
Walaupun musuh belum datang, Luo Feng sama sekali tidak menurunkan kewaspadaan, dikarenakan musuh bisa datang sewaktu-waktu. Lengah bisa mendatangkan kekalahan, oleh karena itu dia tidak ingin lengah.
Luo Feng berdiri tidak jauh dari tempat, yang dia perkiraan akan menjadi tempat kemunculan orang-orang yang berasal dari Pulau Besar Jin Dao. Dia berada di tempat itu bersama Luo Xue dan kedua binatang kontraknya.
Tidak jauh dari tempat mereka terdapat lima ratus ribu prajurit elite Klan Luo, yang mana kekuatan mereka saat ini sudah berada di ranah Immorta God.
Luo Feng hanya menyiagakan mereka, dan dia tidak akan mengerahkan mereka menyerang orang-orang dari Pulau Besar Jin Dao, yang diperkirakan tidak lama lagi akan sampai di Pulau Besar Luo Dao. Luo Feng sudah bisa merasakan keberadaan orang-orang dari Pulau Besar Jin Dao, yang menegaskan kalau tidak lama lagi mereka akan segera sampai.
Sekurang-kurangnya, dalam dua hari diperkirakan orang-orang dari Pulau Besar Jin Dao akan bermunculan di Pulau Besar Luo Dao. Mereka yang datang pertama kali bukan kekuatan utama musuh, tapi mereka juga tidak bisa dianggap sosok lemah, yang dengan mudah bisa dikalahkan.
“Xue‘er dan kalian berdua, sebaiknya kalian kembali ke perkemahan! Biar aku sendiri yang berjaga di tempat ini!” ucap Luo Feng, dan dia mengarahkan pandangan pada Luo Xue, lalu memandang Luo Long dan Luo Niu.
Luo Feng bisa melihat jika mereka sedikit bosan menunggu sesuatu, yang datangnya belum pasti. Tidak ingin mereka merasa semakin bosan, dia menyarankan mereka untuk kembali ke perkemahan. Setidaknya di tempat itu mereka bisa menghilangkan kebosanan dengan berlatih atau melakukan kultivasi singkat.
“Menunggu merekam yang kapan datangnya belum pasti memang membosankan, tapi aku akan tetap disini menemani Gege menunggu mereka! Apapun yang terjadi aku akan tetap di sini menemani Gege!” ucap tegas Luo Xue, menunjukkan jika dirinya tidak ingin pergi meninggalkan Luo Feng menunggu datangnya musuh seorang diri.
Keputusan yang sama juga diambil oleh Luo Long dan Luo Niu. Sama seperti Luo Xue, mereka sebenarnya bosan menunggu datangnya musuh, tapi mereka tetap ingin di dekat Luo Feng, menemaninya menunggu datangnya musuh.
“Kalau begitu, kalian bisa tetap disini bersamaku!” ucap Luo Feng, dan tiba-tiba saja dia mengarahkan pandangan lurus ke depan, saat merasakan adanya aura kuat, yang saat ini mendekat ke arahnya.
Menajamkan pandangannya ke arah depan, Luo Feng dapat melihat jelas keadaan di depan sana, meski jaraknya lebih dari seribu kilometer. Jarak yang tidak dekat, tapi kedua mata Luo Feng jelas melihat apa yang ada di depan sana.
__ADS_1
Menajamkan penglihatannya, Luo Feng jelas melihat keberadaan lebih dari dua juta prajurit, dan dari aura yang dirasakannya, dia yakin jika mereka adalah prajurit dari Pulau Besar Jin Dao. Mereka sepertinya prajurit yang datang lebih dulu, dan akan mempersiapkan tempat peristirahatan untuk mereka yang akan datang beberapa waktu lagi.
Mereka terus bergerak ke arah Luo Feng dan yang lainnya, tapi mereka berhenti saat menyisakan jarak lima ratusan kilometer dari tempat Luo Feng dan yang lainnya. Berhenti di atas luasnya padang rumput, sepertinya mereka akan membangun tempat peristirahatan di tempat itu.
Luo Feng jelas melihat semua yang mereka lakukan, dan dengan senyum di wajahnya, dia berencana menghampiri mereka, yang jelas saja tidak tahu jika keberadaannya sudah diketahui oleh orang-orang dari Klan Luo. “Musuh sudah datang. Bagaimana kalau kita menghampiri mereka, dan mengejutkan mereka dengan keberadaan kita?” ujar Luo Feng.
Luo Xue menganggukkan kepala setuju, begitu juga dengan Luo Long dan Luo Niu. Melihat mereka mengangguk setuju, Luo Feng segera memimpin mereka pergi ke tempat kemunculan sekitar dua juta prajurit, yang berasal dari Pulau Besar Jin Dao. ‘Jumlah mereka banyak, tapi kekuatan mereka jauh lebih lemah dari Xue’er, Luo Long dan Luo Niu,’ batin Luo Feng.
......................
Di padang rumput luas, yang ada di Pulau Besar Luo Dao.
“Segera persiapkan tenda untuk tempat peristirahatan Yang Mulia Penguasa!” perintah Jin Weyang, pada prajurit yang datang bersamanya. Jin Weyang sendiri adalah salah satu dari puluhan orang kepercayaan Penguasa Pulau Besar Jin Dao.
Jin Weyang datang lebih dulu di Pulau Besar Luo Dao, bersama lebih dari dua juta prajurit. Selain dia, ada juga Jin Fugeng, Jin Peng, dan terakhir ada Jin Leng. Mereka adalah empat sosok dengan kekuatan di ranah Immortal God tingkat 25 sampai tingkat 30, dan mereka dipercaya memimpin lebih dari dua juta prajurit Pulau Besar Jin Dao.
Saat mereka sedang mengawasi prajurit yang membangun tenda, Jin Weyang dan Jin Leng menjadi dua orang yang pertama merasakan, keberadaan sosok kuat yang saat ini bergerak cepat mendekati tempat mereka. Ada empat sosok kuat, dan mereka bisa merasakan jika kekuatan ke-empat sosok kuat itu setara dengan mereka. Sama-sama berada di ranah Immortal God.
Keduanya melihat ke arah langit, dan tidak lama kemudian mereka dikejutkan dengan kemunculan empat sosok, yang secara tiba-tiba terlihat dalam penglihatan mereka. Pergerakan ke-empat sosok itu sangat cepat, bahkan mereka tidak melihat darimana arah kedatangan ke-empat sosok itu. Merasakan aura ke-empat sosok, mereka merasa aura biasa saja dari mereka.
Tidak ada aura permusuhan, tapi mereka tidak begitu saja melepas kewaspadaan dari mereka. Jin Weyang dan Jin Leng tetap mewaspadai keberadaan mereka, dan karena sangat-sangat penasaran dengan identitas mereka, keduanya memutuskan menghampiri ke-empat sosok, dan tanpa di duga Jin Fugeng dan Jin Peng juga pergi ke arah yang sama, seperti yang mereka tuju.
__ADS_1
Jin Fugeng, Jin Peng, Jin Weyang dan Jin Leng, mereka akhirnya sampai di hadapan empat sosok, yang baru saja datang. Sedangkan ke-empat sosok yang baru datang, mereka adalah Luo Feng, Luo Xue, Luo Long dan Luo Niu. Keempatnya datang hanya dalam hitungan menit, dan sekarang mereka berhadap-hadapan dengan Jin Fugeng, Jin Peng, Jin Weyang dan Jin Leng.
Luo Feng menatap datar keberadaan empat orang di hadapan mereka, tapi dia tetap bersikap biasa-biasa daja, tidak menunjukkan jika keberadaannya adalah sebagai musuh mereka. Sedangkan di sisi lain, Jin Fugeng, Jin Peng, Jin Weyang dan Jin Leng, mereka belum sadar jika yang berada dihadapan mereka adalah orang-orang dari Klan Luo, yang merupakan musuh mereka.
“Siapa kalian, dan apa tujuan kalian datang ke tempat ini? Jika kalian datang untuk mencari masalah dengan kami, sebaiknya kalian segera pergi, sebelum sesuatu yang buruk terjadi pada kalian!” ucap Jin Leng, menatap sinis keberadaan Luo Feng dan yang lainnya.
“Siapa kami dan apa tujuan kami itu sama sekali tidak penting! Yang perlu kamu tahu, kami tidak menyukai keberadaan kalian, yang merupakan orang-orang dari Pulau Besar Jin Dao! Aku sarankan kalian segera pergi, sebelum sesuatu yang sangat buruk itu justru menimpa kalian!” balas Luo Feng, dan dia tetap saja menatap datar keberadaan Jin Fugeng, Jin Peng, Jin Weyang dan Jin Leng.
Mendengar balasan Luo Feng, Jin Fugeng yang paling mudah terpancing emosi, dia menggertakkan giginya marah, dan dengan suara lantang dia bicara, “Apa kalian orang-orang dari Klan Luo? Jika benar, kalian akan menjadi yang pertama mati di tanganku!”
Aura kuat segera meluap keluar dari tubuh Jin Fugeng, dan aura itu diarahkan untuk menekan Luo Feng serta tiga orang lainnya. Namun, aura itu sama sekali tidak berpengaruh pada Luo Feng dan yang lainnya, bahkan mereka masih saja berdiri tenang di tempatnya. Melihat semua itu Jin Fugeng semakin marah, dan dia meningkatkan tekanan aura kekuatan, yang ditujukan untuk membuat empat orang di hadapannya jatuh pada keputus-asaan.
Akan tetapi, sekuat apapun usaha yang dilakukan Jin Fugeng, usahanya berakhir sia-sia, dikarenakan empat orang di hadapannya masih saja bersikap biasa-biasa saja, seolah apa yang dilakukannya hanyalah angin, yang berlaku begitu saja.
“Apa hanya ini kekuatan yang dimiliki orang-orang dari Pulau Besar Jin Dao? Kekuatan kalian sangatlah lemah!” Luo Feng yang selesai berkata, dia langsung saja mengeluarkan tekanan kekuatan, yang berkali-kali lebih kuat dari apa yang dilakukan Jin Fugeng.
Saat itu juga Jin Fugeng jatuh tertunduk tidak berdaya. Bukan hanya Jin Fugeng, tetapi tiga orang lainnya juga mengalami hal yang sama. Jatuh tertunduk, tidak berdaya di hadapan Luo Feng.
“Dengan kekuatan selemah ini kalian ingin menghancurkan Klan Luo? Dalam mimpi sekalipun kalian tidak akan memiliki kesempatan untuk melakukannya!” ucap Luo Feng jelas, dan empat orang di hadapannya jelas bisa mendengar semua.
......................
__ADS_1
Bersambung.