
Tanpa rasa takut Luo Feng menantang Raja siluman terdahulu dalam pertarungan hidup atau mati. Ia sama sekali tidak takut pada sosok Raja siluman terdahulu yang merupakan siluman terkuat di Pulau Besar Taiyang Dao.
Tidak ada yang membuatnya takut pada Raja siluman terdahulu, yang dari kekuatan jelas sosok itu jauh lebih lemah darinya, bahkan masih lebih lemah dibandingkan para Tetua Klan Qing yang pernah menjadi lawannya, dan mati mengenaskan di tangannya.
Berhadapan dengannya, tidak ada harapan Raja siluman terdahulu memenangkan pertarungan, sekalipun ia mendapat bantuan dari putranya yang sudah babak belur di tangan Luo Xue, maupun bantuan dari seluruh siluman di Pulau Besar Taiyang Dao.
Jika seluruh siluman di Pulau Besar Taiyang Dao menyerang Luo Feng, bisa dipastikan tidak akan ada siluman yang tersisa di Pulau Besar Taiyang Dao, dikarenakan mereka semua bisa dipastikan musnah di tangan Luo Feng.
Ia tidak akan ragu atau sungkan memusnahkan seluruh siluman di Pulau Besar Taiyang Dao, jika mereka menyerang nya, demi membantu Raja mereka. Tentunya hal seperti itu bukanlah keinginan Raja siluman terdahulu, dan karena tahu semua itu bisa saja terjadi, ia tidak meminta bantuan seluruh siluman untuk mengalahkan lawannya saat ini.
Raja siluman terdahulu sejenak menahan napas karena pada akhirnya ia harus melakukan pertarungan hidup atau mati dengan sosok yang tidak mungkin ia kalahkan, apalagi sekarang ia tahu jika lawannya adalah salah satu anggota Klan Luo.
Para siluman yang datang untuk membantu, mereka tidak diizinkan turun ke medan pertempuran oleh Raja siluman terdahulu. Ia tidak ingin siluman di Pulau Besar Taiyang Dao menjadi musuh dari Klan Luo. Cukup dirinya dan putranya saja yang menjadi musuh Klan Luo, yang tentunya merupakan pendukung utama Klan Yuan.
Raja siluman terdahulu yang sudah bisa fokus dengan tantangan Luo Feng, ia berkata pada Luo Feng, “Melakukan pertarungan hidup atau mati? Jika itu yang menjadi keinginanmu, aku sama sekali tidak keberatan melakukannya, dan jangan harap kamu bisa memenangkan pertarungan ini dengan mudah!” Ia tersenyum kecil setelah mengucapkan apa yang ingin ia ucapkan.
Mendengar itu, Luo Feng sungguh sudah tidak sabar melakukan pertarungan hidup atau mati dengan Raja siluman terdahulu, “Apa kau merasa aku akan kesulitan memenangkan pertarungan denganmu? Sepertinya semua itu hanya ada dalam pikiranmu karena aku dengan mudah pasti dapat memenangkan pertarungan ini!”
Luo Feng tahu seberapa jauh perbedaan kekuatan Raja siluman terdahulu dengan kekuatannya. Dengan perbedaan kekuatan buang sangat jauh, sebenarnya ia hanya perlu melakukan satu serangan untuk mengakhiri hidup Raja siluman terdahulu. Namun, ia tidak ingin buru-buru melakukannya, dikarenakan ia ingin sedikit bermain-main dengan lawannya saat ini.
Pada dasarnya, hasil pertarungan keduanya sudah terlibat di awal, sebelum dimulainya pertarungan diantara mereka.
“Kalau kamu memang bisa mengalahkanku dengan mudah, buktikan itu dengan perbuatan, jangan hanya pandai berkata-kata di hadapanku!” ucap Raja siluman terdahulu sambil mengeluarkan niat membunuh yang ia tujukan pada Luo Feng.
Raja siluman terdahulu mengeluarkan tombak dari cincin ruang miliknya, dan ia menggunakan tokmbak di tangannya untuk menyerang Luo Feng.
Angin terlihat terbelah, saat dengan gerakan yang begitu cepat Raja siluman terdahulu bergerak menyerang Luo Feng. Dengan kecepatannya dan ketajaman ujung tombaknya, ia yakin setidaknya dapat melukai Luo Feng dengan serangannya saat ini.”
__ADS_1
Namun, melihat Luo Feng masih berdiri dengan tenang di tempatnya berdiri, Raja siluman terdahulu merasa kecepatannya saat ini belum cukup jika ia ingin melukai Luo Feng, oleh karena itu ia segera meningkatkan kecepatan serangannya.
Swush...
Ujung tajam dan runcing tombak di tangan Raja siluman terdahulu bergerak cepat ke arah dada Luo Feng, tapi hanya dengan kekuatan energi spiritual miliknya, Luo Feng dengan sangat mudah berhasil menaham pergerakan tombak Raja siluman terdahulu.
Raja siluman terdahulu yang sebelumnya yakin serangannya dapat meluka lawannya, hasilnya justru sebaliknya, ia gagal melukai lawan, dan ia merasa kecepatannya saja tidak cukup untuk mengalahkan lawannya.
Tidak ingin mendapatkan serangan balasan cepat dari lawannya, secepatnya ia melompat mundur sejauh mungkin, menjaga jarak aman sosok yang menjadi lawannya.
“Serangan barusan seharusnya mampu melukai kultivator dengan kekuatan dua tingkat di atas kekuatanku, tapi itu tidak membuatnya terluka!” ucap Raja siluman terdahulu, terkejut dengan kekuatan yang dimiliki lawannya.
Melihat lawannya melompat mundur, Luo Feng bergerak maju ke depan, menyerang Raja siluman terdahulu yang penglihatannya tidak bisa mengikuti kecepatan gerak Luo Feng.
Luo Feng menguatkan genggaman tangannya, lalu ia melayangkan pukulan pada lawannya. Gerakannya memukul sangatlah cepat, dan daya hancur pukulannya sangat besar karena ia memperkuat pukulannya dengan kekuatan elemen tanah. Satu dua pukulannya berhasil dihindari lawannya, tapi pukulan selanjutnya tidak pernah berhasil dihindari, membuat Raja siluman terdahulu babak belur terkena pukulan Luo Feng.
Para siluman yang menjadi penonton jalannya pertarungan, mereka dibuat terperangah dengan apa yang terlihat. Mereka tidak mengira jika lawan Raja siluman terdahulu sangatlah kuat, jauh lebih kuat dibandingkan Raja mereka.
Sementara itu, pertarungan Luo Xue dan Raja siluman saat ini, pertarungan mereka berjalan satu arah, dimana Luo Xue terus saja menyerang, sedangkan lawannya hanya berusaha bertahan dari serangan, tanpa ada kesempatan untuknya melakukan serangan balasan. Luka di sekujur tubuh Raja siluman saat ini juga parah, setara dengan luka ayahnya.
Kembali ke pertarungan Luo Feng, ia terus saja menyerang lawannya, dan satu pukulannya yang sangat kuat, berhasil membuat lawannya terpental jauh, dengan luka yang tentunya tidak ringan, meski luka itu masih jauh untuk membuat sosok itu mati.
Para siluman yang setia menjadi penonton, mereka membuka lebar mulut masing-masing, semakin sulit percaya dengan apa yang mereka lihat, saat melihat bagaimana Raja siluman terdahulu yang selama ini terkenal sangat kuat, dipukul sampai terpental oleh lawannya.
Raja siluman terdahulu memuntahkan seteguk darah akibat luka yang dialaminya setelah terkena pukulan Luo Feng. Ia menggertakkan giginya marah karena terlalu tidak berdaya di hadapan lawannya, bahkan ia sama sekali belum bisa membalas serangan lawan, atau bahkan melukainya meski itu hanya sebuah luka gores.
“Sedari awal aku memang yakin tidak bisa mengalahkannya, tapi aku tidak menyangka jika perbedaan kekuatan itu sangatlah jauh. Tidak ada cara lain, aku harus melakukan itu jika masih ingin melukainya, atau mungkin aku justru dapat membuatnya terluka!” gumamnya sangat pelan, sambil membersihkan darah segar yang menempel di bibirnya.
__ADS_1
Ia masih memiliki satu cara untuk dapat memperkuat kekuatannya, tapi setelah ia menggunakan cara itu, ia harus menunggu selama sepuluh ribu tahun lamanya untuk bisa kembali ke wujud manusianya. Meski harus menunggu lama untuk kembali bisa berubah ke wujud manusianya, jika apa yang akan ia lakukan dapat membuatnya memenangkan pertarungan, ia tidak akan merasa rugi melakukannya.
‘Aku sudah lama tidak kembali ke wujud asliku, dan nantinya mungkin aku harus sedikit beradaptasi dengan wujud asliku!’ ucapnya dalam hati dan secara perlahan aura kekuatannya terus meningkat, bersama dengan ukuran tubuhnya yang semakin besar.
Ia sebenarnya merasa aneh saat lawannya membiarkan dirinya melakukan perubahan, yang membutuhkan waktu lumayan lama. Padahal saat seperti ini bisa saja ia menyerang dan membunuhnya.
Merasa terhina, itulah yang ia rasakan saat lawan hanya diam, dan membiarkan dirinya melakukan apapun sesuai keinginannya. “Karena kau berani meremehkan kekuatanku, jangan salahkan aku jika sesuatu yang buruk terjadi padamu, begitu aku kembali ke wujud asliku!” teriaknya bersuara lantang.
Aura kekuatan Raja siluman terdahulu semakin kuat, dan ukuran tubuhnya semakin tumbuh besar, bahkan ia sudah tidak lagi mempertahankan tubuh manusianya.
Sosoknya sekarang terlihat selayaknya kera berbulu hitam, dengan tinggi lebih dari sepuluh meter, dan masih terus bertambah besar. Aura yang terpancar dari tubuhnya juga semakin kuat, membuat semua siluman dapat merasakan tekanan kuat dari aura Raja siluman terdahulu.
Aura kekuatan yang terus meningkat, juga menandakan jika tingkat kekuatannya semakin meningkat. Dari tingkat 3 ranah Heavenly Emperor, sekarang kekuatannya telah berada di tingkat 8 ranah Heavenly Emperor, jauh lebih kuat dari sebelumnya, dan ia sangat yakin dapat mengalahkan lawannya.
“Hahahahaha... sekarang kau tidak akan bisa mengalahkan aku! Kau Luo Feng akan mati di tanganku!” teriaknya.
Saat ia tertawa dan mulai meremehkan kekuatan Luo Feng, seketika mulutnya terbungkam rapat saat ia memancarkan aura kuat yang membuat tubuhnya jatuh tersungkur dengan keras, dan aura itu ia rasakan berasal dari sosok yang sedari tadi menjadi lawannya. Aura kuat itu berasal dari Luo Feng yang mulai sedikit serius, begitu melihat dan merasakan peningkatan kekuatan lawannya.
Luo Feng dengan langkah santainya ia berjalan mendekati Raja siluman terdahulu yang tidak lagi bisa bergerak atau bicara, setelah mendapat tekanan dari aura kekuatan ranah God Emperor tingkat 5 yang ditunjukkan Luo Feng padanya. Meski bukan kekuatan puncaknya, tapi apa yang ia tunjukkan cukup untuk membuat lawannya jatuh tersungkur tidak berdaya.
Luo Feng menyunggingkan senyuman, sambil menatap Raja siluman terdahulu yang sama sekali tidak bisa bergerak dalam wujudnya yang begitu besar.
“Hanya berada di ranah Heavenly Emperor tingkat 8, tapi kau sudah berangan ingin membunuhku yang jelas jauh lebih kuat darimu. Lagipula sejak kapan ranah Heavenly Emperor dapat mengalahkan ranah God Emperor? Bukannya mengalahkan, yang ada justru kau yang mati di tanganku!”
...----------------...
Bersambung.
__ADS_1