Legenda Sang Dewa

Legenda Sang Dewa
Keberadaan Jurang Kabut Kematian


__ADS_3

Setelah berakhirnya pertempuran di dalam gua yang saat ini dipenuhi tumpukan mayat, Luo Feng menyerahkan Yuan Chu dan kedua Tetua yang ikut berkhianat dengannya pada Tetua Yuan Dan, lalu bersama dengan Yuan Xue, ia membakar seluruh mayat di dalam gua yang telah dikumpulkan di beberapa tempat oleh Shen Huang dan keempat muridnya, yang dibantu ratusan orang kepercayaan Tetua Yuan Dan. Orang-orang yang sebelumnya terpaksa berkhianat, yang mana mereka tidak ikut kembali ke kediaman Klan Yuan bersama para tawanan yang telah dibebaskan, mereka juga ikut mengumpulkan mayat para pengkhianat yang memutuskan menjadi pemberontak.


Setelah semuanya selesai, mereka semua beristirahat terlebih dahulu di luar gua, dan akan melakukan perjalanan kembali ke kediaman Klan Yuan begitu matahari sudah menunjukkan kuasanya. Hari sudah menjelang pagi, jadi mereka hanya memiliki sedikit waktu untuk beristirahat.


Luo Feng yang sedang beristirahat bersama Luo Xue dan kelima muridnya, mereka terlihat memejamkan mata, sama-sama memulihkan tenaga yang sedikit terkuras saat melakukan pertarungan di dalam gua melawan para pengkhianat Klan Yuan.


Tidak lama setelah malam beganti pagi yang cerah, Luo Feng menjadi orang pertama membuka mata, disusul Luo Xue, dan tidak lama Shen Huang serta empat orang lainnya juga membuka mata. Mereka terlihat lebih segar dibandingkan keadaan beberapa waktu yang lalu, dan sekarang mereka siap memulai perjalanan kembali ke kediaman Klan Yuan.


Tetua Yuan Dan yang melihat pemilihan Luo Feng dan enam orang lainnya jauh lebih cepat dibandingkan dirinya yang malam tadi hanya bertarung melawan satu orang, ia semakin mengagumi mereka, yang jelas-jelas jauh lebih muda dibandingkan usianya saat ini. Dalam pengalaman hidup mereka memang kalah telak dirinya yang sudah hidup puluhan ribu tahun, tapi soal kekuatan dirinya kalau jauh dibandingkan Luo Feng dan Luo Xue. “Keturunan Klan Luo memang sangat luar biasa, jauh berbeda dengan keturunan anggota Klan Yuan, yang semakin hari terlihat semakin buruk,” gumamnya.


Ia membandingkan Luo Feng dan Luo Xue yang berasal dari Klan Luo, yang mana kekuatan mereka jauh lebih baik dibandingkan kekuatan generasi muda Klan Luo di masa lalu. Berbanding terbalik dengan kekuatan generasi muda Klan Yuan, yang semakin kesini justru semakin buruk.


Mengingat semua itu yang selama ini menjadi permasalahan Klan Yuan, ia hanya bisa menggelengkan kepalanya, dikarenakan sampai saat ini belum menemukan cara untuk mengatasi semakin melemahnya kekuatan generasi muda Klan Yuan, meski mereka telah melakukan cara pelatihan sama seperti generasi muda Klan Yuan di masa lalu. “Semoga saja keberadaan Tuan Muda Luo Feng dan Nona Luo Xue, dapat membanth Klan Yuan mencari jalan keluar, untuk mengatasi masalah Klan yang selama ini belum ada solusinya!”


Ia berharap selain mengatasi masalah perang saudara yang sepertinya telah berakhir, keberadaan mereka berdua masih bisa memberi dampak positif lainnya bagi Klan Yuan, yang sudah bertahun-tahun lamanya senantiasa dirundung berbagai masalah, apalagi selama dua tahun terakhir, disaat Klan Qing mulai melakukan bersih-bersih secara halus Klan mana saja yang masih setia pada Klan Luo.


“Tetua Yuan Dan, sudah saatnya kita kembali ke kediaman Klan Yuan!” ucap Luo Feng menyadarkan Tetua Yuan Dan dari lamunannya.


Sadar diri lamunan, Tetua Yuan Dan melihat sekeliling, dan setelah memastikan semua orang siap melakukan kembali ke kediaman Klan Yuan, ia memimpin rombongan melakukan perjalanan kembali ke kediaman Klan Yuan.


“Apa Gege sudah menentukan tujuan selanjutnya setelah dari Klan Yuan?” tanya Luo Xue di jalan menuju kediaman Klan Yuan. Ia penasaran dengan tujuan Luo Feng selanjutnya, karena itu ia memutuskan bertanya.


Mendengar itu Luo Feng menggelengkan kepalanya, dikarenakan ia memang belum tahu ingin pergi ke mana setelah dari Klan Yuan. “Xue’er, menurutmu tempat mana yang sebaiknya kita datangi setelah meninggalkan Klan Yuan?”


Luo Feng balik bertanya pada Luo Xue, yang segera memikirkan jawaban yang tepat untuk menjawab pertanyaan Luo Feng, dan setelah beberapa waktu berkutat dengan pikirannya, akhirnya ia menemukan jawaban tepat untuk menjawab pertanyaan Luo Feng.


“Gege, bagaimana kalau kita pergi ke Jurang Kabut Kematian, yang berada di ujung daratan selatan, yang berada di Pulau ini?” Di masa lalu ia dan beberapa anggota Klan Luo pernah memasuki jurang Kabut Kematian yang konon katanya memiliki sepuluh tingkatkan, tapi sayangnya waktu itu ia dan yang lainnya hanya sanggup sampe di tingkat ke-dua.

__ADS_1


Di tingkat kedua saja mereka waktu itu sudah dihadapkan dengan monster penjaga, yang kekuatannya setara kultivator ranah Martial God tingkat 9, sedangkan waktu itu ia dan yang lainnya hanya memiliki dua anggota di tanah Martial God tingkat 5 sebagai sosok terkuat.


Dengan perbedaan kekuatan yang begitu mencolok, pada akhirnya ia dan yang lainnya waktu itu hanya bisa pergi melarikan diri, meninggal Jurang Kabut Kematian, dan ia belum pernah kembali ke tempat itu sampai saat ini.


Sebenarnya ada beberapa temannya yang ingin kembali ke tempat itu, yang tentu membuatnya tertarik untuk ikut, tapi sebelum pergi, mereka lebih dulu di tugaskan mencari keberadaan calon Patriak baru Klan Luo.


“Xue’er, apa tempat itu begitu menarik sampai kamu menawarkan padaku untuk pergi ke tempat itu? Jujur saja, baru kali ini aku mendengar ada tempat bernama Jurang Kebut Kematian di Pulau ini.” Luo Feng sudah mendapatkan cukup banyak informasi dari sekedar mendengar pembicaraan orang-orang di sekitarnya termasuk apa yang ia dengar dari Tetua Yuan Dan.


Akan tetapi, sekalipun ia belum pernah mendengar tentang tempat bernama Jurang Kabut Kematian, yang baru saja ia mendengar nama tempat itu dari Luo Xue.


“Gege, tempat itu hanya diketahui keberadaannya oleh anggota Klan Luo, dan tidak ada Klan lain yang mengetahuinya selain Klan Luo! Kalau Gege bertanya padaku apa tempat itu menarik, aku bisa mengatakan tempat itu sangat menarik, dikarenakan kuatnya monster yang ada di tempat itu!” ucap Luo Xue menjawab semua yang ingin diketahui Luo Feng tentang Jurang Kabut Kematian.


“Mendengar ada banyak monster kuat di tempat itu, aku merasa sepertinya tempat itu memang menarik, dan aku tidak sabar untuk pergi ke tempat itu!”


Sejak melakukan pertarungan pertamanya di Dunia Kecil Bai Dao, Luo Feng menjadi sangat menggilai pertarungan, dan menyukai tantangan. Ia akan senang dan sangat bersemangat jika dipertemukan dengan banyak lawan kuat, baik itu kultivator, binatang buas, maupun monster.


Ia sudah menetapkan Jurang Kabut Kematian sebagai tujuan selanjutnya, begitu ia menyelesaikan seluruh permasalahan yang sedang dihadapi Klan Qing, yang mungkin saja membutuhkan bantuan kecil darinya.


Di saat mereka berdua sedang serius membahas tentang Jurang Kabut Kematian, Tetua Yuan Dan yang memimpin rombongan, ia baru saja menerima telepati dari Yuan Yuji, Patriak Klan Yuan, yang sepertinya sudah menyelesaikan latihan tertutupnya.


“Aku mendengar kamu menyerang markas mereka. Darimana kamu memiliki keberanian menyerang mereka, sedangkan aku saja selalu gagal melakukannya? Yuan Dan, cepat kembali karena aku tidak ingin kehilangan orang yang paling bisa aku percaya!” suara Patriak Yuan Yuji terdengar di kepala Tetua Yuan Dan.


Mendengar itu, Tetua Yuan Dan hanya membalas kalau dirinya sedang dalam perjalanan kembali ke kediaman, dan tidak menceritakan tentang keberhasilannya mengalahkan seluruh penghianat. “Aku datang untuk mengejutkanmu, Pak Tua!”


...----------------...


Setengah hari berlalu, akhirnya rombongan yang dipimpin Tetua Yuan Dan sampai di kediaman Klan Yuan, dan kedatangan mereka mendapatkan sambutan langsung dari Patriak Yuan Yuji, yang sebelumnya ia dikejutkan dengan bebasnya seluruh tawanan yang selama ini digunakan para pengkhianat untuk mengancamnya.

__ADS_1


Belum juga pulih dari keterkejutan setelah melihat sendiri para tawanan yang sudah bebas, dan kembali dengan selamat ke kediaman Klan Yuan, ia kembali dikejutkan dengan sosok Yuan Chu dan dua mantan Tetua Klan Yuan, yang tergeletak di depannya dalam keadaan tidak sadarkan diri.


“Patriak, kita telah memusnahkan seluruh pengkhianat, dan hanya menyisakan mereka bertiga yang pantas mendapatkan hukuman langsung dari Patriak!” ucap Tetua Yuan Dan, dan ia sangat yakin Patriak Yun Yuji sangat terkejut dengan apa yang dikatakannya.


“I-Ini, bagaimana kamu bisa melakukannya? Bukannya kekuatan Yuan Chu jauh lebih kuat darimu!” Patriak Yuan Yuji memang terkejut, tapi ia mencoba tetap tenang, dan langsung saja menanyakan apa yang ingin ia ketahui pada Tetua Yuan Dan.


Bukannya langsung menjawab, Tetua Yuan Dan justru memberi pertanyaan pada Patriak Yuan Yuji, “Apa Patriak yakin sudah siapa menerima jawabanku, yang aku yakin akan membuat Patriak sangat terkejut?”


Patriak Yuan Yuji mengerutkan kening, merasa ada sesuatu yang besar sedang disembunyikan oleh Tetua Yuan Yuji.


Ia mengarahkan pandangan, melihat orang-orang di sekitar Tetua Yuan Dan, dan ia menemukan keberadaan tujuh orang asing, yang ini adalah kali pertama ia melihat keberadaan mereka.


Meski terlihat asing, ia merasa tidak asing dengan aura meraka. Lima orang ia rasakan, aura mereka mirip dengan aura Klan Shen, yang sama-sama Klan pelayan Klan Luo. Sedangkan dua orang lainnya, beberapa kali ia menggelengkan kepala, karena ia tidak yakin dengan apa yang dirasakannya.


“Yuan Dan, siapa mereka? Apa mereka orang-orang yang telah memberi bantuan padamu?” tanya Patriak Yuan Yuji penasaran dengan identitas ketujuh orang itu, terutama dua orang yang aura nya mengingatkan ia pada orang-orang yang begitu dihormatinya.


Karena ia begitu penasaran, ia sampai lupa dengan pertanyaan Tetua Yuan Dan, yang begitu saja ia abaikan.


“Aku akan menjawab pertanyaan Patriak, tapi setelah aku menjawab pertanyaan itu, aku berharap Patriak tetap berdiri di tempat!” ucap tegas Tetua Yuan Dan, yang merupakan adik kandung Patriak Yuan Yuji.


Mendengar itu, Patriak Yuan Yuji langsung saja menganggukkan kepalanya, dikarenakan ia memang sudah sangat penasaran dengan identitas orang-orang itu. Namun, ia sudah memiliki firasat jika kedua orang itu berhubungan dengan orang-orang yang sangat ia hormati.


“Patriak, mereka berlima pemuda yang berasal dari Klan Shen, dan datang ke Klan Yuan karena mengikuti guru mereka. Tuan Muda Luo Feng adalah guru mereka, dan di sebelah Tuan Muda Luo Feng adalah Nona Luo Xue.”


Sebenarnya Tetua Yuan Dan masih ingin menjelaskan lebih lengkap siapa Luo Feng dan Luo Xue, tapi sebelum melakukan itu, Patriak Yuan Yuji sudah lebih dulu berlutut si hadapan Luo Feng.


Luo Feng yang biasanya keberatan saat ada orang berlutut di hadapannya, ia kali ini membiarkan Patriak Yuan Yuji berlutut, dikarenakan ia bisa merasakan kebahagiaan pada diri Patriak Yuan Yuji yang berlutut di hadapannya.

__ADS_1


...----------------...


Bersambung.


__ADS_2