Legenda Sang Dewa

Legenda Sang Dewa
Memburu Kenikmatan Sebelum Pergi Berperang


__ADS_3

“Sekarang tiba giliranku menyeranh kalian!”


Setelah memberi kesempatan pada kedua lawannya menyerang, sekarang tiba gilirannya menyeranh mereka. Begitu cepat Luo Feng mengarahkan tinju ke arah Jin Fugeng dan Jin Peng. Hanya dengan sedikit mengerahkan kekuatan yang dimilikinya, nyatanya tinju Luo Feng membuat kedua lawannya terluka parah, setelah tinju itu menghantam dada mereka.


Bang... Bang... Boom... Boom...


Dentuman keras terdengar saat tinju Luo Feng menghantam tubuh Jin Fugeng dan Jin Peng. Tidak ada dari mereka yang berhasil menahan tinju Luo Feng, sehingga mereka harus mengalami luka serius, saat tinju itu menghantam dada mereka.


Luo Feng terlihat kecewa saat melihat kedua lawannya sudah mengalami luka parah, sedangkan dirinya barusan hanya menggunakan sedikit kekuatan yang dimilikinya. Sebelumnya dia berharap keduanya hanya mengalami luka ringan, nyatanya mereka terluka sangat parah.


Merasa kecewa dengan kekuatan mereka, Luo Feng berencana langsung mengakhiri hidup mereka menggunakan tinjunya.


“Sebaiknya kalian berdua segera mati, dikarenakan keberadaan orang-orang lemah seperti kalian hanya mengotori tempat ini!”


“Mati!”


Dengan gerakan yang teramat cepat Luo Feng menggunakan tinjunya, meninju bergantian ke arah kepala dua pria yang menjadi lawannya. Gerakannya teramat cepat, membuat siapapun sulit melihat pergerakannya.


Boom... Boom... Duar... Duar...


Tinju Luo Feng tidak bisa dihindari, dan pada akhirnya tinju menghantam kepala musuhnya secara bergantian. Tinju itu sangatlah kuat, dan cukup dengan satu pukulan, dia membuat kepala musuhnya meledak, dan jelas bisa dipastikan keduanya telah berubah menjadi mayat tidak berguna.


Memastikan kedua lawannya mati, Luo Feng segera mengarahkan perhatiannya pada prajurit musuh, yang datang dibawah kepemimpinan empat orang, yang sudah dipastikan mati di tangannya. Jelas dia tidak akan mengampuni mereka, dikarenakan mereka datang sebagai musuh.


Kekuatan elemen petir yang terlihat sangat mengerikan segera saja muncul di kedua tangan Luo Feng, dan dengan kekuatan elemen petir dia akan memusnahkan keberadaan prajurit musuh. Melawan atau tidak, dia tetap akan memusnahkan mereka, dan memberi kejutan pada kekuatan utama muauh yang kemungkinan akan datang di hari esok. Dengan kematian seluruh prajurit yang dikirim untuk mempersiapkan perkemahan, itu bisa membuat buruk mental yang dimiliki prajurit utama musuh.


“Sudah saatnya kalian semua mati, dan kematian kalian adalah akibat datang menantang kekuatan Klan Luo!”


Begitu Luo Feng selesai berkata, sosoknya bergerak sangat cepat bagaikan kilatan cahaya, dan dia bergerak menuju kerumunan prajurit musuh, yang sedari tadi sudah ketakutan akan kekuatannya. Melihat Luo Feng bergerak ke arah mereka, meski dalam keadaan ketakutan, mereka memberanikan diri melawan Luo Feng.


Akan tetapi, mereka sama sekali tidak memiliki kesempatan melawan Luo Feng, dikarenakan Luo Feng sudah lebih dulu mengakhiri hidup mereka. Cepat dan kuat, Luo Feng tidak kesulitan membunuh sebanyak-banyaknya prajurit musuh.


“Gege, biarkan kami yang membereskan mereka semua!” ucap Luo Xue. Mendengar itu Luo Feng segera menghentikan serangan, dan membiarkan Luo Xue serta dua orang lainnya menyelesaikan apa yang ingin mereka selesaikan.


Terlihat Luo Xue sangat menikmati saat dia membunuh prajurit musuh, begitu juga dengan Luo Long dan Luo Niu. Mereka benar-benar menikmati saat membunuh musuh, dan mereka sangat mudah membunuh musuh, sekalipun jumlah musuh tidak sedikit. Tidak membunuh satu-persatu, mereka langsung saja membunuh puluhan musuh dalam sekali serang.


Luo Xue menggunakan kekuatan lemen api, membakar tubuh musuhnya, membuat tubuh mereka berubah menjadi abu. Sedangkan Luo Long dan Luo Niu yang menguasai elemen air, angin, serta es, mereka menggunakan ketiga kekuatan elemen untuk membunuh musuh. Angin memotong-motong tubuh musuh, air menenggelamkan musuh, dan es membekukan musuh sampai bertemu kematian.


“Mereka cukup kejam!” gumam Luo Feng yang mana dia saat ini benar-benar menjadi penonton jalannya pertarungan, yang tidak lama lagi akan berakhir.

__ADS_1


Luo Xue membuat bola api raksasa, lalu dia melemparkan bola api raksasa ke arah musuh.


Booomm...


Getaran yang sangat kuat dan mengerikan terjadi saat bola api yang dilemparkan Luo Xue mengenai ribuan prajurit musuh. Dengan suhu bola api yang sangat panas, kecil kemungkinan ada prajurit musuh yang selamat, setelah terkena serangan bola api Luo Xue. Benar saja, ribuan prajurit musuh musnah menjadi debu, setelah terkena bola api raksasa yang dilemparkan Luo Xue.


Slash... Slash... Slash... Slash...


Di sisi lain, dengan menggunakan kekuatan elemen angin, Luo Long dan Luo Niu terus-terusan membunuh musuh mereka. Sudah banyak prajurit musuh yang mati di tangan keduanya ataupun Luo Xue, dan terlihat jika prajurit musuh kini hanya tersisa kurang dari tiga ratus ribu orang. Jumlah yang tidak seberapa, dan pada akhirnya Luo Xue serta dua orang lainnya membiarkan para prajurit elite Klan Luo yang menghabisi mereka.


Dengan sangat cepat seratus ribu prajurit elite Klan Luo menyerang prajurit musuh, dan pertarungan berat sebelah segera terjadi.


Prajurit elite Klan Luo mendominasi jalannya pertarungan, dan terlihat mereka sangat mudah membunuh satu-persatu prajurit musuh. Melihat semua itu, jelas prajurit elite jauh lebih kuat dibandingkan prajurit musuh.


Tidak sampai sepuluh menit, seratus prajurit elite Klan Luo berhasil membunuh seluruh prajurit musuh, dan segera mereka kembali berkumpul dengan prajurit elite, yang tidak turut serta memusnahkan prajurit musuh. “Mereka sudah siap turun ke medan perang yang sesungguhnya!” gumam Luo Feng.


“Kalian kembalilah ke perkemahan lebih dulu, biarkan aku yang membakar mayat mereka!” ucap Luo Feng, dan kali ini Luo Xue serta dua orang lainnya menuruti apa yang menjadi keinginan Luo Feng.


Luo Feng tersenyum melihat mereka bertiga pergi meninggalkannya, dan setelah kepergian mereka, segera saja dia membakar seluruh mayat prajurit musuh, dan memastikan seluruh mayat prajurit musuh berubah menjadi abu. “Abu kalian akan menjadi pupuk alami tanah yang ada di tempat ini!” gumamnya, lalu dia segera pergi menyusul Luo Xue dan dua orang lainnya.


......................


Kekuatan utama Pula Besar Jin Dao tentu saja lebih kuat dari mereka yang lebih dulu sampai di Pulau Besar Luo Dao.


Bukan hanya kuat, tapi jumlah mereka juga berkali-kali lebih banyak dari mereka yang sudah melakukan perjalanan lebih dulu, dan ditugaskan menyiapkan perkemahan untuk kekuatan utama Pulau Besar Jin Dao, yang datang untuk menghancurkan dan memusnahkan keberadaan Klan Luo, di Pulau Besar Luo Dao. Dengan kekuatan dan jumlah yang mereka miliki, mereka masih sangat percaya diri dapat meraih apa yang mereka inginkan.


Sementara itu, diperkemahan kekuatan Klan Luo yang dipersilahkan untuk melawan kekuatan besar Pulau Besar Jin Dao, saat ini Luo Feng sedang berkumpul bersama Luo Xue, Luo Long, Luo Xue, Shen Huang, dan empat orang lainnya. Meraka tidak sedang membahas tentang peperangan yang akan terjadi, tapi mereka sedang bersantai.


“Gege, apa di pertarungan selanjutnya aku boleh menggunakan jurus-jurus yang telah aku pelajari, dan telah aku sempurnakan?” tanya Luo Xue, dengan pandangan tertuju pada Luo Feng.


Mendengar itu Luo Feng mengangguk pelan, lalu dia berkata, “Gunakan jurus itu saat bertemu lawan yang tidak bisa dilawan menggunakan jurus biasa! Jika lawan lemah, sebaiknya gunakan jurus biasa, yang sudah sejak lama kamu kuasai!” Senyuman terlihat di wajah Luo Feng, saat mengatakan semua itu pada Luo Xue.


Luo Xue tersenyum lembut, membalas senyuman Luo Feng. Di lain sisi dia sangat mengerti apa yang baru dikatakan Luo Feng padanya, dan dia berjanji akan melakukan seperti apa yang dikatakan Luo Feng padanya. Baginya, tidak ada perintah yang akan dia dengan dan turutin, selain perintah yang diberikan langsung oleh Luo Feng.


“Xue’er, apa kamu menginginkan pedang yang lebih kuat, dari pedang yang saat ini kamu miliki?” tanya Luo Feng, yang mana dia telah menyiapkan sebuah pedang yang memiliki kualitas sama dengan pedang elemen maupun pedang cahaya miliknya.


Luo Xue teringat jika ada retakan di pedang lamanya, dan jelas dia membutuhkan pedang baru sebelum perang yang sesungguhnya terjadi.


Segera Luo Xue berterus-terang pada Luo Feng tentang keadaan pedangnya, bahkan dia menunjukkan pedang lamanya pada Luo Feng. Pedang yang sudah memiliki banyak retakan, dan bisa dipastikan tidak lama lagi pedang itu akan hancur.

__ADS_1


Melihat keadaan pedang Luo Xue, Luo Feng tahu jika istrinya membutuhkan pedang baru, sebelum perang yang sesungguhnya dimulai. Oleh karena itu dia segera mengeluarkan sebuah pedang dari cincin ruang miliknya.


“Pedang yang sangat luar biasa!” ucap Luo Xue melihat pedang yang baru dikeluarkan Luo Feng. Dari aura yang dirasakannya, Luo Xue jelas tahu jika pedang itu berkali-kali jauh lebih kuat dari pedang lamanya, yang sebenarnya sudah berkali-kali mengalami perbaikan dan peningkatan kekuatan.


“Pedang ini bernama pedang Phoenix, dan sepertinya pedang ini sangat cocok dengan kekuatan elemen api dan elemen lava yang kamu miliki,” ucap Luo Feng sambil menyerahkan pedang ditangannya pada Luo Xue.


Saat pedang itu berada di tangan Luo Xue, bilah pedang memancarkan cahaya terang berwarna merah, dan detik berikutnya pedang itu menyatu dengan tubuh Luo Xue.


Apa yang terjadi menunjukkan jika pedang itu memang ditakdirkan menjadi milik Luo Xue. “Xue’er, kamu cukup membayangkan pedang itu jika ingin menggunakannya, dan dengan sendirinya pedang itu akan muncul di tanganmu!” ucap Luo Feng, saat dia melihat Luo Xue dilanda kebingungan, saat secara tiba-tiba pedang di tangannya menghilang.


“Gege, apa pedang di tanganku tidak menghilang, melainkan pedang itu menyatu dengan tubuhku?” tanya Luo Xue dengan rasa penasarannya, dan dia sangat berharap Luo Feng mengetahui jawaban dari pertanyaannya.


Sementara itu, Luo Feng yang mendengar pertanyaan Luo Xue, dia mengangguk pelan, lalu berkata, “Benar, pedang itu tidak pernah menghilang, melainkan telah menyatu dengan tubuhmu!”


Untuk membuktikan kebenaran dari jawaban Luo Feng yang sebenarnya sudah dipercayainya, Luo Xue membayangkan pedang Phoenix muncul di tangannya, dan benar saja pedang itu secara tiba-tiba muncul di tangannya. “Gege, bukannya ini sangat luar biasa?” ujar Luo Xue dan dia tersenyum.


Senyum terlihat di wajah Luo Feng, saat dia melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah Luo Xue. Dia turut merasa bahagia, saat melihat wanita yang dicintainya berbahagia.


“Senjata yang luar biasa, memang pantas dimiliki oleh sosok yang juga luar biasa, dan kamu adalah sosok yang luar biasa bagiku!” ucap Luo Feng. Sedangkan Luo Xue yang mendengarnya, dia membiarkan pedang miliknya menyatu dengan tubuhnya, dan setelahnya dia melompat ke pelukan Luo Feng.


“Kalau saja kita tidak dalam situasi seperti saat ini, mungkin kita bisa menghabiskan waktu selama beberapa hari di dalam kamar yang nyaman!” bisik Luo Feng, saat Luo Xue berada di pelukannya. Dia bisa merasakan jika Luo Xue mempererat pelukannya setelah mendengar apa yang dia bisikkan.


“Kita akan melakukan itu setelah memenangkan peperangan!” balas Luo Xue, yang juga berbisik.


“Perang pasti kita menangkan, dan setelahnya kita akan melakukan banyak hal, terutama untuk mempersiapkan keberadaan sosok yang di masa depan nanti akan meneruskan perjuangan kita!” ucap Luo Feng, dan dengan nakal dia menggigit telinga Luo Xue.


Bukannya merasa sakit, Luo Xue justru merasakan geli, dan dia membalas perlakuan Luo Feng dengan menggerakkan bagian bawah tubuhnya, dan perlahan dia bisa merasakan sesuatu milik Luo Feng dibawah sana bangkit.


Luo Feng yang tidak bisa menahan pergerakan di bawah sana, dia segera menggunakan teknik teleportasi, dan dalam waktu singkat dia dan Luo Xue telah berpindah di dalam kamar, yang berada di sebuah tenda.


“Saat ini kita memang dalam situasi tegang karena perang besar yang sudah berada di depan mata, tapi semua itu tidak akan menghalangiku memburu kenikmatan bersama wanita yang aku cintai!” Luo Feng menjentikkan jarinya, dan sekarang dia dan Luo Xue sama-sama polos tanpa pakaian.


Dengan posisi Luo Xue berada di pangkuannya, terjadilah proses penyatuan diantara keduanya. Terlihat Luo Xue menggigit bibir bawahnya saat proses penyatuan sedang berlangsung, dan tidak lama dia membuka lebar mulutnya dengan mata terpejam, saat proses penyatuan berhasil dilakukan.


Luo Xue menggerakkan pinggangnya saat proses penyatuan berhasil, dan setelahnya kamar yang ditempati keduanya segera dipenuhi suara kenikmatan. Suara yang begitu jelas keluar dari mulut Luo Feng dan Luo Xue tidak terdengar mereka yang berada di luar, dikarenakan sebelumnya Luo Feng telah memasang sebuah formasi array, yang membuat semua orang tidak bisa mendengar apapun yang terjadi di kamarnya.


Keduanya terus memburu kenikmatan, dan semua baru berakhir setelah mereka sama-sama puas, lalu setelahnya mereka tertidur dan melewatkan acara makan bersama.


......................

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2