Legenda Sang Dewa

Legenda Sang Dewa
Guang Wu Sekarat


__ADS_3

Sosok pria yang baru datang adalah Guang Wu, dan saat melihat sosok Luo Feng, dia merasa sesuatu yang buruk bakalan terjadi pada dirinya jika berhadapan dengan pria itu.


Namun, dengan Su Jing di sisinya, dia yakin dapat mengalahkan pria itu.


Melihat pertempuran orang-orang kepercayaan Su Jing dengan tiga sosok yang jauh lebih kuat dari mereka, Guang Wu mengabaikan pertempuran mereka, dan dia fokus membantu Su Jing melawan pria, yang dia ketahui pria itu adalah Patriak Klan Luo.


“Istriku, apa pria itu melukaimu?” tanya Guang Wu, memastikan Su Jing dalam keadaan baik-baik saja.


Su Jing yang mendengar itu menggelengkan kepalanya, “Orang lemah sepertinya bagaimana mungkin bisa melukaiku? Yang ada sebentar lagi dia bakalan mati di tanganku!” ucap Su Jing.


Guang Wu yang mendengar itu dia mengangguk dan tersenyum. Melihat istrinya sangat percaya diri bisa mengalahkan Patriak Klan Luo, artinya dia memang bisa melakukannya, dan tugasnya kali ini adalah memberi bantuan padanya. Bukannya menyadarkan perbuatan salah istrinya dan mengurangi kemarahan Luo Feng, yang ada Guang Wu justru mendukung istrinya, dan membuat Luo Feng semakin marah.


Swush... Swush...


Su Jing dan Guang Wu segera mengerahkan kekuatan puncak mereka, yang mana kekuatan Su Jing saat ini berada di tingkat 69 ranah True God, sedangkan Guang Wu berada di tingkat 21 ranah True God. Perbedaan kekuatan yang begitu mencolok, dan karena itu Guang Wu tidak pernah bisa mencegah apa yang ingin dilakukan istrinya.


Luo Feng yang merasakan kekuatan mereka, bukannya melindungi dirinya sendiri, dia justru melakukan segel tangan rumit, menciptakan jubah pelindung untuk Lui Xue dan dua orang lainnya, supaya meraka tidak tertekan oleh kekuatan Su Jing dan Guang Wu.


Su Jing dan Guang Wu yang melihat tindakan Luo Feng, keduanya sama-sama mengerutkan kening, dikarenakan keduanya merasa aneh dengan keputusan Luo Feng. Bukannya melindungi dirinya sendiri, tapi dia justru memilih melindungi orang lain.


Luo Xue dan dua orang lainnya memanglah orang lain bagi Su Jing dan Guang Wu, tapi bagi Luo Feng mereka adalah bagian dari hidupnya yang harus dilindungi, apalagi untuk Luo Xue yang merupakan istrinya.


Dia akan melakukan apapun untuk menjamin keselamatan istrinya.


Luo Feng tentu saja sadar dengan tatapan aneh Su Jing dan Guang Wu yang ditujukan pada dirinya. Mengabaikan pandangan mereka, Luo Feng menunjukkan sesuatu yang membuat kedua musuhnya ternganga lebar.


Luo Feng tidak menunjukkan sesuatu yang berlebihan pada mereka, dia hanya menunjukkan ranah kekuataan, yang mana saat ini dia menunjukkan ranah kekuatan True God tingkat 80, jauh lebih kuat dari Guang Wu, maupun Su Jing.


Su Jing yang sebelumnya meremehkan kekuatan milik Luo Feng, saat ini dia dibuat kesulitan menelan ludahnya sendiri, begitu melihat langsung kekuatan yang dimiliki oleh Luo Feng.


Kini ada sedikit penyesalan pada diri Su Jing, yang mana dia telah salah dalam memilih musuh. Nyatanya, musuhnya lebih kuat dari Guang Wu, maupun dirinya.


Swush...

__ADS_1


Aura kuat Luo Feng menyebar, membuat Su Jing dan Guang Wu yang merasakannya sedikit tertekan. Kalau saja mereka tidak menyatukan kekuatan, bisa dipastikan mereka bakalan jatuh tersungkur akibat tidak kuasa menahan tekanan kuat, aura kekuatan yang dimiliki oleh Luo Feng.


“Istriku, ini tidak akan berakhir baik jika kita terus melanjutkan pertarungan!” ucap Guang Wu yang benar terlambat, dikarenakan saat ini pintu mereka kembali telah ditutup rapat oleh Luo Feng.


Su Jing sempat berpikir mundur untuk pergi melarikan diri, tapi firasatnya mengatakan jika tidak lagi ada kesempatan untuknya pergi melarikan diri.


‘Sial! Ini semua benar-benar di luar prediksiku!’ batin Su Jing mengeluh.


Saat keduanya ragu dengan apa uang harus mereka lakukan, di sisi lainnya Luo Feng sama sekali tidak ragu membunuh keduanya, bahkan setelahnya dia berencana pergi ke Alam Surgawi dan memusnahkan mereka yang memiliki hubungan dengan dua orang, yang saat ini menjadi musuhnya.


Itu semua ingin dia lakukan untuk membalas perbuatan mereka pada Klan Luo.


“Jika kalian masih ingin lanjut berbicara, lakukan itu di alam kematian!”


Luo Feng berteriak, dan tiba-tiba sosoknya sudah berada di dekat Su Jing dan Guang Wu. Dengan pedang cahaya dan pedang elemen yang berada di tangannya, dia langsung saja menyerang mereka, yang dianggapnya sebagai musuh.


Beruntung keduanya masih sempat menghindar saat serangan Luo Feng datang, membuat mereka terhindar dari kematian.


“Sangat cepat dan aku sama sekali tidak bisa memprediksi gerakannya!” ucap pelan Su Jing.


Keduanya sadar jika kematian mereka sepertinya telah ditentukan, dan sosok yang saat ini melawan mereka, dia adalah sosok yang membawa kematian untuk mereka.


“Beruntung kalian sempat menghindar, kalau tidak, bisa aku pastikan kalian saat ini hanya tersisa nama!” ucap Luo Feng.


“Jangan harap kau mudah membunuhku!” teriak Su Jing.


“Meski kau kuat, aku tidak akan mudah kau kalahkan!” ucap Guang Wu.


“Nyatanya aku dengan mudah bisa membunuh kalian!” ucap Luo Feng, dan langsung saja dia melemparkan pedang elemen ke arah Guang Wu.


Pedang elemen melesat cepat menuju arah Guang Wu, tapi di tengah-tengah jalan pedang itu menghilang tanpa jejak.


“Hahaha.. seranganmu bahkan tidak bisa menyentuh,...

__ADS_1


Jleb... Aaaaaaargh...


Belum sempat Guang Wu menyelesaikan ucapannya, dia lebih dulu berteriak kesakitan saat pedang elemen tiba-tiba muncul dihadapannya, dan langsung saja menghujam dadanya.


Tertembus bilah tajam pedang elemen dari bagian depan tubuhnya tembus ke bagian belakang, jelas saja luka Guang Wu sangatlah serius, dan darah segar terus mengalir dari luka segar di tubuhnya.


Darah segar juga mengalir keluar dari mulut Guang Wu, dan tidak lama kemudian dia roboh dengan keadaan luka yang semakin parah.


“Pria lemah, apa kau memilih mati hanya dengan serangan sperti it?” teriak Su Jing yang belum sadar separah apa luka yang dialami Guang Wu.


Dia baru sadar jika Guang Wu mengalami luka parah saat melihat darah menggenang di sekitaran tubuh Guang Wu, dan dia merasakan aura kehidupan Guang Wu yang semakin melemah.


Organ dalam bukan sesuatu yang dapat diregenerasi dengan cara biasa. Setidaknya butuh pil regenerasi yang begitu langka untuk meregenerasi organ dalam.


Guang Wu yang organ dalamnya mengalami luka parah, dia akan segera mati jika tidak segera menelan pil regenerasi.


Kebetulan Su Jing memiliki beberapa pil regenerasi, tapi saat dia ingin memberikan pil itu pada Guang Wu, dengan gerakan yang begitu cepat, pedang cahaya memotong lengan Su Jing, membuat pil di tangannya terjatuh.


Saat pil regenerasi yang merupakan pil spiritual bersentuhan dengan tanah, saat itu juga bisa dipastikan manfaat pil itu akan diserap oleh tanah, dan pil itu menjadi barang yang tidak berharga.


“Kau, apa yang telah kau lakukan? Membuat pil ini jatuh, sama saja kau telah membunuh suamiku!” teriak lantang Su Jing, yang kini sedang mengkhawatirkan keadaan suaminya.


Bukannya simpati, melihat Su Jing yang begitu mengkhawatirkan keadaan suaminya, Luo Feng justru terkekeh pelan, dan sama sekali tidak peduli dengan keadaan Guang Wu, maupun Su Jing.


“Jauh lebih baik jika dia cepat mati!” ucap Luo Feng datar.


Su Jing yang sangat mencintai Guang Wu, tentunya dia tidak terima dengan ucapan Luo Feng, dan dia juga tidak terima dengan apa yang dilakukan Luo Feng.


Sementara itu, Guang Wu yang masih memiliki sedikit kesadaran, dengan suara lirih dia bicara, “Istriku, dia bukan lawan yang bisa kau kalahkan! Sebaiknya segera pergi dari tempat ini, dan biarkan aku yang mengulur waktu, sampai kamu pergi jauh dari tempat ini!”


“Aku tidak akan pergi dari tempat ini sebelum membunuhnya! Dia dan semua yang berhubungan dengannya harus mati, setelah apa yang dilakukannya padamu!” ucap Su Jing.


Meski tahu kecil kemungkinan dapat mengalahkan Lui Feng, Su Jing tidak gentar, dan dia masih memiliki sedikit keyakinan dapat mengalahkan Luo Feng.

__ADS_1


......................


Bersambung.


__ADS_2