Legenda Sang Dewa

Legenda Sang Dewa
Keputusasaan


__ADS_3

Yao Ligu dan Guang Mo memimpin orang-orang yang mereka bawa ke Pulau Besar Taiyang Dao menuju Kota Yuan, dan tentunya setelah itu tujuan mereka adalah kediaman Klan Yuan.


Setelah beberapa waktu berlalu, mereka bisa melihat keberadaan Kota Yuan di kejauhan, tapi keduanya tidak buru-buru mendekati Kota Yuan karena merasakan adanya array formasi yang bisa memberi banyak kerugian pada mereka.


“Apa kamu merasakannya? Selain array formasi yang melindungi kota dan array formasi itu cukup kuat, terdapat juga array formasi penyerangan, yang dapat membuat celaka orang-orang yang kita bawa ke tempat ini!” Ucap Yao Ligu dengan sorot mata fokus melihat keadaan Kota Yuan.


Guang Mo yang mendengar semua itu menganggukkan kepala. Jelas saja ia merasakan apa yang dirasakan Yao Ligu, bahkan jelas ia melihat keberadaan beberapa lapisan array formasi yang mengelilingi seluruh kawasan Kota Yuan. Itu bukanlah sembarangan array formasi, tapi array formasi itu dapat membuatnya kesulitan memasuki Kota Yuan.


“Aku tidak menyangka jika di tempat ini ada seorang master array formasi yang mampu membuat array formasi sekuat itu. Kalau saja orang seperti itu berada di pihak Klanku, aku yakin Klan Qing tidak akan berani bersikap sombong pada Klan Yao!” ucap Yao Ligu, dan sebuah fakta jika selama ini Klan Yao dan Klan Guang tidak berhubungan baik dengan Klan Qing, bahkan di masa lalu kedua Klan hampir saja berperang seandainya Pemimpin mereka tidak turun tangan menenangkan keadaan.


Meski peperangan saat itu urung terjadi dan sekarang hubungan kedua Klan terlihat baik-baik saja, tapi selama ini tidak pernah ada hubungan baik antara Klan Yao dan Klan Qing, bahkan kedua Klan senantiasa menolak mengerjakan sesuatu bersama-sama. Jika dipaksa mengerjakan suatu hal bersama-sama, yang ada mereka tidak akan pernah selesai mengerjakan apa yang harus mereka kerjakan.


Setelah keduanya mengetahui adanya array formasi kuat yang melindungi Kota Yuan, keduanya segera memikirkan cara terbaik dan tercepat untuk menghancurkan array formasi yang melindungi Kota Yuan.


Guang Mo yang memang tidak tahu cara menghancurkan array formasi, ia bertanya pada Yao Ligu, “Bagaimana, apa kamu sudah tahu cara terbaik untuk menghancurkan array formasi yang melindungi Kota itu?”


Yao Ligu menolehkan kepalanya menatap Guang Mo, lalu ia menarik napas panjang. “Untuk menghancurkan array formasi yang melindungi kota itu, aku hanya tahu untuk menghancurkan sebuah array formasi, kita harus lebih kuat dari kekuatan array formasi yang ingin kita hancurkan. Melihat seberapa kuat array formasi yang melindungi Kota Yuan, dengan menggabungkan kekuatan kita, aku memiliki keyakinan kita dapat menghancurkannya! Kalau kekuatan gabungan kita gagal menghancurkannya, kita bisa menyuruh semua orang menggabungkan kekuatan, dan bersama-sama kita akan menghancurkan array formasi pelindung Kota Yuan!” ucap Yao Ligu.


Guang Mo mengerutkan keningnya setelah mendengar ucapan Yao Ligu. Ia tidak menyangka jika rekannya yang merupakan Patriak Klan Yao juha tidak tahu cara menghancurkan sebuah array formasi, tanpa harus menyerangnya secara terus-terusan.


Sementara itu, disaat Yao Ligu dan Guang Mo bingung bagaimana menghancurkan array formasi yang melindungi Kota Yuan, Luo Feng yang sudah berada di kediaman Klan Yuan, ia terus mengawasi keberadaan orang-orang yang berasal dari tempat jauh, dan itu bukanlah tempat yang ada di Pulau Besar Taiyang Dao.


“Mereka belum juga bergerak, sekalipun mereka sudah berada tidak begitu jauh dari Kota Yuan!” gumam pelan Luo Feng yang masih bisa terdengar jelas oleh Luo Xue yang berada di sebelahnya.


“Gege, siapa yang Gege maksud dengan mereka? Apa mereka adalah orang-orang yang memiliki niatan buruk pada Kota Yuan dan kediaman Klan Yuan?” tanya Luo Xue penasaran dengan yang dimaksud mereka oleh Luo Feng.


“Mereka adalah rekan dari kedua iblis yang menghuni dasar jurang kabut kematian, dan kedatangan mereka tentu saja membawa niat buruk yang ditujukan pada Kota Yuan dan kediaman Klan Yuan,” ucap Luo Feng menjawab pertanyaan Luo Xue.


“Apa mereka lebih kuat dari kedua iblis penghuni dasar jurang hutan kabut kematian? Lalu, dimana mereka saat ini? Aku yakin Gege tahu dimana mereka, dan kenapa kita tidak datang menyerang mereka lebih dulu, daripada menunggu mereka datang menyerang?” tanya Luo Xue yang ingin bertemu musuh kuat, supaya ia bisa menguji kekuatan barunya, tapi jika musuh yang datang lebih kuat dibandingkan dua iblis penghuni dasar jurang kabut kematian, jelas ia tidak mungkin dapat mengalahkannya.


Mendengar pertanyaan Luo Xue, Luo Feng segera memberi jawaban, “Mereka berada tidak jauh dari Kota Yuan, dan saat ini mereka sedang mencari cara untuk menghancurkan array formasi yang melindungi Kota Yuan.”


Luo Xue menganggukkan kepala, dan ia sama sekali tidak menutup keinginannya bertarung, setelah sebelumnya ia berhasil meningkatkan kekuatan selama berada di jurang kabut kematian. Tidak jauh berbeda dengan Luo Xue, kelima murid Luo Feng juga menginginkan sebuah petarungan untuk menguji seberapa jauh peningkatan kekuatan mereka.


Sementara itu, untuk orang-orang dari Klan Yuan, Patriak Yuan Yuji saat ini sedang melakukan kultivasi tertutup, begitu juga dengan para Tetua Klan, dan mereka akan menyelesaikan kultivasi tertutup dalam tiga hari, dan setelahnya dilanjutkan dengan melakukan peningkatan pondasi kekuatan mereka. Setidaknya mereka membutuhkan waktu satu minggu untuk menyelesaikan kultivasi tertutup.


“Gege, bagaimana kalau besok pagi-pagi kita menyerang mereka, jika malam ini mereka tidak melakukan serangan?” tanya Luo Xue dan ia berharap Luo Feng mengabulkan apa yang menjadi keinginannya.

__ADS_1


Luo Feng yang merasa tidak ada yang salah dengan apa yang menjadi keinginan Luo Xue, pada akhirnya ia mengabulkan apa yang menjadi keinginan Luo Xue.


“Besok kita akan menyerang mereka bersama Shen Huang dan yang lainnya, tapi jika malam ini mereka mulai melakukan serangan, malam ini juga kita menyerang mereka! Jujur saja aku tidak nyaman saat banyak pasang mata terus mengawasi tempat tinggalku!” ucap Luo Feng merasa tidak nyaman dengan keberadaan orang-orang di luar kota, yang terus saja mengawasi Kota Yuan dan kediaman Klan Yuan dari kejauhan.


Keputusan Luo Feng membuat Luo Xue senang karena akhirnya ia bisa menguji kekuatan barunya dengan melawan musuh yang tidak lemah. Ia yakin orang-orang di luar Kota Yuan tidak lebih lemah dibandingkan binatang buas dan monster yang ada di dasar jurang kabut kematian.


Malam inipun Luo Feng dan Luo Xue terjaga menunggu apa yang akan dilakukan oleh orang-orang di luar kota. Bukan hanya mereka yang terjaga, di tempat yang tidak jauh dari keduanya, di tempat itu ada Shen Huang dan empat orang lainnya yang terjaga, dikarenakan mereka merasa malam ini sesuatu akan terjadi di Kota Yuan.


“Karena kita sama-sama merasa malam ini akan terjadi sesuatu di Kota Yuan, sebaiknya kita tetap terjaga, supaya nantinya bisa datang memberi bantuan saat bentuan kita memang diperlukan!” ucap Shen Huang, mendapat balasan anggukan kepala ke-empat saudaranya.


...----------------...


Malam semakin larut, Yao Ligu dan Guang Mo yang sudah terlalu lama berpikir, akhinya mereka memutuskan menyerang Kota Yuan.


Swush... Swush...


Keduanya muncul di atas Kota Yuan, dan tepat si belakang mereka terdapat ratusan ribu orang, yang merupakan anggota Klan Yao dan Klan Guang. Mereka telah siapa melakukan serangan, dan bersama-sama meraka akan berusaha menghancurkan array formasi yang melindungi Kota Yuan.


“Gunakan serangan terbaik yang bisa kalian lakukan, dan bersama-sama kita akan menghancurkan array formasi yang melindungi Kota itu!” teriak Yao Ligu dan ia segera menyiapkan serangan terkuatnya, begitu juga dengan yang lainnya.


Terlihat dua kilatan cahaya yang memancarkan aura kuat, dan tidak lama seluruh kilatan cahaya menghantam array formasi pelindung Kota Yuan.


Boom... Boom... Boom... Boom...


Ledakan demi ledakan silih berganti terjadi, dan terlihat array formasi yang melindungi Kota Yuan hancur berkeping-keping, membuat beberapa serangan mengarah langsung ke pusat Kota Yuan. Beruntung Shen Huang dan empat orang lainnya bergerak cepat menghalau seluruh serangan yang menuju pusat Kota Yuan.


“Salama kami ada di tempat ini jangan berharap bisa sesuatu yang buruk di Kota Yuan!” teriak Shen Huang begitu ia dan ke-empat saudaranya berhasil menghalau serangan yang hampir saja menghancurkan pusat Kota Yuan.


Bukan hanya Shen Huang dan empat saudaranya yang muncul, tapi terdapat seratus ribu murid elite Klan Yuan yang turut serta datang untuk melawan orang-orang yang menyerang Kota Yuan. Luo Feng dan Luo Xue juga telah datang, dan keduanya berada cukup dekat dengan Yao Ligu dan Guang Mo.


Yao Ligu dan Guang Mo cukup terkejut melihat kedatangan orang-orang yang jelas tidak lemah, terutama dua sosok tidak jauh dari mereka, dan lima sosok yang saat ini melayang mendekati dua sosok yang sudah lebih dulu berada di dekat mereka. “Enam orang berada di ranah God Emperor, dan satu orang yang kekuatannya tidak bisa aku ukur,” gumam Yao Ligu, yang masih dapat didengar Guang Mo.


Enam orang itu meski kekuatannya sudah berada di ranah God Emperor, tetap saja orang-orang itu bukan lawan mengerikan bagi keduanya yang telah berada di tingkat 10 ranah God Emperor. Namun, keduanya merasakan ancaman dari pria yang kekuatannya tidak bisa mereka ukur.


Bukan hanya tidak bisa mengukur kekuatannya, tapi mereka juga merasa aura di sekitar pria itu sangat mengerikan, dan keduanya tahu pria itu tidak senang dengan keberadaan mereka. Namun, melihat jumlah lawan yang datang untuk menghalangi apa yang menjadi tujuan mereka, keduanya masih percaya diri dapat mengalahkan mereka semua, dan menyelesaikan tugas yang memang harus segera mereka selesaikan.


“Katakan pada kami, siapa diantara kalian yang berasal dari Klan Luo?” tanya Yao Ligu.

__ADS_1


Luo Feng terkekeh mendengar pertanyaan itu, dan selanjutnya ia berkata, “Kenpa aku harus mengatakan padamu siapa diantara kami yang berasal dari Klan Luo? Apa keuntungan yang akan kami dapatkan jika memberitahu siapa diantara kami yang berasal dari Klan Luo? Jika tidak ada keuntungan, kami rasa tidak perlu menjawab pertanyaanmu!”


“Kalau kau menanyakan keuntungan, tentu ada keuntungan yang akan kalian semua dapatkan jika menjawab pertanyaanku! Aku berjanji akan memberi kematian tanpa rasa sakit pada kalian semua, jika menjawab apa yang aku tanyakan!” ucap Yao Ligu dan ia tersenyum miring.


Tawa lirih terdengar dari mulut Luo Feng. Ia benar-benar tidak menyangka jika lawannya mengucapkan sesuatu yang terdengar sangat lucu. Kalau saja ia tidak berada di tempat yang ramai, mungkin ia sudah tertawa terbahak-bahak karena ucapan lawannya yang terlampau lucu untuknya.


Tentu saja itu terasa sangat lucu karena bagaimana mungkin lawannya akan memberikan keuntungan dengan sesuatu yang tidak mungkin dapat dilakukannya. Dengan kekuatannya, jelas ia tidak akan mungkin bisa membunuhnya, dan jika dirinya masih hidup, jelas ia tidak akan bisa membunuh yang lain. Memikirkan semua itu Luo Feng hampir tidak bisa menahan untuk tertawa keras.


Luo Feng yang tidak ingin bermain-main karena menurutmu ia sudah terlalu banyak melakukan pertarungan dan membutuhkan waktu istirahat, ia berkata sambil bersiap menyerang lawan, “Jika kalian mencari tahu orang yang berasal dari Klan Luo, akulah orang yang kalian cari, tapi sayangnya kalian datang mencariku hanya untuk mati!”


Usai bicara, dan tidak membiarkan lawan bersiap menghadapi serangannya, Luo Feng bergerak sangat cepat, maju menyerang musuhnya. Melihatnya bergerak menyerang musuh, sekilas ia melihat Luo Xue dan kelima muridnya ikut maju menyerang musuh, tapi mereka hanya menyerang musuh, yang kekuatannya dapat meraka kalahkan.


Untuk dua sosok dengan kekuatan di tingkat 10 ranah God Emperor, mereka akan menjadi lawan Luo Feng, dan sekarang terjadilah pertarungan satu lawan dua antara Luo Feng dan kedua lawannya. Meski tanpa persiapan, nyatanya mereka masih sempat manahan serangan Luo Feng, dan pertarungan sengit langsung terjadi.


Seratus ribu murid elite Klan Yuan juga ikut maju melawan musuh, dan mereka memilih musuh yang setara dengan kekuatan mereka. Jika bertemu musuh yang lebih kuat, sebisa mungkin mereka akan menghindarinya, tapi tidak lama murid elite Klan Yuan sadar jika musuh mereka hanya kuat dalam ranah kultivasi, tapi lemah dalam pondasi kekuatan. Meski ranah kultivasi musuh lebih tinggi, tapi nyatanya tidak sulit menghadapi mereka.


“Mereka ternyata langsung tahu jika musuh tidak sekuat yang terlihat!” gumam Luo Feng si tengah-tengah pertarungannya melawan dua musuh yang sama sekali tidak membuatnya kerepotan menghadapi mereka.


Bukannya kerepotan, ia justru terlihat sangat mendominasi jalannya pertarungan, terbukti dari kedua musuhnya yang sudah mendapatkan banyak luka di tubuhnya.


Dengan niat membunuh yang Luo Feng tujukan pada lawannya, ia terus menyerang mereka tanpa ampun, dan ia tidak memberi kesempatan lawannya hanya untuk sekedar menghela napas. Serangan terus dilakukan, bahkan kini ia telah menggunakan kekuatan berbagai macam elemen untuk menyerang kedua lawannya, yang sepertinya terkejut melihat dirinya yang menguasai banyak kekuatan elemen.


Luo Feng tidak peduli dengan keterkejutan lawannya. Ia terus saja menyerang mereka tanpa henti. Jika saat ini tinju tangan kanannya terselimuti kekuatan elemen petir, tinju tangan kirinya saat ini terselimuti kekuatan elemen api. “Aku mau lihat seberapa lama kalian bisa bertahan dari kekuatanku! Cobalah bertahan lebih lama karena aku tidak ingin kalain cepat mati!” ucap Luo Feng dan ia semakin gencar menyerang kedua lawannya.


“Sial! Ternyata ia sangat kuat! Jika ini terus berlangsung, aku bisa mati di tempat ini!” gumam Yao Ligu, dan ia akhirnya mengeluarkan sepasang pedang untuk melawan Luo Feng. Hal yang sama juga dilakukan Guang Mo, dan jadilah mereka menyerang Luo Feng dengan senjata masing-masing.


Melihat kedua lawannya mengeluarkan senjata, Luo Feng juha mengeluarkan senjata dari cincin ruangannya. Sekarang ia mengeluarkan pedang elemen, yang sedikit lebih kuat dari pedang cahaya, yang ia gunakan dalam pertarungan di jurang kabut kematian.


“Aku mau lihat, senjata siapa yang terkuatmu diantara senjata yang kita miliki!” ucap Luo Feng, dan bersamaan dengan itu ia mengalirkan seluruh kekuatan elemennya ke pedang yang ada di tangannya, membuat pedang elemen mengeluarkan cahaya warna-warni, dan aura kuat terpancar dari bilah tajam pedang elemen.


Tubuh Yao Ligu dan Guang Mo bergetar saat mereka merasakan pancaran aura kekuatan pedang musuh mereka. “Hah, aku rasa kita memang sudah ditakdirkan kalah dalam pertarungan ini!” ucap Guang Mo mulai pasrah setelah merasakan kekuatan lawannya.


“Sebenarnya aku tidak ingin membenarkan apa yang baru kamu ucapkan, tapi sepertinya apa yang baru kamu ucapkan memang benar adanya!” balas Yao Ligu sama putus adanya seperti yang dialami oleh Guang Mo.


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2