
Selain berencana meningkatkan kekuatan yang dimiliki Luo Xue, setelah dua acara yang harus dilakukannya, ia juga berencana meningkatkan kekuatan seluruh anggota Klan Luo, dan juga mereka yang memiliki hubungan dengan Klan Luo.
Setelah memastikan jika seluruh sumberdaya di cincin ruang miliknya tidak pernah habis, dan ia yang belum lama ini menemukan kristal kehidupan binatang buas, yang menggunung di sudut ruangan cincin ruang miliknya, ia yakin dengan semua itu dapat meningkatkan kekuatan, mereka yang pantas mendapat bantuan darinya.
Setidaknya di masa depan ia ingin Klan Luo memiliki ratusan kultivator ranah Supreme God Emperor, dan puluhan kultivator ranah Immortal God. Untuk ranah yang lebih tinggi dari ranah Immortal God, ia belum yakin ada diantara anggota Klan Luo yang dapat mencapai ranah itu dalam waktu dekat, tapi tidak menutup kemungkinan kelak di masa depan ada anggota Klan Luo yang mencapai ranah itu.
Setidaknya seseorang yang berada di ranah Immortal God harus melewati seratus tingkatan untuk bisa mencapai ranah yang lebih tinggi, dan tentu saja itu semua tidak akan mudah dilakukan.
Sepuluh tingkatan saja sulit dilakukan, apalagi itu ada seratus tingkatan. Lalu, darimana Luo Feng mengetahui semua itu? Ia mengetahui semua itu setelah membaca buku kuno tentang ranah kultivator, yang ia temukan di cincin ruang miliknya.
Dari membaca buku itu Luo Feng tahu keseluruhan ranah yang bisa dicapai seorang kultivator. Ranah Immortal God bukanlah yang tertinggi, melainkan ada satu ranah lagi di atas ranah Immortal God, dan pagi sebenarnya ada satu lagi ranah yang jauh lebih kuat, tapi ranah itu tidak dapat dicapai oleh manusia atau ras lainnya. Ranah itu hanya dapat dicapai oleh sosok yang mendapatkan kekuatan langsung dari Sang Pencipta.
Ranah itu adalah ranah Creator God, dan konon katanya siapapun sosok yang memiliki kekuatan itu, ia dapat menciptakan kehidupan selayaknya sosok Sang Pencipta.
Selama ini belum ada yang mencapai ranah Creator God, atau mungkin sudah ada yang mencapai ranah itu tapi ia belum menyadari kekuatannya.
“Gege, hari sudah sore, sebaiknya kita segera pulang!” ucap Luo Xue menyadarkan Luo Feng dari banyaknya pikiran yang beberapa saat lalu membuatnya teralu fokus, sampai-sampai ia mengabaikan semua yang ada di sekitarnya.
Luo Xue tentu saja menyadari semua itu, tapi ia membiarkan Luo Feng sibuk dengan pikirannya, dikarenakan ia tahu jika apa yang sedang dipikirkan Luo Feng senantiasa berhubungan dengan banyak orang termasuk dirinya.
Selama mengenal dan menjalin hubungan dengan Luo Feng, ia tidak pernah melihat Luo Feng melakukan sesuatu yang hanya berhubungan dengan kepentingannya sendiri, melainkan ia senantiasa melakukan sesuatu yang berhubungan dengan banyak orang.
__ADS_1
“Sebaiknya kita memang segera kembali sebelum mereka mencari keberadaan kita!” ucap Luo Feng, dan mereka yang ia maksud adalah kedua orangtuanya, dan juga Tetua Agung Luo Ang yang merupakan ayah angkat Luo Xue.
Untuk kedua orangtua kandung Luo Xue, mereka sudah tiada saat terjadi kekacauan di sebuah Klan, yang mana Luo Xue adalah putri Patriak dari Klan yang dilanda kekacauan. Perang saudara membuat Klan itu dilanda kekacauan, dan pada akhirnya tidak ada kubu yang menang.
Seluruh anggota Klan mati, dan hanya menyisakan seorang bayi yang saat itu diselamatkan Tetua Agung Luo Ang, yang waktu itu tidak sengaja melewati kediaman Klan yang sudah porak poranda.
Setelah merawat Luo Xue yang mengalami luka ringan, Tetua Agung Luo Ang yang dibantu orang-orangnya, mereka mulai mengubur mayat-mayat yang berserakan, termasuk mayat kedua orangtua kandung Luo Xue.
Sejak saat itulah Luo Xue menjadi anak angkat Tetua Agung Luo Ang, yang mana ia telah kehilangan anak dan juga istrinya saat perang besar di masa lalu antara Klan Luo dan Klan Qing. Meski tumbuh besar tanpa kasih sayang seorang ibu, Luo Xue tumbuh tanpa sedikitpun kekurangan kasih sayang, dikarenakan Tetua Agung Luo Ang sepenuh hati mencurahkan seluruh kasih sayangnya pada Luo Xue.
Kembali ke tempat Luo Feng dan Luo Xue, keduanya memutuskan segera kembali ke kediaman utama Klan Luo, sebelum banyak orang yang mencari keberadaan mereka.
......................
Di sebuah kediaman, sosok pria bertudung merah sedang terlibat pembicaraan dengan dua sosok, yang belum lama ini menyaksikan bagaimana pertarungan yang terjadi antara Klan Luo dan Klan Qing. Kedua sosok itu adalah Jin Wen dan Jin Dou, yang merupakan anak buah sosok pria bertudung merah.
Keduanya belum lama ini sampai di Pulau Besar Jin Dao, setelah menempuh perjalanan panjang, dan keduanya akan melaporkan apa yang meraja lihat dengan mata kepala mereka sendiri.
“Tuan, kekuatan Klan Luo benar-benar tidak bisa diabaikan, terutama kekuatan seorang pemuda yang dengan mudah membunuh Leluhur Klan Qing, yang mana kekuatan orang itu berada satu tingkat di atas kekuatan kita!” ucap Jin Wen dengan sedikit menundukkan kepalanya.
“Oh, ternyata pria tua itu sudah kalah, dan yang menyalahkannya hanyalah seorang pemuda dari Klan Luo. Menarik, jika pria tua itu di masa lalu berhasil mengimbangi kekuatan tubuh bayanganku, aku merasa pemuda yang melawannya mampu melawan salah satu jiwa yang aku miliki!” ucap pria bertudung merah.
__ADS_1
Mendengar itu, Jin Wen dan Jin Dou tidak percaya jika Tuannya menganggap seorang pemuda pantas menjadi lawan salah satu jiwanya, yang mana Tuan mereka memiliki sembilan puluh sembilan jiwa, dan satu jiwa inti. Sembilan puluh sembilan jiwa milik Tuan mereka memiliki kekuatan di ranah Immortal God tingkatan 45 sampai 70, sedangkan kekuatan jiwa inti Tuan mereka, jiwa itu memiliki kekuatan di ranah Immortal God tingkatan 99.
Kekuatan yang sangat luar biasa, dan tidak sembarang orang bisa melawan kekuatan yang sangatlah luar biasa. Mendengar sosok pria bertudung merah ingin mengirim salah satu jiwanya menyerang pemuda dari Klan Luo, jelas saja Jin Dou dan Jin Wen sulit mempercayai semua itu.
“Tuan sebaiknya tidak mengirim salah satu jiwa milik Tuan hanya untuk melawan pemuda itu! Cukup kirim kami dan yang lainnya, dan kami akan membawa pulang kemenangan untuk dipersembahkan pada Tuan!” ucap Jin Wen bersungguh-sungguh.
“Kalian belum tahu siapa yang akan kalian hadapi, dan apa kalian pikir kekuatan kalian mampu mengalahkan pemuda itu? Kalian saja tidak tahu jika keberadaan kalian waktu itu telah diketahui oleh sosok pemuda, yang aku yakini ia memiliki kekuatan setidaknya berada di atas tingkat 40 ranah Immortal God.”
“Kalian yang bahkan belum berhasil menerobos ranah Immortal God tingkat 10, kalian hanya akan mati jika berhadapan dengan sosok itu!”
Jin Wen dan Jin Dou menundukkan kepala begitu mereka mendengar apa yang dikatakan sosok pria bertudung merah. Mereka tidak menyangka jika keberadaan mereka saat itu telah ketahuan, dan keduanya lupa jika Tuan mereka dapat melihat apa yang mereka lihat, dengan kedua mata mereka.
Dan lagi, seorang pemuda dari Klan Luo memiliki kekuatan di atas tingkat 40 ranah Immortal God? Jelas mereka bukanlah tandingan sosok itu, dan pantas saja mereka melihat pemuda itu dengan mudahnya mengalahkan sosok Leluhur Klan Luo yang telah berkhianat.
“Sebaiknya kalian pergi berlatih, dan aku ingin dalam waktu dekat kalian semua sudah melampaui tingkatan 10 ranah Immortal God! Jika kalian tidak bisa melakukannya, aku akan menyerap kalian sebagai makanan jiwaku!” ucap tegas sosok pria bertudung merah.
“Baik Tuan, kami akan bekerja keras supaya segera menerobos tingkat 10 ranah Immortal God!” ucap Jin Wen dan Jin Dou bersamaan, lalu mereka segera pergi meninggalkan sosok pria bertudung merah seorang diri.
Setelah kepergian keduanya, sosok pria bertudung merah menyeringai. “Jika kekuatan pemuda itu benar-benar telah melampaui tingkatan 40 ranah Immortal God, dengan menyerap kekuatan serta jiwanya, aku yakin kekuatanku dapat menerobos ke tingkat yang lebih tinggi, dan ada kemungkinan saja aku bisa menerobos ranah selanjutnya!”
......................
__ADS_1
Bersambung.