Legenda Sang Dewa

Legenda Sang Dewa
Serangan Bertubi-Tubi


__ADS_3

Kedua Tetua Klan Qing yang melihat sosok Luo Feng dan merasakan aura kekuatannya, keduanya melebarkan kedua matanya tidak percaya saat merasakan aura kekuatan sosok yang lebih muda dari mereka.


Mereka tidak pernah menyangka jika ada sosok yang masih sangat muda tapi memiliki aura sekuat Patriak Klan Qing, yang selama ini mereka anggap sebagai sosok terkuat di seluruh semesta, dan tidak ada sosok yang lebih kuat darinya.


Namun, saat mereka mengingat sosok Dewa yang keberadaannya diketahui berada di Pulau Kecil Yue Dao, keduanya merasa sosok di hadapan mereka saat ini adalah sosok Dewa, tapi mereka merasa sosok Dewa tidak bersahabat dengan mereka yang berasal dari Klan Qing.


“Siapa kamu sebenarnya, dan apa tujuanmu muncul di tempat ini? Jika tujuanmu adalah membantu Klan Ye yang merupakan Klan pelayan Klan Luo, kamu akan menjadi musuh Klan Qing, dan seluruh Klan pelayannya!” Tetua Kedelapan bertanya sekaligus mengancam Luo Feng dengan kekuatan Klan Qing.


Luo Feng terkekeh pelan saat mendengar ancaman yang ditujukan padanya, lalu ia bertanya pada Tetua Kedelapan, “Apa kamu berpikir aku takut dengan kekuatan Klan Qing? Aku sama sekali tidak takut dengan kekuatan yang dimiliki Klan Qing!”


Luo Feng memang tidak memiliki ketakutan pada kekuatan Klan Qing, tapi ia memiliki ketakutan jika Klan Qing menargetkan mereka yang ingin dilindunginya, dan ia terlambat datang melindungi mereka.


Ia juga takut jika Klan Qing lebih dulu menemukan keberadaan orangtuanya, dan menggunakan mereka untuk mengancamnya. Jika itu terjadi, tentunya ia akan lebih memilih mengutamakan keselamatan kedua orangtuanya dibandingkan keselamatan dirinya sendiri.


Namun, sebelum mereka dapat menemukan kedua orangtuanya, ia akan lebih dulu menemukan mereka, dan memberi perlindungan semaksimal mungkin pada mereka, sehingga orang-orang dari Klan Qing tidak bisa menemukan mereka, ataupun menyakiti mereka.


Sementara itu, kedua tetua yang mendengar Luo Feng tidak takut dengan kekuatan Klan Qing, meraka mulai merasa gentar berhadapan dengannya. “Kami tidak akan menyakitimu ataupun menganggapmu musuh jika kamu tidak ikut campur pada apa yang ingin kami lakukan pada Klan Ye!” ucap Tetua Kesembilan.


Tidak lagi terkekeh pelan, Luo Feng tertawa terbahak-bahak mendengarnya. Mereka berpikir dapat menyakitinya? Apa mereka pikir dirinya lemah? Dengan kekuatan mereka, jangankan melukai, menyentuh ujung pakaiannya saja mereka tidak akan bisa melakukannya!


“Jika kalian pikir bisa menyakitiku, maka lakukanlah jika kalian memang bisa melakukannya! Akan tetapi jika kalian tidak bisa melakukannya, maka aku hanya akan menyakiti kalian!” ucap Luo Feng begitu berhenti tertawa.


Tetua Kedelapan dan Tetua Kesembilan Klan Qing tahu jika pemuda di depan mereka tidak bersahabat, dan meski ada ketakutan pada diri mereka, keduanya memutuskan bersama-sama menyerang, dengan mengerahkan seluruu kekuatan yang mereka miliki, termasuk menggunakan senjata terkuat milik mereka.


Di tangan mereka sudah menggenggam kuat sebuah pedang, dan dengan menggunakan kekuatan elemen yang mereka miliki, keduanya memperkuat daya hancur serangan mereka.

__ADS_1


Sedangkan Luo Feng yang melihat kedatangan serangan mereka, ia hanya bersikap tenang menghadapi serangan mereka, berbeda dengan murid Klan Qing yang buru-buru pergi menjauh karena tidak tahan dengan aura kekuatan kedua Tetua.


Kekuatan kedua Tetua Klan Qing memang tidak diragukan jika kekuatan itu bisa digunakan untuk memusnahkan satu Pulau Kecil beserta seluruh penghuninya. Akan tetapi semua itu saat ini tidak mungkin terjadi karena kedua Tetua dipertemukan dengan lawan yang mampu meredam kekuatan merka. Bukan hanya meredam, melainkan kekuatan mereka sama sekali tidak berguna di hadapan sosok pemuda, yang saat ini menjadi satu-satunya lawan meraka.


Jika saat ini keduanya menyerang, Luo Feng hanya bertahan dari semua serangan yang mereka lakukan.


Diamnya Luo Feng bukan karena ia terpojok. Ia sama sekali tidak sedang terpojok, melainkan sedang menciptakan array formasi, yang membuat jalannya pertarungannya, tak bisa terekam dalam giok jiwa mikik kedua Tetua, dan seluruh murid Klan Qing yang berada di Pulau Kecil Yue Dao.


Sebentar lagi array formasi yang dibuat Luo Feng akan selesai, dan begitu array formasi selesai dibuat, ia bisa melakukan pertarungan sesuai keinginannya, tanpa harus takut keberadaannya diketahui orang-orang dari Klan Qing.


“Akhirnya selesai!” Luo Feng telah selesai membuat array formasi, yang menyegel kemampuan giok jiwa, dan array formasi yang dibuatnya membuat orang-orang dari Klan Qing tidak bisa meninggalkan Pulau Kecil Yue Dao.


“Sekarang aku akan menunjukkan seluruh kekuatanku pada mereka! Semoga saja kerusakan tempat ini tidak terlalu parah akibat pertunjukan kekuatan yang aku lakukan!” Melepaskan pembatas kekuatannya, Luo Feng merasa tubuhnya dipenuhi dengan kekuatan luar biasa, dan itu membuatnya senang.


Berbeda dengan Luo Feng yang sedang senang, wajah kedua Tetua Klan Qing seketika menjadi jelek, setelah mereka merasakan aura kuat, yang berasal dari sosok pemuda lawan mereka.


Mereka ingat aura kuat seperti ini pernah meraka rasakan, dan itu pernah meraka rasakan saat merasakan aura kekuatan Patriak Klan Qing yang sedang marah, tapi aura kekuatan ini sedikit lebih kuat.


Saat mencoba bergerak dan melawan aura kekuatan yang menekan mereka sehingga sulit bergerak, pemuda yang menekan mereka dengan kekuatannya berkata, “Aku sudah selesai mempersiapkan diri, jadi sebaiknya kalian segera bersiao jika tidak ingin mati cepat di tanganku!”


“Sial! Bagaimana aku bisa bergerak jika aura kuat ini terus menekanku? Kalau seperti ini, aku pasti mati begitu ia datang menyerang!” Tetua Kesembilan berusaha keras menggerakkan tubuhnya. Ia memang berhasil bergerak, tapi gerakannya sangat lambat, dan ia tidak yakin dapat menghindari serangan musuh dengan pergerakannya saat ini.


“Siapa sebenarnya pemuda itu? Jika benar ia sosok Dewa, kenapa ia tiba-tiba memusuhi kita yang berasal dari Klan Qing? Apa mungkin Klan Luo sudah lebih dulu menarik perhatiannya?” tanya Tetua Kedelapan pada Tetua Kesembilan.


“Kamu bodoh jika bertanya siapa dia padaku karena aku jelas tidak mengetahuinya, tapi jika ia benar-benar sosok Dewa, sepertinya ia Klan Luo memang sudah berhasil menarik perhatiannya!”

__ADS_1


“Ini buruk! Jika Dewa telah berpihak pada Klan Luo, kita tak akan mudah jika ingin mengalahkan Klan Luo, apalagi kita tidak tahu dimana Klan Luo saat ini!”


Di sisi lain, saat kedua Tetua Klan Qing sedang membicarakan dirinya, Luo Feng dengan jelas mendengar pembicaraan mereka, meski jarak diantara mereka tidaklah dekat. Alih-alih menunggu pembicaraan mereka selesai, Luo Feng memilih untuk segera mengakhiri jalannya pertarungan karena array formasi yang ia buat memiliki batas waktu.


“Kalian terlalu lama membicarakan sesuatu yang tidak penting untukku. Sebaiknya kalian lanjutkan pembicaraan kalian di neraka!” Luo Feng muncul tepat di depan Tetua Kesembilan yang sulit bergerak, dan dengan tinju berlapis kekuatan elemen petir, ia memukul wajah Tetua Kesembilan.


Tida sempat menghindar, Tetua Kesembilan terpental setelah terkena pukulan Luo Feng, dan terlihat luka menganga di wajahnya yang semula terlihat tampan dan menawan.


Tetua Kedelapan yang melihat keadaan Tetua Kesembilan, ia bergidik ngeri, tapi pandangannya yang teralihkan dari musuhnya, membuatnya tidak sadar jika Luo Feng telah berpindah ke hafalannya, dan siap melayangkan pukulan ke arah tubuhnya.


“Jangan sekalipun mengalihkan pandangan dari musuh saat kamu berada di tengah-tengah medan pertempuran!” ucap Luo Feng tegas, lalu ia langsung saja memukul tubuh Tetua Kedelapan yang benar-benar tidak menyadari keberadaan musuh, yang sudah berada tepat di hadapannya.


Tidak siap menghadapi serangan musuh yang datang begitu cepat, ia hanya sempat menyilangkan tangan di depan tubuhnya, bermaksud menahan serangan musuh, tapi semua sudah sangat terlambat karena pukulan musuh jauh lebih cepat dari gerakannya melindungi diri.


Pukulan Luo Feng tepat mengenai tubuh Tetua Kedelapan, membuat pria itu terpental dan mendarat tepat di sebelah Tetua Kesembilan yang sedang menahan rasa sakit di wajahnya. “Keadaan kalian sangat indah dipandang mata, tapi pemandangan aku rasa bakalan jauh lebih baik jika kalian mati di hadapanku!” ucap Luo Feng dengan seringaian di wajahnya.


Kedua Tetua sama sekali tidak bisa bergerak saat melihat Luo Feng begitu cepat bergerak ke arah mereka. Berusaha sekuat tenaga untuk bergerak, mereka tetap tidak bisa melakukannya karena tekanan yang mereka rasakan saat ini berkali-kali lebih kuat dari sebelumnya, dan keduanya merasa Patriak Klan Qing sekalipun akan kesulitan bergerak jika berada di posisi meraka.


Sedangkan Luo Feng yang saat ini mengerahkan kekuatannya sampai tingkat 10 ranah God Emperor, dan kekuatannya saat ini jauh lebih kuat dibandingkan kekuatan milik Patriak Klan Qing yang kekuatannya sebelum melakukan kultivasi tertutup berada di tingkat 7 ranah God Emperor.


“Berbahagialah karena kalian akan segera aku pertemukan dengan Tetua Kesepuluh Klan Qing yang sebelumnya sudah lebih dulu mati di tanganku, dan aku Luo Feng bangga karena tiga Tetua Klan Qing bersedia mati di tanganku!”


Luo Feng memperkenalkan dirinya pada dua Tetua Klan Qing, yang jelas saja semua itu membuat mereka terkejut. Namun, keterkejutan mereka hanya berlangsung sesaat karena setelahnya mereka harus merasakan serangan bertubi-tubi, yang dilakukan oleh Luo Feng.


...----------------...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2