Legenda Sang Dewa

Legenda Sang Dewa
Datang Memberi Peringatan


__ADS_3

Luo Feng telah sampai di tempat persembunyian orang-orang Klan Luo, dan ia langsung saja menemui ayahnya, yang kebetulan ayahnya baru saja selesai melakukan pertemuan dengan Tetua Agung dan Tetua lainnya, membahas persiapan penyerangan kediaman agung Klan Qing.


Ia melaporkan apa yang dilihatnya di kediaman agung Klan Qing pada ayahnya, termasuk kematian mata-mata Klan Luo. Luo Yuxuan marah mengetahui mata-mata Klan nya mati di tangan prajurit Klan Qing, tapi ia segera meredam amarahnya, dikarenakan kemarahannya tidak akan bisa merubah apa yang telah terjadi.


“Ayahanda, jumlah prajurit Klan Qing sangatlah banyak, jauh lebih banyak dari yang kita miliki. Namun, dari sisi kekuatan, prajurit kita masih lebih unggul dibandingkan mereka!” ucap Luo Feng, dan ia sangat yakin dengan ucapannya.


Luo Yuxuan mengangguk pelan mendengarkan itu. Dengan rencana peperangan yang matang, Klan Luo akan memanfaatkan kekuatan dan waktu yang ada untuk memenangkan perang. Kelemahan jumlah bakal tertutup oleh rencana peperangan yang tepat.


Setelah melaporkan apa yang ingin ia laporkan pada ayahnya, Luo Feng pergi ke tempat pemakanan untuk memakamkan mereka yang telah tiada.


Sementara itu di kediaman agung Klan Qing, Patriak Qing Qong dan sepuluh sosok Tetua yang mana banyak Tetua baru, yang baru diangkat olehnya, mereka semua berkumpul di aula kediaman agung.


“Patriak, apa prajurit yang kita miliki saat ini belum cukup untuk mengalahkan Klan Luo yang kemungkinan sedang mempersiapkan diri menyerang tempat ini?” tanya Tetua Pertama.


“Aku rasa jumlah prajurit yang saat ini kita miliki sudah cukup untuk menghadapi kekuatan milik Klan Luo, tapi aku ragu dengan kekuatan prajurit yang kita miliki! Jumlah mereka memang banyak, tapi kalian tahu sendiri selemah apa mereka!” ucap Patriak Qing Qong.


Para Tetua mengangguk, dikarenakan mereka tahu jika prajurit Klan Qing hanya unggul dalam jumlah tapi sangat kurang dalam kekuatan. “Patriak, apa perlu kita memberi mereka pil yang selama ini kita kembangkan, yang mana dengan mengkonsumsi pil itu mereka akan memiliki kekuatan tambahan selama beberapa waktu?” ujar Tetua Ke-empat.


Sejenak Patriak Qing Qong terdiam, dan tidak lama kemudian ia berkata, “Bekali seluruh prajurit Klan Qing dengan pil itu, dan suruh mereka mengkonsumsi pil itu saat benar-benar membutuhkan kekuatan!”


Pil yang mereka maksud memang dapat meningkatkan kekuatan siapapun yang mengkonsumsinya secara instan, tapi pil itu berdampak buruk pada siapapun yang mengkonsumsinya. Selain membuat siapapun yang mengkonsumsi pil itu bakalan kehilangan setengah dari kekuatannya begitu efek pil itu lenyap, mereka juga akan mengalami kelumpuhan selama beberapa waktu.


Oleh karena itu, Patriak Qing Qong melarang prajurit Klan Qing mengkonsumsi pil itu jika tidak dalam keadaan terdesak, dimana mereka membutuhkan kekuatan besar untuk menghadapi musuh, yang jauh lebih kuat. Selama tidak ada keadaan terdesak, mereka dilarang keras mengkonsumsi pil itu, dan ada hukuman yang telah disiapkan untuk siapapun yang melanggar larangannya. Dalam hal ini Patriak Qing Qong bersikap tegas, dikarenakan ini semua berkaitan erat dengan masa depan Klan Qing.


Jika saat peperangan terjadi dan banyak prajurit Klan Qing yang mengkonsumsi pil itu, sekalipun mereka nantinya memenangkan peperangan, kerugian besar sudah menanti Klan Qing. Kerugian besar itu terjadi karena banyaknya prajurit Klan Qing yang mengalami penurunan kekuatan. Selain merugi, kekuatan Klan Qing juga akan melemah, dan semua itu bisa membuat banyaknya pemberontakan diantara banyaknya Klan yang saat ini menjadi pelayan Klan Qing.


Patriak Qing Qong menatap bergantian para Tetua yang duduk di hadapannya. Ia merasa keberadaan para Tetua Klan nya merupakan keberadaan unggul di Alam Semesta ini, dan ia yakin bersama mereka, Klan Qing pasti bisa mengalahkan Klan Luo untuk kedua kalinya.


“Bagaimana, apa diantara kalian sudah ada yang mendapatkan informasi keberadaan orang-orang Klan Luo yang berada di Pulau ini?” tanya Patriak Qing Qong.


Banyak dari para Tetua menggelengkan kepala, tapi tidak dengan Tetua Pertama, yang mana ia ingin melaporkan sesuatu pada Patriak Qing Qong.


“Patriak, belum lama ini prajurit yang sedang berpatroli di luar kediaman ini, mereka melihat keberadaan mata-mata Klan Luo. Sebenarnya prajurit ingin menangkap mereka dan menginterogasinya, tapi mereka memilih melawan prajurit yang kita miliki, dan pada akhirnya mereka mati!” ucap Tetua Pertama.

__ADS_1


Patriak Qing Qong mengangguk, menandakan jika ia tidak mempersalahkan kematian mata-mata Klan Luo. Daripada berusaha menangkap mereka dan justru membuat banyak prajuritnya terluka atau bahkan mati, memang lebih baik langsung mengakhiri hidup mereka.


“Apa Klan Luo kembali mengirim mata-mata untuk menggantikan mereka yang sudah mati?” tanya Patriak Qing Qong.


Tetua Pertama menggelengkan kepalanya. “Sepertinya mereka tidak mengirim orang untuk kembali memata-matai kediaman ini, tapi prajurit yang aku suruh membakar mayat keenam mata-mata Klan Luo, para prajurit tidak menemukan keberadaan mayat mereka berenam, yang ada kita justru kehilangan ribuan prajurit, yang sebelumnya melakukan patroli di luar kediaman ini!” ucap Tetua Pertama.


Mendengar itu, Patriak Qing Qing sebenarnya ingin menanyakan sesuatu hal pada Tetua Pertama, tapi ia urung melakukan itu, setelah sepasang telinga miliknya jelas mendengar suara guntur memenuhi langit kediaman agung Klan nya.


Bukan hanya Patriak Qing Qong yang mendengar suara guntur, melainkan semua orang di ruangan itu mendengarnya. Sedangkan mereka yang berada di luar ruangan, bukan hanya mendengar suara guntur, tapi mereka juga melihat kilatan petir yang menyambar formasi pelindung kediaman agung Klan Qing, dan kilatan petir itulah yang menghasilkan suara guntur, yang didengar banyak orang.


Patriak Qing Qong dan para Tetua Klan Qing, mereka bergegas keluar dari dalam ruangan, melihat dan memastikan apa yang sebenarnya terjadi di luar sana. Pasalnya, ini adalah kali pertama mereka mendengar suara gemuruh guntur, yang membuat bulu-bulu halus di tubuh mereka berdiri. Rasanya, suara guntur yang mereka dengar, merupakan tanda jika ada bahaya mendekat ke tempat mereka.


Begitu berada di luar, Patriak Qing Qing dan para Tetua Klan Qing melihat langit, yang saat ini tertutup awan hitam, dan terlihat kilatan petir terus-menerus menyambar format pelindung kediaman agung Klan Qing.


Dari ujung ke ujung kediaman agung Klan Qing, semua orang bisa melihat jika kilatan petir terus menyambar formasi pelindung, dan tiba-tiba saja semua orang memiliki firasat buruk tentang ketahanan formasi pelindung, yang melindungi kediaman mereka. “Jika kita tidak menghentikan serangan petir yang sedang terjadi, tidak lama lagi formasi yang melindungi kediaman ini pasti hancur, dan itu tentunya bukan sesuatu yang kita semua inginkan!” teriak Patriak Qing Qong.


Segera semua orang mencari cara menghentikan kilatan petir yang terus-menerus menyambar formasi pelindung kediaman agung Klan Qing. “Patriak, jika kita hanya berada di tempat ini, kita pasti gagal menemukan cara menghentikan kilatan petir yang terjadi secara terus-terusan! Sebaiknya kita keluar dari kediaman ini, dan entah kenapa aku merasa kita akan menemukan sesuatu begitu keluar dari tempat ini!” ucap Tetua Ke-lima.


Namun, sekarang kubah formasi pelindung itu benar-benar telah hancur, dan diwaktu bersamaan mereka bisa melihat kilatan petir tiba-tiba menghilang, bersamaan awan gelap yang sebelumnya menutupi birunya langit.


Patriak Qing Qong mengerutkan keningnya saat ia melihat keberadaan seseorang di atas kediaman agung Klan Qing. Dari tubuh sosok yang melayang di atas kediaman agung Klan Qing terpancar aura kuat, dan Patriak Qing Qong merasa tidak asing dengan aura yang dirasakannya. Ia merasa belum lama ini berurusan dengan pemilik aura yang dirasakannya.


“Apa kau bodoh sehingga datang seorang diri ke tempat ini?” tanya Patriak Qing Qong begitu ia ingat siapa sosok yang melayang di ketinggian langit.


“Sudah aku katakan kalau aku pasti membunuhmu, dan tidak lama lagi aku pasti bisa membunuhmu, meski aku harus berusaha sangat keras untuk mewujudkan semua itu!” Alih-alih menjawab pertanyaan Patriak Qing Qong, sosok yang melayang di ketinggian langit justru menyampaikan apa yang menjadi maksud kedatangannya, dan sosok itu adalah Luo Feng.


Mendengar balasan dari Luo Feng, Patriak Qing Qong menggerakkan giginya marah, lalu ia menyuruh kesepuluh Tetua Klannya maju menyerang Luo Feng.


Mendapatkan perintah dari Patriak Qing Qong, kesepuluh Tetua Klan Qing, mereka langsung saja melesat maju menyerang Luo Feng. Tidak ada satupun dari mereka yang menahan diri. Mereka semua menyerang dengan mengerahkan seluruh kekuatan yang dimiliki. Berbagai senjata juga digunakan, dan tujuan mereka adalah membunuh Luo Feng.


Melihat banyaknya musuh yang datang menyerangnya, bukannya gentar dan ketakutan, Luo Feng justru tersenyum lebar, dan berkata, “Saat ini aku tidak ingin melawan dan melenyapkan kalian, melainkan kedatanganku kali ini hanya sekedar untuk menyapa kalian semua!” ucap Luo Feng, dan ia begitu cepat membuat bola-bola petir di sekeliling tubuhnya.


Bola-bola petir yang mengelilingi tubuhnya, Luo Feng menggunakan bola-bola petir untuk menyerang kesepuluh Tetua Klan Qing. Serangan bola-bola petir datang tanpa henti, membuat kesepuluh Tetua Klan Qing kesulitan menghindarinya. Dikarenakan kesulitan menghindar, akhirnya tubuh mereka mulai terkena serangan bola-bola petir.

__ADS_1


Boom... Boom... Boom...


Ledakan demi ledakan terjadi saat bola-bola petir menghantam tubuh para Tetua Klan Qing. Tidak lama kemudian para Tetua Klan Qing berjatuhan dari ketinggian, dengan luka di sekujur tubuh mereka. Meski bukan luka parah dan mematikan, setidaknya luka itu membuat mereka tidak bisa melanjutkan pertarungan untuk sementara waktu.


Patriak Qing Qong melebarkan kedua matanya tidak percaya, melihat kesepuluh Tetua Klan nya dengan mudah berhasil dikalahkan Luo Feng, yang belum lama ini juga berhasil mengalahkannya. Beruntung saat itu Tuannya datang menyelamatkannya, jadi ia masih bisa hidup sampai hari ini.


Saat serangan bola-bola petir yang dilakukan Luo Feng hampir mengenainya dan juga prajurit Klan Qing yang ada di dekatnya, Patriak Qing Qong membuat formasi pelindung, melindungi dirinya sendiri dan juga mereka yang berada di dekatnya.


Melihat serangannya tidak berhasil melukai Patriak Qing Qong, Luo Feng sama sekali tidak kecewa karena memang tujuannya bukanlah melukai pria itu, melainkan ia hanya ingin bermain-main dengan Patriak Qing Qong dan mereka yang berada di dekatnya.


Untuk para Tetua Klan yang terluka olehnya, ia anggap itu semua bisa terjadi karena kekuatan mereka yang terlalu lemah, sehingga mereka tidak bisa menghindari serangannya, yang menyebabkan mereka terluka.


Luo Feng menghentikan serangannya, lalu ia menatap tajam Patriak Qing Qong. “Aku datang hanya untuk memperingati kalian, jika kalian terlalu lemah untuk berurusan dengan Klan Luo! Sekalipun orang yang menyelamatkanmu waktu itu kembali datang, tetap saja keberadaannya tidak akan membuat Klan Qing terselamatkan!”


Mendengar itu, Patriak Qing Qong merasakan sebuah ancaman yang nyata dari ucapan Luo Feng. Entah kenapa ia merasa semua yang diucapkan Luo Feng benar-benar akan terjadi, dan jelas saja ia tidak ingin semua itu terjadi. Ia akan melakukan apapun untuk melindungi Klan Qing, dan ia akan menggunakan kekuatan Klan Qing untuk memusnahkan keberadaan Klan Luo.


“Aku datang memang hanya ingin memperingati kalian, tapi aku tidak ingin pergi dari tempat ini tanpa membawa oleh-oleh. Maka dari itu, aku akan pergi setelah membawa setidaknya puluhan ribu nyawa prajurit Klan Qing!” ucap Luo Feng, dan entah sejak kapan di atasnya sudah tercipta bola petir berukuran raksasa, yang mana ia begitu saja melemparkan bola petir raksasa ke tempat berkumpulnya puluhan ribu prajurit Klan Qing.


Luo Feng tersenyum melihat puluhan ribu prajurit Klan Qing ketakutan, dan kebingungan menyelamatkan diri. “Kalian tidak akan ada yang bisa pergi karena aku sudah mengurung kalian dalam formasi penjara!” ucapnya dan ia terkekeh pelan, sebelum akhirnya terdengar suara ledakan dari arah berkumpulnya puluhan ribu prajurit Klan Qing.


BOOOMM....


Suara ledakan yang begitu keras terdengar ke seluruh penjuru kediaman agung Klan Qing, dan ledakan itu telah menyebabkan puluhan ribu prajurit Klan Qing.


“TIDAAAK!...” teriak Patriak Qing Qong yang tidak bisa melakukan apapun untuk menyelamatkan mereka yang telah terkurung di formasi penjara yang dibuat Luo Feng.


Sekarang setelah kematian mereka, ia mengarahkan pandangan ke tempat keberadaan Luo Feng, tapi saat melihat ke tempat itu, ia sudah tidak lagi menemukan keberadaan Luo Feng, bahkan ia tidak merasakan hawa keberadaannya.


“Luo Feng, apapun akan aku lakukan untuk membunuhmu, dan membalaskan kematian mereka, yang telah mati di tanganmu!” teriak Patriak Qing Qong, sedangkan orang yang ia teriaki telah pergi jauh meninggalkan kediaman agung Klan Qing.


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2