
Melihat pedang elemen di tangan Luo Feng tentu saja Luo Ang terkejut, sedangkan Luo Xue yang sudah beberapa kali melihat pedang elemen milik Luo Feng, ia baru tahu jika pedang itu merupakan senjata pusaka Klan Luo.
Pasalnya, pedang itu sudah lama berasa di tangan Luo Feng, sedangkan ayah angkatnya mengatakan jika ia baru saja mendapatkan petunjuk tentang keberadaan pedang itu dari mimpi. Tidak ada yang salah dari petunjuk mimpi ayah angkatnya, dikarenakan senjata pusaka itu memang berada di tempat yang sesuai informasi mimpi ayah angkatnya.
Luo Feng terkekeh melihat ekspresi terkejut Luo Ang. Sebelumnya ia sudah yakin jika Luo Ang bakalan terkejut begitu melihat pedang elemen di tangannya, dan ternyata apa yang diyakininya benar adanya. Luo Ang benar-benar terkejut, bahkan sampai sekarang ayah angkat Luo Xue itu, ia masih terdiam dengan mata terbuka lebar menatap pedang lemen di tangan Luo Feng.
Tidak lama, Luo Ang tersadar dari keterkejutannya, lalu ia segera mengarahkan pandangan ke arah Luo Feng. “Syukurlah, ternyata senjata pusaka Klan Luo telah berada di tangan orang yang tepat!” ucapnya dan ia tersenyum senang.
Luo Feng ikut tersenyum, lalu ia menyimpan kembali pedang elemennya ke cincin ruang miliknya. “Tetua Agung, bagaimana kalau kita segera pergi ke Pulau Besar Qing Dao?” tanyanya.
“Tuan Muda, apa kita tidak terlalu terburu-buru jika saat ini juga langsung mendatangi Pulau Besar Qing Dao? Hamba rasa, kekuatan kita saat ini masih terlalu lemah untuk menghadapi kekuatan utama Klan Qing!”
“Dan lagi, jika kita melawan Klan Qing, kita juga harus melawan sosok kuat, yang selama ini melindungi Klan Qing, yang mana Patriak Klan Luo yang sebelumnya kalah saat berhadapan dengan orang yang melindungi Klan Qing!” ungkap Luo Ang.
Luo Feng tahu siapa sosok pelindung Klan Qing yang dimaksud oleh Luo Ang. Ia akui orang itu kuat, tapi ia yakin dapat mengalahkan orang itu dengan kekuatannya saat ini.
Sementara itu untuk menghadapi Patriak Qing Qong, ia tahu siapa sosok yang bisa mengalahkan orang itu. Sosok yang ia maksud tidak lain adalah sosok kedua orangtuanya, dan ia yakin mereka dapat mengalahkan Patriak Klan Qing. Kalaupun kekuatan mereka belum cukup untuk mengalahkan Patriak Qing Qong, terpaksa dirinya turun tangan langsung membunuh orang itu.
“Tetua Agung, aku rasa kekuatan yang kita miliki saat ini lebih dari cukup untuk menghadapi kekuatan besar Klan Qing! Lagipula, aku sudah pernah mengalahkan Patriak Qing Qong sekali, dan aku juga pernah merasakan aura kekuatan sosok yang menjadi pelindung Klan Qing.”
“Aku akui sosok yang menjadi pelindung Klan Qing memang kuat, tapi aku yakin kekuatanku masih cukup untuk mengalahkan sosok itu!” ucap Luo Feng, tapi tidak begitu saja Luo Ang percaya akan ucapan Luo Feng.
“Ayah, Gege tidak bohong! Ia memang pernah mengalahkan Patriak Klan Qing sekali, dan sosok pelindung Klan Qing aku yakini sebagai sosok yang telah berhasil menyelamatkan Patriak Klan Qing, yang saat itu sedang dalam keadaan terluka parah!” ucap Luo Xue.
Setelah mendengar ucapan putri angkatnya, Luo Ang akhirnya percaya dengan Luo Feng, tapi ia masih sedikit ragu untuk langsung pergi ke Pulau Besar Qing Dao.
Akhirnya Luo Ang setuju pergi ke Pulau Besar Qing Dao, tapi ia mengajukan sebuah syarat pada Luo Feng. “Tuan Muda, kita akan pergi ke Pulau Besar Qing Dao begitu putriku berhasilkah menerobos ranah Supreme God Emperor! Sebelum ia berhasil menerobos ranah itu, kita tidak akan pergi ke Pulau Besar Qing Dao!” ucapnya tegas.
Luo Feng tersenyum singkat setelah mendengar apa yang dikatakan Luo Ang. Pergi setelah Luo Xue berhasil menerobos ranah Supreme God Emperor? Dengan banyaknya kristal kehidupan yang masih tersimpan rapi di cincin ruang miliknya, Luo Feng yakin mudah bagian Luo Xue dan kelima muridnya menerobos ranah Supreme God Emperor.
Bukan hanya Luo Feng yang tersenyum, tapi Luo Xue juga tersenyum setelah mendengar apa yang diucapkan ayah angkatnya. Kelima murid Luo Feng juga ikut tersenyum, dan mereka yakin jika tidak lama lagi Luo Xue dapat menerobos ranah Supreme God Emperor.
Melihat senyum Luo Feng, Luo Xue serta lima orang lainnya, Luo Ang merasa jika dirinya tidak mengerti apa-apa tentang mereka, dan ia yakin jika sulit bagi Luo Xue menerobos ranah Supreme God Emperor, meski saat ini kekuatannya sudah berada dinrm ranah God Emperor tingkat 9. ‘Tunggu dulu! Sejak kapan putri kecilku memiliki kekuatan di ranah God Emperor tingkat 9?’ tanyanya dalam hati.
__ADS_1
Luo Ang baru sadar jika kekuatan Lup Xue sudah berkembang sangat pesat, sejak terakhir kali ia bertemu Luo Xue. Ia sempat mengira jika Luo Xue sudah melakukan kultivasi ganda dengan Luo Fang, tapi melihat aura murni yang keluar dari tubuh keduanya, ia yakin keduanya belum melakukan kultivasi ganda.
Sekarang ia dibuat bingung bagaimana Luo Xue bisa berkembang pesat, padahal ia ingat belum genap satu tahu ia berpisah dengan Luo Xue, dan lagi Luo Xue masihlah seorang gadis yang mempertahankan kesuciannya.
“Putriku, apa ayah boleh tahu bagaimana caramu meningkatkan kekuatan selama berjauhan dengan ayah? Apa kamu telah menemukan hal baik yang berguna untuk meningkatkan kekuatan?” tanya Luo Ang pada Luo Xue.
Mendengar semua itu, Luo Xue mengeluarkan sebuah kristal kehidupan dari cincin ruang miliknya, lalu ia menunjukkan keberadaan kristal kehidupan di tangannya pada Luo Ang.
Luo Ang melihat jenis kristal apa yang ditunjukkan Luo Xue padanya. Namun, dari aura kehidupan yang dirasakannya meluap keluar dari kristal di tangan Luo Xue, ia yakin jika kristal itu dulunya bagian dari tubuh binatang buas ataupun monster.
“Tetua Agung, itu adalah kristal kehidupan yang biasanya terdapat di dalam tubuh binatang buas dan monster. Untuk mendapatkan manfaat dari kristal kehidupan, kita cukup menyerap energi kehidupan, yang terdapat di dalam kristal kehidupan itu!” ucap Luo Feng, menjelaskan cara mendapatkan manfaat kriatal kehidupan.
“Sementara itu, manfaat dari kita menyerap energi kehidupan, selain dapat meningkatkan kekuatan kita, energi kehidupan juga bisa memperkokoh pondasi kekuatan seorang kultivator!” lanjut Luo Feng.
Luo Ang mengangguk pelan setelah mendengar seluruh ucapan Luo Feng, dan ia merasa sangat bodoh karena selama ini tidak tahu fungsi sbenarnya dari kristal kehidupan, yang selama ini hanya dianggap sebagai sampah.
Memandang Luo Xue dan kelima muridnya, Luo Feng berkata pada mereka, “Xue’er, dan kalian berlima, segera lakukan kultivasi untuk segera bisa menerobos ranah Supreme God Emperor. Begitu kalian menerobos ranah Supreme God Emperor kita akan segera pergi ke Pulau Besar Qing Dao!” Tidak banyak bicara, begitu mendengar apa yang diucapkan Luo Feng, mereka segera berkuktivasi. Sedangkan Luo Ang, ia saat ini bergegas menghampiri ratusan orang yang datang bersamanya, lalu tidak lama kemudian mereka semua melayang turun, di tempat tidak terlalu jauh dari tempat Luo Feng.
Luo Feng menatap mereka yang berjalan menghampirinya, dan begitu tiba di hadapannya mereka ingin berlutut. Namun, dengan aura kekuatannya Luo Feng berhasil menahan mereka untuk tidak berlutut, dan karena tidak bisa berlutut, pada akhirnya mereka hanya menundukkan kepala, sebagai tanda jika mereka menghormati keberadaan Luo Feng. Terlihat, ratusan orang yang datang bersama Luo Ang sangat antusias, begitu mereka tahu siapa sosok Noah dari cerita Luo Ang. Mereka masih sulit percaya jika akhirnya bisa bertemu dengan sosok yang selama ini mereka carin keberadaannya.
‘Jika ingin cepat pergi ke Pulau Besar Qing Dao, aku harus bisa membuat mereka lebih cepat menerobos ranah Supreme God Emperor!’ ucap dalam hati Luo Feng, lalu ia menyebar ratusan ribu kristal kehidupan di sekitaran Luo Xue dan yang lainnya. Jumlah kristal kehidupan yang sangat banyak, dan Luo Feng yakin dengan semua itu bisa mempercepat Luo Xue dan yang lainnya menerobos ranah Supreme God Emperor.
Sambil menunggu mereka yang berkuktivasi, Luo Feng pergi menyusuri kawasan Gunung Kematian, tapi sebelum pergi ia menempatkan enam prajurit perang untuk melindungi mereka yang berkuktivasi. Keberadaan prajurit perang tersembunyi bayangan Luo Xue dan yang lainnya, sehingga Luo Ang dan orang-orang yang datang bersamanya tidak menyadari keberadaan prajurit perang.
Swush... Swush... Swush...
Luo Feng pergi mengelilingi Gunung Kematian, mencari barang berharga yang bisa digunakan untuk mempercepat peningkatan kekuatan Luo Xue dan yang lainnya. Sedangkan untuk kekuatannya sendiri, ia merasa kekuatannya lebih dari cukup untuk melawan siapapun yang menjadi musuhnya.
Meskipun nantinya ia akan dihadapkan pada seratus sosok dengan kekuatan setara Patriak Qing Qong atau bahkan lebih kuat dari sosok itu, ia masih yakin dapat mengalahkan mereka semua, tanpa harus meminta bantuan pada orang-orang di sekitarnya.
“Ternyata di tempat ini tidak terdapat banyak banyak barang berharga, yang bisa mempercepat peningkatan kekuatan Luo Xue dan yang lainnya!” gumam Luo Feng, yang masih belum menemukan sesuatu, yang bisa ia manfaatkan untuk mempercepat peningkatan kekuatan Luo Xue dan yang lainnya.
Menemukan istana di puncak Gunung Kematian, Luo Feng segera pergi melihat keadaan istana itu, yang ia yakini merupakan istana milik empat sosok berjubah hitam yang sebelumnya mati di tangannya.
__ADS_1
“Ternyata masih ada ratusan binatang buas yang berjarak di sekitaran istana, bahkan di bagian dalam juga terdapat keberadaan beberapa binatang buas,” gumam Luo Feng, dan langsung saja ia membunuh binatang buas yang berada diluar istana maupun yang berada di dalam istana.
Jumlah mereka yang tidak seberapa ditambah kekuatan yang terlampau lemah, membuat Luo Feng tidak mengalami kesulitan membunuh seluruh binatang buas. Pada akhirnya seluruh binatang buas mati hanya dalam hitungan menit, dan sekarang Luo Feng berjalan memasuki istana megah yang benar-benar sepi.
Menyebar kekuatan jiwanya mencoba merasakan keberadaan barang-barang berharga yang ada di dalam istana, Luo Feng merasakan keberadaan banyak barang berharga di salah satu ruangan bawah tanah, yang keberadaannya tepat di bawah aula istana.
Luo Feng bergerak cepat menuju tempat itu. Sampai di depan ruangan yang menjadi tujuannya, dan melihat adanya pintu kokoh yang menghalangi pandangannya, ia langsung saja menghancurkan pintu itu menggunakan kekuatannya, dan tidak sulit baginya menghancurkan pintu itu.
Begitu pintu hancur berkeping-keping, kedua kata Luo Feng bisa melihat jelas apa saja yang beradab di dalam ruangan, meski pencahayaan di dalam ruangan sangat minim. Senyum terlihat di wajah Luo Feng saat ia melihat tumpukan kristal kehidupan di dalam ruangan, yang merupakan ruangan penyimpanan harta.
“Kalau ada banyak kristal kehidupan di tempat ini, aku yakin bukan hanya menerobos ranah Supreme God Emperor tingkat 1 atau tingkat 2, Xue’er pasti bisa menerobos ranah Supreme God Emperor di atas tingkat 2, sedangkn Shen Huang dan yang lainnya, mereka mungkin bisa mencapai tingkat 2 ranah Supreme God Emperor,” gumamnya, dan ia segera memasukkan seluruh kristal kehidupan di dalam ruangan yang jumlahnya mencapai puluhan juta.
Selain keberadaan puluhan juta kristal kehidupan di dalam ruangan, Luo Feng juga melihat keberadaan tumpukan koin emas, emas batangan, dan ada banyak benda berharga lainnya seperti senjata, pil, serta kitab jurus. Namun, semua itu tidak lebih baik dari apa yang ada di cincin ruang miliknya, yang membuat Luo Feng tidak membawa barang-barang itu.
“Kenapa juga aku harus membawa sesuatu yang tidak sebaik apa yang aku kiliki?” gumam pelan Luo Feng.
Melihat benda lainnya yang ada di ruang harta, Luo Feng tersenyum melihat keberadaan pedang kembar yang kualitasnya jauh lebih baik dari pedang yang dimiliki Luo Xue. Mengambil pedang itu, ia merasa pedang kembar di tangannya serasa memang sengaja diciptakan untuk menjadi milik Luo Xue.
Setelah tidak lagi melihat keberadaan barang berharga di ruang harta, setelah menyimpan pedang kembar yang aka ia berikan pada Luo Xue, Luo Xue memutuskan keluarga dari ruang harta, dan kejadian yang tidak terduga terjadi begitu ia meninggalkan ruang harta.
Tiba-tiba istana yang semula terlihat sangat kokoh mulai runtuh, dan bakalan mengubur siapapun yang masih berada di dalam istana. Beruntung Luo Feng cepat meninggalkan istana, yang membuatnya tidak terkubur hidup-hidup di dalam istana yang saat ini telah menjadi reruntuhan.
Terkejut, tentu saja ia terkejut, tapi tidak lama ia berhasil menghilangkan rasa terkejutnya. “Beruntung aku cepat keluar, terlambat sedikit saja mungkin aku akan terkubur hidup-hidup di dalam sana!” gumamnya lalu ia pergi meninggalkan reruntuhan istana di puncak Gunung Kegelapan.
Masih merasa penasaran dengan tempat-tempat yang ada di Gunung Kematian, Luo Feng melanjutkan berkeliling, tapi setelah beberapa waktu berkeliling dan tidak menemukan keberadaan sesuatu yang berharga, ia akhirnya memutuskan kembali ke tempat Luo Xue dan yang lainnya.
Tidak memakan waktu lama ia telah berada di tempat Luo Xue dan yang lainnya.
Setelah memastikan keadaan mereka dalam keadaan baik-baik saja, ia memutuskan beristirahat tidak jauh dari mereka yang masih berkuktivasi.
“Dalam lima hari aku yakin mereka dapat menerobos ranah Supreme God Emperor!”
...----------------...
__ADS_1
Bersambung.