
Mendengar apa yang dikatakan Luo Feng, Su Jing kembali mengangkat kepalanya yang sebelumnya tertunduk.
Sorot matanya kembali tajam, dan niat membunuh yang sangat kuat dia arahkan pada Luo Feng, sosok pria yang saat ini menjadi musuhnya.
Dia sama sekali tidak peduli pada penampilannya, bahkan dia acuh pada luka tebasan pedang di dadanya, yang membuat setengah pakaiannya hancur, sehingga bagian atas tubuhnya dapat dilihat jelas oleh Luo Feng.
Sebagai pria normal, pemandangan seperti itu bisa menjadi bencana untuk Luo Feng, tapi beruntung dia bukanlah pria yang mudah tergoda, jadi dia sama sekali tidak peduli dengan penampilan Su Jing.
Apalagi Su Jing adalah sosok yang telah melukai parah ibunya. Daripada tertarik pada tubuh wanita itu, dia jauh lebih tertarik melenyapkan wanita itu.
“Apa kau pikir mudah membunuhku? Aku adalah sosok terkuat di Alam Surgawi dan selama ini tidak pernah ada yang bisa mengalahkanku! Kalaupun aku mati di tanganku, kau juga harus mati di tanganku!” Asap hitam yang begitu pekat keluar dari tubuh Su Jing, dan itu adalah asap yang mengandung racun mengerikan.
Luo Feng yang tahu jika asap hitam itu adalah racun mematikan, dia masih saja tidak panik. Dia tetap tenang, dikarenakan rasa panik hanya akan membuatnya tidak bisa berpikir jernih.
Su Jing yang melihat Luo Feng diam di tempat, dia kembali bicara, “Asap racun ini akan memenuhi seluruh pulau ini, dan siapapun yang menghirupnya, dia akan mati!”
Tidak takut setelah mengetahui semua itu, Luo Feng justru tersenyum senang karena Su Jing justru memberitahu jangkauan asap beracun yang keluar dari tubuhnya.
Mengetahui itu, Luo Feng menggerakkan pedang elemen ke atas Su Jing.
“Asap racunmu tidak akan memenuhi pulau ini, tapi aku akan mengirimnya ke suatu tempat, dan aku yakin tempat itu sangat cocok untuk menampung asap beracun, yang kau keluarkan!” ucap Luo Feng, dan dia tersenyum sinis.
Pedang elemen memiliki kemampuan menggunakan elemen ruang dan waktu, dan dengan perantara pedang elemen, Luo Feng menggunakan kekuatan elemen ruang untuk memindahkan asap beracun ke tempat yang dia ketahui dari ingatan Su Jing.
“Kau, kemana kau memindahkan asap beracunku?” ujar Su Jing dengan suara lantang, dan dia terlihat sangat marah juga terlihat putus asa.
Bukannya langsung menjawab, sebelum menjawab Luo Feng justru terkekeh pelan, “Hehehe... Aku mengirim semua itu ke suatu tempat, dan aku yakin tempat itu saat ini telah dipenuhi asap beracun yang berasal dari tubuhmu!” ucapnya.
Su Jing dibuat bertanya-tanya kemana perginya asap beracun yang dia keluarkan dari tubuhnya, yang mana sebelumnya dia berharap asap beracun dapat membunuh musuhnya. Namun siapa sangka, jika musuhnya ternyata menguasai kekuatan elemen ruang dan waktu, dan dengan semua itu dia berhasil selamat dari asap beracun.
__ADS_1
Menarik kembali asap beracun yang belum sempat berpindah tempat, setelah melakukan itu Su Jing mengarahkan pandangan ke tempat Luo Feng berada, tapi dia tidak lagi melihat keberadaan Luo Feng di tempat itu.
“Kemana dia? Kenapa dia tiba-tiba menghilang, bahkan aku tidak merasakan hawa keberadaannya?” ujar Su Jing masih terus mencari-cari keberadaan Luo Feng.
Swush... Jleb...
Uhuk...
Su Jing memuntahkan darah berwarna hitam dari mulutnya, saat sebuah pedang menusuknya dari bagian belakang, dan bilah tajam pedang terlihat tembus sampai bagian dadanya.
Sakit? Tentu saja sakit karena serangan itu telah menghancurkan banyak oragan salamnya, dan jika tidak segera mendapatkan pertolongan, bisa dipastikan hidupnya tidak akan bertahan lama.
“Ka-kau sangat curang! Be-beraninya kau menyerang dari belakang!”
Aaaaaaargh...
Bukannya mendengar balasan dari Luo Feng yang kini berada di belakang tubuhnya, dengan pedang cahaya yang menusuknya dari belakang, Su Jing justru kembali berteriak kesakitan saat Luo Feng cepat mancabut pedangnya, dan kembali dia menusukkan pedang itu ke tubuh Su Jing.
Tidak ada suara yang kembali terdengar dari mulut Su Jing. Wanita itu sudah tidak berdaya, dan setelah tubuhnya kejang-kejang selama beberapa saat, wanita itu akhirnya mati.
Setelah memastikan Su Jing mati, Luo Feng mengarahkan pandangannya ke arah pertempuran Luo Xue dan yang lainnya. Saat melihat ke arah mereka, dia melihat jika mereka baru saja memenangkan pertempuran, dan itu terjadi di waktu bersamaan saat Luo Feng membunuh Su Jing.
Segera Luo Feng menghampiri Luo Xue dan yang lainnya, dan begitu mereka melayang ke ketinggian langit, Luo Feng langsung saja membakar seluruh mayat yang mati di tangannya, maupun yang mati di tangan Luo Xue, Luo Long, dan Luo Nui.
Setelahnya, Luo Feng membawa mereka semua kembali ke hutan ilusi untuk melihat keadaan anggota Klan Luo yang terluka, termasuk kedua orangtua Luo Feng, dan ayah mertuanya.
Untuk menyiapkan pamakaman anggota Klan Luo yang gugur dalam pertempuran di kediaman utama Klan Luo, Luo Feng akan mempercayakan semua itu pada prajurit elite Klan Luo, yang belum lama ini ikut bersamanya pergi ke Pulau Besar Jin Dao.
Mereka akan menyiapkan tempat pemakaman, sedangkan untuk memimpin upacara pemakaman akan dipimpin langsung oleh Luo Feng.
__ADS_1
Dalam perjalanan menuju hutan ilusi, Luo Feng tersenyum tipis, membayangkan apa yang terjadi di tempat, dimana dia memindahkan asap beracun yang keluar dari tubuh Su Jing. ‘Semoga saja mereka semua mati karena asap beracun, jadi aku tidak perlu pergi ke tempat itu untuk membunuh mereka!’ batinnya penuh harap.
Sementara itu, di Alam Surgawi, tepatnya di Istana Penguasa Alam Surgawi, asap hitam yang merupakan asap beracun masih menyelimuti istana itu.
Asap hitam pekat adalah asap beracun, dan dan bisa dipastikan jika semua orang yang tinggal di istana itu telah mati.
Seluruh anggota keluarga Guang Wu dan Su Jing yang tinggal di Istana Penguasa Alam Surgawi, mereka semua telah dipastikan mati, dan kematian mereka akibat dari asap beracun yang dipindahkan Luo Feng ke istana tempat tinggal mereka.
......................
Dua hari berlalu setelah serangan yang menghancurkan kediaman utama Klan Luo. Sehari yang lalu telah dilakukan upacara pemakaman untuk anggota Klan Luo yang menjadi korban pertempuran di kediaman utama Klan Luo, lalu untuk hari ini, ribuan anggota Klan Luo mereka bahu-membahu membangun kembali kediaman utama Klan Luo.
Pondasi kediaman telah selesai dibangun, dan sekarang semua orang sedang beristirahat sebelum kembali melanjutkan pembangunan.
Sementara itu untuk keadaan mereka yang terluka, berkat keberadaan Luo Feng, mereka yang terluka sudah sembuh, bahkan sudah bisa kembali beraktivitas seperti biasanya.
Kedua orangtua Luo Feng juga telah pulih dari luka mereka, begitu juga dengan ayah mertuanya. Mereka bertiga saat ini sedang mengawasi proses pembangunan kediaman utama Klan Luo, sedangkan Luo Feng dan Luo Xue, mereka saat ini sedang menikmati waktu bersantai, setelah hari-hari sebelumnya mereka terus berjuang menghadapi musuh Klan Luo.
Di padang rumput yang luas, Luo Feng duduk sambil menikmati hembusan angin. Sedangkan Luo Xue, dia menggunakan paha Luo Feng sebagai bantal, dan dia benar-benar menikmati waktu bersantai dengan pria yang disayanginya.
“Gege, bukannya kamu pernah mengatakan padaku kalau ada tempat bernama Bumi, yang mana tempat itu adalah tempat Gege tumbuh besar, apa menurut Gege kita bisa pergi ke tempat itu?” tanya Luo Xue.
“Sepertinya kita bisa pergi ke tempat itu!” Luo Feng telah mempelajari teknik teleportasi, yang bisa membawanya dan Luo Xue ke bumi.
“Kalau begitu, kapan Gege membawaku ke tempat itu? Aku sungguh penasaran dengan apa yang dinamakan dunia modern, mobil, motor, ponsel, dan banyak lainnya!” Luo Xue banyak tahu tentang kehidupan di Bumi dari Luo Feng, dan dia sangat ingin pergi ke tempat bernama Bumi.
“Setelah memastikan keamanan Klan Luo, kita akan pergi ke Bumi!” ucap Luo Feng.
Luo Xue yang mendengar ucapan Luo Feng, dia tersenyum senang dan sudah tidak sabar pergi ke tempat bernama Bumi.
__ADS_1
......................
bersambung.