
Ketika malam datang dan akhirnya tiba waktu yang tepat untuk menyerang orang-orang yang berasal dari Pulau Besar Jin Dao. Luo Feng terbang ke ketinggian langit, dan tidak lama kemudian aura Agung seseorang yang telah mencapai ranah Immortal God tingkat 100 menyebar ke seluruh area perkemahan musuh, membuat semua orang di tempat itu hanya diam di tempat, termasuk Jin Guki, penguasa Pulau Besar Jin Dao.
Tidak ada yang bisa menggerakkan tubuh mereka, meski itu hanya ujung jari, bahkan mereka mengalami kesulitan membuka mulut untuk bicara.
Sampai akhirnya Jin Guki melepaskan aura puncak kekuatannya, yang mana kekuatannya saat ini telah berada di tingkat 60 ranah Immortal God. Merasa belum cukup untuk melawan aura yang membuatnya tidak bisa bergerak, dia meminjam aura orang-orang kepercayaannya, sehingga kekuatannya saat ini setara dengan aura yang membuatnya tidak bisa bergerak.
“Aku tidak menyangka ternyata ada yang bisa mengimbangi kekuatanku, meski dia harus meminjam paksa kekuatan orang lain!” Luo Feng tersenyum dan menatap remeh sosok Jin Guki. “Namun sayangnya ini bukanlah batas kekuatanku!”
Tidak lama kemudian Jin Guki merasakan aura kekuatan, yang telah melampaui ranah Immortal God, dan jauh lebih kuat dari kekuatannya. Memaksakan diri menyetarakan kekuatan dengan sosok yang tidak dia ketahui keberadaannya, yang ada dirinya akan celaka.
Kemungkinan besar tubuhnya akan meledak karena tidak bisa menahan kekuatan yang begitu besar, dan tentunya dia tidak ingin hal buruk itu terjadi pada dirinya, sebelum mimpinya menjadi penguasa Alam Semesta terwujud.
Swush...
Jika sebelumnya Jin Guki hanya aura kuat yang membuat tubuhnya tidak bisa bergerak meski itu hanya ujung jarinya, sekarang dia bisa merasakan tekanan kuat, dan sepertinya tekanan kuat itu hanya ditujukan padanya, tidak pada yang lainnya.
Tubuh kokoh Jin Guki jatuh tersungkur akibat tekanan kuat yang menimpanya. Bukan hanya jatuh tersungkur, tapi dia juga memuntahkan seteguk darah segar akibat tekanan yang menyerang organ dalam tubuhnya.
Jin Guki hanya bisa menundukkan kepala, dan tidak lama kemudian dia melihat jika ada seseorang muncul di hadapannya. Dia ingin mendongakkan kepala untuk melihat siapa sosok yang berada si hadapannya, tapi dia tidak bisa melakukan itu, dan pada akhirnya dia tidak bisa melihat siapa yang berada di hadapannya. Dia hanya bisa melihat bagian bawah seseorang di hadapannya, yang diyakininya orang itu adalah pemilik aura kuat, jauh lebih kuat dari kekuatannya.
“Si-Si-Siapa ka-mu? A-Aku merasa ti-tidak pernah me-mencari masalah denganmu!” Jin Guki kesulitan bicara, dikarenakan mulutnya terlalu kaku untuk digerakkan, dan dengan susah payah akhirnya dia bisa mengatakan apa yang ingin dikatakan.
Tidak ada balasan yang langsung diterima Jin Guki, tapi dengan setia dia menanti jawaban dari sosok yang berada di hadapannya, dan akhirnya sosok di hadapan Jin Guki yang tidak lain adalah Luo Feng, dia memutuskan bicara, “Tidak penting aku ini siapa, tapi dengan kau datang ke tempatku tanpa izin, itu sama saja kau mencari masalah denganku, dan aku tidak sungkan membuatmu bernasib sama dengan orang-orang yang sebelumnya aku musnahkan tidak jauh dari tempat ini!”
Mendengar semua itu, Jin Guki yakin jika sosok di hadapannya adalah sosok yang telah memusnahkan orang-orangnya, yang telah sampai lebih dulu di Pulau Besar Luo Dao.
Dengan kekuatan yang jauh melampaui kekuatannya, sangat wajahnya jika sosok di hadapannya tidak kesulitan menghadapi orang-orangnya, dan dengan sangat mudah memusnahkan keberadaan mereka.
Jin Guki juga berpikir jika sosok di hadapannya tidak memiliki hubungan dengan Klan Luo yang dianggapnya sebagai musuh.
Sekuat tenaga Jin Guki mencoba mengangkat kepalanya, berusaha melihat dengan jelas sosok di hadapannya.
Namun usahanya hanya berakhir sia-sia, dikarenakan dia sama sekali tidak bisa melakukan itu. Sekuat apapun dia berusaha, tetap dia tidak bisa mendongakkan kepala untuk melihat secara jelas sosok yang ada di hadapannya.
Uhuk...
Jin Guki kembali memuntahkan seteguk darah segar saat dia mencoba mengangkat kepala untuk melihat wajah sosok di hadapannya, bahkan kini tubuhnya telah sepenuhnya roboh dalam posisi tengkurap, dan dia yang merupakan sosok terkuat di Pulau Besar Jin Dao, dia tidak berdaya di hadapan sosok yang begitu asing baginya.
__ADS_1
Luo Feng terkekeh pelan melihat apa yang terjadi pada sosok di hadapannya, di mana dia tahu jika sosok di hadapannya bernama Jin Guki, yang merupakan penguasa Pulau Besar Jin Dao. “Hehehehe... Aku tidak menyangka jika penguasa Pulau Besar Jin Dao sangatlah lemah, bahkan tidak berdaya saat aku hanya menggunakan sedikit kekuatan, yang aku miliki,” ucap Luo Feng.
Luo Feng tanpa ampun menginjak punggung Jin Dao, membuat pria itu kembali memuntahkan darah, tapi Luo Feng sama sekali tidak peduli dengan keadaan yang dialami Jin Dao. Bukan hanya menginjak, kini Luo Feng bahkan menginjak-injak saat melihat Jin Guki kembali memuntahkan darah segar.
“Hahahaha... kau benar-benar sosok lemah, dan kau sama sekali tidak pantas menjadi seorang penguasa!” Luo Feng terus saja menginjak-injak tubuh lemah Jin Guki, membuat pria itu lagi dan lagi memuntahkan darah segar.
Jin Guki ingin melawan atau sekedar membebaskan diri dari siksaan yang dirasakannya, tapi dia tidak bisa melakukan apa-apa, dan hanya bisa pasrah saat siksaan itu terjadi padanya. Disaat sperti ini, dia berharap Klan Luo tidak datang menyerang.
Sekalipun Klan Luo lemah, jika mereka datang menyerang saat keadaannya tidak berdaya seprti saat ini, jelas itu merupakan mimpi buruk untuknya. Namun, daripada memikirkan kemungkinan adanya serangan dari Klan Luo, dia lebih berfikir bagaimana cara membebaskan diri dari sosok yang kini terus memberi siksaan pada dirinya.
Luo Feng yang bisa membaca semua yang dipikirkan Jin Guki, dia tersenyum lebar, dan kini dia tidak lagi menginjak-injak tubuh pria itu, melainkan dia langsung saja menarik lengan Jin Guki. Kuatnya tarikan yang dilakukannya, membuat lengan Jin Guki terpisah dari tubuhnya.
Aaaaargh...
Jin Guki berteriak kesakitan saat lengannya terpisah dari tubuhnya. Bukan hanya sebelah tangannya, tapi Luo Feng berpindah ke lengan satunya, dan tanpa belas kasih dia melakukan hal yang sama pada lengan satunya.
“Aku rasa semua ini tidak menyakitkan untukmu,” ucap Luo Feng dengan santainya, meski dia jelas melihat saat ini kondisi Jin Guki sangatlah menyedihkan.
Merasa belum cukup menyiksa Jin Guki yang seharusnya menjadi musuh terkuatnya, Luo Feng mengeluarkan sebuah belati dari cicin ruangnya, lalu dia berjongkok di dekat kaki Jin Guki.
Tanpa rasa jijik, begitu jongkok di dekat kaki Jin Guki, dia mulai memotong satu-persatu jari kaki Jin Guki. Memulai dari ibu jari, dalam waktu singkat dia telah memotong jari kaki kiri, dan dia benar-benar mengabaikan teriakan kesakitan yang berkali-kali keluar dari mulut Jin Guki. Baginya teriakan Jin Guki adalah alunan musik kemenangan untuk Klan Luo.
Teriakan kesakitan terus saja terdengar, dan Luo Feng benar-benar tidak peduli dengan kesakitan yang dialami Jin Guki. Dia terus saja melanjutkan siksaannya, sampai akhirnya seluruh jari kaki Jin Guki terpotong habis olehnya.
Rasa sakit dirasakan Jin Guki dari banyak titik di tubuhnya. Namun, dikare kekuatannya yang telah berada di ranah Immortal God, perlahan rasa sakit itu menghilang bersama dengan tumbuhnya kembali anggota tubuhnya, yang telah dicabik-cabik dan dipotong oleh Luo Feng.
“Semakin cepat anggota tubuhmu kembali tumbuh, semakin cepat aku bisa memberi siksaan selanjutnya padamu!” ucap Luo Feng, yang tentu saja tahu kalau anggota tubuh Jin Guki akan kembali tumbuh.
Jin Guki yang mendengar semua itu, dia merasa siksaannya tidak akan pernah berakhir, jika anggota tubuhnya terus saja tumbuh. Kemungkinan siksaan itu akan berakhir setelah dia bertemu dengan akhir hidupnya. Apa yang menjadi akhir hidupnya? Kematian tentu saja menjadi akhir hidupnya, dan setelah meti tentu dia tidak lagi akan merasakan siksaan, yang begitu menyakitkan.
Akan tetapi dia tidak ingin mati dalam waktu dekat ini. Masih banyak yang ingin dia lakukan, dan yang pasti dia tidak ingin mati tanpa melihat sosok yang menjadi penyebab utama kematiannya.
“Jin Guki, penguasa Pulau Besar Jin Dao, aku punya dua pilihan untukmu! Pergi dari tempat ini sekarang juga dengan seluruh kekuatan yang kau miliki, atau musnah di tanganku?” ucap Luo Feng begitu jelas, dan dia yakin kedua telinga Jin Guki jelas mendengar semua itu.
Sedangkan Jin Guki yang mendengar dua pilihan yang diberikan padanya, dia merasa bimbang harus memilih pilihan yang mana. Memilih pergi, artinya dia bisa dianggap kalah sebelum bertempur dengan Klan Luo. Jika tetap tinggal dan melawan, mungkin dia harus mengeluarkan jurus terlarang yang dikuasainya, untuk membuatnya dapat mengalahkan sosok di hadapannya.
‘Setidaknya dia hanya berada di tingkat 1 ranah True God, dengan menggunakan jurus itu, aku bisa dua tingkat melampaui kekuatannya,’ batin Jin Guki.
__ADS_1
Pada akhirnya dia memilih melawan, meski harus mengeluarkan jurus yang sebenarnya ingin dia gunakan untuk menghadapi penguasa Alam Surgawi.
Ya, Jin Guki berencana menyerang Alam Surgawi dan menjadi penguasa di tempat itu, oleh karenanya dia telah melatih jurus terlarang warisan Klan Jin, yang mana jurus itu dapat membuat kekuatannya meningkat, dengan menyerap kekuatan orang lain yang lebih lemah darinya.
Jurus yang dia pelajari memang memberi banyak keuntungan untuknya, tapi jurus itu dinamakan jurus terlarang karena akan berdampak buruk pasal siapapun yang menggunakannya. Sekali menggunakan jurus itu, Jin Guki harus mengorbankan 10 tingkat kekuatannya, dan itu akan terjadi saat efek jurus itu habis.
Jurus itu tidak memberi kekuatan secara permanen, melainkan hanya memberi kekuatan sementara pada penggunanya. Begitu efek jurus itu habis, siapapun pengguna jurus itu harus kehilangan sepuluh tingkat kekuatannya, dan minimal jika ingin menggunakan jurus itu, pengguna jurus harus memiliki kekuatan di ranah Immortal God tingkat 10.
Meski akan memberinya banyak kerugian, Jin Guki terpaksa menggunakan jurus itu, dan dia harus lebih lama menunda rencana menyerang dan menguasai Alam Surgawi.
Secara tiba-tiba tubuh Jin Guki memancarkan cahaya, membuat Luo Feng segera menjauhi tubuh Jin Guki. Bukannya takut apa yang akan terjadi dengan tubuh Jin Guki, Luo Feng justru sangat penasaran dengan apa yang akan terjadi pada tubuh Jin Guki. Merasakan kekuatan Jin Guki, Luo Feng yang masih ingin menyembunyikan identitasnya dari Jin Guki, dia akhirnya memilih menggunakan topeng untuk menyembunyikan wajahnya.
Luo Feng diam mengamati apa yang akan terjadi pada Jin Guki. Jelas dia bisa merasakan peningkatan kekuatan Jin Guki, dan dia penasaran sampai di tingkat apa peningkatan yang akan terjadi pada kekuatan Jin Guki. Untuk bagaimana Jin Guki bisa meningkatkan kekuatannya, Luo Feng tidak peduli dengan semua itu. Dia lebih peduli dengan seberapa besar peningkatan kekuatan Jin Guki.
“Aku tidak menyangka jika dia masih bisa meningkatkan kembali kekuatannya, tapi sepertinya kekuatannya tidaklah permanen, melainkan ada batas waktu pada penggunaan kekuatannya!” guam Luo Feng.
Merasakan aura kekuatan Jin Guki, hanya dalam waktu singkat Luo Feng merasa kekuatan pria itu sudah setara dengan kekuatan, yang saat ini ditunjukkan pada musuhnya. Terus meningkat, kekuatan Jin Guki berhenti meningkat setelah berada di tingkat 10 ranah True God.
Luo Feng tersenyum senang karena akhirnya dia bisa melawan musuh yang kekuatannya telah berada di ranah True God, apalagi sudah berada di tingkat 10. “Sungguh kekuatan yang luar biasa kuat,” gumamnya memuji kekuatan musuh.
Pujian itu memang ditujukan Luo Feng pada kekuatan yang saat ini dimiliki Jin Guki. Selama beberapa waktu terakhir Jin Guki adalah lawan terkuatnya, dan pantas mendapat pujian darinya.
......................
Beberapa waktu berlalu Jin Guki telah bangkit berdiri, dan terlihat jika seluruh luka ditubuhnya telah sepenuhnya menghilang.
Luo Feng tersenyum senang melihat keadaan Jin Guki yang telah sepenuhnya sembuh dari luka-luka si tubuhnya. Sedangkan Jin Guki yang baru melihat sosok lawannya, dia benar-benar merasa asing dengan sosok yang menjadi lawannya, dan entah kenapa dia memiliki firasat sangat buruk saat melihat senyuman pria yang menjadi lawannya.
Topeng memang menutupi wajah Luo Feng, tapi hanya bagian mata sampai batas hidung yang tertutup, sedangkan bagian mulut dibiarkan terbuka, sehingga Jin Guki masih bisa melihat senyuman yang ditunjukkan Luo Feng.
Jin Guki menatap penampilan Luo Feng dari ujung kaki sampai bagian kepala. Melihat penampilan Luo Feng, dia yakin jika sosok di hadapannya bukanlah bagian dari Klan Luo, tapi bisa jadi dia bagian dari kekuatan tersembunyi yang jauh lebih kuat dari Klan Luo.
Saat mencoba mengukur kembali kekuatan yang dimiliki sosok bertopeng yang menjadi lawannya, Jin Guki mengerutkan keningnya, saat kini dia tidak lagi bisa mengukur seberapa besar kekuatan yang dimiliki lawannya. Sebelumnya dia yakin kekuatan lawan berada di ranah True God tingkat 1, tapi kini dia dibuat bingung karena tidak pagi bisa mengukur kekuatan milik lawannya.
Luo Feng yang hanya diam, dia tahu jika dirinya berhasil mempermainkan lawan, dengan senantiasa menunjukkan ranah kekuatan palsu padanya.
‘Sampai kapanpun dia tidak akan bisa mengukur seberapa besar kekuatanku karena aku sendiri saja tidak tahu, seberapa besar kekuatan yang aku miliki!’ batinnya, dan dia terkekeh pelan.
__ADS_1
......................
Bersambung.