Legenda Sang Dewa

Legenda Sang Dewa
Meninggalkan Tanah Makam Para Dewa


__ADS_3

Luo Xue langsung maju menyerang puluhan ribu binatang buas yang datang mendekat. Kali ini dia tidak buru-buru menggunakan senjatanya, melainkan dia ingin menguji seberapa kuat kekuatan fisiknya saat ini.


Perbedaan besar tentu saja terjadi pada kekuatan fisiknya, begitu dia berhasil mendapatkan seluruh kekuatan yang diberikan cincin penguasa Alam Semesta. Sekarang dia sangat yakin dapat membunuh seluruh musuh yang ada hanya dengan kekuatan fisiknya. Keyakinannya memang belum terbukti, tapi tidak lama lagi dia dapat membuktikan sendiri apa yang menjadi keyakinannya.


Luo Xue bisa merasakan kekuatan di dalam tubuhnya meluap-luap, membuatnya sangat tidak sabar untuk segera membunuh siapapun yang menjadi lawannyalawannya, dan begitu sampai di hadapan musuh-musuhnya, dia langsung saja menyerang mereka.


Boom... Boom... Boom... Boom...


Luo Xue benar-benar hanya membutuhkan satu pukulan untuk membunuh musuh-musuhnya, yang mana kekuatan mereka sama sekali tidak lemah. Bagaimana mungkin mereka lemah, jika kekuatannya saja sudah berada di atas tingkat 2 ranah Immortal God?


Seharusnya mereka sangatlah kuat, tapi sayangnya mereka dihadapkan pada sosok Luo Xue, yang memiliki kekuatan jauh melampaui kekuatan mereka.


Sementara itu, Luo Feng benar-benar tidak ikut campur melawan puluhan ribu binatang buas yang datang menyerang, dan dia juga tidak terlalu khawatir pada keadaan Luo Xue yang saat ini begitu mendominasi jalannya pertarungan, meski dia hanya seorang diri menghadapi puluhan ribu binatang buas.


Melihat bagaimana formasi pelindung hancur secara tiba-tiba, Luo Xue bertanya pada Luo Long dan Luo Niu, perihal bagaimana formasi pelindung itu bisa hancur dengan mudahnya.


“Apa kalian tahu penyebab formasi pelindung yang tiba-tiba hancur?” tanya Luo Feng.


“Tuan, formasi itu bisa hancur karena Nona Luo Xue sudah mendapatkan seluruh kekuatan yang diberikan cincin penguasa Alam Semesta padanya!” jawab Luo Long, dan Luo Feng merasa cukup dengan jawaban itu.


Sebenarnya Luo Feng sudah bisa menebak semua itu, tapi dia bertanya hanya untuk meyakinkan jika tebakannya tepat. Kini dia yakin tebakannya sangat tepat, dan sekarang dia bisa kembali fokus melihat jalannya pertarungan Luo Xue, yang melawan begitu banyak binatang buas.


Kekuatan fisik Luo Xue benar-benar sangat kuat, dan hanya mengandalkan kekuatan fisik dia terus saja mengurangi jumlah binatang buas yang menjadi lawannya. Berbeda dengan Shen Huang dan empat orang lainnya, dimana mereka saat ini menggunakan berbagai jenis senjata untuk mengalahkan musuh, dan dengan senjata masing-masing mereka tidak mengalami kesulitan membunuh satu-persatu binatang buas, yang menjadi musuh mereka.


Luo Xue terus mengayunkan kedua tangan serta kedua kakinya, meninju dan menendang musuh yang datang mendekat. Setiap tinju dan tendangan yang dilakukannya, bisa dipastikan setiap tiniu dan tendangan yang mengenai musih, bida dipastikan musuhnya bakalan mati dalam keadaan mengenaskan.

__ADS_1


Terus bergerak cepat diantara lautan binatang buas, Luo Xue semakin cepat membunuh mereka yang merupakan lawannya. Dalam satu tarikan napas, Luo Xue bisa membunuh setidaknya belasan binatang buas, dan dia terus saja mengulangi semua itu sampai jumlah musuh terlihat semakin berkurang.


Beberapa waktu berlalu, Luo Feng bisa melihat jika jumlah binatang buas semakin berkurang. Dari sebelumnya jumlah mereka mencapai puluhan ribu, kini jumlah mereka hanya tersisa belasan ribu, dan jumlah itu terus berkurang seiring dengan Luo Xue dan lima orang lainnya yang terus saja membunuh binatang buas, yang datang menyerang mereka.


Luo Xue yang memiliki kekuatan elemen cahaya, dia menggunakan kekuatan elemen cahaya untuk meningkatkan daya hancur serangannya, dan terbukti setelah menggunakan kekuatan elemen cahaya, semakin banyak binatang buas yang mati di tangannya.


Shen Huang dan empat orang lainnya juga menggunakan kekuatan elemen untuk memperkuat serangan, dan mereka sekarang semakin mudah membunuh musuh yang menjadi lawannya.


“Tidak lama lagi pertarungan mereka akan berakhir!” gumam Luo Feng.


Dia sama sekali tidak terlibat dalam pertarungan Luo Xue melawan binatang buas penghuni wilayah tanah makam para Dewa. Dia sedari awal hanya menjadi penonton, dan melihat jalannya pertarungan dari awal sampai saat ini.


Booomm... Booomm... Booomm...


Satu pukulan Luo Xue berhasil memusnahkan puluhan binatang buas, dan dia terus melakukan semua itu sampai jumlah binatang buas yang menjadi musuhnya hanya tersisa belasan.


Kembali ke tempat Luo Feng, Luo Xue langsung saja meminta Luo Feng menilai kekuatan barunya, “Gege, bagaimana dengan kekuatan baruku, apa aku telah lebih kuat dari sebelumnya?”


Mendengarnya Luo Feng mengangguk pelan, lalu dia berkata, “Xue’er jauh lebih kuat dari sebelumnya, dan di masa depan nanti aku yakin Xue‘er bakalan jauh lebih kuat dari hari ini.” Luo Feng sangat yakin itu semua terjadi pada Luo Xue, dikarenakan usianya yang masih sangat muda.


Luo Xue tersenyum senang mendengar apa yang dikatakan Luo Feng padanya, dan kini dia merasa jauh lebih pantas berada di sisi Luo Feng dibandingkan sebelum dia mendapatkan kekuatan dari cincin penguasa Alam Semesta.


“Sebaiknya kita segera kembali ke kediaman utama Klan Luo, dikarenakan aku ingin melihat seberapa pesat peningkatan kekuatan mereka selama beberapa hari ini!” ucap Luo Xue, dan tentu saja semua setuju dengan ucapannya.


Luo Long dan Luo Niu yang telah menjadi binatang kontrak Luo Feng, tentu mereka akan ikut Luo Feng dan yang lainnya kembali ke kediaman utama Klan Luo.

__ADS_1


Namun, sebelum mereka pergi, Luo Long sempat mengatakan pada Luo Feng jika keberadaan wilayah tanah makam para Dewa akan menghilang, begitu mereka sudah keluar meninggal wilayah ini.


Meski Luo Feng tidak menginginkan wilayah tanah makam para Dewa menghilang, tapi dia harus mengikhlaskan keberadaan wilayah tanah makam para Dewa, jika dirinya tetap ingin kembali ke kediaman utama Klan Luo.


Pada akhirnya Luo Feng mengikhlaskan wilayah tanah makam para Dewa, dan dia membawa semuanya kembali ke kediaman utama Klan Luo. Dalam perjalanan pulang, mereka tidak lagi merasakan adanya serbuk racun di wilayah tanah makam para Dewa. Dengan demikian, mereka tidak perlu mengkonsumsi pil, yang membuat tubuh mereka memiliki kekebalan terhadap berbagai jenis racun mematikan.


Begitu berhasil keluar dari wilayah tanah makam para Dewa dalam keadaan hidup-hidup, Luo Feng dan yang lainnya sejenak berhenti untuk melihat keadaan wilayah tanah makam para Dewa untuk terakhir kalinya.


Dengan mata mereka masing-masing, mereka dapat melihat wilayah tanah makam para Dewa menghilang begitu saja, dan sekarang yang berada di hadapan mereka hanyalah hutan biasa.


Setelah tidak lagi melihat keberadaan wilayah tanah makam para Dewa, Luo Feng membawa semua orang melanjutkan perjalanan, dan mereka akan berusaha secepatnya sampai di kediaman utama Klan Luo. Luo Feng merasa tidak lama lagi akan terjadi hal buruk, dan karena itu secepatnya dia harus sampai di kediaman utama Klan Luo.


Sementara itu, di Pulau Besar Jin Dao, prajurit dalam jumlah besar telah dipersiapkan untuk membuat penguasa Pulau Besar Jin Dao, menjadi penguasa Alam Semesta. Tidak ada prajurit yang lemah. Prajurit yang telah dipersiapkan untuk perang setidaknya memiliki kekuatan di ranah Supreme God Emperor, dan jumlah mereka mencapai lebih dari satu juta orang.


Selain prajurit di ranah Supreme God Emperor, ada juga puluhan ribu prajurit di ranah Immortal God mulai dari tingkat 1 sampai dengan tingkat 10. Mereka semua dalam kondisi siap perang, tapi penguasa Pulau Besar Jin Dao merasa jumlah dan kekuatan mereka belum cukup untuk membuatnya menjadi penguasa Alam Semesta.


Penguasa Pulau Besar Jin Dao ingin jumlah prajurit dua kali lebih banyak dari yang saat ini dimilikinya, dan dia juga ingin adanya prajurit yang lebih kuat daripada prajurit yang berada di ranah Immortal God tingkat 10. Naru setelah seluruh keinginannya terpenuhi, dia akan mulai melakukan penyerangan ke tempat lain, dengan tujuan mengalahkan mereka, dan menjadikan mereka sebagai budaknya.


Sebenarnya, saat ini hanya ada kekuatan Klan Luo yang diwaspadai oleh sosok penguasa Pulau Besar Jin Dao. Dia merasa jika Klan Luo jauh lebih kuat dari apa yang terlihat, dan dia merasa kekuatannya saat ini belum cukup kuat untuk berhadapan dengan kekuatan milik Klan Luo. Apalagi, di Klan Luo ada sosok Patriak Klan, yang mana dia sendiri tidak tahu sekuat apa orang itu.


Penguasa Pulau Besar Jin Dao tanpa sepengetahuan orang-orang kepercayaannya, dia juga melatih ribuan prajurit secara khusus, yang nantinya prajurit itu akan dia kerahkan untuk membantunya mengalahkan Patriak Klan Luo.


Setelah ribuan prajurit yang dia latih siap turun ke medan perang, saat itu juga dia akan mulai mempersiapkan segalanya, untuk menyerang Klan Luo dan seluruh Klan yang menjadi sekutu Klan Luo.


......................

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2