
Malam semakin larut, bukannya semakin ketat, penjagaan di luar gua yang selama ini dijadikan markas para pemberontak justru semakin lengang karena banyaknya penjar yang memilih istirahat di tengah-tengah tugas sebagai penjaga malam.
Kalaupun ada yang sedang berjaga dan tetap terjaga, mereka adalah orang-orang yang menunggu laporan dari ratusan orang, yang sebelumnya pergi ke penjara tidak jauh dari gua, untuk membebaskan para tawanan yang selama ini dipenjarakan di tempat itu.
“Bagaimana, apa kalian berhasil?” tanya salah satu penjaga yang malam ini bertugas sebagai penjaga gua, pada kenalannya yang baru saja kembali dari arah penjara. Melihat kedatangan orang yang baru saja datang, ia sangat penasaran dengan hasil yang didapatkan orang-orang, yang sebelumnya pergi menyerang penjara.
Ia yang ditanya berkata, “Semua berhasil, dan kami tidak menyangka kalau malam ini Tetua Yuan Dan juga bergerak untuk membebaskan para tawanan. Saat kami sampai di penjara, seluruh penjaga sudah mati, dan mereka semua sudah dibebaskan oleh orang-orang yang datang bersama Tetua Yuan Dan.”
Mendengar kabar yang sangat baik, sosok yang sebelumnya bertanya terlihat begitu lega, dan dengan suara cukup pelan ia berkata, “Lalu, kemana mereka pergi, dan apa yang akan dilakukan Tetua Yuan Dan?”
“Mereka semua sedang dalam perjalanan menuju kediaman Klan Yuan, dan hanya aku yang kembali ke tempat ini untuk memberitahu jika seluruh tawanan telah berhasil di bebaskan. Untuk apa yang selanjutnya akan dilakukan Tetua Yuan Dan, sebentar lagi ia akan menyerang tempat ini!”
“Kebetulan kita dan orang-orang yang terpaksa memberontak masih berada di tempat ini, jadi Tetua Yuan Dan meminta kita membantu mengalahkan para pemberontak!” Ia menyerahkan pita berwarna merah terang, dan pita itu harus diikatkan di lengan bagian kanan.
“Pita ini digunakan sebagai penanda jika kita adalah teman, bukan musuh yang akan dimusnahkan.” Ia kembali mengeluarkan pita berwarna merah dalam jumlah lumayan banyak.
“Bantu aku menyerahkan pita ini pada yang lainnya, sekalian memberitahu mereka tentang keberhasilan orang-orang yang pergi membebaskan para tawanan di penjara!”
Tahu apa yang harus dilakukan, keduanya segera pergi untuk memberitahu yang lainnya, sambil menyerahkan pada mereka pita berwarna merah, yang harus diikatkan di lengan bagian kanan. Tidak boleh salah mengikat pita berwarna merah jika tidak ingin dianggap musuh.
Mereka melakukan semua dengan sangat cepat karena tidak lama lagi rombongan Tetua Yuan Dan akan segera melakukan serangan, dan pada akhirnya semua orang yang sebelumnya terpaksa berkhianat karena ancaman, mereka semua telah mendapatkan pita merah, dan kembali bersumpah setia pada Klan Yuan.
Di sisi lain, Luo Feng, Luo Xue, serta Tetua Yuan Dan, ketiganya sedang bersiap melakukan serangan. Rencana awal hanya Luo Feng dan Luo Xue yang masuk menyerang, tapi Tetua Yuan Dan menolak itu karena ia juga ingin terlibat dalam peperangan.
Tetua Yuan Dan kebetulan memiliki dendam pada Tetua Kelima yang telah berkhianat, dikarenakan pria itu adalah orang yang telah membunuh istrinya beserta putri keduanya yang baru beberapa hari lahir.
Luo Feng, Luo Xue, serta Tetua Yuan Dan bergerak cepat memasuki gua tanpa harus melawan para penjaga, yang mana seluruh penjaga saat ini adalah orang-orang dengan pita merah terikat di lengan tangan kanan mereka. Adanya pita merah di lengan tangan mereka, menunjukkan jika mereka adalah teman, bukan musuh.
Ketiganya bergerak sangat cepat, tapi sebelum mereka sampai di tempat berkumpulnya para petinggi pemberontak, keberadaan mereka telah diketahui oleh penjaga yang merupakan bagian dari para pemberontak, dan pertarungan pun tidak bisa dihindari.
Luo Feng dan Luo Xue, meski hanya menggunakan tangan kosong, setiap pukulan ataupun tendangan yang mereka lakukan, senantiasa menumbangkan lawan merek.
__ADS_1
Sedangkan Tetua Yuan Dan yang menggunakan pedang untuk melawan musuh, dengan mudahnya dia membunuh satu-persatu musuhnya, dan hanya dalam waktu sangat singkat, puluhan orang mati di tangannya.
Dalam waktu yang sangat singkat ratusan orang telah mati di tangan Luo Feng dan dua orang lainnya. Jumlah itu semakin bertambah seiring dengan waktu yang terus berjalan. Sampai akhirnya pasukan pemberontak mundur setelah mendengar suara seseorang yang menggema ke seluruh bagian gua.
Luo Feng segera mengarahkan pandangan ke sumber suara, begitu juga dengan Luo Xue dan Tetua Yuan Dan. Melihat ke arah sumber suara, mereka melihat seorang pria melayang mendekati mereka, dan terlihat enam orang pria lainnya berada tepat di belakangnya.
“Tetua Yuan Dan, lama tidak bertemu, Dan entah memiliki keberanian darimana sampai pengecut sepertimu berani datang ke tempat ini, dan lagi kamu datang hanya bersama dua bocah ingusan!” ucap salah satu pria, menyindir Tetua Yuan Dan.
“Tetua, apa kamu mengenalinya, atau perlu aku langsung membunuhnya karena menurutku dia terlalu berisik!” tanya Luo Feng pada Tetua Yuan Dan, mengabaikan keberadaan tujuh pria di hadapan mereka, dan tentu ketujuh pria itu menggertakkan gigi marah, dikarenakan keberadaan mereka diabaikan.
Tetua Yuan Dan yang juga tidak peduli dengan keberadaan orang-orang itu, ia lebih memilih menjawab pertanyaan Luo Feng. “Pria yang barusan bicara adalah mantan Tetua Kelima Klan Yuan, dan saya berharap Tuan Muda membiarkan saya sendiri yang membunuhnya!”
Luo Feng mengangguk kecil, ia tidak akan menghalangi apa yang ingin dilakukan Tetua Yuan Dan, apalagi kekuatan musuh jelas lebih lemah dibandingkan kekuatan yang dimiliki Tetua Yuan Dan.
Hanya dalam beberapa jurus ia yakin Tetua Yuan Dan dapat mengalahkan orang itu, seandainya tidak ada keberadaan orang lain yang ikut campur dalam pertarungan keduanya.
“Aku baru akan ikut campur jika ada orang lain yang memberi bantuan pada orang itu, tapi aku sama sekali tidak akan ikut campur dalam pertarunganmu dengannya!” ucap Luo Feng pada Tetua Yuan Dan, dan bersamaan dengan itu, ia dapat merasakan tekanan yang berasal dari pria, yang ia yakini sebagai pemimpin para pemberontak.
Kekuatan orang itu berada di ranah Heavenly Emperor tingkat 1, tidak lebih kuat dari Luo Xue yang sejak tadi hanya diam, sambil mengamati kekuatan musuh yang tidak seberapa. Bahkan ia seorang diri sangat cukup untuk mengalahkan pemimpin pemberontak dan enam orang pengikutnya.
Luo Feng dan dua orang lainnya jelas mendengar suara teriakan orang itu, teriakan itu mengandung kekuatan spiritual yang dapat menyakiti telinga siapapun yang mendengarnya, jika orang itu jauh lebih lemah dibandingkan orang yang berteriak menggunakan energi spiritual miliknya.
Dikarenakan kekuatan Luo Feng dan Luo Xue yang lebih kuat, serta Tetua Yuan Dan yang sedikit lebih lemah dibandingkan mantan Tetua Agung Klan Yuan, suara yang mengandung kekuatan spiritual sama sekali tidak berpengaruh pada ketiganya, Dan tentunya keadaan mereka saat ini berada dalam keadaan baik-baik saja.
Tidak melihat perubahan dari tiga orang yang ia yakini akan terpengaruh oleh teriakannya, Yuan Chu, mantan Tetua Agung Klan Yuan memimpin enam orang pengikutnya menyeranh Luo Feng, Luo Xue, dan Tetua Yuan Dan.
Melihat musuh menyerang, dengan santainya Luo Feng menantikan serangan meraka, begitu juga dengan Luo Xue. Sedangkan Tetua Yuan Dan, dia sangat fokus pada mantan Tetua Kelima Klan Yuan yang datang menyerangnya.
“Tetua, bunuh orang yang ingin kamu lawan, dan serahkan sisanya pada kami!” ucap Luo Feng.
Tetua Yuan Dan menganggukkan kepalanya dan ia sekarang hanya berfokus melawan pria yang telah menghancurkan keluarganya, dan ia berjanji pada dirinya sendiri akan memberi kematian paling menyakitkan pada pria itu.
__ADS_1
“Jangan ganggu pertarungan mereka! Kalian berenam lawan kami!” Luo Feng bergerak maju menyerang Yuan Chu dan dua orang di dekatnya. Di sisi lain, Luo Xue melawan tiga pengikut setia Yuan Chu.
Melihat musuh yang semula dian tapi secara tiba-tiba bergerak sangat cepat, Yuan Chu dan lima orang di dekatnya sedikit meningkatkan kewaspadaan mereka, dikarenakan mereka saat ini tidak bisa melihat keberadaan musuh.
“Apa yang sedang kalian cari?” tanya Luo Feng yang tiba-tiba saja muncul di depan dua orang, yang berdiri tegap di belakang Yuan Chu.
Tidak menunggu jawaban mereka, Luo Feng langsung saja melayangkan tinju ke wajah mereka secara bergantian. “Lihat sendiri bukan, kalau kalian itu sangat lemah!”
Dua orang yang terkena pukulan Luo Feng terpental, tapi ia tidak boleh lengah karena dengan gerakan cepat Yuan Chu berbalas melakukan serangan bertubi-tubi kepadanya. Tendangan dan pukulan silih berganti tertuju pada tubuhnya, tapi tidak sulit baginya menahan serangan Yuan Chu.
Semua serangan Yuan Chu berhasil ditahan Luo Feng, bahkan saat dua orang yang sebelumnya terpental kebali bangkit dan membantu Yuan Chu menyerang Luo Feng, serangan gabungan mereka masih belum cukup untuk membuat Luo Feng kewalahan, yang ada tangan dan kaki mereka justru terasa sakit karena terlalu sering berbenturan dengan tangan dan kaki Luo Feng.
Luo Feng yang diserang, tapi justru mereka yang merasakan sakit. Melihat itu, Luo Feng menunjukkan senyuman remeh, yang tentunya ia tujukan pada mereka. “Benar-benar lemah!” cibirnya dengan suara sangat jelas.
Yuan Chu dan dua orang yang mendengar cibiran Luo Feng tidak perlu dipertanyakan sudah berada di titik mana kemarahan mereka. Mereka sudah sangat marah, lalu Yuan Chu mengambil keputusan menyuruh seluruh pasukannya menyerang Luo Feng di waktu bersamaan. Ia sendiri tidak tinggal diam, melainkan turut serta menyerang Luo Feng bersama seluruh pasukannya.
Bukannya takut saat banyak orang menyerangnya di waktu bersamaan, Luo Feng justru masih saja tersenyum meremehkan keberadaan semua musuhnya. “Sebanyak apapun jumlah kalian, pada akhirnya kalian semua akan mati di tanganku!” ucapnya.
“Bunuh pria itu!” teriak Yuan Chu, dan langsung saja seluruh pasukannya menyerang Luo Feng.
Serangan diawali dengan mereka yang ahli serangan jarak jauh, tapi serangan mereka tidak ada yang berhasil melukai Luo Feng, dikarenakan keberadaan array formasi, yang melindungi Luo Feng dari berbagai arah.
Gagal dengan serangan jarak jauh, kini giliran mereka yang ahli pertarungan jarak dekat maju menyerang Luo Feng, tapi hasilnya sama saja, dan lebih buruknya setengah dari mereka musnah saat Luo Feng melambaikan tangan, mengirim serangan kekuatan gelombang petir, yang langsung saja merubah banyak musuhnya menjadi mayat gosong.
Luo Feng mengangkat kedua sudut bibirnya, mengulas senyuman puas, saat ia melihat banyaknya mayat gosong, yang baunya mirip daging bakar. “Apa masih ada yang ingin mati seperti mereka?”
Satu pertanyaan Luo Feng, membuat semua orang segera menjaga jarak darinya, termasuk Yuan Chu dan dua orang yang sedikit lebih lemah darinya.
Yuan Chu tidak menyangka jika pria yang ia anggap bocah ingusan nyatanya jauh lebih kuat darinya, dan ia yakin pria itu belum menunjukkan seluruh kekuatannya. Tidak bisa terbayangkan olehnya, sekuat apa kekuatan penuh pria itu, dan ia sekarang mulai penasaran dengan identitasnya.
“Siapa dia sebenarnya, dan kenapa dia membantu Klan Yuan?”
__ADS_1
...----------------...
Bersambung.