Legenda Sang Dewa

Legenda Sang Dewa
Sampai Di Daratan Tengah


__ADS_3

Luo Feng dan kelima muridnya terus melanjutkan perjalanannya menyebrangi samudra, menuju daratan tengah Pulau Kecil Yue Dao, demi mencari keberadaan Klan Ye.


Perjalanan mereka lebih lancar dari sebelumnya karena binatang buas yang muncul tak sebanyak sebelumnya. Meski tidak banyak, tapi yang muncul adalah binatang buas, yang kekuatannya tak bisa dianggap remeh.


Terus bergerak, tak terasa satu hari berlalu dengan cepat, dan jauh di depan sana, Luo Feng serta kelima muridnya dapat melihat daratan luas, yang mereka yakini sebagai daratan tengah Pulau Kecil Yue Dao.


Mendekati daratan tengah, Luo Feng tiba-tiba mengernyitkan keningnya saat merasakan aura kuat dari dasar samudra, tak jauh dari garis pantai.


Aura yang ia rasakan setara aura milik kultivator ranah Martial God tingkat 6, dan dengan kekuatan sebesar itu, sosok di dasar samudra bisa menjadi bencana paling mengerikan bagi Pulau Kecil Yue Dao.


Luo Feng menghentikan pergerakannya begitu juga dengan kelima muridnya, dan bersama-sama mereka mengarahkan pandangan ke arah sosok yang mulai menunjukkan wujudnya.


Shen Huang membuka lebar kedua matanya saat merasakan kekuatan sosok yang perlahan bergerak menuju pesisir daratan tengah, “Aku pasti mati jika berhadapan satu lawan satu dengannya!” gumamnya.


Empat saudaranya berpikiran sama dengannya, tapi tidak dengan Luo Feng yang menganggap sosok itu masih terlalu lemah, meski dia yakin ukuran sosok itu bakalan jauh lebih besar dibandingkan ukuran gurita raksasa, yang pernah dia lihat. “Setidaknya dia memiliki ukuran tubuh dua kali lebih besar dibandingkan gurita raksasa yang pernah kita lihat!” ucap Luo Feng.


“Ukuran lebih besar dari gurita yang pernah kita lihat dan kalahkan, ditambah kekuatan yang jauh melampaui kekuatan kita, Guru, apa kali ini kami harus melawan binatang buas itu seperti saat kami melawan gurita raksasa?” tanya Shen Jili pada Luo Feng.


Kekuatan gurita raksasa masih bisa mereka atasi, tapi untuk melawan sosok binatang buas yang belum menunjukkan wujudnya secara utuh, jelas mereka tak akan mampu melakukannya. Memaksa mereka melawan sosok yang jauh lebih kuat, mereka hanya akan bertemu dengan kematian dalam beberapa gerakan. Oleh karena itu, Luo Feng akan turun tangan langsung membereskan sosok itu, jika tak ada yang mampu mengalahkannya.


Namun, di kejauhan dia dapat merasakan keberadaan beberapa aura kuat, yang sepertinya menanti kemunculan sosok yang setengah wujudnya telah terlihat. “Sudah ada yang menanti kedatangan sosok itu, jadi untuk sementara waktu kita hanya akan menjadi penonton,” ucap Luo Feng.


Mendengar ucapan Luo Feng, Shen Huang dan empat orang lainnya, mereka menganggukkan kepala, menuruti apapun yang diucapkan Luo Feng.


“Binatang buas dengan wujud mirip buaya, tapi ukuran tubuhnya jauh lebih besar dibandingkan buaya yang ada di Bumi. Binatang Buas sebesar dan sekuat itu, jika keberadaannya muncul di Bumi, tak sulit baginya menghancurkan permukaan Bumi!” gumam Luo Feng pelan.


Tak banyak bicara, Luo Feng melayang pelan memimpin kelima muridnya menuju pesisir pantai yang berada daratan tengah, tanpa ada yang mengetahui kedatangan maupun keberadaan mereka.


“Ternyata kultivator di Pulau Kecil Yue Dao jauh lebih kuat dibandingkan kultivator di Pulau Kecil Yue Dao, bahkan kekuatan mereka hampir setara dengan kultivator di Benua Besar Zhu Dao,” ungkap Shen Zizu saat dia merasakan kekuatan puluhan kultivator yang menanti kedatangan binatang buas berwujud seekor buaya raksasa.


Kekuatan kultivator di daratan tengah Pulau Kecil Yue Dao adalah yang terkuat jika dibandingkan kekuatan kultivator di daratan lainnya. Ada jenjang perbedaan yang mencolok, dan itu terjadi karena energi spiritual di daratan tengah sepuluh kali lebih baik jika dibandingkan yang ada di daratan lainnya.


“Sepuluh kultivator ranah Martial Emperor, serta belasan kultivator ranah Martial King. Mereka memang banyak dan kuat, tapi aku ragu apa mereka dapat mengalahkan binatang buas yang kekuatannya setara kultivator ranah Martial God!” ucap Luo Feng.


Dengan posisi melayang di langit, Luo Feng menatap lekat apa yang sedang terjadi di bawah sana dan kembali berkata, “Perbedaan kekuatan yang sangat mencolok. Mereka tak akan sanggup mengalahkannya!” Luo Feng sangat yakin dengan kata-katanya.

__ADS_1


Selesai Luo Feng berkata, puluhan kultivator ranah Martial Emperor dan belasan kultivator ranah Martial King, mereka bekerjasama menyerang binatang buas dengan wujud buaya raksasa. Mereka melakukan kerjasama melakukan serangan, dan terlihat kerjasama mereka sangatlah baik.


Luo Feng menghela napas melihat apa yang sedang terjadi. “Kerjasama mereka memang baik dan membuat serangan mereka sedikit lebih kuat, tapi kerjasama baik tanpa diiringi kekuatan yang mumpuni, mereka hanya akan kelelahan tanpa hasil, dan akhirnya mereka yang akan kalah karena kelelahan!” ungkapnya.


Di sisi lain, pertarungan terjadi antara puluhan kultivator melawan binatang buas berwujud buaya raksasa yang baru saja menapakkan kaki di daratan.


Hanya dalam sepuluh tarikan napas, kerjasama puluhan kultivator berhasil melayangkan ratusan serangan ke arah musuh mereka. Akan tetapi, tak satupun serangan mereka berhasil melukai musuh.


Luo Feng yang melihat dari kejauhan, dia sudah memperkirakan semua itu bakalan terjadi. “Jika dalam beberapa menit ke depan tak ada bala bantuan yang membantu mereka, aku bisa memastikan tak akan ada diantara mereka yang berhasil selamat dari kematian!”


Sedangkan kelima muridnya yang juga melihat jalannya pertarungan, sampai detik ini mereka tak kunjung menemukan kelemahan binatang buas yang sedang berhadapan dengan puluhan kultivator.


Boom... Boom... Boom... Boom...


Suara ledakan berturut-turut terdengar saat puluhan kultivator menggunakan berbagai jenis serangan kekuatan, untuk melukai binatang buas yang menjadi musuh mereka.


Namun, hasilnya tetap sama saja, mereka belum juga berhasil melukai musuh, bahkan serangan mereka tak berdampak apapun pada tubuh musuh mereka.


Puluhan kultivator mulai putus asa menghadapi musuh yang sangat tangguh, bahkan musuh yang mereka hadapi sekalipun belum melakukan serangan balasan. Sejak datang, sosok itu hanya diam menerima serangan, seolah dia percaya kalau tak ada satupun serangan yang dapat melukai tubuhnya.


Tak lama kemudian setelah terus menerus melakukan serangan, seperti perkiraan Luo Feng, puluhan kultivator terlihat mulai kewalahan dan kini mereka berada dalam situasi berbahaya.


Dua orang yang diselamatkan Luo Feng, dengan cepat mereka segera pergi menjauh dari sosok yang sedari tadi terus mereka serang. Bukannya pergi melarikan diri selayaknya pengecut, mereka mundur untuk memulihkan kekuatan sebelum nantinya kembali melakukan pertarungan.


Dalam keadaan memulihkan kekuatan, mereka tak melepaskan pandangan dari sosok Luo Feng yang dengan mudah memukuli musuh, yang sejak tadi tak mengalami luka meski terkena berbagai jenis serangan. Namun, seorang pemuda yang baru datang, hanya dengan tangan kosong dia berhasil melukai musuhnya.


Kini timbul tanya tentang siapa sosok pemuda yang dengan mudahnya melukai musuh mereka hanya dengan tangan kosong. Bisa melakukan semua itu, mereka yakin pemuda itu lebih kuat dibandingkan mereka.


“Pemuda yang sangat kuat! Aku tidak menyangka dia melukai makhluk itu hanya dengan tangan kosong,” ucap salah satu orang yang telah diselamatkan Luo Feng.


“Kalau aku tidak melihatnya secara langsung, aku tidak akan percaya ada sosok pemuda sekuat dia di Pulau Kecil Yue Dao. Kekuatannya bisa disetarakan dengan kekuatan para Tetua di Klan, yang berada di Pulau Besar,” ucap yang lainnya.


Saat keduanya asik berbicara, di tempat pertarungan, Luo Feng seorang diri dan hanya menggunakan tangan kosong, dia berhasil membuat babak belur lawannya, bahkan dia berhasil mematahkan ekor panjang serta kedua kali lawannya.


Sepasang mata lawannya juga tak lagi berfungsi setelah terkena pukulan, yang menyebabkan hancurnya bola mata milik makhluk itu.

__ADS_1


Terlihat, sosok yang sebelumnya sangat tangguh, tapi di hadapan Luo Feng sosok itu terlihat selayaknya seekor kadal yang sedikitpun tak ada sisi menyeramkan darinya.


Tak banyak bicara, Luo Feng melesat maju, kembali menyerang sosok binatang buas, sebelum sosok itu berhasil memulihkan luka-luka di tubuhnya. Tanpa ampun, dengan kekuatan fisik serta menggunakan kekuatan petir di kedua tangannya, serangannya kali ini sangat mematikan dibandingkan sebelumnya.


Puluhan kultivator yang sebelumnya menyerang sosok buaya raksasa, mereka membuka lebar kedua matanya, melihat bagaimana Luo Feng dengan brutalnya menyerang sosok buaya raksasa yang tak berdaya saat bertemu lawan yang lebih kuat.


“Kau terlalu lemah untuk bisa membuatku sedikit lebih serius dari saat ini,” ucap Luo Feng yang terdengar jelas oleh puluhan kultivator yang tak begitu jauh darinya.


Sudah ratusan serangan dilakukan Luo Feng dan semua serangannya tepat sasaran serta berhasil membuat lawannya menderita banyak luka, dan tak sekalipun memiliki kesempatan melakukan serangan balik.


Melihat keadaan lawannya yang tak lagi berdaya berhadapan dengannya, Luo Feng mengeluarkan sebuah pedang dari cincin ruang miliknya, lalu dengan melapisi pedang di tangannya dengan kekuatan cahaya, dia mulai memotong tubuh lawannya menjadi beberapa bagian, dan terakhir dia memenggal kepala lawannya membuat sosok itu mati secara mengenaskan.


“Sangat mudah, bahkan aku tak sampai berkeringat untuk membunuhnya,” ucap Luo Feng sambil tersenyum, dan dia ingin segera kembali ke tempat kelima muridnya untuk secepatnya melanjutkan perjalanan.


Namun, belum juga pergi kembli ke tempat kelima muridnya, puluhan kultivator yang sebelumnya gagal membunuh sosok binatang buas, yang telah mati di tangan Luo Feng. Mereka muncul tepat di hadapan Luo Feng, dan salah satu dari mereka berkata, “Tuan Muda, terimakasih atas bantuannya! Tanpa bantuan Tuan Muda, sangat mustahil sosok itu dapat dikalahkan, dan mungkin saat ini kami telah menjadi makanannya.”


Luo Feng mengangguk mendengarnya, lalu berkata, “Aku hanya melakukan apa yang sudah seharusnya aku lakukan. Lagipula aku memang memiliki kekuatan untuk melakukannya, dan jika aku tidak melakukannya, akan terasa percuma kekuatan yang aku miliki.”


“Tuan Muda memiliki hati yang begitu baik, kalau boleh tau, dengan siapa saya berbicara?” pria tua dengan jenggot panjang berwarna putih bertanya pada Luo Feng.


“Bagaimana kalau kakek lebih dulu memperkenalkan diri padaku?” Luo Feng tak akan sembarangan memperkenalkan dirinya, sebelum mengenal siapa sosok yang ingin mengenalinya.


“Ah iya maaf, saya lupa memperkenalkan diri! Perkenalkan saya Ye Peng, Tetua Ketiga Klan Ye, dan mereka semua adalah anggota Klan Ye.” Pria tua memperkenalkan dirinya.


Mendengar nama Klan Ye dan ternyata pria tua merupakan salah satu Tetua di Klan Ye, Luo Feng merasa dia tak perlu repot mencari keberadaan Klan Ye karena telah menemukan mereka begitu sampai di daratan tengah.


Menciptakan array formasi yang membuat orang luar tak bisa mendengar ucapannya, serta menarik kelima muridnya mendekat ke arahnya, Luo Feng akhirnya berkata, “Tetua Peng, perkenalkan aku Luo Feng, dan mereka adalah kelima muridku dari Klan Shen.”


Tak sekedar memperkenalkan diri, Luo Feng juga menunjukkan lencana pengenal miliknya, yang menunjukkan identitasnya sebagai bagian dari Klan Luo.


Mendengar nama Luo Feng dan lencana di tangannya, Tetua Ye Peng dan anggota Klan Ye ingin berlutut, tapi tiba-tiba saja ada kekuatan besar menahan pergerakan mereka.


“Maaf Paman dan Kakek, aku sangat tidak suka saat ada yang berlutut di hadapanku, jadi jangan pernah melakukan itu!” ucap Luo Feng tegas.


‘Tak sulit bagiku menilai kesetiaan Klan Ye pada Klan Luo,’ ucapnya dalam hati sambil menatap Tetua Ye Peng dan yang lainnya.

__ADS_1


...----------------...


Bersambung.


__ADS_2