Legenda Sang Dewa

Legenda Sang Dewa
Berada Di Alam Surgawi


__ADS_3

Di hutan yang dipenuhin pepohonan tinggi besar dan rimbun, empat sosok manusia muncul dari kekosongan, dan terlihat tubuh mereka terlilit rantai yang memancarkan aura kuat. Mereka berempat tidak lain adalah Luo Feng, Luo Xue, Luo Long dan Luo Nui.


Tidak lagi melihat adanya cahaya yang membuat mata mereka terasa sakit, Luo Feng menjadi yang pertama membuka mata. Saat melihat area sekitar merupakan tempat aman, Luo Feng segera melepaskan ikatan rantai Surgawi, dan kembali menyimpan rantai itu ke cincin ruang miliknya. Merasakan energi yang lebih baik dari energi spiritual, Luo Feng yakin jika dirinya sudah berada di Alam Surgawi, yang dipenuhi dengan energi spirit surgawi.


Tidak lama Luo Xue membuka mata, begitu juga dengan Luo Long dan Luo Nui. Begitu membuka mata, mereka bisa melihat jika saat ini sedang berada si tengah-tengah hutan, dan mereka tidak merasakan adanya aira mahkluk hidup selain keberadaan energi, yang jauh lebih baik dibandingkan energi spiritual yang sudah biasa mereka rasakan.


Lama terdiam, Luo Xue menjadi orang pertama yang membuka suara, “Aku tidak merasakan adanya tanda-tanda bahaya di sekitar tempat ini. Mungkin kita berada di tempat oakingt aman, yang ada di Alam Surgawi!”


Luo Feng dan dua orang lainnya menganggukkan kepala pelan setelah mendengar apa yang diucapkan Luo Xue.


Ingin segera menemukan keberadaan Istana Penguasa Alam Surgawi, Luo Feng, Luo Xue, dan dua orang lainnya, mereka segera terbang dan melakukan pencarian keberadaan Istana Penguasa Alam Surgawi. Belum lama terbang, mereka samar-samar mendengar suara pertempuran tidak begitu jauh dari tempat mereka saat ini. Penasaran siapa yang terlibat pertempuran, mereka memutuskan melihat ke tempat itu.


Terlihat oleh mereka lima wanita berpakaian biru sedang bertarung melawan belasan sosok pria berjubah hitam. Dalam jumlah dan kekuatan, terlihat jika kelima wanita kalah dalam segala hal. Jika tidak ada yang menolong mereka, bisa dipastikan tidak lama lagi mereka bakalan kalah.


“Kalian berlima sebaiknya menyerah, dan ikut bersenang-senang bersama kami! Daripada kami menikmati kesucian kalian begitu kalian menjadi mayat, lebih baik kalian menyerahkannya secara baik-baik, dan selanjutnya kalian bisa hidup bebas dengan banyak harta yang kami berikan, sebagai bayaran kesucian yang kalian berikan padaku!” ucap salah satu pria berjubah hitam.


Pria yang baru berbicara adalah pemimpin kelompok pria berjubah hitam, dan mereka sedang melakukan perburuan gadis suci untuk melakukan kultivasi ganda dengan mereka. Sudah banyak gadis yang kehilangan kesucian karena mereka, dan sekarang mereka ingin merenggut kesucian lima gadis suci yang berasal dari Sekte Anggrek Surgawi.


“Kalian orang-orang menjijikkan, lebih baik kami mati dengan menghancurkan diri, daripada memberikan mahkota berharga kami pada kalian!” ucap salah satu wanita, sedangkan empat wanita lainnya hanya menganggukkan kepala. Mereka sama-sama memilih mati dan menghancurkan tubuh mereka, supaya mahkota mereka tetap terjaga sampai mati. Mereka merasa semua itu jauh lebih baik daripada membiarkan mayat mereka ternodai oleh para pria menjijikkan, yang mana mereka akan tetap merenggut paksa kesucian seorang gadis, sekalipun gadis itu telah berubah menjadi mayat.


Belasan pria berjubah hitam yang tidak lagi ingin kehilangan mangsanya, disaat mereka tidak bisa menikmati kesucian para gadis saat para gadis itu masih hidup, mereka akan berusaha membunuh para gadis menggunakan racun pelumpuh saraf, dan setelahnya mereka akan merenggut kesucian gadis itu saat mayat mereka masih hangat.


Perbedaan kekuatan dan perbedaan jumlah, membuat belasan pria berjubah hitam mulai berhasil menekan lima wanita yang menjadi lawan mereka. Terlihat jelas jika kelima wanita sudah dalam keadaan kelelahan. Perbedaan kekuatan membuat mereka benar-benar tidak berdaya. Sekalipun sedari tadi mereka memfokuskan seluruh kekuatan untuk bertahan, nyatanya mereka tidak bisa lama bertahan dari serangan yang datang secara terus-menerus.


Kelima wanita mulai putus asa dengan hidup mereka. Mereka sudah bersiap mengakhiri hidup dengan cara meledakkan diri, sehingga belasan pria tidak akan pernah mendapatkan kesucian mereka. Namun, sebelum melakukan itu, mereka berlima melihat bagaimana belasan pria berjubah hitam, tiba-tiba saja mereka semua berubah menjadi kabut darah.


Ke-lima wanita yang berasal dari Sekte Anggrek Surgawi, mereka tidak pernah melihat sesuatu yang begitu mengerikan. Merubah orang-orang yang begitu kuat menjadi kabut darah dalam waktu singkat dan bersamaan, jelas itu hanya bisa dilakukan oleh seseorang yang sangat kuat. Bukannya merasa lega, ke-lima wanita itu justru semakin takut, dikarenakan mereka tidak tahu apa sosok kuat itu penyelamat mereka, atau justru kelompok jahat lainnya, yang jauh lebih jahat dari belasan pria berjubah hitam.


Swush... Swush...


Muncul dua sosok wanita yang sangat cantik di hadapan ke-lima wanita. Salah satu wanita memiliki aura yang sangat kuat, dan yang satunya bukan hanya kuat, tapi aura kekuatannya terasa begitu agung, seolah dia adalah sosok yang pantas dihormati. Setelah kedatangan kedua wanita, muncul dua sosok pria, yang mana keduanya bisa dikatakan sosok pria paling sempurna yang pernah dilihat oleh ke-lima wanita.


Dari empat sosok manusia yang baru saja menunjukkan keberadaan mereka, ke-lima wanita murid Sekte Anggrek Surgawi yakin jika pria berpakaian serba putih adalah sosok dengan kekuatan luar biasa, yang telah merubah belasan pria berjubah hitam menjadi kabut darah.


Segera saja ke-lima wanita itu menundukkan kepala, dan mereka berterimakasih pada empat sosok manusia di hadapan mereka. Sebelumnya mereka ingin berlutut, tapi mereka merasa ada kekuatan asing yang menahan mereka, dan itu menunjukkan jika salah satu sosok manusia di hadapan mereka tidak suka jika ada yang berlutut di hadapannya.


“Terimakasih karena Tuan dan Nona sudah bersedia mengulurkan tangan membantu kami! Tanpa bantuan kalian, mungkin saat ini kami sudah tidak berada di tempat ini, bertemu dengan kalian!” ucap salah satu wanita yang terlihat paling dewasa dibandingkan wanita lainnya. Saat bicara, wanita itu sedikit menundukkan kepala. Melihat itu, dan juga melihat wanita itu yang sebelumnya ingin berlutut tapi urung melakukannya, Luo Xue yang melihat semua itu, dia yakin jika Luo Feng telah menahan mereka untuk tidak berlutut, dikarenakan dia memang tidak menyukai saat ada orang yang berlutut di hadapannya.

__ADS_1


Melihat Luo Feng tidak ingin membuka suara, Luo Xue akhirnya memutuskan bicara, “Sebagai sesama manusia sudah menjadi kewajiban kami saling menolong. Terimakasih kalian kami terima, dan sebaiknya izinkan aku dan saudariku mengobati luka kalian!”


Ke-lima murid Sekte Anggrek Surgawi merasa jika hari ini mereka telah dipertemukan dengan Dewa dan Dewi Surgawi yang sesungguhnya.


Ke-lima wanita murid Sekte Anggrek Surgawi dengan senang hati menerima perawatan yang dilakukan Luo Xue dan Luo Nui. Sementara untuk Luo Feng dan Luo Long, mereka memperhatikan sekeliling, mencari jika ada keadaan bahaya yang tiba-tiba datang menghampiri mereka. Melihat sekeliling semua dipastikan aman, tidak ada bahaya yang datang mendekat.


Luo Feng, Luo Xue, Luo Long, maupun Luo Nui, tidak ada dari mereka yang menyembunyikan ranah kultivasinya. Semua tampil apa adanya kecuali Luo Feng yang sengaja menunjukkan kekuatan di ranah True Gos tingkat 99. Bisa dipastikan tidak akan ada satu orang pun di Alam Surgawi yang berani berurusan dengan Luo Feng, begitu mereka tahu kekuatan yang dimilikinya.


Setelah melihat Luo Xue dan Luo Nui menyelesaikan pengobatan mereka, Luo Feng berbicara pada ke-lima wanita, “Apa kalian tahu kota paling dekat dari tempat ini? Kami bukan penduduk asli tempat ini, dan kami sudah beberapa waktu tersesat di tempat ini tanpa tahu arah jalan keluar.” Luo Feng berencana pergi ke sebuah kota, dan nantinya di kota itu dia akan berusaha mencari tahu dimana letak Istana Penguasa Alam Surgawi, yang menjadi tujuannya pergi ke Alam Surgawi.


Mendengar prtanyaan yang sangat mudah mereka jawab, salah satu wanita segera menjawab apa yang ingin diketahui Luo Feng. “Tuan, kebetulan kota terdekat dari tempat ini adalah Kota Angrek, dan kami semua berasal dari tempat itu, tepatnya Sekte Anggrek Surgawi, yang menjadi kekuatan utama Kota Anggrek. Jika Tuan dan Nona tidak keberatan, kami akan menjadi petunjuk jalan untuk kalian pergi ke Kota Anggrek!”


Luo Feng melihat bergantian dsri Luo Long, selanjutnya ke Luo Nui, dan terakhir dia melihat ke arah Luo Xue. Melihat mereka semua menganggukkan kepala, akhirnya dia setuju ikut pergi ke Kota Anggrek. “Kami akan ikut kalian ke Kota Anggrek, dan kami sangat berterimakasih jika kalian bersedia menjadi petunjuk jalan untuk kami, selama perjalanan menuju Kota Anggrek!” ucap Luo Feng.


Setelah ke-lima wanita memulihkan kekuatannya, akhirnya mereka memulai perjalanan menuju Kota Anggrek. Mereka tidak terbang atau jalan kaki, melainkan mereka melompat dari satu pohon ke pohon lainnya. Dan dengan kecepatan mereka bergerak, dibutuhkan waktu paling cepat setengah hari perjalanan untuk sampai Kota Anggrek.


Sepanjang jalan menuju Kota Anggrek, mereka sering bertemu dengan binatang buas. Ke-lima wanita murid Sekte Anggrek Surgawi berusaha membunuh binatang buas yang mereka temui di sepanjang jalan, tapi karena keadaan tubuh mereka belum sepenuhnya pulih, mereka tidak bisa membunuh seluruh binatang buas yang terlihat.


Akan tetapi, mereka tetap mendapatkan mayat binatang buas yang terlihat, dikarenakan mereka semua mati di tangan Luo Feng dan Luo Xue yang begitu mudah membunuh banyak binatang buas, berbanding terbalik dengan mereka berlima yang mengalami sedikit kesulitan hanya untuk membunuh salah satu binatang buas.


Dikarenakan mereka terlalu banyak membunuh binatang buas di sepanjang jalan, mereka hampir saja terlambat sampai di gerbang Kota Anggrek.


Karena bukan petunjuk asli Kota Anggrek, Luo Feng dan tiga orang lainnya, masing-masing dari mereka harus kembayar delapan koin perak Surgawi untuk bisa memasuki kota. Di cincin ruangnya Luo Feng hanya memiliki koin emas Surgawi yang jumlahnya sampai menggunung, jadi dia menggunakan koin emas Surgawi untuk mendapatkan izin memasuki Kota Anggrek.


Melihat koin emas Surgawi yang diberikan Luo Feng, prajurit Kota yang menjaga gerbang terlihat kebingungan. Di tangannya adalah koin emas Surgawi, yang mana nilai koin emas Surgawi sangatlah tinggi. Seratus ribu koin perak Surgawi, sebanding dengan satu koin emas Surgawi. Dengan perbandingan yang begitu besar, mereka sama sekali tidak memiliki koin perak sebanyak itu sebagai uang kembalian.


Luo Feng yang memang bisa membaca pikiran mereka semua, dia tahu kebingungan prajurit penjaga, dan karena tahu kebingungan mereka, dia segera saja memberi solusi sederhana pada mereka.


“Ambil kembaliannya untuk kalian, dan bagi sama rata, supaya tidak ada yang iri!” ucap Luo Feng lalu dia menatap bergantian dua puluh prajurit yang saat ini bertugas melakukan penjagaan Kota.


“Aku tidak sedang bercanda, dan apa kami sekarang sudah boleh masuk?” tanya Luo Feng, pada prajurit yang memegang koin emas pemberiannya.


Akhirnya Luo Feng dan yang lainnya diizinkan masuk ke Kota Anggrek, dan para penjaga gerbang kota sangat berterimakasih pada Luo Feng yang telah memberi banyak koin perak pada masing-masing dari mereka.


“Aku tidak menyangka jika Tuan sangatlah baik!” ucap salah satu wanita murid Sekte Anggrek Surgawi, yang mana sebelumnya dia dan teman-temannya akan mengeluarkan koin perak Surgawi milik mereka, supaya Luo Feng san tiga orang lainnya bisa memasuki kota, tapi mereka mendengar suara Luo Feng yang bergema di masing-masing kepala mereka, yang mana Luo Feng melarang mereka mengeluarkan uang untuknya.


“Aku masih jauh dari kata baik, dan untuk apa yang aku berikan pada mereka, kebetulan aku memilikinya, jadi tidak ada salahnya jika aku berbagai dengan mereka!” ungkap Luo Feng, dan setelahnya mereka semua telah sampai di pusat Kota Anggrek.

__ADS_1


Sudah berada di pusat Kota Anggrek, Luo Feng dan tiga orang lainnya harus berpisah dengan ke-lima murid Sekte Anggrek Surgawi yang harus kembali ke Sekte, dikarenakan mereka harus melaporkan hasil perjalanan mereka.


Sedangkan Luo Feng, Luo Xue, Luo Long dan Luo Nuk yang sekarang berada di pusat Kota Anggrek, mereka bisa melihat kemegahan kota, yang jauh lebih megah dibandingkan seluruh kota megah yang ada di Pulau Besar Luo Dao, maupun di Pulau Besar lainnya, yang pernah mereka kunjungi.


Menoleh melihat Luo Xue, Luo Feng berkata, “Kita akan tinggal beberapa hari di kota ini sebelum pergi menuju Istana Penguasa Alam Surgawi!”


Mendengarnya Luo Xue menganggukkan kepala, begitu juga dengan Luo Long dan Luo Nui. Setelahnya mereka segera pergi mencari penginapan jika memang mereka ingin tinggal beberapa hari di Kota Anggrek.


Mereka terus mencari penginapan, sampai akhirnya mereka menemukan penginapan paling mewah di Kota Anggrek, yang mana penginapan itu bernama Penginapan Anggrek Giok. Melihat kemewa penginapan Anggrek Giok, Luo Feng yakin jika penginapan di hadapannya tidak akan mengecewakan.


Melangkah memasuki tempat pengunjung memesan kamar untuk menginap, Luo Feng disambut ranah oleh pria dan wanita yang bertugas melayani pelanggan penginapan. “Apa kami bisa menyewa dua kamar terbaik di penginapan ini?” tanya Luo Feng sopan, dikarenakan dua orang yang menyambutnya, mereka juga bersikap sopan, dan itu sikap sopan yang tidak dibuat-buat.


Mendengar apa yang ingin dipesan Luo Feng, keduanya orang yang memberi pelayanan pada Luo Feng, mereka bergantian bicara, dimulai dari sosok pria, “Kebetulan masih tersedia dua dari empat kamar terbaik yang dimiliki Penginapan Anggrek Giok. Satu kamar harga satu malamnya adalah 100 koin perak Surgawi, jika ditambah makanan mewah untuk dua kali jamuan makan, Tuan bisa menambah 50 koin perak Surgawi. Jadi, untuk dua kamar Tuan harus membayar 300 koin perak Surgawi!”


“Tuan tidak perlu khawatir tentang pelayanan kamar, dikarenakan seluruh kamar terbaik senantiasa mendapatkan terbaik selama satu hari satu malam!” ucap sosok wanita yang senantiasa menunjukkan senyuman ramah di wajahnya. Tidak lama berpikir, Luo Feng langsung saja meletakkan saru koin emas Surgawi di atas meja.


“Aku ingin menyewa dua kamar selama sepuluh hari, dan berikan pelayanan terbaik untuk kami! Jika masih ada uang sisa, itu boleh kalian ambil karena aku cukup puas dengan pelayanan kalian!” ucap Luo Feng, dan apa yang dia lakukan sukses membuat dua orang yang melayaninya diam mematung karena terkejut setelah. Bagaimana mereka tidak terkejut, jika uang kembalian yang sangat banyak akan menjadi milik mereka.


Luo Feng tidak mempedulikan keterkejutan mereka. Setelah mendapatkan dua kunci kamar, dia segera pergi ke lantai tiga penginapan Anggrek Giok, dikarenakan seluruh kamar terbaik ada di lantai tiga. Luo Feng sudah tahu jika Luo Long dan Luo Nui adalah pasangan suami istri, oleh karena itu dia hanya memesankan satu kamar untuk mereka.


Begitu samai dikamarnya bersama dengan Luo Xue, sejenak Luo Feng merendahkan tubuhnya di atas ranjang, dan dia bisa merasakan jika ranjang yang ditidurinya sangatlah nyaman, mengingatkannya pada seberapa nyaman ranjang miliknya saat masih tinggal di Bumi.


“Gege, sepertinya malam ini kita bisa lebih lama melakukannya, disaat ranjang yang kita tempati sangatlah nyaman!” ungkap Luo Xue yang sudah merebahkan tubuhnya di sebelah Luo Feng.


Mendengar itu Luo Feng merasa ada yang menegang di bawah sana, dan sepertinya sesuatu di bawah sana ingin segera bertemu dengan sangkarnya. Namun, sekarang bukan waktu yang tepat untuk melakukan semua itu. Sabar menunggu malam, itulah yang saat ini harus dilakukan oleh Luo Feng, dan ternyata di kamar sebelah Luo Long juga mengalami nasib yang sama dengan Luo Feng.


Luo Feng tentu saja tidak lupa apa tujuan utamanya pergi ke Alam Surgawi. Tujuannya adalah memusnahkan sisa keturunan Penguasa Alam Surgawi. Namun, dan dia hanya memiliki waktu satu bulan untuk melakukan semua itu. “Xue’er, sambil menunggu waktu malam, bagaimana kalau kita berkeliling kota, sambil mencari tahu dimana tepatnya keberadaan Istana Penguasa Alam Surgawi?” ujar Luo Feng.


Luo Xue yang mendengar itu pelan menganggukkan kepala, lalu dia segera merapikan pakaiannya yang sedikit berantakan setelah berguling-guling di atas ranjang yang nyaman, bahkan sesekali tubuhn sempat menindih Luo Feng.


Setelah Luo Xue selesai bersiap, keduanya keluar dari kamar, dan baru juga keluar, ternyata mereka sudah ditunggu Luo Long dan Luo Nui, yang menunggu tepat diluar pintu kamar mereka.


“Tuan, apa kita akan pergi berkeliling kota untuk mencari informasi tentang lokasi Istana Penguasa Alam Surgawi?” tanya Luo Long begitu dia berhadap-hadapan dengan Luo Feng.


Mendengarnya, Luo Feng segera saja menganggukkan kelala. “Kita memang akan pergi berkeliling kota sambil mengumpulkan sebanyak-banyaknya informasi tentang Istana Penguasa Alam Surgawi!”


......................

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2