Legenda Sang Dewa

Legenda Sang Dewa
Mengepung Perkemahan Musuh


__ADS_3

Setengah hari berlalu sejak Jin Dou mengirim sepuluh mata-mata, untuk memata-matai Klan Luo. Seharusnya salah satu dari mereka kembali untuk melaporkan sesuatu padanya, tapi nyatanya tidak satupun dari mereka kembali, untuk memberi laporan.


Jin Dou mulai berpikiran buruk tentang keadaan mereka. Dia merasa jika sesuatu telah terjadi pada mereka, dan semua itu berhubungan dengan Klan Luo. Memberi waktu setengah hari lagi, jika mereka tidak kembali, bisa dipastikan mereka tidak akan pernah kembali.


“Apa mungkin keberadaan mereka diketahui oleh orang-orang dari Klan Luo, dan mereka telah tertangkap? Jika itu benar adanya, semoga saja mereka tidak memberi banyak informasi penting tentang kekuatan Pulau Besar Jin Dao!” gumam Jin Dou penuh harap.


Dia mencoba menghubungi mereka menggunakan alat komunikasi khusus untuk memastikan keadaan mereka, tapi dia tidak kunjung mendapatkan balasan dari mereka, dan itu membuatnya semakin yakin jika telah terjadi sesuatu pada mereka.


Jin Dou menghembuskan napas panjang, dia berencana mengirim orang lainnya untuk memastikan keadaan mereka, tapi dia merasa mengirim orang lain bukan pilihan yang tepat, dikarenakan bisa saja mereka bernasib sama seperti mereka yang sudah lebih dulu pergi.


“Hah, aku semakin merasa jika Klan Luo sama sekali tidak lemah, dan sebuah kesalahan besar karena terlalu menganggap remeh kekuatan mereka!” gumam Jin Dou, lalu dia kembali melakukan meditasi untuk memenangkan dirinya.


Sementara itu, tidak jauh dari perkemahan besar orang-orang yang berasal dari Pulau Besar Jin Dao, kekuatan besar Klan Luo tengah mengurung mereka dari berbagai sisi. Mereka hanya sekedar mengurung dan belum ada niatan melakukan serangan.


Hari masih terang, sedangkan rencana Luo Feng, dia akan melakukan serangan di malam hari. Jadi, mereka saat ini sedang mematangkan formasi, dan penyerangan akan dilakukan tepat di tengah malam, saat kebanyakan musuh sedang terlelap dalam tidurnya.


Sedangkan Luo Feng sendiri, dia berada di garis terdepan bersama Luo Xue, Luo Long, Luo Niu, dan ke-lima muridnya.


Kedua orangtua Luo Feng tidak ikut dalam penyerangan karena mereka saat ini mendapatkan tugas menjaga kediaman utama Klan Luo, sekaligus menyiapkan prajurit tambahan yang sewaktu-waktu bisa dikirim ke medan perang, sebagai bala bantuan. Sedangkan Tetua Agung Luo Ang, dia bersama para Patriak Klan Sekutu, mereka sedang menyiapkan diri melakukan serangan dari arah belakang perkemahan orang-orang, yang berasal dari Pulau Besar Jin Dao.


Bukan hanya di bagian belakang, tapi mereka juga bertanggungjawab dengan serangan dari samping kanan dan kiri perkemahan musuh. Sedangkan serangan dari arah depan langsung dipimpin oleh Luo Feng.


“Tuan, apa kita harus menunggu malam untuk menyerang mereka? Bukannya sekarang juga kita bisa menyerang mereka, yang tentunya tidak siap dengan datangnya serangan secara mendadak!” ujar Luo Long.


“Sekarang juga sebenarnya kita bisa menyerang mereka, tapi entah kenapa aku merasa tengah malam adalah waktu yang tepat untuk menyerang meraka!” balas Luo Feng, yang mana dia memiliki keyakinan malam hari adalah waktu yang tepat untuk digunakan menyerang musuh.


Dengan prajurit Klan Luo yang sudah terlatih dengan pertempuran di malam hari, tidak ada alasan bagi Luo Feng untuk tidak yakin jika pertempuran di malam hari akan memberi banyak keuntungan pada prajurit Klan Luo. Apalagi dengan Luo Feng yang telah membagikan benda, yang dapat membantu semua orang melihat lebih jelas saat malam hari, meski di sekitaran mereka minim pencahayaan.


Setelah Luo Feng menyelesaikan pembicaraan dengan Luo Long, salah satu prajurit mendatangi Luo Feng, dan dia melaporkan tentang keberadaan mata-mata musuh yang baru saja berhasil ditangkap. Mereka ada sepuluh orang, dan saat ini mereka berada di dalam penjara, yang telah dipersiapkan untuk memenjarakan musuh yang memutuskan menyerah.


“Apa mereka bersedia memberikan informasi tentang kekuatan yang dimiliki orang-orang dari Pulau Besar Jin Dao?” tanya Luo Feng pada prajurit yang berdiri di hadapannya dengan kepala tertunduk.


“Patriak, mereka sama sekali tidak mau membuka mulut, apalagi memberikan informasi pada kita. Mereka bahkan lebih memilih mati daripada memberikan informasi yang kita butuhkan!” balas prajurit, yang mana dia masih saja menundukkan kepala.

__ADS_1


“Baiklah, aku akan menemui mereka, dan mendapatkan seluruh informasi yang mereka miliki!” ucap Luo Feng, lalu dia bersama Luo Xue izin pergi. “Kalian berdua tetap disini mengawasi musuh, dan segera laporkan padaku jika musuh melakukan pergerakan yang mencurigakan!” ucap Zhou Tian, sambil menatap bergantian Luo Long dan Luo Niu.


“Baik Tuan!” balas Luo Long dan Luo Niu bersamaan, dan setelahnya mereka melihat kepergian Luo Feng dan Luo Xue. Untuk Shen Huang dan empat orang lainnya, saat ini mereka sedang mengecek persiapan prajurit Klan Luo, yang akan turut serta melakukan serangan dari bagian depan perkemahan musuh. Mereka memeriksa senjata dan perlengkapan perang lainnya, jika ada yang belum melengkapi persiapan, prajurit itu akan dikeluarkan dari barisan, dan jika ingin kembali ke barisan dia lebih dulu harus melengkapi seluruh perlengkapan perang.


Luo Feng dan Luo Xue telah sampai di penjara, dan mereka melihat sepuluh orang yang merupakan mata-mata musuh. Keadaan mereka terlihat baik-baik saja, dikarenakan mereka belum mendapatkan siksaan. Mereka hanya diikat dengan tali khusus yang bertujuan menyegel seluruh kekuatan yang mereka miliki. Tali itu dapat menyegel kekuatan kultivator, yang memiliki kekuatan di bawah ranah Immortal God.


Semua orang memberi jalan pada Luo Feng dan Luo Xue yang ingin memasuki penjara. Meski mereka bukan anggota Klan Luo, mereka tentu saja mengenali sosok Luo Feng serta Luo Xue, dan mereka menundukkan kepala sebagai tanda hormat.


Luo Feng dan Luo Xue segera berdiri di hadapan sepuluh mata-mata musuh, yang mana mereka sepertinya kebingungan dengan siapa dua sosok di hadapan mereka. “Siapa kalian, dan apa yang kalian dari kami? Jika kalian menginginkan informasi, kalian tidak akan pernah mendapatkannya, sekalipun kalian memeberi siksaan paling menyakitkan pada kami!” ucap salah satu mata-mata yang saat ini sedang ditatao Luo Feng.


“Apa hanya itu yang ingin kamu katakan padaku?” Luo Feng menatap tajam mata-mata musuh yang baru saja bicara.


“Kalau sudah, sekarang biarkan aku mendapatkan informasi yang bisa aku dapatkan dari kalian!” ucap Luo Feng.


Sejenak Luo Feng memejamkan kedua matanya, lalu tidak lama kemudian dia membuka perlahan kedua matanya, dan mulai menatap bergantian sepuluh mata-mata musuh. Selesai menatap mereka secara bergantian dan mendapatkan apa yang diinginkannya, Luo Feng begitu saja melambaikan tangannya.


Dia bukan sekedar melambaikan tangan, melainkan saat dia melambaikan tangan, bersamaan dengan itu sepuluh mata-mata musuh berubah menjadi abu, seolah ada bara api yang begitu panas telah membakar mereka.


Begitu berada di luar penjara, Luo Xue segera saja bertanya pada Luo Feng, “Gege, apa ada informasi baru yang Gege dapatkan dari mereka?”


Mendengar itu Luo Feng menggelengkan kepalanya pelan, “Semua informasi yang aku dapat dari mereka, semua sama persis seperti yang dilaporkan mata-mata Klan Luo, yang selama ini memata-matai Pulau Besar Jin Dao," ucap Luo Feng.


“Sepertinya mereka benar-benar meremehkan kekuatan yang dimiliki Klan Luo, sampai mereka tidak berusaha meningkatkan kekuatan sebelum menyerang kita!” ungkap Luo Xue yang sebenarnya marah karena musuh terlalu meremehkan kekuatan yang dimiliki Klan Luo.


Luo Feng tahu jika Luo Xue, begitu juga dengan dirinya yang sebenarnya juga marah pada musuh, tapi dia juga senang dengan musuh yang senantiasa meremehkan kekuatan Klan Luo. “Menurutku ada keuntungan mereka meremehkan kita. Dengan mereka terus meremehkan kekuatan kita, artinya kita tidak perlu bersusah-payah mengalahkan mereka yang senantiasa berjuang keras meningkatkan kekuatan!” ucap Luo Feng, dan dia menunjukkan senyuman di wajahnya.


“Gege benar, dengan mereka terus meremehkan kekuatan kita, itu justru merupakan keuntungan terbesar kita! Disaat kita terus berjuang meningkatkan kekuatan, mereka justru lengan, dan hanya berfokus pada jumlah yang sebelumnya menjadi keuntungan kita. Sekarang, mereka memang berhasil menyamakan jumlah kekuatan dengan kita, tapi aku merasa mereka sedikit lebih lemah daripada kita!” ungkap Luo Xue.


Luo Feng mengangguk pelan lalu tersenyum setelah mendengar semua itu. Keuntungan telah dimiliki oleh Klan Luo, dan kerugian besar menjadi milik orang-orang yang berasal dari Pulau Besar Jin Dao, yang selama ini senantiasa meremahkan kekuatan Klan Luo.


Kembali ke tempatnya menanti waktu menyerang perkemahan musuh, sambil menunggu datangnya malam, Luo Feng memilih melakukan meditasi, begitu juga dengan Luo Xue. Keduanya duduk bersebel melakukan meditasi, dan tidak seorangpun berani mengganggu mereka.


Luo Long dan Luo Niu yang mengawasi pergerakan di perkemahan musuh, dia melihat pergerakan kecil yang dilakukan sekitar dua ratusan orang. Mereka pergi meninggalkan perkemahan, dan bergerak ke arah, yang mana arah itu merupakan arah keberadaan kediaman utama Klan Luo.

__ADS_1


Belum juga Luo Long dan Luo Niu melaporkan apa yang mereka lihat pada Luo Feng, keduanya lebih dulu mendengar suara di kepala masing-masing, dan mereka tahu jika pemilik suara itu adalah Luo Feng. “Segera pergi kejar mereka! Jangan langsung dibunuh, tapi tangkap mereka hidup-hidup, dan masukkan ke dalam penjara dengan terlebih dahulu menyegel kekuatan mereka!” perintah Luo Feng yang diberikan pada Luo Long dan Luo Niu.


Keduanya yang mendapat perintah dari Luo Feng, mereka segera pergi mengejar musuh yang bergerak cepat menuju kediaman utama Klan Luo. Keduanya yakin jika mereka pergi menuju kediaman utama Klan Luo, dikarenakan di Pulau Besar Luo Dao mereka hanya berurusan dengan Klan Luo.


Dengan kecepatan yang meraka miliki, tidak membutuhkan waktu lama bagi mereka mengejar musuh yang sudah lebih dulu pergi. Hanya dalam waktu yang begitu singkat mereka telah berada di hadapan musuh yang berjumlah lebih dari dua ratus orang, dan seluruhnya memiliki kekuatan di ranah Supreme God Emperor, mulai dari tingkat 4 sampai dengan tingkat 8.


Sangat lemah, itulah kekuatan mereka di mata Luo Long dan Luo Niu, yang mana kekuatan mereka sudah berada di ranah Immortal God tingkat pertengahan, (tingkat 30 sampai tingkat 70).


“Siapa kalian, dan kenapa kalian menghentikan kami?” tanya salah satu orang yang perjalanannya dihentikan secara paksa oleh Luo Long dan Luo Niu. Mereka terlihat tidak bersahabat, dan kebetulan Luo Long dan Luo Niu juga tidak ada niatan bersahabat dengan mereka.


“Bukannya kalian ingin pergi ke kediaman utama Klan Luo untuk mengumpulkan seluruh informasi yang berhubungan dengan Klan Luo? Jika kalian menginginkan informasi berharga tentang Klan Luo, dengan senang hati kami akan memberi kalian seluruh informasi tentang Klan Luo, tapi tidak ada informasi yang gratis!” ucap Luo Long, sedikit bersandiwara di hadapan musuh-musuhnya.


Orang yang sebelumnya bicara, dia kembali bicara setelah mendengar semua yang dikatakan Luo Long, “Apa bayaran yang kau inginkan sebagai ganti informasi yang kau berikan pada kami? Jika bayaran itu masuk akal, dengan senang hati aku akan memberi bayaran sesuai apa yang kau inginkan!”


Luo Long yang mendengar semua itu, dia tersenyum lebar lalu berkata, “Aku tidak meminta bayaran yang aneh-aneh, aku hanya meminta nyawa kalian sebagai bayarannya!” Usai berkata, Luo Long langsung menekan seluruh musuh menggunakan aura kekuatannya.


Mereka semua segera jatuh dari langit, dan tubuh mereka jatuh menghantam permukaan tanah. Dibawah tekanan kuat aura kekuatan Luo Long, tidak ada yang bisa mereka lakukan. Jangankan bergerak, mereka bahkan tidak bisa membuka mulut untuk bicara.


Luo Long dan Luo Niu melayang turun menghampiri mereka yang sama sekali tidak bisa bergerak. Senyum terlihat di bibir keduanya saat melihat musuh tidak bisa melakukan apa-apa.


“Bagaimana, apa kalian bersedia menyerahkan nyawa sebagai bayaran atas informasi yang akan kami berikan pada kalian?” tanya Luo Long, yang tentu saja tidak ada satu orang pun yang bisa menjawab pertanyaannya.


Luo Long terkekeh karena tidak mendengar balasan dari orang-orang yang diam mematung di tempatnya, “Hehehe... jangan harap kalian mendapatkan informasi tentang Klan Luo, sedangkan kami adalah anggota Klan Luo, meski kami hanyalah binatang kontrak Patriak Klan Luo!” ucap Luo Long.


Orang-orang dari Pulau Besar Jin Dao yang sebelumnya pergi untuk melihat keadaan sepuluh rekan mereka sekaligus mengumpulkan informasi tentang Klan Luo, mereka terkejut mendengar kenyataan jika dua orang di hadapan mereka adalah sosok binatang kontrak Patriak Klan Luo.


“Karena kalian semua hanya diam dan tidak ada niatan menjawab pertanyaanku, aku akan menangkap kalian, dan memasukkan kalian ke dalam penjara!” ucap Luo Long, lalu cukup melambaikan tangan, tali khusu telah mengikat orang-orang yang berasal dari Pulau Besar Jin Dao, dan kini mereka tidak lagi bisa menggunakan kekuatan, yang mereka miliki.


Tidak lama kemudian ratusan anggota Klan Luo datang, dan mereka langsung membawa musuh yang berhasil dilumpuhkan. Semua akan dimasukkan kedalam penjara, dan dipastikan jika tidak akan ada yang bisa membebaskan mereka dari penjara, yang dijaga ketat oleh orang-orang Klan Luo.


......................


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2