Legenda Sang Dewa

Legenda Sang Dewa
Menyerang Pulau Besar Jin Dao


__ADS_3

Walaupun penguasa Pulau Besar Jin Dao telah musnah ditangan Luo Feng, tapi kekuatan yang tersisa di pulau itu sama sekali tidak lemah. Setidaknya masih ada sepuluh sosok dengan kekuatan berada di ranah Immortal God tingkat 10 sampai tingkat 30, selain itu masih ada dua juta prajurit elite Pulau Besar Jin Dao yang memiliki kekuatan di ranah Supreme God Emperor mulai dari tingkat 3 sampai tingkat 6.


Akan tetapi, sekalipun mereka kuat, tetap saja mereka bukan kekuatan yang mampu mengimbangi kekuatan besar Klan Luo, yang saat ini dipimpin Luo Feng pergi ke Pulau Besar Jin Dao. Hanya dengan kekuatan Luo Feng saja sudah cukup untuk mengalahkan mereka semua, apalagi saat ini Luo Feng membawa setidaknya satu juta prajurit Klan Luo dengan kekuatan ke seluruh berada di ranah Immortal God.


Ditambah kebetadaan Luo Xue, Luo Long, Luo Nui, Shen Huang dan empat orang lainnya, jelas tidak ada satupun kekuatan di Pulau Besar Jin Dao yang dapat mengalahkan mereka. Jika mereka yang tersisa di Pulau Besar Jin Dao tidak menyerah, bisa dipastikan mereka akan musnah hanya dalam waktu kurang dari satu hari setelah kedatangan Luo Feng dan yang lainnya.


Sebenarnya tidak ada keinginan Luo Feng menyerang Pulau Besar Jin Dao, tapi dikarenakan takut akan adanya kekuatan tersembunyi di Pulau Besar Jin Dao, yang suatu hari nanti dapat membahayakan Klan Luo, dikarenakan kekuatan tersembunyi itu ingin membalas apa yang terjadi belum lama ini. Akhirnya Luo Feng memutuskan menyerang Pulau Besar Jin Dao, dan dia sendiri yang memimpin penyerangan.


Dengan kekuatannya sendiri sebenarnya Luo Feng yakin dapat mengalahkan seluruh kekuatan yang ada di Pulau Besar Jin Dao, tapi karena semua orang tidak mengizinkannya pergi sendirian apalagi Luo Xue yang ingin ikut dengannya berperang, akhirnya dia hanya membawa orang-orang pilihannya untuk pergi menyerang kekuatan sisa yang dimiliki Pulau Besar Jin Dao.


Perjalanan dari Pulau Besar Luo Dao menuju Pulau Besar Jin Dao bukanlah perjalanan singkat. Setidaknya membutuhkan waktu paling cepat empat hari untuk sampai ke tempat tujuan. Waktu yang sama saat orang-orang dari Pulau Besar Jin Dao melakukan perjalanan menuju Pulau Besar Luo Dao untuk berperang, tapi sayangnya mereka ditaklukkan sebelum turun keedan perang yang sesungguhnya.


......................


Di tempat yang sangat jauh, tepatnya di aula megah, di Istana Penguasa Alam Surgawi.


Penguasa Alam Surgawi sedang melakukan pertemuan dengan empat orang Panatua, yang merupakan orang-orang kepercayaannya selama dua miliar tahun terakhir. Alasan Penguasa Alam Surgawi bertemu mereka adalah untuk membahas sosok pria di Alam Semesta, yang bisa dikatakan jikalau pria itu saat ini adalah sosok terkuat yang ada di Alam Semesta.


“Mungkin kalian sudah tahu jika di Alam Semesta yang lebih rendah dari Alam Surgawi belum lama ini telah terjadi dua pertempuran besar, dan dalam dua pertempuran besar hanya memiliki satu pemenang, pemenang yang sama dalam dua pertempuran besar!” ucap Guang Wu, sosok Penguasa Alam Surgawi.


Keempat Panatua mengangguk mendengar semua itu, dikarenakan mereka tahu jika di Alam Semesta telah terjadi dua kali pertempuran besar, dan Klan Luo adalah satu-satunya pihak yang memenangkan pertempuran. “Apa Tuan merasa jika Klan Luo mengincar kedudukan di Alam Surgawi?” tanya Su Yao, satu-satunya Panatua wanita di Istana Penguasa Alam Surgawi.


“Aku tidak merasa jika Klan Luo mengincar kedudukan di Alam Semesta, tapi istriku yang sangat yakin jika Klan Luo menginginkan sebuah kedudukan di Alam Surgawi!” ucap Guang Wu.


Ke-empat Panatua menghela napas panjang mendengar apa yang baru diucapkan Guang Wu. “Sebaiknya Tuanku kali ini tidak terlalu mengikuti apa yang menjadi keinginan Nyonya! Saya cuma takut jika semakin banyak orang kuat di luar sana yang memusuhi Tuan hanya karena kesalahpahaman, yang semua itu diawali dari keinginan Nyonya yang tidak masuk akal!” ucap Yang Mu, Panatua tertua yang kesetiaannya tidak perlu diragukan.


“Kalau aku tidak mengikuti apa yang menjadi keinginannya, bukannya kalian sudah tahu apa yang akan dilakukan Nyonya kakian? Dia akan melakukannya seorang diri, dan itu tidak akan berdampak baik bagi siapapun yang sudah menjadi target incarannya!” ungkap Guang Wu.


Semua tahu kenekatan Su Jing, istri Guang Wu yang juga merupakan kakak dari Su Yao. Selain nekat, Su Jing juga dikenal karena sifat keras kepala dan sifat kejam yang dimilikinya. Dia senantiasa memusnt kekuatan yang dianggapnya bisa mengusik kekuasaan suaminya.


Sudah banyak kekuatan yang tidak tahu apa-apa, tiba-tiba mereka musnah di tangan Su Jing, yang menganggap mereka sebagai ancaman. “Saat ini dia sudah menyiapkan kekuatan, dan mungkin tidak lama lagi dia akan mendatangi Klan Luo. Dia datang tentu hal buruk akan terjadi pada Klan Luo, dan aku sendiri tidak bisa menghentikannya. Bagaimanapun juga dia dan orang-orang kepercayaannya jauh lebih kuat dari kita, dan jika bukan karena dia istriku, mungkin sudah lama aku kehilangan posisi Penguasa Alam Surgawi!” ucap Guang Wu, dan dia sama sekali tidak memiliki niatan menghentikan apa yang akan dilakukan istrinya.


Saat Guang Wu saja tidak bisa menghentikan istrinya, apalagi orang lain. Su Yao juga tidak mungkin bisa menghentikan apa yang ingin dilakukan kakaknya. Jika memaksa menghentikannya, yang ada dirinya akan terluka oleh kemarahan seorang Su Jing.


“Tuanku, apa tidak sebaiknya kita memberitahu Klan Luo jika bahaya segera mendatangi mereka?” ujar Yang Mu, yang mana sebenarnya dia sama sekali tidak peduli pada apa yang nantinya menimpa Klan Luo.


Sekalipun nantinya Su Jing menghancurkan Klan Luo dan memusnahkan seluruh anggota Klan Luo, itu tidak akan berpengaruh pada hidupnya, jadi untuk apa juga terlalu peduli pada sesuatu yang tidak berpengaruh pada hidupnya?

__ADS_1


Guang Wu sejenak terdiam dengan pandangan tertuju pada empat orang di hadapannya. Terlihat olehnya jika mereka berempat tidak ada yang peduli dengan nasib Klan Luo, dan sebenarnya dia juga tidak peduli dengan apa yang akan terjadi pada Klan Luo.


“Biarkan saja Su Jing melakukan apa yang ingin dia lakukan, dan sudah nasib Klan Luo musnah di tangannya,” ucap Guang Wu acuh, dan setelahnya dia membiarkan ke-empat Panatua pergi meninggalkan ruangannya.


“Klan Luo, entah kenapa aku merasa sesuatu yang buruk akan terjadi jika berani mengusik mereka!” gumam Guang Wu, tapi dia benar-benar memilih acuh dan tidak berusaha menghentikan istrinya.


Dia merasa perasaannya hanyalah ketakutan yang tidak mendasar, dikarenakan dia selama ini belum pernah bertemu sosok yang lebih kuat dari istrinya. Dia sangat yakin jika selamanya tidak akan pernah ada sosok yang lebih kuat dari istrinya.


......................


Setelah beberapa hari berlalu, akhirnya Luo Feng dan semua yang ikut bersamanya, mereka sampai di Pulau Besar Jin Dao. Baru juga mendaratkan kaki di tanah Pulau Besar Jin Dao, dari kejauhan semua orang bisa merasakan pergerakan jutaan sosok, yang bergerak cepat menuju tempat mereka. Pergerakan jutaan sosok sangatlah cepat, dan hanya dalam sekejap mata mereka semua telah muncul tidak jauh dari tempat Luo Feng dan yang lainnya.


Semua orang yang datang memiliki kekuatan di ranah Supreme Gos Emperor, dan ada lima orang dari mereka yang memiliki kekuatan di ranah Immortal God. Kekuatan mereka jelas bukan lawan sepadan untuk Luo Feng dan yang lainnya.


Meski mereka memiliki keunggulan dalam jumlah, jika memutuskan berperang, mereka sama sekali tidak memiliki kesempatan bisa mengalahkan Luo Feng dan yang lainnya.


Jangankan mengalahkan, mereka bahkan sama sekali tidak memiliki kesempatan melukai Luo Feng dan yang lainnya. Memutuskan berperang hanya akan membuat mereka semua musnah tidak bersisa, hanya dalam waktu yang begitu singkat.


Luo Feng menatap lima orang yang menatapnya. Kelima orang itu menatap Luo Feng sambil mencoba menekannya, menggunakan aura kekuatan mereka, tapi apa yang mereka lakukan tidak ada hasinya, yang ada Luo Feng hanya terkekeh merasakan kekuatan mereka, “Hehehe... apa dengan kekuatan kalian yang begitu lemah, kalian merasa dapat menekanku? Aura jekuatan kalian sama sekali tidak terasa, dan jika kalian ingin tahu apa itu yang dinamakan kekuatan, dengan senang hati aku akan menunjukkan pada kalian apa itu yang dinamakan kekuatan!”


Lima orang yang sebelumnya melayang di langit, seketika mereka jatuh mengantam tanah dengan sangat keras, saat mereka tidak kuasa menahan kuatnya tekanan aura kekuatan Luo Feng. Bukan aura kekuatan ranah Immortal God, tapi mereka saat ini merasa kekuatan aura kekuatan yang telah melampaui ranah Immortal God. Aura kekuatan melampaui ranah Immortal God, kelimanya kini sadar jika mereka telah salah memilih lawan, dan kematian sudah terbayang di depan mereka.


Sementara lebih dari lima juta orang yang datang bersama lima orang, yang saat ini tidak berdaya berhadapan dengan kekuatan Luo Feng, bukannya pergi melarikan diri, mereka justru bertindak konyol dengan mengambil keputusan maju menyerang Luo Feng dan yang lainnya.


Luo Feng menghela napas panjang melihat jutaan orang lemah maju menyerangnya, “Mereka datang mencari kematian!” ucapnya pelan dan dia tersenyum tipis.


Saat Luo Feng ingin maju menghadapi mereka, dia didahului oleh Luo Xue dan yang lainnya. Jadilah dia saat ini menjadi penonton jalannya pertempuran antara jutaan prajurit yang berasal dari Pulau Besar Jin Dao, melawan prajurit Klan Luo, yang dipimpin langsung oleh Luo Xue. “Aku tidak perlu turun tangan secara langsung jika musuhnya hanya mereka!” ucap Luo Feng, dan dia terus saja melihat jalannya pertempuran.


Mudah bagi prajurit Klan Luo memusnahkan lawan mereka, sekalipun mereka harus melakukan pertarungan satu lawan banyak. Perbedaan kekuatan membuat mereka yang seorang diri jauh lebih unggul, daripada mereka yang main keroyokan.


Luo Feng tersenyum melihat semua orang terlihat bersenang-senang. “Kalian berlima sebaiknya mati saja!” Luo Feng melambaikan tangannya, dan lima orang di hadapannya seketika mati dengan tubuh terbelah menjadi dua bagian.


......................


Luo Feng dan yang lainnya dengan mudah memusnahkan musuh yang menyambut kedatangan mereka. Sekarang mereka melanjutkan perjalanan, dan tujuan mereka saat ini adalah Istana penguasa Pulau Besar Jin Dao.


Istana itu berada si tengah-tengah Pulau Besar Jin Dao, dan mereka semua yakin jika di tempat itu terdapat kekuatan terakhir pengikut penguasa Pulau Besar Jin Dao, yang sudah mati di tangan Luo Feng.

__ADS_1


Dengan informasi yang sudah dimilikinya, mudah bagi Luo Feng mengetahui keberadaan istana Penguasa Pulau Besar Jin Dao. Dari tempatnya saat ini setidaknya dibutuhkan waktu kurang dari setengah hari untuk sampai di tempat itu. Namun, perjalanan bisa lebih lama jika tiba-tiba ada musuh yang datang, dan menghambat perjalanan mereka.


Beberapa waktu berlalu, perjalanan Luo Feng dan yang lainnya sangatlah lancar, dan akhirnya mereka semua sampai di depan gerbang megah, yang merupakan gerbang istana Penguasa Pulau Besar Jin Dao. Terlihat adanya formasi yang melindungi seluruh kawasan istena, selain itu ada prajurit yang sepertinya tidak akan mengizinkan Luo Feng dan yang lainnya memasuki kawasan istana Penguasa Pulau Besar Jin Dao.


“Apa kalian tidak ingin menyerah dan membiarkan kami masuk secara baik-baik?” tanya Luo Feng pada lima sosok yang kekuatannya setara dengan lima orang yang sebelumnya kati di tangannya.


“Kami tidak akan membiarkan kalian memasuki wilayah istana Penguasa Pulau Besar Jin Dao! Jika kalian ingin masuk, langkahin dulu mayat kami!” ucap seseorang di atas gerbang istana.


Mendengarnya Luo Feng tersenyum, lalu dia berkata dengan sura lantang, “Jika itu yang menjadi keinginan kalian, dengan senang hati aku akan mengabulkannya untuk kalian!” Cepat Luo Feng membuat segel tangan, dan begitu segel tangan selesai di bentuk, dia menyentuh formasi yang melindungi istana Penguasa Pulau Besar Jin Dao.


Begitu telapak tangan Luo Feng bersentuhan dsngan formasi yang melindungi istana Penguasa Pulau Besar Jin Dao, saat itu juga formasi yang terlihat kuat hancur, dan begitu formasi hancur, Luo Feng bicara pada Luo Xue dan yang lainnya, “Silahkan kalian lanjut bersenang-senang, dan aku akan kembali menjadi penonton apa yang kalian lakukan!” ucapnya dengan begitu santai.


Tidak menunggu perintah, begitu mendengar ucapan Luo Feng, Luo Xue dan yang lainnya langsung saja bergerak maju melawan penjara istana Penguasa Pulau Besar Jin Dao.


Pertempuran segera saja terjadi di gerbang istana Penguasa Pulau Besar Jin Dao. Penjaga istana memiliki jumlah lebih banyak, tapi jumlah sama sekali tidak berguna di hadapan prajurit Klan Luo yang jauh lebih kuat dari mereka.


Luo Xue yang dikawal oleh Luo Long dan Luo Nui, ketiganya dengan mudah membunuh siapapun musuh, yang mendekat ke arah mereka.


Tanpa adanya formasi yang melindungi istana, pertempuran dengan mudah didominasi oleh kekuatan prajurit Klan Luo. Pelindung istana dibuat tidak berdaya oleh prajurit Klan Luo. Sekalipun ada lima prajurit penjaga istana yang melawan salah satu prajurit Klan Luo, tidak membutuhkan waktu lama bagi prajurit Klan Luo membunuh kelima musuhnya.


Ketika penjaga di bagian depan hampir dikalahkan seluruhnya, datang bala bantuan yang berasal dari penjaga di sisi lain. Akan tetapi, sekalipun banyak bala bantuan yang datang, dengan kekuatan yang sama, mereka hanya datang untuk mati di tangan prajurit Klan Luo.


“Bunuh mereka semua yang tidak menyambut baik kedatangan kita!” teriak salah satu prajurit Klan Luo.


“Bunuh mereka semua!” teriak prajurit lainnya, dan merka semakin bersemangat membunuh seluruh musuh, yang merupakan penjaga istana Penguasa Pulau Besar Jin Dao.


Ting...Ting... Ting... Slash...


Suara pedang terus beradu, dan senantiasa diakhiri dengan tebasan pedang, yang mengakhiri hidup penjaga istana Penguasa Pulau Besar Jin Dao.


Pertempuran masih terus berlanjut, dan diwaktu yang sama banyak pelayan yang memilih pergi melarikan diri dari istana Penguasa Pulau Besar Jin Dao. Mereka adalah orang-orang lemah, yang tidak memiliki kekuatan untuk melakukan pertarungan. Oleh karena itu mereka lebih memilih pergi melarikan diri daripada mati konyol di tengah-tengah pertempuran.


Dengan banyaknya penjaga istana Penguasa Pulau Besar Jin Dao yang mati di tangan prajurit Klan Luo, bisa dipastikan tidak lama lagi kemenangan akan menjadi milik orang-orang yang datang bersama Luo Feng.


......................


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2