
Luo Feng dan Luo Xue datang di pesta malam di hari pertama tepat saat jalannya pesta baru dimulai. Kedatangan mereka langsung saja dimanfaatkan oleh orang-orang yang sebelumnya belum sempat memberi ucapan selama dan hadiah pada keduanya.
“Kalian berdua apa sudah menikmati nyamannya kamar pengantin sampai-sampai sejak sore menghilang, dan baru muncul saat pesta malam belum lama dimulai?” tanya Luo Yuxuan yang penasaran dengan apa yang baru dilakukan Luo Feng dan juga Luo Xue. Namun, ia sama sekali tidak akan terkejut, jika keduanya memutuskan tidak mau menjawab pertanyaannya, meski ia sebenarnya sangat ingin mereka menjawab pertanyaannya.
Sementara itu, Luo Feng dan Luo Xue yang mendapat pertanyaan dari Luo Yuxuan, jika Luo Xue hanya diam, Luo Feng dengan santainya menjawab pertanyaan ayahnya, “Sore ini sampai malam memang kami berada di kamar pengantin, tapi kami di sana untuk istirahat.”
Luo Feng tidak memberi jawaban bohong karena ia dan Luo Xue memang istirahat di kamar pengantin sejak sore sampai malam sebelum dimulainya pesta. Namun, sambil istirahat mereka melakukan sesuatu yang tidak akan pernah diceritakan pada orang lain, sekalipun itu orangtua mereka.
Bagi mereka hal seperti itu memang tidak seharusnya diceritakan pada orang lain, sekalipun itu orangtua mereka.
Semua orang memiliki rahasianya sendiri, dan apa yang mereka lakukan sebagai pasangan suami istri yang baru, itu akan menjadi rahasia milik mereka mulai hari ini dan untuk selama-lamanya.
“Aku kira kalian sudah melakukannya, dan sebentar lagi aku akan menjadi seorang kakek!” ucap Luo Yuxuan, dan langsung saja ia mendapat cubitan kecil dari Hua Mayleen yang keberadaannya tepat berada di sebelahnya.
“Tidak seharusnya kamu membahas itu dengan mereka yang baru saja menikah, dan kalau kamu masih membahas itu, untuk malam ini dan satu tahun kedepan, jangan pernah berharap dapat menyentuhku!” kata Hua Mayleen.
“Baiklah, aku tidak bertanya atau membahas tentang itu pada mereka!” ucap Luo Yuxuan, dan ia bersedia melakukan semua itu karena tidak ingin berakhir tragis. Tentu saja ia tidak ingin puasa bersentuhan dengan istrinya, dan itu bukan satu dua hari, tapi itu selama satu tahun.
Luo Feng dan Luo Xue terkekeh kecil melihat Luo Yuxuan yang patuh pada Hua Mayleen. “Gege juga tidak boleh menyentuhku selama satu tahun jika berani macam-macam dengan wanita lain!”
Setelah Luo Feng mengatakan jika ia hanya akan setia pada Luo Xue, istrinya itu mulai bersikap posesif, tapi ia justru menyukai sikap posesif yang ditunjukkan istrinya. Sikap itu menunjukkan padanya jika istrinya sangatlah mencintainya.
Luo Feng dengan senang hari mengikuti kemauan istrinya, dan kenapa juga ia tidak menuruti keinginan istrinya, yang mana tidak ada yang salah dari apa yang diinginkan oleh istrinya? Keinginannya masih masuk akal, dan ia justru akan rugi jika tidak menurutinya.
__ADS_1
Setelahnya, Luo Feng membawa Luo Xue menjauhi ayahnya yang tidak berkutik di hadapan ibunya. Ia membawa Luo Xue menyapa tamu undangan, sampai akhirnya mereka bertemu dengan Shen Huang dan empat orang lainnya, yang mana malam ini meraka datang sebagai tamu undangan.
Luo Feng dan Luo Xue menerima ucapan selamat dari Shen Huang dan yang lainnya, dan mereka juga memberi hadiah pernikahan, berupa gelang giok yang merupakan karya terbaik Klan Shen.
Setelahnya mereka kembali menikmati jalannya pesta malam, sedangkan Luo Feng dan Luo Xue, mereka pergi berkeliling, menyapa tamu undangan yang menghadiri pesta malam di hari pertama.
Dengan ramah dan sopan, Luo Feng dan Luo Xue menyapa setiap tamu undangan yang menyadari keberadaan mereka, dan tanpa terasa mereka sudah berada di tempat pesta hampir di sepanjang malam. Beberapa saat lagi pagi akan datang, dan akhirnya Luo Feng dan Luo Xue memutuskan kembali ke kamar pengantin mereka.
Satu-persatu tamu undangan yang menghadiri pesta malam juga telah kembali ke kamar masing-masing, dan sekarang tempat pesta dipenuhi para pelayan yang melakukan bersih-bersih. Setidaknya ada ratusan pelayan yang melakukan bersih-bersih, dan dalam waktu yang sangat singkat keadaan tempat pesta telah kembali bersih dan rapi.
Sebagai pelayan, keberadaan mereka sangatlah dihargai oleh Klan Luo, dan esok hari dan hari-hari selanjutnya, para pelayan bebas mengikuti pesta yang diadakan oleh Klan Luo.
Disaat para pelayan menyelesaikan tugasnya, di kamar pengantin dimana Luo Feng dan Luo Xue baru saja menanggalkan seluruh pakaian yang menutupi tubuh mereka, sekarang keduanya berada di bawah selimut, dengan Luo Xue berada dalam pelukan Luo Feng.
Menatap wajahnya cantik Luo Xue, Luo Feng berkata, “Xue’er, jika malam ini kamu belum ingin melakukan, aku akan menunggu sampai kamu benar-benar siap melakukannya. Kita memiliki banyak waktu, dan aku yakin waktu yang kita miliki cukup untuk membuatmu menginginkan melakukan denganku!”
Senyum terlihat di wajah cantik Luo Xue begitu Luo Feng selesai mengatakan apa yang ingin ia katakan, dan dengan suara yang begitu lembut Luo Xue berkata, “Aku telah siap memberikan segalanya pada Gege, dan kapanpun Gege ingin melakukannya, aku tidak keberatan melakukannya asalkan itu dengan Gege!”
Luo Feng tersenyum, dan dengan gerakan tangan yang lembut ia menyingkirkan beberapa helai rambut yang menutupi kening Luo Xue, sebelum ia mendaratkan kecupan lembut yang begitu hangat di kening wanita yang begitu ia cintai, setelah ibunya.
Luo Xue sendiri, ia memejamkan kedua matanya, menikmati apa yang dilakukan Luo Feng. Ia benar-benar menikmati apa yang dilakukan oleh pria yang sangat ia cintai.
Berada dalam dekapan Luo Feng, Luo Xue hanya bisa pasrah dan menikmati semua perlakuan Luo Feng, sampai akhirnya ia merasakan bibirnya menyatu dengan bibir Luo Feng, dan berbeda dari sebelumnya, kali ini iq merasakan tubuhnya menghangat saat ciuman itu terjadi.
__ADS_1
Kedua tangan Luo Xue yang semula diam, kini kedua tangannya bergerak memeluk leher Luo Feng, dan cukup lama ia menahan Luo Feng dalam posisi yang membuatnya merasakan sensasi hangat di sekujur tubuhnya.
Tangan Luo Feng juga tidak tinggal diam, tangan kanannya sudah berada di salah satu bukit kenyal milik Luo Xue, dan segera melakukan apa yang menjadi tugasnya. Sedangkan tangan kirinya, menjelajahi gua yang sempit dan lembab, tangannya itu sangat baik melakukan apa yang menjadi tugasnya.
Uuhhhm... Oouhhh...
Suara yang begitu indah keluar dari mulut Luo Xue, saat kedua tangan Luo Feng mengerjakan tugas mereka dengan sangat baik, bahkan sesekali tubuh Luo Xue menegang saat kedua tangan Luo Feng terlalu liha melakukan tugasnya.
Tidak lagi tahan menahan keinginannya setelah mendengar suara indah berkali-kali keluar dari mulut Luo Xue, Luo Feng langsung saja melakukan proses penyatuan yang memang sudah seharusnya dilakukan oleh pasangan suami istri.
Awalnya keduanya sama-sama merasakan kesakitan, tapi saat kenikmatan itu datang, mereka terus saja memburu kenikmatan, dan berharap segera mencapai puncak kenikmatan yang dicari-cari.
Mereka terus memburu kenikmatan, bahkan keduanya mengabaikan keberadaan dua orang yang jelas mencoba mencuri dengar apa yang sedang mereka lakukan.
“Aku sama sekali tidak bisa mendengar apa yang sedang mereka lakukan, apa mungkin mereka langsung beristirahat tanpa lebih dulu melakukan itu?” tanya pria pada wanita di sebelahnya.
“Kalau mereka langsung istirahat, artinya masih lama meraka memiliki keturunan, dan semakin lama aku bisa menggendong cucu!” ucap wanita, dan mereka berdua adalah Luo Yuxuan dan Hua Mayleen, yang diam-diam mencoba mencuri dengan apa yang sedang dilakukan Luo Feng dan Luo Xue.
Namun, sedari tadi mereka tidak mendengar apapun dari dalam kamar pengantin, seolah meraka yang berada di dalam kamar itu tertidur dengan begitu lelap.
Padahal, tanpa sepengetahuan meraka Luo Feng telah memasang formasi yang membuat kegiatannya di dalam kamar tidak dapat dilihat ataupun di dengar oleh orang-orang yang berada di luar kamarnya.
Luo Feng melakukan itu karena memiliki firasat jika ada yang akan mengintip malam pertamanya, dan firasatnya kali ini sangat benar.
__ADS_1
......................
Bersambung.