Legenda Sang Dewa

Legenda Sang Dewa
Merasa Tidak Adil


__ADS_3

Luo Feng sama sekali tidak terkejut dengan seseorang yang menyelamatkan Patriak Klan Qing karena sedari awal ia sudah memprediksinya, dan ternyata apa yang sudah ia prediksi benar-benar terjadi.


Namun, berkat diselamatkannya Patriak Klan Qing dari kematian, sekarang Luo Feng dengan mudah bisa mengetahui keberadaan orang-orang, yang memusuhi Klan Luo.


“Dengan menyegel sedikit kekuatan jiwaku di tubuh Patriak Klan Qing, sekarang aku bisa dengan mudah menemukan keberadaan mereka, dan sampai kapanpun tidak akan ada yang bisa mengetahui keberadaan kekuatan jiwa milikku, yang berada di dalam tubuh Patriak Klan Qing. Hanya aku sendiri yang dapat melihat keberasaan kekuatan jiwaku di dalam tubuh Patriak Klan Qing, bahkan seseorang yang lebih kuat dari ranah Supreme God Emperor tidak akan dapat melihatnya.”


Luo Feng sangat yakin dengan apa yang ia katakan, dan sekarang ia melihat bagaimana jalannya pertarungan antara Klan Yuan dan Klan Qing. Di tengah melihat pertarungan kedua Klan, ia mengirim pesan jiwa pada Patriak Klan Shen dan Patriak Klan Shui supaya mereka menyerang kediaman Klan Qing yang ada di Pulau Besar Zhu Dao.


Ia sangat yakin jika kekuatan kedua Klan itu saat ini lebih dari cukup untuk menghancurkan kediaman Klan Qing yang berada di Pulau Besar Zhu Dao. Bahkan hanya dengan kekuatan Klan Shen, tidak akan sulit untuk menghancurkan dan memusnahkan keberadaan Klan Qing di Pulau Besar Zhu Dao.


Setelah menghubungi mereka dan mendapatkan jawaban kalau mereka akan melakukan serangan di keesokan hari, Luo Feng kembali fokus menyaksikan jalannya pertarungan yang tidak lama lagi akan dimenangkan oleh Klan Yuan yang dibantu Luo Xue dan kelima muridnya.


“Cih, jangan harap rencana licik seperti itu dapat melukai Xue’er ku!” ucap Luo Feng saat ia melihat salah satu Tetua Klan Qing akan menyerang Luo Xue menggunakan senjata rahasia.


Belum juga berhasil menyerang Luo Xue, Tetua itu sudah lebih dulu bertemu kematian saat Luo Feng muncul di hadapannya, dan pukulan yang sangat kuat menghancurkan tubuhnya.


Setelah membunuh salah satu Tetua Klan Qing yang ingin mencelakai Luo Xue, Luo Feng sedikit bernapas lega karena ia berhasil menyelamatkan Luo Xue tepat waktu. Sedikit saja ia terlambat, kemungkinan sesuatu yang buruk akan terjadi pada Luo Xue, dan jika itu terjadi ia akan merasa sangat tidak berguna.


Setelah kejadian salah satu Tetua ingin menggunakan senjata tersembunyi untuk menyerang Luo Xue, Luo Feng semakin teliti melihat sekitarnya, dan ia bisa melihat banyak anggota Klan Qing mulai menggunakan senjata rahasia untuk menyerang musuh-musuh mereka.


Senjata rahasia itu berbentuk jarum kecil dengan ujung jarum terdapat racun mematikan, yang dapat langsung membunuh musuh dalam hitungan detik jika musuh terkena jarum itu.


Melihat semua itu, dengan kecepatan sangat cepat Luo Feng membunuh satu persatu anggota Klan Qing yang mencoba menyerang menggunakan jarum beracun, dan hanya dalam kurun waktu tidak begitu lama, ribuan orang mati di tangan Luo Feng saat mereka berusaha menggunakan jarum beracun untuk membunuh musuh.


Memastikan tidak ada lagi anggota Klan Qing yang terlihat ingin menggunakan jarum beracun, Luo Feng bisa menarik napas lega dan sekarang ia membiarkan Luo Xue, kelima muridnya, dan orang-orang Klan Yuan menyelesaikan sisanya.


Luo Feng sendiri tidak pergi meninggalkan tempatnya saat ini, melainkan ia segera membuat segel array formasi, yang membuat orang-orang dari Klan Qing tidak ada yang bisa pergi meninggalkan Pulau Besar Taiyang Dao.


Sebelumnya ia tidak melakukan apa yang dilakukannya saat ini karena ia memang berencana menggunakan Patriak Klan Qing sebagai sarana ia menemukan keberadaan musuh utamanya, dan ia berhasil melakukannya.


Sekarang setelah apa yang ia inginkan terwujud, ia akan membuat seluruh anggota Klan Qing di Pulau Besar Taiyang Dao tidak bisa pergi melarikan diri dari tempat ini. Mereka semua harus mati, dan itu bayaran yang layak mereka.


Luo Feng mengangkat tangannya, dan dalam waktu singkat array formasi yang ia buat segera mengurung orang-orang yang berasal dari Klan Qing. “Dengan begini kalian semua akan kati di tempat ini!” ucapnya dan ia tersenyum.


Begitu array formasi yang ia buat mucul, anggota Klan Qing yang semula ingin pergi melarikan diri, mereka tidak bisa pergi jauh karena terhalang keberadaan array formasi, dan akhirnya mereka mati di tangan anggota Klan Yuan.


Swuush...


Luo Xue datang menghampiri Luo Feng setelah ia tidak lagi menemukan lawan yang layak untuk menjadi lawannya. “Gege, bagaimana dengan Patriak Klan Qing? Apa Gege berhasil membunuh orang itu?” tanyanya penasaran.

__ADS_1


Mendengarnya Luo Feng menggelengkan kepala palan, baru setelahnya ia berkata, “Ia berhasil diselamatkan oleh orang yang selama ini menjadi tuannya. Meski ia selamat dan masih hidup, tapi ia yang saat ini berada di tempat tuannya, membuatku tahu sekarang mereka tinggal di mana, dan tidak akan sulit bagi kita jika ingin memusnahkan mereka!”


Sebenarnya Luo Xue ingin melihat kematian Patriak Klan Qing, tapi setelah mendengar apa yang baru diucapkan Luo Feng, kematian Patriak Klan Qing ternyata tidak memberi keuntungan, dan nyatanya ia bisa lebih berguna saat masih hidup.


Dengan mengetahui tempat tinggal tuan dari Patriak Klan Qing, sama saja dengan menemukan musuh yang sebenarnya, yang selama ini menjadi musuh di balik layar Klan Luo.


Keduanya yang tidak lagi terlihat pembicaraan penting, mereka memiliki bersantai sambil melihat akai kejar-kejaran antara anggota Klan Qing dan anggota Klan Yuan. Terlihat banyak anggota Klan Qing berlari menjauhi anggota Klan Yuan, tapi pada akhirnya mereka tetap musnah karena tidak bisa pergi jauh.


Shen Huang dan empat orang lainnya juga masih saja ikut memburu anggota Klan Qing, sampai akhirnya mereka yang merupakan anggota Klan Qing musnah tidak bersisa. Kalaupun masih ada yang tersisa dari mereka, itu hanyalah tubuh anggota Klan Qing yang tidak lagi bernyawa.


Segera setelah semua anggota Klan Qing dinyatakan mati, mayat-mayat anggota Klan Qing dikumpulkan di satu tempat, sebelum banting mayat-mayat itu dibakar tanpa adanya upacara penghormatan pada mereka.


Anggota Klan Qing adalah musuh jadi tidak akan ada penghormatan untuk mereka. Jangankan penghormatan, mayat mereka saja diperlakukan dengan tidak baik, dan setelah seluruh mayat dikumpulkan sekarang giliran membakar mereka. Bukan sembarangan orang yang melakukan pembakaran, tapi pembakaran langsung dilakukan oleh Luo Feng seorang diri, dan dengan api yang muncul dari jari telunjuknya, ia mulai membakar mayat-mayat anggota Klan Qing.


Belum ada yang beranjak pergi dari tempat mereka masing-masing saat api mulai membakar satu-persatu mayat anggota Klan Qing. Mereka, anggota Klan Yuan baru pergi untuk kembali ke kediaman Klan Yuan, begitu mayat-mayat anggota Klan Qing telah berubah menjadi abu.


...----------------...


Di Pulau Besar Baian Dao, Luo Hong saat ini sedang melihat proses pengobatan yang sedang dijalani Patriak Klan Qing. Pria yang selama ini menjadi Patriak Klan Qing, ia mengalami luka yang cukup parah disekujur tubuhnya setelah melakukan pertarungan dengan Luo Feng. Bahkan Luo Hong yang berhasil menyelamatkan Patriak Klan Qing, ia mendapatkan sedikit luka dari serangan pedang elemen yang dilakukan Luo Feng.


“Aku tidak menyangka ranah Supreme God Emperor tingkat 2 masih belum cukup untuk mengalahkannya! Bahkan ia masih bisa bertahan bahkan berhasil membalik keadaan saat Qing Qong menggunakan jurus yang mampu membuatku mengalami luka kecil!” gumam Luo Hong dan ia melihat keadaan Qing Qong, Patriak Klan Qing yang masih belum sadar setelah beberapa waktu lalu ia kehilangan kesadarannya.


“Seberapa kuat sebenarnya pemuda itu? Di usia yang masih sangat muda, bukane hanya kuat dalam ranah kultivasi, tapi ia juga telah menyempurnakan pondasi kekuatannya. Melihat itu semua, sebenarnya berapa waktu yang dibutuhkan untuk mencapai kekuatannya saat ini?”


“Kenapa Alam Semesta ini sungguh tidak adil padaku? Ada bocah yang bisa tumbuh kuat dalam waktu singkat, tapi aku membutuhkan ribuan tahun hanya untuk memiliki kekuatan setara dengannya!” teriak Luo Hong begitu ia pergi meninggalkan ruang yang ditempati Qing Qong.


...----------------...


Satu hari berlalu, di kediaman Klan Qing yang berada di Pulau Besar Zhu Dao.


Di depan gerbang kediaman Klan Qing baik di depan gerbang utama, maupun di depan gerbang belakang kediaman Klan Qing. Saat ini di tempat itu sedang di penuhi anggota Klan Shen dan Klan Shui, yang mana kedatangan mereka adalah untuk menghancurkan dan memusnahkan Klan Qing.


Senyum terlihat di bibir Patriak Shen Qiong saat melihat gerbang Kediaman Klan Qing. “Akhirnya tiba hari ini, hari dimana Klan Shen bisa menunjukkan taringnya di hadapan Klan Qing, meski saat ini kekuatan Klan Shen hanya cukup untuk berhadapan dengan cabang Klan Qing, yang ada di Pulau Besar Zhu Dao!” ucapnya, yang mana ia memimpin anggota Klan Shen menyerang dari arah gerbang utama.


Sedangkan di gerbang belakang, di tempat itu ada Patriak Shui Zen, dan seluruh anggota Klan Shui yang juga telah menyiapkan diri untuk berhadapan dengan anggota Klan Qing, yang berada di kediaman cabang.


Sementara itu, di dalam kediaman Klan Qing yang telah dikepung anggota Klan Shen dan Klan Shui, Tetua Agung Qing Yang yang tidak ikut dalam penyerangan di Klan Yuan, terlihat ia mondar-mandir memikirkan cara melawan dua Klan yang telah mengepungnya dari berbagai arah.


“Sial! Aku benar-benar tidak menyangka jika diamnya mereka selama ini karena mereka sedang menyiapkan kekuatan untuk hari ini!” ucap Tetua Agung Qing Yang, dan ia masih saja mondar-mandir tidak jelas, bahkan apa yang dilakukan membuat bingun para Tetua Klan di Klan cabang.

__ADS_1


Saat Tetua Agung Qing Yang masih mondar-mandir, ia merasakan lantai yang dipijaknya bergetar, setelah sebelumnya ia mendengar suara ledakan dari arah gerbang kediaman.


Salah satu murid Klan Qing berlari menghampirinya, untuk melaporkan jika gerbang utama telah berhasil ditembus, bahkan array formasi yang melindungi kediaman dengan mudah dihancurkan oleh Patriak Shen Qiong.


“Ba-Ba-Bagaimana semua itu bisa terjadi? Bukannya selama ini tidak ada yang berhasil menghancurkan array formasi yang melindungi kediaman ini!” ujar Tetua Agung Qing Yang, sambil melihat bergantian semua orang di sekitarnya.


Belum mendapatkan balasan, satu lagi murid Klan Qing melaporkan jika gerbang belakang sudah berhasil ditembus, dan sekarang seluruh murid di tempat itu sedang berhadapan dengan anggota Klan Shui yang tidak kenal ampun pada musuhnya.


“Tidak ada pilihan lain, kita harus keluar dari tempat ini dan menghadapi mereka!” Saat ini Tetua Agung Qing Yang dan yang lainnya berada di aula yang ada di kediaman Klan cabang. Baru juga mereka keluar, mereka sudah dihadapkan pada Patriak Shen Qiong dan Patriak Shui Zen. Selain mereka berdua, ada juga para Tetua dari kedua Klan, yang siap menghadapi musuh-musuh mereka.


Melihat keberadaan mereka, serta aura kekuatan yang terpancar dari tubuh mereka, Tetua Agung Qing Yang dan para Tetua Klan cabang, mereka terkejut karena kekuatan musuh jauh lebih kuat dibandingkan kekuatan mereka. Kekuatan mereka saat ini berada di ranah Martial God tingkat 1 sampai tingkat 4. Sedangkan musuh mereka, mereka tahu jika Patriak Klan Shen dan Patriak Klan Shui berada di ranah Spirit God, dan jelas itu jauh lebih kuat dibandingkan kekuatan mereka.


“Hahaha... tenyata kalian semua berkumpul di tempat ini, jadi kami tidak perlu susah payah mencari keberadaan kalian, dan tempat ini sebentar lagi akan menjadi saksi kematian kalian!” ucap Patriak Shen Qiong.


Tetua Agung Qing Yang, tubuhnya tiba-tiba saja gemetar setelah ia mendengar ucapan Patriak Shen Qiong. “Jangan cuma omong kosong! Takutnya bukan kami yang mati di tempat ini, tapi justru kalianlah yang nantinya mati di tempat ini!” ucap Tetua Agung Qing Yang sambil ia mencoba menenangkan keadaan dirinya.


Tidak melakukan banyak pembicaraan dan lebih suka langsung melakukan pembuktian, begitu mendengar apa yang diucapkan Tetua Agung Qing Yang, Patriak Shen Qiong dan Patriak Shui Zen langsung saja maju menyerang Tetua Agung Qing Yang dan semua anggota Klan Qing di Klan cabang.


Mendapatkan serangan dari orang-orang yang lebih kuat dari mereka, Tetua Agung Qing Yang dan para Tetua Klan Qing, mereka benar-benar hanya bisa bertahan dari serangan musuh. Meski sudah bertahan sangat baik, mereka tetap saja kewalahan menghadapi serangan musuh, dan hanya dalam waktu singkat sudah muncul banyak luka di tubuh mereka.


Mereka melakukan pertarungan tangan kosong, dan itu benar-benar pertarungan yang membebani fisik Tetua Agung Qing Yang, yang mana ia tidak memiliki kekuatan fisik sekuat lawannya.


“Apa hanya ini memuat yang dimiliki Tetua Agung Qing Yang yang dimasa lalu sangat sombong dan arogan?” tanya Patriak Shen Qiong, begitu ia berhasil memukul wajah Tetua Agung Qing Yang.


Tetua Agung Qing Yang sebenarnya masih memiliki sifat sombong dan arogannya, tapi sifat itu tidak lagi bisa ia perlihatkan di hadapan orang-orang yang jauh lebih kuat darinya.


“Saudara Qiong, sudahlah, sebaiknya segera akhiri peperangan ini dan jangan membuat Tuan Muda terlalu lama menunggu kabar baik dari kita!” ucap Patriak Shui Zen yang sudah tidak sabar melihat kehancuran dan musnahnya Klan Qing yang ada di Pulau Besar Zhu Dao.


Mendengar itu, aura mencekam segera keluar dari tubuh Patriak Shen Qiong, dan itu adalah aura kekuatan yang bercampur dengan niat membunuh. “Saudara Zen, mari segera kita akhiri semua ini!” ucap Patriak Shen Qiong.


Setelah melihat Patriak Shui Zen menganggukkan kepala, keduanya melesat maju menyerang Tetua Agung Qing Yang. Dengan kekuatan keduanya yang jelas jauh lebih kuat dari Tetua Agung Qing Yang, mudah bagi keduanya membunuh musuh, bahkan tidak cukup dengan membunuh Tetua Agung Qing Yang, para Tetua Klan Qing juga tidak lepas dari serangan mereka.


Dalam kurun waktu yang begitu singkat, Tetua Agung Qing Yang dan para Tetua Klan Qing di Klan cabang semuanya telah mati, begitu juga dengan anggota Klan Qing yang berada di kediaman Klan Qing, Pulau Besar Zhu Dao.


Setelah memastikan orang-orang Klan Qing yang berada di kediaman telah mati, Patriak Shui Zen dan Patriak Shen Qiong membawa anggota Klan mereka masing-masing pergi meninggalkan kediaman Klan Qing, dan begitu berada di luar, keduanya langsung saja menghancurkan kediaman Klan Qing, membuatnya rata dengan tanah.


“Inilah akhir dari Klan Qing di Pulau Besar Zhu Dao, dan aku berharap Tuan Muda berhasil mengalahkan anggota Klan Qing yang sedang menyerang Klan Yuan!” Patriak Shen Qiong berharap semua itu terjadi, begitu juga dengan Patriak Shui Zen.


Tidak lagi terlihat adanya bangunan di kediaman Klan Qing yang masih berdiri kokoh, kekuatan kedua Klan segera pergi meninggalkan kediaman Klan Qing yang sudah rata dengan tanah, dan sudah dipastikan tidak ada anggota Klan Qing selamat dari pertarungan yang baru saja terjadi!

__ADS_1


...----------------...


Bersambung.


__ADS_2