
Segera setelah mendengar pembicaraan orang-orang di salah satu rumah, Luo Feng dan enam orang lainnya pergi ke hutan di bagian barat kota.
Perkumpulan Naga Giok ingin menggunakan anak-anak untuk mengancam penduduk kota, supaya mereka dapat melewati kawasan kota tanpa hambatan.
Mereka berencana menyerang dan menghancurkan Klan Ye, dan apa yang mereka lakukan bertujuan memperlancar jalan menuju kediaman Klan Ye. Datang dalam keadaan segar bugar karena tak harus melakukan pertarungan untuk memasuki kota, tentu semua itu menjadi nilai lebih untuk anggota perkumpulan Naga Giok, yang datang dengan tujuan menyerang dan menghancurkan Klan Ye.
Namun, kecerobohan beberapa anggota mereka dapat mempengaruhi rencana yang sebelumnya telah tersusun rapi.
“Hutan di barat kota sangat jarang dikunjungi orang-orang karena tidak ada benda berharga di tempat itu, jadi wajar jika mereka menyembunyikan anak-anak di tempat itu,” ucap Tetua Ye Peng.
Luo Feng hanya mengangguk tanpa bersuara karena saat ini dia fokus mencari tempat, yang digunakan anggota perkumpulan Naga Giok untuk menyembunyikan anak-anak penduduk kota. “Ketemu!” ucapnya saat melihat keberadaan sebuah rumah di tengah hutan.
Dari kejauhan terlihat sepuluh orang berjaga di tempat itu, dan dari dalam rumah yang tertutup rapat, Luo Feng dapat merasakan banyak hawa kehidupan di dalam rumah itu, dan semua itu berasal dari sosok yang masih begitu muda.
“Segera sembunyikan aura kekuatan dan hawa keberadaan kalian!” Perintahnya dan semua orang segera melakukannya, lalu tanpa menimbulkan suara, mereka cepat bergerak menyerang sepuluh orang yang menjaga rumah, dan hasilnya hanya dalam sekejap saja seluruh orang yang menjaga rumah tumbang di tangan mereka.
“Hah, mereka terlalu ceroboh karena membiarkan orang-orang seperti mereka menjaga sesuatu yang seharusnya mereka jaga dengan ketat. Bagaimanapun juga yang ada di dalam rumah ini adalah kunci mereka bisa memasuki kota tanpa harus melakukan pertempuran!” ungkap Shen Huang.
Tak perlu banyak bicara, segera mereka semua masuk ke dalam rumah. Begitu pintu terbuka dan mereka masuk ke dalam rumah, mereka dapat melihat ratusan anak yang tangan serta kakinya terikat, dan mulut mereka tertutup kain.
Melihat itu, mereka segera membebaskan anak-anak itu dari tali yang mengikat tangan dan kaki, lalu setelahnya mereka membuka kain yang menutup mulut anak-anak itu. Begitu seluruh anak terbebas, Luo Feng memastikan kalau semua anak dalam keadaan baik-baik saja.
Meski ada beberapa anak yang mengalami luka, itu semua hanya luka ringan yang sama sekali tidak membahayakan hidup mereka, dan luka ringan itu dengan mudah disembuhkan Luo Feng dengan kekuatan suci miliknya.
Sebagai sosok Dewa yang sesungguhnya, Luo Feng memiliki seluruh kekuatan elemen yang ada di Alam Semesta, termasuk kekuatan elemen suci yang biasanya hanya dimiliki oleh kultivator, yang fokus pada bidang pengobatan.
Luo Feng tersenyum senang melihat semua anak-anak sudah dalam keadaan baik, tapi dia tidak ingin langsung membawa anak-anak itu kembali ke kota.
“Tetua Peng, bagaimana kalau kita membawa anak-anak ini ke kediaman Klan Ye, dan biarkan anggota perkumpulan Naga Giok sampai di kediaman Klan Ye tanpa harus menyakiti orang-orang di kota?” Luo Feng memiliki rencana, dan ia sangat yakin akan keberhasilan rencananya. Lagipula yang ia rencanakan sama halnya dengan melindungi orang-orang kota dari niat buruk perkumpulan Naga Giok.
Dengan orang-orang di kota diam tanpa melakukan perlawanan, mereka tak akan berurusan dengan anggota perkumpulan Naga Giok. Bagaimanapun juga tujuan mereka adalah kediaman Klan Ye, bukan penduduk kota yang bisa saja memberi keuntungan besar pada perkumpulan Naga Giok setelah mereka berhasil menghancurkan Klan Ye.
Tetua Ye Peng setuju saja dengan rencana Luo Feng, dan kebetulan ada jalan rahasia bawah tanah di hutan bagian barat ini yang langsung terhubung dengan salah satu bangunan, yang terletak di dalam kawasan kediaman Klan Ye.
Tak berlama-lama langsung saja Tetua Ye membawa semua orang menuju jalan rahasia, yang akan membawa mereka menuju kediaman Klan Ye. Namun, sebelum pergi Luo Feng dan kelima muridnya terlebih dulu membuat sepuluh mayat orang yang sebelumnya menjaga rumah, seolah sedang duduk bersandar di tembok.
__ADS_1
“Tetua Peng, apa tidak ada obor untuk menerangi jalan?” Jalan rahasia yang dimaksud Tetua Ye Peng adalah lorong bawah tanah yang gelap, membuat Luo Feng sulit melihat apa yang ada di depan sana.
“Tuan Muda, kita bisa membuat bola-bola api sebagai penerangan.” Tetua Ye Peng memperagakan cara membuat bola api, dan tak lama muncul dua bola api seukuran genggaman tangan yang seketika membuat terang lorong, yang semula nampak sangat gelap.
Meski hanya sekali melihat cara Tetua Ye Peng membuat bola-bola api yang melayang sebagai penerangan jalan, Luo Feng dengan mudah melakukan seperti apa yang dilakukan Tetua Ye Peng, bahkan bola api yang dia buat jauh lebih terang dari yang dibuat Tetua Ye Peng.
Dengan empat bola api yang menerangi jalan, mereka semua tak lagi kesulitan melihat keadaan jalan di depan sana, dan meski ada banyak percabangan jalan yang konon katanya jika salah jalan dapat membawa mereka menuju tempat diletakkannya berbagai jebakan, dengan adanya Tetua Ye Peng yang sudah hafal jalan mana yang harus dilalui, mereka tak kesulitan menemukan jalan yang benar, dan setelah beberapa lama berada di dalam lorong yang cukup sempit akhirnya mereka sampai di ujung lorong, yang mana di ujung lorong terdapat anak tangga menuju permukaan.
Tetua Ye Peng menjadi yang pertama naik untuk mencegah kedatangan mereka mendapatkan serangan dari murid yang menjaga di atas sana.
Keluar lebih dulu, keberadaan Tetua Ye Peng yang muncul dari jalan rahasia mengejutkan murid Klan Ye yang sedang berjaga, dan sebuah kebetulan Patriak Ye Yong saat ini sedang berada di tempat itu untuk memastikan jalan rahasia berfungsi baik. Patriak Ye Yong akhir-akhir ini merasakan firasat buruk tentang Klan nya, dan karena itu dia ingin memastikan semua yang berada di kediaman Klan nya berfungsi dengan baik.
“Tetua Ye Peng, kenapa kamu datang melalui jalan rahasia? Apa telah terjadi sesuatu?” tanya Patriak Ye Yong dengan gerak cepat mendekat ke arah Tetua Ye Peng.
Tak langsung menjawab, Tetua Ye Peng terlebih dahulu memberi penghormatan pada Patriak Ye Yong, dan setelahnya dia mulai bercerita apa yang sebenarnya terjadi.
Dia menceritakan apa yang terjadi di kota, tentang penculikan anak-anak, dan tentang rencana perkumpulan Naga Giok yang akan menyerang kediaman Klan Ye.
Terakhir dia menceritakan keberadaan anak-anak penduduk kota yang telah berhasil di bebaskan, dan sekarang anak-anak itu berada di dalam lorong.
Bisa dipastikan Klan Ye akan hancur di bawah kekuatan besar perkumpulan Naga Giok. Namun, saat Patriak Ye Yong mulai putus asa, Tetua Ye Peng mengatakan kalau dia telah membawa seseorang yang dapat menyelamatkan Klan Ye, dan orang itu sedang bersama anak-anak di dalam lorong.
Mendengar itu, Patriak Ye Yong tersadar jika masih banyak orang di dalam lorong dan menunggu izin darinya supaya mereka bisa segera keluar dari tempat itu.
“Tetua Peng, bawa mereka semua naik ke permukaan, dan biarkan aku bertemu orang yang kamu katakan dapat menyelamatkan Klan Ye dari kehancuran!” Patriak Ye Yong sangat mengkhawatirkan keadaan anak-anak penduduk kota, tapi dia saat ini sangatlah penasaran dengan orang yang dimaksud Patriak Ye Peng.
Begitu mendapatkan izin dari Patriak Ye Yong, Tetua Ye Peng langsung menyuruh satu-persatu anak-anak naik ke permukaan.
Setelah ratusan anak keluar dan langsung diarahkan menuju ruangan luas di sebelah, kini giliran Shen Huang dan ke-empat saudaranya yang keluar, dan keluarnya mereka cukup mengejutkan Patriak Ye Yong karena dia jelas merasa tak asing dengan aura mereka.
Namun, saat Patriak Ye Yong masih terkejut, tiba-tiba dia dan semua orang di tempat itu dibuat jatuh berlutut saat seorang pemuda keluar dari lorong rahasia dengan aura kuat, yang sangat mendominasi. Aura itu sangat kuat, jauh lebih kuat dari Patriak Ye Yong yang kekuatannya telah mencapai ranah Martial Emperor tingkat 6.
Aura kuat yang sangat mendominasi, tapi lagi-lagi Patriak Ye Yong merasa tak asing dengan aura yang dirasakannya, dan tubuhnya merasakan kerinduan pada aura yang membuatnya berlutut untuk pertama kalinya setelah terakhir kali ia berlutut, itu terjadi saat dia masih menjadi pelayan di kediaman Klan Luo.
Mengingat Klan Luo, ia seketika membuka lebar kedua matanya begitu sadar jika aura kuat yang saat ini dirasakannya, semua ini sama persis seperti yang ia rasakan saat berada di kediaman Klan Luo, dan aura ini hanya dimiliki oleh mereka yang berstatus tinggi di Klan Luo.
__ADS_1
Sekuat tenaga mencoba mengangkat kepalanya dan mengarahkan pandangan ke arah pemuda yang baru saja keluar dari lorong rahasia, Patriak Ye Yong dapat melihat garis wajah yang sangat tidak asing untuknya, dan ia yakin pemuda itu memiliki hubungan dengan orang yang dikenalinya, tapi dia hanya sekedar kenal dengan sosok itu tanpa adanya hubungan yang terjalin diantara mereka.
Di sisi lain, merasa cukup memberi tekanan pada semua orang, Luo Feng menghilangkan auranya dan berjalan menghampiri Patriak Ye Yong. Lalu, dengan sedikit menundukkan kepala ia bicara, “Senang rasanya bisa bertemu dengan Patriak Klan Ye.”
Dari pembicaraan yang didengarnya selama berada di dalam lorong rahasia, Luo Feng tahu jika yang berada di hadapannya adalah Patriak Klan Ye karena dialah yang terkuat dibandingkan yang lainnya, dan lagi dia berdiri di dekat Tetua Ye Peng.
“Tuan Muda, apa anda berasal dari Klan Luo? Aura anda mengingatkan hamba pada mereka yang berasal dari Klan Luo?” Patriak Ye Yong sangat berharap jika pemuda di depannya memang berasal dari Klan Luo, dan dia juga yang dimaksud Tetua Ye Peng sebagai sosok yang dapat menyelamatkan Klan Ye dari Kehancuran.
Tidak langsung memberi jawaban, Luo Feng lebih dulu melihat sekeliling. Memastikan tak ada pengkhianat diantara mereka, ia menunjukkan lencana pengenal miliknya.
“Ya, aku bagian dari Klan Luo, dan ini adalah lencana milikku! Patriak bisa memanggilku Luo Feng, dan aku berharap Patriak segera memperkenalkan diri!” Luo Feng berbicara tegas dan sangat berwibawa.
“Tuan Muda, hamba Ye Yong, Patriak Klan Ye,” ucapnya dan ia ingin berlutut di hadapan Luo Feng. Namun, belum juga berlutut, ada kekuatan besar yang menahan tubuhnya, membuat ia tidak bisa berlutut seperti yang menjadi keinginannya.
“Aku tidak pernah suka ada orang yang berlutut di hadapanku, apalagi Patriak adalah orang yang jelas-jelas jauh lebih tua dariku. Jadi, aku berharap mulai sekarang jangan sekali-kali mencoba berlutut di depanku!” ucap Luo Feng tegas, seolah setiap kata-kata yang keluar dari mulutnya tak boleh dibantah.
Patriak Ye Yong mengangguk mengerti, begitu juga orang lain di tempat itu kecuali Tetua Ye Peng dan lima pemuda dari Klan Shen. Mereka berenam sudah tahu kalau Luo Feng tidak suka ada yang berlutut di depannya, dan setelah tau tentang itu, meski mereka ingin sekali berlutut tapi mereka tidak pernah melakukannya di hadapan Luo Feng.
Biasanya mereka memilih berlutut di kamar masing-masing, dan tujuan mereka berlutut adalah untuk memberi penghormatan pada Luo Feng meski saat itu sosoknya tak berada di depan mereka.
Tidak ingin membuang waktu berharganya untuk sesuatu yang tidak berguna, Luo Feng ingin segera membicarakan rencana menghancurkan kekuatan perkumpulan Naga Giok dengan Patriak Ye Yong. Bagaimanapun juga mereka saat ini hanya memiliki sedikit waktu sebelum kedatangan musuh, jadi semua harus dipersiapkan secepat mungkin.
Patriak Ye Yong bergegas membawa Luo Feng ke aula kediaman Klan Ye karena dia ingin semua Tetua Klan nya tahu keberadaan Luo Feng, dan tahu akan rencana yang dimiliki Luo Feng.
Setelah beberapa waktu di aula Klan dan Luo Feng telah memperkenalkan siapa dirinya, semua Tetua Klan Ye terlihat sangat senang karena keyakinan mereka tak sia-sia. Kini mereka dipertemukan kembali dengan seseorang dari Klan Luo, dan dengan kekuatan yang begitu besar mereka yakin Klan Ye dapat diselamatkan dari kehancuran.
“Ternyata mereka begitu licik sampai menggunakan anak-anak untuk mengancam penduduk kota supaya mereka tak menghalangi jalan menuju tempat ini,” ucap salah satu tetua geram dengan ulah anggota perkumpulan Naga Giok.
Semua orang telah mengetahui seluruh kejadian di kota dari cerita Tetua Ye Peng, dan sekarang mereka semakin tahu jika perkumpulan Naga Giok benar-benar licik dan menggunakan segala cara untuk meraih tujuan mereka.
“Mereka memang licik, tapi aku punya banyak cara untuk mengalahkan mereka! Bukan sekedar mengalahkan, tapi cara yang aku miliki bisa menghancurkan mereka sampai ke akar-akarnya!” ucap Luo Feng dan ia tersenyum.
...----------------...
Bersambung.
__ADS_1