Legenda Sang Dewa

Legenda Sang Dewa
Kembali Ke Kediaman Klan Ye


__ADS_3

Hanya dalam kurun waktu beberapa detik, Luo Feng berhasil membunuh lima sosok terkuat yang ada di perkemahan anggota perkumpulan Naga Giok. Meski mereka bukan pemimpin perkumpulan Naga Giok, dengan kematian mereka, setidaknya dapat sedikit mengurangi kekuatan perkumpulan Naga Giok.


Setelah dipastikan seluruh anggota perkumpulan Naga Giok di perkemahan mati, dengan kekuatan api Luo Feng membakar seluruh mayat di tempat itu, beserta seluruh tenda milik mereka. Kobaran api segera saja membumbung tinggi, bahkan besarnya kobaran api dapat terlihat oleh orang-orang yang berjarak beberapa kilometer dari pusat kobaran api.


Luo Feng menghampiri Tetua Ye Peng dan yang lainnya. Dari jarak dekat, ia melihat senyum kepuasan di wajah Tetua Ye Peng dan anggota Klan Ye, yang sedang melihat kobaran api membakar mayat serta perkemahan anggota perkumpulan Naga Giok. Jelas saja mereka puas karena setidaknya anggota perkumpulan Naga Giok mendapatkan balasan setimpal atas perbuatan mereka.


Shen Huang dan ke-empat saudaranya yang kebetulan berada di dekat Tetua Ye Peng, mereka sejenak menundukkan kepala, memberi hormat pada Luo Feng yang berdiri di depan mereka.


Tetua Ye dan anggota Klan Ye, mereka sepertinya belum menyadari keberadaan Luo Feng karena terlalu fokus pada apa yang terjadi di perkemahan anggota perkumpulan Naga Giok. Sampai beberapa waktu berlalu, akhirnya mereka menyadari keberadaan Luo Feng.


Segera Tetua Ye serta anggota Klan Ye memberi penghormatan pada Luo Feng, sama seperti yang dilakukan Shen Huang dan ke-empat saudaranya. Tak lama mereka semua menundukkan kepala. Setelah mendengar suara Luo Feng yang menyatakan dirinya menerima penghormatan mereka, Tetua Ye dan anggota Klan Ye kembali berdiri tegap di hadapan Luo Feng.


Tak lagi ada yang perlu dilakukan di lokasi perkemahan anggota perkumpulan Naga Giok, Luo Feng memumpin mereka kembali ke wilayah Klan Ye, dan sebelum pagi datang, akhirnya mereka telah sampai di salah satu kota, yang masuk dalam wilayah Klan Ye. Dikarenakan hari yang masih gelap, keadaan kota sangat sepi dan belum banyak terlihat aktivitas penduduk kota.


Kota yang mereka datangi berada tak jauh dari kota yang telah dihancurkan anggota perkumpulan Naga Giok, dan rencananya begitu matahari terbit Luo Feng akan membawa mereka kembali ke kota yang telah dihancurkan perkumpulan Naga Giok, sebelum ia nantinya ikut Tetua Ye dan anggo Klan Ye kembali ke kediaman Klan Ye.


Pada akhirnya mereka memutuskan sejenak beristirahat, meski tak ada satupun dari mereka yang mengalami kelelahan.


...----------------...


Tak terasa matahari pagi sudah membumbung tinggi. Setelah menghabiskan makan pagi bersama di salah satu kedai makan, dengan mengikuti Tetua Ye, Luo Feng dan ke-empat muridnya pergi ke kota yang dihancurkan perkumpulan Naga Giok, untuk memastikan jalannya pembangunan ulang di tempat itu.


Perjalanan menuju tempat tujuan mereka berjalan lancar, dan tak membutuhkan waktu lama untuk mencapai tempat itu. Tetua Ye Peng langsung saja melihat-lihat jalannya pembangunan begitu sampai di tempat tujuan. Sedangkan Luo Feng, dia memilih pergi keluar dinding yang melindungi kota, dan mulai membuat array formasi perlindungan untuk mencegah orang-orang dengan niat jahat memasuki kota.


Apa yang ia lakukan semua dilihat oleh kelima muridnya. Melihat apa yang ia lakukan, mereka semakin kagum pada sosok, yang selama beberapa waktu ini menjadi guru mereka.


Array formasi yang dibuat Luo Feng bukan sekedar dapat mencegah orang-orang dengan niat jahat memasuki kota, tapi dia juga membuat lapisam array formasi yang yang dapat menyerang orang-orang dengan niat jahat. Lalu untuk dapat menghancurkan array formasi yang ia buat, setidaknya dibutuhkan kekuatan sepuluh kultivator dengan kekuatan ranah Martial God tingkat 5, yang tentunya keberadaan mereka tak mungkin ditemukan di daratan Pulau Kecil Yue Dao.

__ADS_1


Selesai membuat array formasi sebanyak dua lapis yang memakan waktu hampir setengah hari, Luo Feng menoleh ke samping, dan dia mendapati keberadaan kelima muridnya serta Tetua Ye yang sedang memperhatikan dirinya. “Tetua Peng, apa sudah saatnya melakukan perjalanan ke kediaman Ye?” tanya Luo Feng.


“Tuan Muda, jalannya proses pembangunan berjalan sangat lancar, dan dengan keberadaan array formasi yang Tuan Muda buat saya yakin tempat ini jauh lebih aman dari sebelumnya. Oleh karena itu, saya rasa sudah saatnya kita pergi ke kediaman Klan Ye,” ucap Tetua Ye Peng menjawab pertanyaan Luo Feng.


Luo Feng yang juga tak lagi memiliki sesuatu yang harus dia kerjakan di tempatnya saat ini, pergi ke kediaman Klan Ye adalah tujuannya saat ini. Kelima muridnya sepemikiram dengannya, dan dengan dipimpin Tetua Ye Peng mereka mulai melakukan perjalanan menuju kediaman Klan Ye. Dengan kecepatan mereka saat ini, setidaknya membutuhkan waktu tiga hari perjalanan menuju kediamam Klan Ye, jika mereka melakukan perjalanan tanpa istirahat. Namun jika beristirahat, mereka akan sampai satu hari lebih lama.


Nyatanya mereka saat ini berada di wilayah terjauh dari lokasi kediaman Klan Ye. Oleh karena itu membutuhkan banyak waktu until pergi ke kediaman Klan Ye. Beberapa hutan, kota, dan desa harus mereka lalui dalam perjalanan menuju kediaman Klan Ye, dan setelah beberapa waktu melakukan perjalanan, memasuki waktu malam mereka saat ini melayang di atas hutan terluas yang berada di kawasan Klan Ye.


Di mata orang lain hutan di bawah sana terlihat layaknya hutan pada umumnya, tapi di mata Luo Feng, hutan di bawah sana begitu banyak menyimpan harta berharga yang dapat digunakan untuk menunjang perkembangan kekuatan Klan Ye.


“Tetua Peng, apa selama ini tidak ada yang pergi menjelajahi huta di bawah sana? Dari tempat ini, aku sama sekali tidak merasakan jejak aura manusia di tempat itu,” ujar Luo Feng.


“Tuan Muda, hutan di bawah sana hanyalah hutan biasa yang tak menyimpan barang-barang berharga, jadi selama ini tak ada yang membuang-buang waktu pergi menjelajahi hutan ini. Apalagi tak jauh dari kediaman Klan Ye terdapat hutan spiritual yang menyimpan cukup banyak barang-barang berharga, jadi daripada menghabiskan waktu dengan pergi ke hutan ini, kebanyakan orang menghabiskan waktu untuk menjelajahi hutan spiritual.”


Kerutan muncul di kening Luo Feng mendengar jawaban Tetua Ye Peng yang mengatakan hutan di bawah sana tak menyimpan barang-barang berharga, sedangkan jelas dia melihat seluruh kawasan hutan terdapat barang-barang berharga, yang sangat berguna untuk seorang kultivator.


Mengetahui semua itu, Luo Feng tahu apa yang nantinya akan ia lakukan dengan hutan di bawah sana, dan tentu semua yang akan ia lakukan demi perkembangan Klan Ye ke arah yang lebih baik. Namun, ia juga penasaran dengan hutan spiritual, yang selama ini dijadikan anggota Klan Ye sebagai tempat mereka mencari serta mengumpulkan barang-barang berharga.


‘Aku mau lihat langsung apa barang-barang berharga di tempat itu lebih baik dari yang ada di hutan ini. Kalau memang lebih baik, sepertinya aku tak perlu mengerahkan anggota Klan Ye untuk menggali hutan,’ ucapnya dalam hati.


Setelah melewati luasnya kawasan hutan yang menghabiskan waktu semalaman, di pagi harinya mereka dapat melihat ujung dari hutan dan keberadaan sebuah kota jauh di depan.


Namun mereka sama sekali tidak ada niatan singgah di kota itu untuk istirahat, dikarenakan tak satupun dari mereka membutuhkan istirahat. Mereka semua masih terlihat baik-baik saja, meski harus melakukan perjalanan selama tiga sampai empat hari lagi.


...----------------...


Dua hari berlalu dengan cepat, dan mereka sudah memasuki kawasan Klan Ye yang di tengah-tengah wilayah itu terdapat kediaman Klan Ye. Di wilayah ini, mereka tak diizinkan terbang. Jadi mulai saat ini mereka melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

__ADS_1


Memasiki kota terdekat dari kediaman Klan Ye, Luo Feng menjadi yang pertama menyadari keanehan di dalam kota. Semua orang di kota tak ada yang memiliki ekspresi bahagia. Semua orang menundukkan kepala, seolah ada masalah besar yang menekan kehidupan mereka.


Setelah melangkah lebih jauh masuk ke dalam kota, barulah Tetua Ye Peng dan ke-lima murid Luo Feng sadar akan keanehan kota. Terus memperhatikan orang-orang di sekeliling mereka, perasaan aneh itu semakin menjadi.


“Apa yang terjadi di kota ini? Kenapa mereka semua terlihat memiliki permasalahan begitu besar dalam hidupnya?” tanya Tetua Ye Peng yang terdengar di telinga Luo Feng.


“Kalian semua ikut denganku jika ingin tahui apa yang sebenarnya sedang terjadi di kota ini!” ucap Luo Feng lalu dia pergi ke sebuah gang yang sesaat yang lalu dia melihat sekelompok pria memasuki gang itu.


Luo Feng yang diikuti Tetua Ye dan ke-lima muridnya telah berada di lorong sepi. Mereka bertujuh tidak berjalan, melainkan melayang di atas tanah sehingga tak ada yang mendengar suara langkah kaki dari arah mereka.


Hingga sampai di sebuah pertigaan yang masih saja sepi, mereka mendengar suara dari salah satu rumah di pertigaan. Ingin mendengar lebih jelas suara yang sebelumnya terdengar samar, mereka mendekati rumah itu, tentunya setelah mereka menghilangkan hawa keberadaan, untuk menyamarkan keberadaan mereka.


“Semua anak-anak di kota telah kita culik, dan kita tempatkan mereka semua di rumah kosong di barat kota ini. Dengan begini, orang-orang di kota ini tak akan menghalangi saat anggota perkumpulan Naga Giok melewati tempat ini, menuju kediaman Klan Ye.”


“Kalian bekerja dengan sangat baik, dan besok begitu ratusan ribu anggota perkumpulan Naga Giok melewati kota ini, bisa dipastikan hari esok adalah hari terakhir keberadaan Klan Ye sebelum mereka musnah di tangan perkumpulan Naga Giok! Anggap saja itu adalah ganjaran untuk Klan Ye yang menolak bergabung dengan kita.”


“Mereka itu terlalu bodoh karena tetap saja memilih setia pada Klan Luo, yang nyatanya Klan itu sudah musnah di tangan Klan Qing saat perang besar beberapa tahun lalu. Setia pada Klan yang sudah musnah menunjukkan seberapa bodoh mereka!”


Setelah suara orang sedang berbicara, sekarang terdengar gelak tawa dari ruangan itu, dan semua itu terdengar jelas oleh Luo Feng, Tetua Ye Peng, dan lima orang lainnya.


Sekarang mereka tahu penyebab penduduk kota yang murung, seolah-olah mereka semua memiliki permasalahan yang begitu berat. Kenyataannya mereka memang memiliki permasalahan sangat berat, apalagi permasalahan itu berhubungan dengan salah satu anggota keluarga mereka.


Luo Feng sudah tahu apa yang saat ini harus dia lakukan, dan sepertinya Tetua Ye, Shen Huang, serta empat orang lainnya, mereka memiliki pemikiran yang sama dengannya.


“Meski belum tentu anak-anak itu mereka sembunyikan di tempat yang sebelumnya mereka katakan, tak ada salahnya kita memastikan keberadaan anak-anak di tempat itu! Semoga saja mereka berada di tempat itu!” ucap Luo Feng.


...----------------...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2