Legenda Sang Dewa

Legenda Sang Dewa
Serangan Gurita Raksasa


__ADS_3

Shen Huang dan empat orang lainnya merasakan bahaya dari sosok gurita raksasa yang tiba-tiba saja muncul, dan membuat kekacauan di kota yang ingin mereka singgahi.


Shen Huang yang tidak tahu tentang sosok gurita raksasa, dia bertanya pada Luo Feng, “Guru, sebenarnya makhluk apa itu? Apa dia salah satu penghuni samudra di depan sana?”


“Aku bisa memanggil makhluk itu seekor gurita, tapi karena ukurannya besar, aku akan memanggilnya gurita raksasa. Lalu apa dia merupakan salah satu penghuni samudra di depan sana, aku bisa memastikan kalau dia memang salah satu penghuni samudra,” jawab Luo Feng.


Tanpa banyak bicara setelah memberi jawaban pada Shen Huang, Luo Feng langsung saja melayang maju mendekati sosok gurita raksasa yang sedang mengamuk.


Shen Huang dan yang lainnya, perlahan mereka mengikuti Luo Feng, meski ada perasaan takut pada sosok gurita raksasa yang terus saja mengamuk, dengan menghancurkan apa saja yang berada di dekatnya. Kapal-kapal nelanyan seluruhnya telah hancur, dan sekarang dia bergerak mendekati kota di pesisir pantai.


Gurita raksasa dengan delapan tentakel berukuran besar, perlahan sosok itu bergerak menuju pusat kota sambil menghancurkan apapun yang dilewatinya. Banyak prajurit kota yang mencoba menghentikannya, tapi hanya dengan kekuatan mereka yang berada di ranah Nirvana, bukannya melukai musuh, yang ada mereka justru menjadi makanan musuh.


Sudah puluhan prajurit mati dan menjadi makanan gurita raksasa yang semakin terlihat mengerikan saat memasuki pusat kota. Luo Feng yang melihat seluruh kejadian dari kejauhan, dia sedang melihat sekeliling, mencoba mencari tahu ada tidaknya sosok yang mengendalikan gurita raksasa, yang kekuatannya setara dengan kultivator ranah Martial Emperor.


Shen Huang dan empat orang lainnya yang berada di belakang Luo Feng, mereka menunggu perintah yang akan diberikan Luo Feng pada mereka. Jika Luo Feng ingin mereka maju menyerang, mereka akan maju menyerang, dan jika tak ada perintah mereka hanya akan diam.


Luo Feng yang melihat sekeliling, dia tak menemukan adanya sosok yang mengendalikan pergerakan gurita raksasa, yang menunjukkan jika gurita raksasa murni binatang buas yang datang dari samudra dan kedatangannya merupakan mimpi buruk untuk kota yang setengahnya telah hancur menjadi reruntuhan.


Mengetahui itu dan sekaligus ingin melihat perkembangan Shen Huang dan yang lainnya, Luo Feng segera memberi perintah pada mereka, “Kalian bekerjasama lah dengan prajurit kota untuk mengalahkan gurita itu! Kerahkan semua yang kalian miliki untuk mengalahkannya, dan jangan ragu jika ada kesempatan membunuhnya!”


Shen Huang menganggukkan kepala mengerti, begitu juga dengan yang lainnya, dan setelahnya mereka melesat maju menyerang gurita raksasa, serta saling bekerjasama dengan prajurit kota.


Sementara itu, Luo Feng yang melihat pertarungan kelima muridnya, dia justru membayangkan betapa nikmatnya daging gurita bakar.


Jelas tidak ada yang tahu jika daging gurita bisa diolah menjadi makanan, tapi melihat besarnya ukuran gurita yang sedang mengamuk, Luo Feng tak yakin daging gurita bisa dimakan.


“Kalaupun bisa diolah menjadi makanan seperti di Bumi, pasti butuh waktu lama untuk memasaknya, dan ada kemungkinan aku harus melakukan olahraga rahang jika ingin daging gurita masuk ke dalam perutku!” ucapnya sambil terus melihat jalannya pertarungan.


Sementara itu, jalannya pertarungan mulai sedikit berimbang setelah kedatangan Shen Huang dan empat orang lainnya. Namun, keberadaan mereka masih belum bisa membunuh gurita raksasa yang benar-benar kuat dan merepotkan.

__ADS_1


Bagaimana tidak merepotkan kalau tiap kali salah satu tentakelnya terpotong, hanya dalam waktu sangat singkat tentakel yang terpotong akan memunculkan tentakel baru, dan kejadian itu terus saja terulang begitu ada seseorang yang berhasil memotong salah satu tentakel gurita raksasa.


Shen Huang dan ke-empat saudaranya saling bekerjasama, dan mereka ingin melihat apa yang terjadi jika seluruh tentakel gurita terpotong di waktu bersamaan.


Jika dipotong satu-persatu tentakel itu akan tumbuh kembali dengan sangat cepat, mereka memiliki keyakinan tentakel itu akan tumbuh lebih lambat jika dipotong diwaktu bersamaan. Jadi, saat tentakel gurita belum kembali tumbuh, mereka bisa melancarkan serangan ke bagian tubuh gurita.


Shen Huang mengayunkan pedang di tangannya, dan dia berhasil memotong dua tentakel. Di waktu bersamaan, ke-empat saudaranya berhasil memotong enam tentakel lainnya, yang membuat gurita raksasa kehilangan seluruh tentakelnya.


Mengira akan lebih lambat tumbuh saat dipotong diwaktu bersamaan, nyatanya mereka salah. Saat akan menyerang tubuh gurita yang tanpa perlindungan tentakel, Shen Huang dan yang lainnya secepatnya melompat mundur, saat tiba-tiba delapan tentakel kembali muncul, dan bergerak cepat menyerang siapapun yang mendekati tubuh gurita.


Dengan wajah kesal karena tidak tahu cara mendekati tubuh gurita raksasa, Shen Huang berkata, “Sebenarnya tidak sulit mengalahkannya jika kita bisa menjangkau tubuhnya, tapi sayangnya dia memiliki delapan kaki aneh yang melindungi tubuhnya, dan semakin aneh saat kaki-kaki itu terus bermunculan meskipun telah berkali-kali dipotong.”


“Kata Guru, kita tidak perlu ragu menggunakan seluruh kekuatan untuk membunuhnya, jadi bagaimana kalau kita menggunakan seluruh kekuatan kita untuk membunuhnya?” ucap Shen Lusi mengingatkan semua saudaranya tentang pesan Luo Feng.


Mereka akhirnya sepakat mengerahkan seluruh kekuatan untuk membunuh gurita raksasa yang terus membuat kehancuran di tengah-tengah kota. Melawan binatang buas penguasa lautan, mereka memang perlu mengerahkan seluruh kekuatannya.


Shen Huang berdiri di tengah-tengah ke-empat saudaranya, dan tak lama ledakan aura kuat terpancar dari tubuh mereka.


Mendengar ucapan Shen Huang, empat orang lainnya menganggukkan kepala, dan setelahnya bersama-sama mereka maju menyerang gurita raksasa. Para prajurit kota yang merasakan pancaran aura kekuatan mereka, segera seluruh prajurit kota bergerak menjauh karena tidak ingin mengganggu apa yang akan dilakukan Shen Huang dan ke-empat saudaranya.


Mereka berlima bergerak cepat bagaikan kilatan cahaya saat jarak dengan gurita raksasa sangat dekat. Dengan gerakan cepat, mereka berhasil memotong seluruh tentakel, dan langsung melayangkan serangan menuju tubuh tentakel yang terlihat lemah.


Menggunakan pedang di tangan masing-masing, mereka menebas berkali-kali tubuh gurita raksasa, membuat sosok tinggi besar itu akhirnya tumbang. Namun, gurita raksasa itu belum mati meski sudah terkena berbagai macam serangan. Dia mencoba bangkit dan menumbuhkan kembali seluruh tentakelnya.


Akan tetapi, belum juga bangkit dan berhasil menumbuhkan kembali kedelapan tentakelnya, Shen Huang dan ke-empat saudaranya kembali melakukan serangan lebih ganas dari sebelumnya.


Serangan mereka kali ini bukan sekedar melukai tubuh gurita raksasa, tetapi serangan itu berhasil menghancurkan tubuh gurita raksasa. Dengan hancurnya tubuh gurita raksasa dan tak ada tanda-tanda makhluk itu kembali bergerak dan menumbuhkan seluruj tentakelnya, sekarang bisa dipastikan makhluk itu benar-benar mati.


Kematian gurita raksasa di tangan kelima muridnya ternyata belum membuat Luo Feng lega, karena dia merasakan ada sosok kuat yang datang mendekat ke tempatnya saat ini, dan sosok itu datang dari langit.

__ADS_1


Luo Feng menatap langit biru yang mulai menguning karena sebentar lagi malam, “Seseorang dengan kekuatan yang cukup kuat, jauh lebih kuat dari Patriak Shen Qiong.”


“Dari kekuatannya, sepertinya dia bukan berasal dari pulau ini, dan auranya mengingatkanku pada orang-orang yang berasal dari Klan Qing.”


Yakin jika yang akan datang adalah seseorang yang berasal dari Klan Qing, Luo Feng segera menghampiri kelima muridnya yang sedang dikerumuni prajurit kota.


Melihat kedatangan Guru nya, Shen Huang dan empat orang lainnya segera menghampiri Luo Feng, apalagi saat melihat wajah serius ditunjukkan oleh pemuda yang telah menjadi guru mereka.


“Sepertinya kita akan kembali dipertemukan dengan orang-orang dari Klan Qing, dan yang kali ini datang bukanlah sosok sembarangan karena aku dapat merasakan kekuatannya telah berada di ranah Heavenly Emperor tingkat 5, kemungkinan dia salah satu Tetua Klan dari kediaman agung Klan Qing!” ungkap Luo Feng.


Baru juga Luo Feng selesai bicara, dari atas langit muncul seseorang yang diikuti dua ratus orang di belakangnya. Aura yang keluar dari tubuh mereka sangatlah kuat, bahkan Shen Huang dan ke-empat saudaranya kesulitan bertahan dari aura mereka. Hanya Luo Feng yang terlihat tak terpengaruh oleh aura kekuatan mereka.


Dengan gerakan berwibawa, pria dewasa yang sebelumnya melayang di ketinggian langi, perlahan dia turun menapakkan kaki di atas tanah, tak begitu jauh dari tempat Luo Feng dan kelima muridnya.


Melihat sekitar, pandangan pria dewasa itu bertemu dengan pandangan Luo Feng, yang kebetulan sedang tertuju padanya. Perasaan aneh segera menghampirinya, saat melihat seorang pemuda tak terpengaruh aura kekuatannya.


Sosok pria dewasa itu adalah Qing Ciao, Tetua Kesepuluh Klan Qing, yang belum lama ini sampai di Pulau Kecil Yue Dao bersama dengan dua ratus muridnya. Awalnya dia ingin langsung pergi ke daratan tengah, tapi dia cukup tertarik dengan lima orang pemuda yang lebih muda dari keseluruhan murid terbaiknya, yang sebelumnya sedang bertarung dengan binatang buas.


Kekuatan binatang buas lawan kelima itu setara dengan kultivator ranah Martial Emperor, tapi kelima pemuda yang kekuatannya berada di ranah Martial King, mereka dapat mengalahkan binatang buas itu dengan sedikit usaha.


Namun, saat ingin menghampiri kelimanya dan menawari mereka untuk menjadi muridnya, Qing Ciao justru dibuat tertarik oleh pemuda yang sebelumnya tak terlihat, tapi dia tertarik dengan pemuda itu karena hanya dia yang tak terpengaruh oleh aura kekuatannya.


Qing Ciao melangkahkan kaki mendekati Luo Feng, pemuda yang membuatnya sangat tertarik. Namun, saat jarak dia dan Luo Feng hanya tersisa kurang dari sepuluh langkah, tiba-tiba saja langkah kakinya terhenti, bahkan dia tak bisa menggerakkan tubuhnya, seolah ada sesuatu yang membuat tak bisa bergerak.


Luo Feng yang melihat Qing Ciao tak bergerak, dia menunjukkan senyuman sinis di wajahnya, lalu dia menunjukkan aura kekuatan yang jauh lebih besar dari milik Qing Ciao, tapi sebelumnya dia membuat array formasi yang menyegel seluruh wilayah Pulau Kecil Yue Dao, membuat siapapun tak bisa keluar masuk wilayah Pulau Kecil Yue Dao.


Bersama dengan terbentuknya array formasi yang menyegel seluruh wilayah Pulau Kecil Yue Dao, kekuatan besar meledak dari tubuh Luo Feng, membuat Qing Ciao yang tak bisa bergerak terpental mundur sejauh belasan langkah, bahkan dia menabrak beberapa muridnya sampai terjatuh.


Merasakan kekuatan hebat dari pemuda yang membuatnya tertarik, Qing Ciao melebarkan kedua matanya, tak percaya melihat seberapa besar kekuatan Luo Feng, “I-Itu bagaimana mungkin, kau memiliki kekuatan setara dengan Patriak Klan?”

__ADS_1


...----------------...


Bersambung.


__ADS_2