang datang. Mereka adalah prajurit kota dan orang-orang yang berasal dari Klan Luo.
Prajurit yang bertugas menjaga kota, sebagian dari mereka mengamankan enam mayat pemuda yang berada dalam keadaan mengenaskan, sedangkan sebagian dari mereka pergi menghampiri Luo Feng. Namun, melihat adanya orang-orang dari Klan Luo, mereka tidak berani bertindak macam-macam, dikarenakan Klan Luo adalah keberadaan yang harus mereka hormati.
Dua orang prajurit kota menghampiri Luo Feng dibawah tatapan tajam orang-orang yang berasal dari Klan Luo. Keduanya datang untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi, dan kenapa sampai ada saling membunuh di kota yang melarang keras adanya pertarungan, yang mana pertarungan itu menyebabkan kematian pihak lainnya. Barang siapa yang melanggar peraturan itu, mereka akan dihukum mati di hari yang sama.
__ADS_1
Peraturan yang sangat aneh, tapi peraturan itu dibuat oleh penguasa kota terpilih, dan peraturan itu dibuat untuk melindungi mereka yang tinggal di kotanya. Lalu, semua orang yang tinggal di kotanya harus mematuhi peraturan itu, dan jika tidak ingin mematuhinya, gerbang kota akan terbuka lebar untuk mereka yang ingin pergi meninggalkan kota.
“Kenapa sampai terjadi pembunuhan di tempat ini? Apa kalian tidak tahu peraturan hang berlaku di kota ini?” tanya prajurit kota pada Luo Feng. Terlihat dia tidak menghormati Luo Feng, dan itu membuat orang-orang Klan Luo bersiap menyerang mereka, dan kalau perlu mereka akan melenyapkan penguasa kota, yang telah menciptakan peraturan, dimana peraturan itu telah menyeret Patriak Klan Luo dalam masalah.
“Jika aku yang tidak membunuh mereka, maka aku yang akan mati di tangan mereka! Soal peraturan, aku mengetahuinya, tapi karena aku masih ingin hidup, terpaksa aku mengabaikan peraturan itu!” jawab Luo Feng tegas, dan dia sama sekali tidak keberatan jika harus berurusan dengan prajurit kota, atau bahkan jika dia harus berurusan dengan penguasa kota.
“Sayang sekali, meski kau melakukan semua itu untuk melindungi diri, tetap saja kami harus menegakkan peraturan, dan hari ini juga kau harus menjalani hukuman mati sebagai pelajaran supaya kelak di masa depan tidak ada orang lain yang berani melanggar peraturan, yang berlaku di kota ini!” ucap prajurit lainnya, dan dia mengulurkan tangannya mencoba menangkap Luo Feng.
Namun, sebelum dia berhasil menyentuh tangan Luo Feng, teriakan salah satu anggota Klan Luo berhasil menghentikannya. “Siapa kau berani menyentuh Patriak Klan kami, sedangkan kami saja tidak berani sembarang menyentuh Patriak?” Teriakan salah satu orang dari Klan Luo membuat seluruh prajurit kota diam di tempatnya.
Mereka semua mengarahkan pandangan pada orang-orang dari Klan Luo yang terlihat sangat menghormati pria yang ingin mereka beri hukuman. Melihat apa yang dilakukan anggota Klan Luo, tiba-tiba saja tubuh mereka bergetar, dan keringat dingin mulai mengucur membanjiri tubuh mereka.
Mereka belum pernah melihat secara langsung sosok Patriak Klan Luo, tapi mereka pernah mendengar jika sosok Patriak Klan Luo masih sangat muda, dan kemanapun pergi, senantiasa akan ada wanita cantik bersamanya, yang mana wanita itu adalah istrinya. Melihat pria yang ingin mereka hukum, serta melihat keberadaan wanita bercadar di dekatnya, kini mereka yakin jika pria itu adalah Patriak Klan Luo, dan sedari awal seharusnya mereka tidak mencari masalah dengannya.
‘Nasibku tidak akan baik-baik saja, bukan hanya aku, tapi penguasa kota sepertinya akan terlibat karena semua yang aku lakukan berdasarkan peraturan yang dia buat,’ batin prajurit yang sebelumnya mencoba menangkap Luo Feng.
......................
Bersambung.
__ADS_1