
Luo Feng terus saja membunuh binatang buas yang seolah tidak ada habisnya, tapi dari apa yang ia lihat dan rasakan, secara perlahan jumlah binatang buas mulai berkurang, meski jumlah mereka masih jutaan.
Setelah beberapa waktu beristirahat, Luo Xue dan lima orang lainnya juga telah kembali melawan banyaknya binatang buas, dan sekarang pertarungan mereka semakin ringan setelah mendapat bantuan prajurit perang.
Dengan tenaga yang telah pulih, mereka dengan cepat membunuh sebanyak-banyaknya binatang buas, dan mengumpulkan seluruh kristal kehidupan yang berguna untuk meningkatkan kekuatan mereka. Meski sudah banyak kristal kehidupan yang telah dikumpulkan, rasanya itu belum cukup karena kebutuhan mereka akan kristal kehidupan semakin banyak, seiring peningkatan kekuatan yang mereka alami.
Jutaan binatang buas yang sebelumnya memenuhi kawasan Gunung Kematian, dan membuat orang-orang memilih tidak mengusik keberadaan mereka, sekarang jumlah binatang buas di tempat itu semakin berkurang, dan setelah setengah hari berlalu kini hanya tersisa setengah dari keseluruhan jumlah binatang buas di tempat itu.
“Apa kalian ingin memusnahkan seluruh binatang buas yang ada di tempat ini?” tanya Luo Feng yang kini ia berada di dekat Luo Xue dan juga dekat dengan kelima muridnya.
Mendengarnya, Luo Xue dan lima orang lainnya kompak menganggukkan kepala. “Gege, kita harus membunuh mereka semua, dan memanfaatkan keberadaan kristal kehidupan di tubuh mereka! Untuk kelangsungan hidup binatang buas, Gege tengan saja sela di Alam Semesta ini ada orang yang memiliki niatan jahat, keberadaan binatang buas tidak akan pernah punah!” ucap Luo Xue.
Binatang buas merupakan makhluk hidup yang terlahir dari niatan jahat makhluk hidup, jadi sekalipun keberadaan mereka saat ini dimusnahkan, keberadaan mereka tidak akan pernah musnah. Selama masih ada makhluk hidup yang memiliki niatan jahat, saat itu juga akan terus terlahir binatang buas di Alam Semesta.
Luo Feng menganggukkan kepala mengerti, dan setelahnya ia berkata, “Baiklah, mari kita bunuh seluruh binatang buas yang ada di tempat ini, dan setelahnya aku akan memberi kalian waktu untuk meningkatkan kekuatan sebelum nantinya melanjutkan perjalanan!” Luo Feng memberi mereka waktu yang cukup untuk meningkatkan kekuatan, dikarenakan selama mereka semakin kuat, itu semakin baik untuk diri mereka sendiri.
Dengan mereka semakin kuat, artinya mereka semakin bisa melindungi dirinya sendiri, tapi meski begitu Luo Feng tidak akan lepas tangan dan mengabaikan keselamatan mereka. Ia akan tetap melindungi mereka dengan apa yang dimilikinya, sekalipun mereka sudah tumbuh menjadi sosok yang lebih kuat dari saat ini.
Setelah memutuskan membunuh seluruh binatang buas yang menghuni kawasan Gunung Kematian, Luo Feng dan yang lainnya melesat maju menyerang banyaknya binatang buas, tapi meski jumlah mereka banyak, sedikitpun Luo Feng dan yang lainnya tidak gentar berhadapan dengan mereka.
Dengan pedang elemen di tangan kanannya dan di tangan kiri memegang pedang cahaya, Luo Feng menyerang dan membunuh binatang buas yang ada di dekatnya. Hal yang sama juga dilakukan Luo Xue, yang masih saja menggunakan pedang kembarnya sebagai senjata utama.
Kali ini mereka lebih cepat membunuh banyaknya binatang buas, yang jumlahnya saat ini masih ada jutaan, tapi terlihat jelas jika jumlah mereka telah berkurang dari sebelumnya.
Bahkan sekarang ujung dari barisan binatang buas telah terlihat, dan itu semakin memperjelas jika jumlah mereka telah berkurang. Tidak ada lagi binatang buas yang datang mendekat, dan itu menandakan jika yang tersisa saat ini adalah keberadaan binatang buas terakhir yang berada di kawasan Gunung Kematian.
Luo Xue menghela napas lega, melihat jumlah binatang buas tidak sebanyak sebelumnya. “Akhirnya jumlah mereka semakin berkurang, dan tidak lama lagi pertarungan yang begitu melelahkan akan segera berakhir!” gumamnya sambil terus membunuh siapapun yang menjadi lawannya.
...----------------...
Malam berlalu dengan cepat, dan saat pagi menjelang pertarungan antara kelompok Luo Feng yang melawan jutaan binatang buas sudah menunjukkan jika pertarungan itu tidak lama lagi akan berakhir.
Sekarang hanya menyisakan puluhan ribu binatang buas, dan lebih dari separuh jumlah mereka berada dalam keadaan terluka, bahkan tidak sedikit yang tidak lagi sanggup bangkit berdiri dari tempatnya. Sementara mereka yang masih sanggup bertarung, mereka yang memang tidak diberi akal, mereka tetap saja menyerang kelompok Luo Feng, meski pada akhirnya hanyalah kematian yang mereka dapatkan.
Sampai akhirnya seluruh binatang buas mati saat matahari sudah berada tinggi di atas kepala. Saat ini hari belum siang, tapi matahari sudah cukup tinggi, dan memancarkan cahaya terik yang cukup panas.
Beruntung pertarungan telah berakhir, jadi Luo Feng dan yang lainnya bisa sejenak beristirahat, tapi tidak ada waktu bagi Luo Xue dan lima orang lainnya untuk sekedar beristirahat dan bermalas-malasan.
Mereka yang ingin cepat tumbuh kuat, mereka segera berkuktivasi setelah membersihkan diri dari darah binatang buas yang menempel di tubuh. Mereka berkuktivasi tidak jauh dari tumpukan mayat binatang buas yang sedang dibakar oleh Luo Feng, dengan di bantu puluhan prajurit perang.
__ADS_1
“Semoga saja mereka cepat menerobos ranah Supreme God Emperor, jadi aku bisa lebih tenang saat tidak bisa memperhatikan keberadaan mereka,” ucap Luo Feng yang kali ini ia menyerahkan keamanan Luo Xue dan yang lainnya pada belasan prajurit perang, yang berjaga di sekitaran mereka.
Ia sendiri saat ini sedang fokus mengumpulkan dan membakar banyak mayat binatang buas, tentunya setelah kristal kehidupan di dalam tubuh binatang buas berhasil dikeluarkan.
Setelah beberapa saat berlalu, akhirnya seluruh mayat telah dibakar, dan sejak awal dimulainya pembakaran mayat binatang buas, bau harum daging yang terbakar dapat tercium dengan jelasnya, bahkan Luo Feng merasa lapar karena mencium aroma daging bakar, yang berasal dari pembakaran tubuh binatang buas.
Daging binatang buas mengandung racun mematikan, dan tidak sembarangan orang bisa memakannya. Oleh karena itu, Luo Feng yang tidak ingin menanggung resiko karena memakan daging binatang buas, ia memilih tidak memakan daging mereka, dan lebih memilih memakan buah-buahan segar, yang terdapat di kawasan Gunung Kematian.
Berada di kawasan gunung yang keadaannya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya, Luo Feng merasa Gunung Kematian bukan nama yang tepat untuk lokasinya saat ini. “Kedepannya mungkin tempat ini lebih cocok diberi nama Gunung Kehidupan,” gumamnya pelan, dan ia pergi mendekat ke tempat Luo Xue dan yang lainnya.
Melihat banyaknya kristal kehidupan yang mulai meredup karena energi kehidupan di dalamnya diserap Luo Xue dan yang lainnya, Luo Feng mengeluarkan ratusan ribu kristal kehidupan dari cincin ruang miliknya, dan menyebar kristal kehidupan itu mengelilingi Luo Xue dan lima orang lainnya.
“Aku cuma perlu mengawasi mereka, tapi sebagian waktu yang ada akan aku pergunakan untuk bersantai!” ucap Luo Feng.
Ia sudah cukup lama tidak bersantai, dan kali ini ia ingin bersantai sebelum nantinya ia kembali disibukkan dengan banyak hal yang harus dilakukan.
...----------------...
Lima hari kemudian.
Booomm... Booomm... Booomm...
“Dalam kurun waktu lima hari saja Xue’er berhasil menerobos ranah God Emperor tingkat 9, dan tinggal sedikit lagi untuknya dapat menerobos ranah Supreme God Emperor. Shen Huang dan yang lainnya juga banyak mendapatkan terobosan, dan sekarang mereka jauh lebih kuat dari sebelumnya. Mungkin, saat nantinya sampai di Pulau Besar Qing Dao, mereka semua telah berhasil menerobos ranah Supreme God Emperor,” gumam Luo Feng setelah melihat perkembangan kekuatan Luo Xue dan kelima muridnya.
“Xue’er, apa kamu tahu dimana Tetua Agung Klan Luo saat ini?” tanya Luo Feng begitu Luo Xue selesai melakukan kultivasi.
“Gege, kita tidak perlu menghampiri ayah angkat karena tidak lama lagi ia akan sampai di tempat ini, dan nantinya ayah angkat akan ikut kita ke Pulau Besar Qing Dao!” ucap Luo Xue.
“Xue’er, apa kamu telah menceritakan apa yang akan kita lakukan di Pulau Besar Qing Dao pada Tetua Agung?” Kembali Luo Feng mengajukan sebuah pertanyaan pada Luo Xue.
Luo Xue yang mendengarkan semua itu, pelan ia mengangguk, “Aku hanya menceritakan kita yang akan pergi ke Pulau Besar Qing Dao, tapi aku tidak menceritakan tujuan kita pergi ke tempat itu,” ucapnya.
Luo Feng mengangguk dan tersenyum mendengar ucapan Luo Xue. “Biar aku sendiri yang menceritakan tujuan kita pada Tetua Agung Luo Ang,” ucap Luo Feng.
Setelah terlibat pembicaraan singkat, keduanya memilih diam saat merasakan adanya pergerakan banyak sosok yang mendekat ke tempat mereka.
Dari apa yang dirasakan Luo Feng dan Luo Xue, diantara banyak sosok yang mendekat, ada salah satu dari mereka yang kekuatannya telah berada di ranah Supreme God Emperor tingkat 1. Merasakan tingk kekuatan dan aura kekuatan yang menyebar di udara, Luo Feng dan Luo Xue yakin yang datang adalah Luo Ang.
Luo Feng dan Luo Xue, bersamaan keduanya mendongakkan kepala, dan tidak lama kemudian keduanya melihat keberadaan ribuan sosok melayang di langit, dan tidak lama kemudian salah satu sosok di langit melayang turun, menghampiri mereka yang masih mendongakkan kepala.
__ADS_1
Ia yang baru datang segera mengedarkan aura kekuatannya, dan berusaha menekan dua sosok yang terus menatap keberadaannya. Meski ia telah mengedarkan aura kekuatan puncaknya, ia tercengang saat aura kekuatannya sama sekali tidak berpengaruh pada dua sosok, yang sampai saat ini masih terlihat biasa-biasa saja, selah tidak ada suatu hal yang mengusik ketenangan mereka.
Bahkan saat aura kekuatan digabung dengan niat membunuh yang dimilikinya, masih saja dua sosok itu tidak terpengaruh dengan apa yang dilakukannya, bahkan keduanya masih terlihat biasa-biasa saja. Ia bahkan melihat senyuman dari dua sosok yang menyambut kedatangannya.
“Salah hormat pada Ayah! Salam hormat pada Tetua Agung!” ucap Lu Xue dan Luo Feng diwaktu hampir bersamaan, dan keduanya bicara sambil sedikit menundukkan kepala sebagai penghormatan pada sosok Luo Ang.
Luo Ang yang merupakan sosok Tetua Agung Klan Luo, ia mengangkat tangan, menandakan jika ia menerima penghormatan Luo Feng dan Luo Xie, lalu ia berkata, “Xue’er, apa kamu tidak ingin memperkenalkan padaku siapa pria yang bersamamu?”
Bukannya langs menjawab, setelah menunjukkan senyumannya pada Luo Ang, Luo Xue justru berbicara dengan Luo Feng, “Gege, tunjukkan lencana milik Gege pada Ayah!” ucapnya.
Mendengar itu, Luo Feng langsung saja menunjukkan lencana miliknya pada Luo Ang.
Melihat apa yang ditunjukkan Luo Feng padanya dan setelah memastikan kebenaran lencana itu dengan kedua mata kepalanya sendiri, Luo Ang ingin berlutut di hadapan Luo Feng, tapi kekuatan ada kekuatan yang membuat Luo Ang tidak bisa berlutut, dan ia tahu jika kekuatan itu adalah milik Luo Feng.
“Tu-Tuan Muda, akhinya hamba bertemu dengan Tuan Muda!” ucap Luo Ang yang terlihat menitipkan air mata, meski saat ini perasaannya dipenuhi rasa senang karena akhirnya ia dapat bertemu sosok calon Patriak baru Klan Luo.
Sedangkan Luo Feng, ia hanya tersentuh dan membiarkan Luo Ang melakukan apa yang ingin dilakukannya, asalkan itu tidak berlutut di hadapannya, atau melakukan sesuatu yang bakal membuatnya rugi.
Tangis haru Luo Ang tidak berlangsung lama, dan ia cepat memulihkan kembali keadaannya seperti sedia kala, lalu setelahnya ia berkata, “Tuan Muda, sebelumnya hamba sudah bertemu dengan kedua orangtua Tuan Muda, dan saat ini mereka sedang menunggu kedatangan kita di tempat tersembunyi, yang berada di Pulau Besar Qing Dao!”
Mendengar kabar keberadaan kedua orangtuanya Luo Feng sama sekali tidak terkejut karena ia yakin kedua orangtuanya juga telah berpindah ke tempat yang sama dengannya, dikarenakan mereka adalah dua sosok yang berasal dari tempatnya saat ini, dan kepergian mereka ke dimensi lain bernama Bumi, semua itu mereka lakukan untuk menyelamatkan dirinya yang masih kecil, dan rawan diincar kekuatan besar Klan Qing, dan kekuatan yang berada di belakang Klan Qing.
“Kalau memang kita tidak lagi ada urusan di tempat ini, bagaimana kalau kita langsung pergi ke Pulau Besar Qing Dao? Jujur saja aku sudah tidak sabar memberikan hadiah kematian pada Patriak Qing Qong!” ucap Luo Feng yang tidak lagi ingin memberi kesempatan hidup untuk orang itu.
“I-Itu, sebenarnya ada suatu hal yang harus hamba selesaikan di tempat ini, dan ini berhubungan dengan senjata pusaka Klan Luo yang tersimpan di suatu tempat yang berada di tempat ini. Jadi, sebelum senjata pusaka itu ditemukan, hamba belum bisa pergi meninggalkan tempat ini!” ucap Luo Ang yang belum bisa pergi sebelum menyelesaikan tugasnya.
“Senjata pusaka Klan Luo? Kalau aku boleh tahu, apa itu senjata pusaka Klan Luo?” tanya Luo Feng penasaran.
“Senjata pusaka Klan Luo adalah senjata terkuat yang pernah dimiliki Klan Luo, tapi senjata itu tiba-tiba menghilang setelah kematian Patriak Klan Luo, dan melalui informasi dari mimpi, hamba yakin senjata itu ada di tempat ini!”
“Senjata pusaka itu adalah pedang elemen, sebuah pedang yang bisa diperkuat dengan kekuatan elemen!” ucap Luo Ang sambil menunjukkan sketsa pedang elemen pada Luo Feng.
Luo Feng yang melihat sketsa pedang elemen, tiba-tiba ia tersenyum, lalu ia mengeluarkan pedang elemen miliknya dari cincin ruanh.
“Jika ini yang kalian cari, aku sudah menemukannya, dan sepertinya kita bisa pergi ke Pulau Besar Qing Dao sekarang juga!” ucap Luo Feng.
...----------------...
Bersambung.
__ADS_1