
Luo Feng dan yang lainnya baru saja sampai di wilayah terluas tempat yang diberi nama tanah makam para Dewa. Meski msih belum memasuki kawasan itu, mereka dapat merasakan aura kuat, yang berasal dari pusat wilayah tanah makam para Dewa.
Dengan penglihatannya yang tajam Luo Feng mencoba melihat apa yang ada di wilayah pusat tanah makam para Dewa. Namun, meski ia tidak bisa melihat apa yang ada di wilayah pusat tanah makam para Dewa seolah ada kekuatan asing yang membatasi penglihatannya.
Sementara itu, Luo Xue yang melihat sekeliling, ia bisa melihat jika warna tumbuhan di tanah makam para Dewa berbeda dengan warna tumbuhan, yang berada di luar wilayah itu.
Rerumputan dan dedaunan di wilayah tanah makam para Dewa memiliki warna merah kehitaman, berbeda dengan warna rerumputan dan dedaunan yang biasanya berwarna hijau segar. Luo Xue juga melihat sebuah aliran sungai yang melewati dia wilayah, tapi air sungai seketika berubah warna dari yang semula bening, begitu memasuki wilayah tanah makam para Dewa, air berubah warna menjadi merah darah.
Dia merasa aneh melihat semua itu. Bukan hanya dia yang merasa aneh, tapi Shen Huang dan yang lainnya, mereka juga merasa aneh, dikarenakan mereka juga melihat apa yang dirinya lihat.
Sangat pelan Luo Xue bergumam di tengah keanehan yang dirasakannya, “Aku tidak pernah melihat begitu banyaknya keanehan, dan lagi semua keanehan itu aku lihat hanya terjadi di wilayah tanah makam para Dewa. Ada kemungkinan tempat itu memang menyimpan sesuatu yang sangat berharga!”
Seumur hidup baru kali ini Luo Xue dan yang lainnya melihat air sungai yang berubah warna saat melewati wilayah tertentu, dan satu fakta yang baru saja mereka ketahui, daun dari pepohonan yang berada di luar wilayah tanah makam para Dewa, warna daun pohon itu akan berubah saat melewati perbatasan wilayah tanah makam para Dewa.
Memang terasa sangat aneh, tapi nyatanya itulah yang terjadi, dan mereka bisa melihat semua kejadian itu langsung dengan mata kepala sendiri, bukan melalui cerita yang disampaikan orang lain.
“Gege, apa kita akan masuk begitu saja ke wilayah tanah makam para Dewa?” tanya Luo Xue, yang mana ia dan lainnya sedang menunggu keputusan Luo Feng. Jika Luo Feng memutuskan masuk mereka akan masuk, dan sebaliknya, mereka akan pergi jika itu adalah keputusan Luo Feng.
Luo Feng yang mendengar pertanyaan Luo Xue, ia segera menggelengkan kepala. “Wilayah tanah makam para Dewa di penuhi racun berbahaya, jika kita masuk ke wilayah itu tanpa persiapan, yang ada kita akan mati dan mayat kita akan berubah menjadi abu!”
“Di penuhi racun berbahaya? Kalau seperti itu, pantas daja tidak ada yang kembali dalam keadaan hidup-hidup setelah mereka pergi ke wilayah tanah makam para Dewa,” ucap Luo Xue.
Luo Feng mengeluarkan tujuh botol giok dari cincin ruang miliknya, lalu ia memberikan semua orang masing-masing satu botol giok, yang di dalamnya terdapat lima buah pil berbentuk bulat berwarna hitam dengan garis-garis berwarna merah.
__ADS_1
“Pul itu adalah penangkal berbagai jenis racun, dan satu pil akan membuat kita kenal terhadap berbagai jenis racun selama sehari semalam, jadi dengan lima pil itu kita hanya memiliki waktu lima hari lima malam untuk menjelajahi wilayah tanah makam para Dewa!” ucap Luo Feng.
Luo Xue dan yang lainnya menganggukkan kepala serempak, lalu Luo Xue bertanya, “Apa yang akan terjadi pada kita kalau dalam waktu lima hari belum keluar dari wilayah tanah makam para Dewa? Apa kita semua akan mati?”
Luo Feng yang mendengarnya, ia menganggukkan pelan kepalanya, kemudian ia berkata, “Tanpa pil yang membuat kita kebal terhadap berbagai jenis racun bisa dipastikan kita semua bakalan mati, tapi itu tidak akan terjadi selama aku masih hidup! Sebenarnya aku memiliki banyak pil penangkal berbagai jenis racun, tapi terlalu banyak mengkonsumsi pil itu akan berefek buruk pada diri kita, jadi lima hari adalah waktu terlama kita di dalam sana, sebelum pergi kembali ke tempat ini!”
“Baik Gege, aku mengeri!” balas Luo Xue, sedangkan Shen Huang dan empat orang lainnya, mereka hanya mengangguk sebagai balasan.
Luo Feng mengeluarkan satu pil dari botol giok, dan ia langsung menelan pil itu. Hal yang sama juga dilakukan oleh Luo Xue, Shen Huang, dan empat orang lainnya.
Begitu menelan pil, mereka semua tidak merasakan adanya perubahan pada diri mereka, termasuk Luo Feng. Namun, mulai saat ini sampai hari yang sama di hari esok, mereka semua kebal terhadap berbagai jenis racun, dan sekuat apapun racun yang mengenai mereka, racun itu tidak akan berpengaruh apapun pada diri mereka.
“Sudah saatnya kita masuk ke dalam sana!” ucap Luo Feng, dan dengan Luo Xue berjalan di sebelahnya dan berjalan di belakangnya ada kelima muridnya, mereka segera saja memasuki wilayah tanah makam para Dewa.
“Sepertinya tempat ini dipenuhi binatang buas yang kebal terhadap racun, dan kekuatan mereka sungguh di luar dugaan!” ucap Luo Xue, saat ia dan yang lainnya melihat keberadaan kalajengking raksasa berwarna hitam.
Bukan hanya satu ekor, tapi ada puluhan, dan luar biasanya mereka semua memiliki kekuatan setara kultivator ranah Supreme God Emperor tingkat 7 sampai tingkat 9.
Kekuatan yang sangat kuat, yang menambah tingkat bahaya wilayah tanah makam para Dewa. Sekalipun di masa lalu ada kultivator yang kebal racun dan dapat memasuki wilayah tanah makam para Dewa, mereka pasti mati oleh binatang buas yang sangat kuat.
Secepat kilat Luo Feng dan yang lainnya menghindar saat musuh tiba-tiba melakukan serangan cepat ke arah mereka.
Puluhan kalajengking bergerak cepat, menyerang Luo Feng dan yang lainnya. Mereka menyerang menggunakan capit dan ekor tajamnya, bahkan sesekali mereka menyerang menggunakan kabut hitam yang dikeluarkan dari mulut.
__ADS_1
Kabut itu sangatlah beracun, tapi beruntung Luo Feng dan yang lainnya kebal terhadap berbagai jenis racun, sehingga mereka tidak terpengaruh oleh racun kalajengking hitam.
Akan tetapi, meski mereka kebal terhadap racun, bukan berarti mereka dapat mengalahkan musuh dengan mudah. Nyatanya Luo Xue dan lima orang lainnya harus saling bekerjasama untuk mengalahkan tiga kalajengking dalam satu waktu.
Sedangkan Luo Feng yang hanya seorang diri, ia dama sekali tidak kesulitan mengalahkan kalajengking hitam, dan terlihat sudah ada tiga kalajengking hitam yang mati di tangannya. Di tubuh kalajengking hitam terdapat kristal kehidupan, dan sepertinya kristal kehidupan itu dapat dimanfaatkan oleh Luo Xue dan yang lainnya.
Kerjasama yang dilakukan Luo Xue dan lima orang lainnya, dengan sedikit usaha mereka akhirnya membunuh belasan kalajengking hitam, dan jumlah kalajengking hitam yang mati di tangan mereka sepadan dengan yang mati di tangan Luo Feng.
Setelah mengambil apa yang berharga dari mayat kalajengking hitam, dengan dipimpin Luo Feng mereka kembali melanjutkan perjalanan, dan tujuan mereka adalah pusat dari wilayah tanah makam para Dewa.
“Semakin dalam kita masuk, rasanya semakin kuat binatang buas yang datang menyambut kedatangan kita. Aku yakin, tidak lama lagi kita mungkin akan dihadapkan pada binatang buas yang kekuatannya setara dengan kultivator ranah Immortal God,” ucap Luo Feng, sambil menatap binatang buas berwujud lipan raksasa, yang sosoknya terlihat cukup menyeramkan.
Terdapat sepuluh sosok lipan yang sudah menunjukkan wujudnya, tapi Luo Feng bisa melihat keberadaan mereka dalam jumlah lebih banyak di dalam tanah. Jika mereka keluar diwaktu bersamaan, Luo Feng yakin jika kelompoknya bakalan kesulitan berhadapan dengan mereka.
“Bunuh saja musuh yang terlihat, dan ambil kristal kehidupannya yang dapat digunakan untuk meningkatkan kekuatan kita!” ucap Luo Feng.
Tiba-tiba muncul puluhan ekor lipan raksasa, dan jumlah mereka dua kali lebih banyak dari kalajengking hitam, yang sebelumnya menjadi lawan mereka. Melihat musuh terus berdatangan, kali ini Lue Xue dan lima orang lainnya mengeluarkan senjata masing-masing, dan bersiao melawan musuh yang datang.
Luo Feng yang melihat mereka selesai bersiap, dengan suara lantang ia berkata, “Jika mereka tidak maju menyerang, maka kita yang akan maju menyerang mereka!”
...----------------...
Bersambung.
__ADS_1