
Di suatu tempat, di Pulau Besar Taiyang Dao.
“Apa benar mereka semua sudah dimusnahkan, lalu siapa yang telah memusnahkan mereka?” tanya pria dengan topeng tengkorak yang menutupi seluruh bagian wajahnya.
“Tuan, hamba tidak tau pasti siapa yang telah memusnahkan mereka. Saat hamba datang di gua tempat tinggal mereka, semua orang sudah musnah menjadi abu. Akan tetapi, melihat bebasnya seluruh tawanan di dalam penjara, hamba memiliki keyakinan mereka musnah di tangan Patriak Yuan Yuji dan orang-orang nya!”
Pria dengan topeng tengkorak sejenak terdiam, memikirkan kebenaran dari ucapan salah satu anak buahnya, “Rasanya tidak mungkin Patriak Yuan Yuji dapat melakukan itu karena aku yakin ia belum pulih dari racun yang lima tahun lalu aku masukkan ke dalam tubuhnya!” ujar pria bertopeng tengkorak.
Racun yang ia masukkan ke dalam tubuh Patriak Yuan Yuji hanya dirinya yang memiliki penawarnya. Meski tidak akan mati karena kekuatan racun itu dapat dilemahkan, Patriak Yuan Yuji akan merasa tubuhnya lebih cepat lemah, apalagi saat ia melakukan pertarungan dalam kurun waktu cukup lama. Mengetahui itu, pria dengan topeng tengkorak yakin jika bukan Patriak Yuan Yuji yang memusnahkan para pengkhianat Klan Yuan.
“Apa akhir-akhir ini kamu tidak mendengarkan kabar dari Kota Yuan tentang seseorang yang mungkin telah menjadi tamu Klan Yuan? Aku curiga ada kekuatan luar yang membantu Klan Yuan memusnahkan para pengkhianat. Kalau hanya dengan kekuatan Klan Yuan saat ini, sekalipun Yuan Yuji turun tangan, saat mustahil ia mengalahkan Yuan Chu. Kalaupun terjadi pertarungan hidup dan mati diantara mereka, yang ada mereka sama-sama musnah! Melihat yang musnah hanya dari satu kubu, aku yakin ada orang luar yang membantu Klan Yuan!”
“Tuan, sebenarnya beberapa hari lalu ada tujuh orang yang menjadi tamu Klan Yuan, dan kedatangan mereka dijemput langsung oleh Tetua Yuan Dan. Dari informasi yang hamba dapatkan, mereka hanyalah orang-orang dari klan Ye, yang ada di Pulau Kecil Yue Dao. Dikarenakan mereka bertujuh hanya orang-orang yang berasal dari Klan, yang keberadaannya berada di Pulau Kecil, hamba sengaja tidak melaporkan keberadaan mereka bertujuh pada Tuan!”
Brak...
Pria dengan topeng tengkorak menggebrak meja di depannya sampai patah. Ia sangat marah mendengar adanya tamu yang mengunjungi Klan Yuan, tapi tidak segera dilaporkan padanya.
Sorot mata tajamnya menatap pria berjubah merah, yang berlutut di hadapannya, lalu ia berkata, “Bagaimana bisa kau tidak melaporkan keberadaan mereka padaku? Bukannya berkali-kali sudah aku katakan, laporkan padaku siapapun tamu Klan Yuan!”
“Apa kau yakin tamu itu dari Klan Ye? Apa kamu tidak curiga jika orang-orang itu sengaja menyembunyikan identitasnya, dan bisa saja mereka orang-orang dari Klan Luo yang datang untuk membantu Yuan Yuji?”
Sosok berjubah merah seketika terdiam. Ia terlalu dengan informasi yang didapatkannya dari orang-orang di gerbang Kota Yuan, tanpa melakukan penyelidikan lebih lanjut, bahkan tidak melaporkan semua itu pada tuannya.
“Tuan, hamba mengaku salah! Hamba terlalu percaya dengan informasi, yang hamba dapatkan dari orang-orang yang biasanya memberi informasi sangat akurat, dan hamba juga tidak melaporkan kedatangan tamu itu pada Tuan!”
Ia mengakui kesalahannya, tapi sayangnya tidak dengan tuannya, yang mana ia langsung saja mengirim serangan kilat yang langsung membuat kepala sosok berjubah merah menggelinding, dan tidak lama kemudian tubuhnya roboh.
“Aku tidak pernah memaafkan orang bodoh yang membuat kesalahan begitu besar. Meski begitu, anggap kematianmu adalah rasa terimakasihku atas apa yang selam ini sudah kamu berikan padaku!”
__ADS_1
Pria bertopeng tengkorak kemudian memanggik empat orang berjubah merah. Dua orang dia tugaskan membersihkan ruangannya, termasuk membuang mayat yang tergeletak di lantai ke kandang binatang peliharaannya. Lalu untuk dua sosok berjubah merah lainnya, ia memberi tugas pada mereka untuk mencari tahu siapa sebenarnya tamu Klan Yuan, yang datang beberapa hari lalu.
“Pergi ke Kota Yuan atau langsung pergi ke Kediaman Klan Yuan, yang penting kalian harus mendapatkan informasi tentang tujuh orang yang beberapa hari lalu menjadi tamu Klan Yuan, dan cari tahu apa mereka masih berada di kediaman Klan Yuan!” ucapnya memberi perintah.
“Baik Tuan!” Setelah memberi balasan, mereka segera pergi untuk menyelesaikan perintah, sosok yang selama ini menjadi tuan mereka. Sedangkan pria bertopeng tengkorak, ia diam di tempatnya, sambil menunggu informasi dari dua orang yang diperintahkannya mengumpulkan informasi, yang ia butuhkan.
...----------------...
Di Kediaman Klan Yuan setelah proses hukum mati dan pembakaran mayat selesai.
Luo Feng dan Luo Xue yang sebelumnya melayang di langit, mereka turun dan mendarat lima langkah di hadapan Patriak Yuan Yuji. Melihat kedatangan mereka Patriak Yuan Yuji ada keinginan untuk berlutut, tapi setelah ia mengingat perintah Luo Feng tidak ingin melihat dirinya kembali berlutut di hadapannya, pada akhirnya Patriak Yuan Yuji hanya menundukkan kepala menghormati keberadaan Luo Feng dan Luo Xue.
Tanpa banyak bicara, Luo Feng memberikan botol giok berisiko dua pil pada Patriak Yuan Yuji, dan ia berkata, “Pil di dalam botol giok itu adalah pil penawar segala jenis racun, termasuk racun yang sudah membuat Patriak menderita selama beberapa tahun terakhir. Patriak tidak perlu bertanya bagaimana aku tahu perihal racun itu! Di mataku semua bisa terlihat jelas, sekalipun itu kebohongan orang yang paling pintar berbohong!”
“Tuan Muda, kalau begitu izinkan hamba mengucapkan terimakasih!” ucap Patriak Yuan Yuji sambil sedikit membungkukkan tubuhnya.
Setelah mengatakan itu sosok Luo Feng dan Luo Xue tiba-tiba menghilang dari pandangan semua orang.
Begitu sosok Luo Feng dan Luo Xue pergi menghilang dari pandangan semua orang, Tetua Yuan Dan buru-buru mendekati Patriak Yuan Yuji, untuk menanyakan perihal racun yang sebelumnya disinggung oleh Luo Feng.
Melihat kedatangan Tetua Yuan Dan, Patriak Yuan Yuji tahh ia harus memberi penjelasan pada adiknya itu, dikarenakan selama ini ia begitu rapat menutupi racun yang membuatnya menderita selama beberapa tahun terakhir. Racun yang membuatnya lebih cepat merasa lelah, dan racun ini juga yang membuatnya tidak bisa mengalahkan Yuan Chu, yang sebenarnya sedikit lebih lemah darinya.
“Pergi ke kediamanku, dan aku akan menjelaskan semua yang ingin kamu ketahui!” ucap Patriak Yuan Yuji, lalu ia pulang ke kediamannya bersama Tetua Yuan Dan yang menyusul dua langkah dj belakangnya.
Sampai di ruang pertemuan yang ada di kediaman Patriak Yuan Yuji, ia langsung saja menderita perihal racun di tubuhnya pada sang adik.
“Aku terkena racun saat melawan Raja Siluman penguasa hutan siluman beberapa tahun yang lalu. Saat itu aku memang berhasil mengalahkannya, tapi tanpa seopngetahuanku, ia berhasil memasukkan racun ke dalam tubuhku.”
“Sebenarnya itu bukanlah racun mematikan, tapi karena racun itu tubuhku menjadi cepat lelah, saat racun itu bereaksi di tubuhku, dan karena itu juga selama ini aku belum bisa mengalahkan Yuan Chu.”
__ADS_1
“Saat melakukan kultivasi tertutup yang baru saja aku selesaikan, sebenarnya aku bukan melakukan kultivasi, tapi aku mencoba melemahkan racun di tubuhku, dan setelah lama berusaha akhirnya kekuatan racun lebih lemah dari sebelumnya, tapi aku masih belum bisa melakukan pertarungan jangka panjang.”
Sebenarnya ia belum yakin dapat mengalahkan Yuan Chu meski racun di tubuhnya melemah, tapi ia tidak menyangka ternyata sudah ada sosok yang bisa mengalahkan Yuan Chu.
“Lalu apa alasan Kakak merahasiakan semua itu dariku, dan dari yang lainnya?” tanya Tetua Yuan Dan, dan ia berharap mendapatkan jawaban jujur dari Patriak Yuan Yuji.
“Sebenarnya aku tidak ingin merahasiakan racun di tubuhku pada kamu ataupun yang lainnya! Akan tetapi, saat ini aku sudah mencium adanya orang-orang yang akan berkhianat, dan berakhir melakukan pemberontakan. Kalau orang-orang itu tahu aku sedang terkena racun, pasti meraka melakukan pemberontakan saat itu juga, saat kita belum siap menghadapi pemberontakan!”
“Sudah siap menghadapi pemberontakan saja masih membuat kita kehilangan banyak anggota Klan, apalagi kalau di saat kita belum siap, meraka sudah lebih dulu memberontak. Mungkin saat ini kita tidak bisa mengobrol santai di tempat ini!!” ucap Patriak Yuan Yuji dan ia tersenyum.
Ingin rasanya Tetua Yuan Dao marah pada Patriak Yuan Yuji perihal ia yang selama ini menyembunyikan keberasaan racun di tubuhnya. Namun, setelah mendengar alasan yang sangat masuk akal, Tetua Yuan Dan tidak lagi memiliki alasan untuk marah pada Patriak Yuan Yuji.
“Kalau begitu, sebaiknya Kakak segera mengkonsumsi pil penawar segala jenis racun pemberian Tuan Muda! Aku benar-benar tidak bisa tenang sebelum memastikan racun itu lenyap dari tubuh kakak!” ucap Tetua Yuan Dan, yang mana ia memanggil Patriak Yuan Yuji kakak, disaat mereka hanya berdua.
“Meski belum mengkonsumsi nya, aku yakin pil pemberian Tuan Muda dapat menghilangkan seluruh racun di tubuhku!” Dikarenakan ingin menghilangkan racun di tubuhnya, Patriak Yuan Yuji pergi ke ruangan khusus di kediamannya, sedangkan Tetua Yuan Dan, ia pergi meninggalkan kediaman Patriak setelah menyapa Kakak ipar dan kedua keponakannya.
Selama Patriak Yuan Yuji berusaha menyembuhkan tubuhnya dari racun dan ketidak adanya Tetua Agung di Klan Yuan, Tetua Yuan Dan untuk sementara waktu akan mengambil alih tugas Patriak Klan, seperti yang ia lakukan selama Patriak Yuan Yuji melakukan kultivasi tertutup.
Tidak ada yang menolak selama Klan Yuan dipimpin Tetua Yuan Dan untuk beberapa hari ke depan, tapi saat Tetua Yuan Dan berada di ruang pertemuan kediaman Patriak bersama Patriak Yuan Yuji, penjaga kediaman kecolongan, yang membuat dua sosok asing berhasil masuk ke kediaman Klan Yuan.
Kedua orang itu adalah dua orang yang diperintahkan pria bertopeng tengkorak, untuk mencari informasi identitas asli ketujuh tamu Klan Yuan. Disaat mereka berdua merasa berhasil lolos dari para penjaga kediaman Klan Yuan, nyatanya meraka tidak berhasil lolos dari penglihatan Luo Feng dan Luo Xue.
“Gege, apa sebaiknya yang kita lakukan pada mereka? Apa kita langsung membunuh mereka?” tanya Luo Xue pada Luo Feng.
“Biarkan saja mereka mendapatkan apa yang diinginkan, tapi mereka tidak akan pernah bisa menyampaikan informasi yang didapat, pada orang yang memerintah mereka!”
...----------------...
Bersambung.
__ADS_1