Legenda Sang Dewa

Legenda Sang Dewa
Sumpah Luo Feng


__ADS_3

Merasakan kuatnya aura kekuatan Luo Feng dan niat membunuh yang begitu mengerikan, Su Jing merasa tubuhnya bergetar. Seumur hidup, ini kali pertamanya tubuhnya bergetar saat dia berhadapan dengan musuh.


Ratusan orang kepercayaan Su Jin berdatangan, dan segera mereka membuat formasi melindungi Su Jin.


Dua ratusan orang membuat formasi melindungi Su Jin, sementara ratusan orang lainnya berputar mengelilingi Luo Feng dan tiga orang lainnya, membuat Luo Feng dan tiga orang lainnya terjebak di tengah-tengah mereka.


Di tempatnya, Su Jing bisa melihat jika Patriak Klan Luo dan tiga orang lainnya masih terlihat begitu tenan, meski mereka berada di tengah-tengah kepungan ratusan orang kepercayaannya.


‘Apa mungkin mereka tidak takut dengan kekuatan orang-orangku?’ batin Su Jing bertanya-tanya.


“Kalian hanya sekumpulan orang lemah! Jika kalian ingin bertarung denganku, seger lakukan itu! Namun, jika kalian ingin lebih cepat mati, biarkan aku yang lebih dulu menyerang kalian!”


Luo Feng berbicara dengan suara lantang, dan bersamaan dengan itu muncul dua pedang melayang di depan Luo Feng.


Pedang cahaya dan pedang elemen muncul di hadapan Luo Feng. Aura kedua pedang sangatlah kuat, dan semua orang jelas bisa merasakan keagungan dari kedua pedang milik Luo Feng.


Meski mereka merasakan keagungan dari kedua pedang milik sosok, yang mereka ketahui adalah sosok Patriak Klan Luo, orang-orang kepercayaan Su Jing tidak bergeming dan mereka tetap melakukan pengepungan.


“Baiklah, karena kalian tidak ingin maju menyerangku, biarkan aku yang maju menyerang kalian!”


Kedua pedang di hadapan Luo Feng berdengung, begitu Luo Feng mengatakan apa yang ingin dia katakan.


“Bunuh mereka untukku!” ucap Luo Feng.


Pedang cahaya dan pedang elemen yang semula hanya melayang di hadapan Luo Feng, secara tiba-tiba kedua pedang bergerak cepat, menyerang orang-orang kepercayaan Su Jing.


Kekuatan dan ketajaman kedua pedang Luo Feng membuat kewalahan orang-orang kepercayaan Su Jing. Mereka benar-benar dibuat kewalahan saat harus menghindar dan menghalangi kedua pedang milik Luo Feng.


Melihat kedua pedang Luo Feng tidak menyerang semua orang di waktu bersamaan, mereka yang tidak mendapatkan serangan, segera saja mereka melesat maju menyerang Luo Feng.


Melesat maju sambil mengerahkan seluruh kekuatan yang dimilikinya, mereka yakin dapat mengalahkan Luo Feng dan tiga orang lainnya.


Serangan mereka melesat cepat, dan semua serangan mereka hanya tertuju pada sosok Luo Feng.


Tapi sebelum serangan mereka menyentuh tubuh Luo Feng, terlebih dahulu serangan mereka berhasil ditahan oleh pedang emas dan pedang elemen, yang secara tiba-tiba jumlahnya bertambah banyak.

__ADS_1


Dengan sedikit melambaikan tangannya, Noah menggerakkan pedang cahaya dan pedang elemen, yang kini jumlahnya setara dengan jumlah musuh. Gerakan ratusan pedang terlihat sangat cepat, dan selanjutnya ratusan pedang melesat menyerang orang-orang kepercayaan Su Jing.


Slash... Slash... Slash... Slash...


Aargh... Aargh... Aargh... Aargh...


Teriakan orang-orang kepercayaan Su Jing terdengar saat mereka terkena serangan pedang Luo Feng. Serangan yang dilakukan Luo Feng berdampak buruk pada orang-orang kepercayaan Su Jing. Mereka semua terluka, dan tidak ada yang mengalami luka ringan.


Aaaaaaargh...


Teriakan terakhir terdengar dari beberapa orang kepercayaan Luo Feng, saat pedang yang digerakkan Luo Feng menusuk dada mereka, dan serangan itu berhasil mengakhiri hidup mereka.


Mereka, orang-orang kepercayaan Su Jing sama sekali tidak bisa melawan serangan Luo Feng. Kekuatan mereka jelas jauh lebih lemah dari Luo Feng, dan hanya kematian yang akan mereka dapat jika berani melawan Luo Feng.


Luo Feng terus saja menyerang mereka yang sudah terluka, tanpa peduli dengan rintihan kesakitan yang keluar dari mulut merek. Pedang elemen dan pedang cahaya terus saja bergerak menyerang mereka, dan tidak sulit bagi Luo Feng menggerakkan pedang yang kini jumlahnya mencapai ratusan.


Setiap waktunya semakin banyak orang-orang kepercayaan Su Jing yang mati akibat serangan pedang milik Luo Feng.


Senyuman sinis terlihat di waja Luo Feng saat dia melihat semakin banyak musuh yang mati.


Orang-orang yang melindungi Su Jing segera mengambil sikap waspada, disaat Luo Feng mengarahkan sorot mata tajam ke arah mereka. Hanya ditatap oleh Luo Feng, rasanya mereka seolah dapat melihat kematian di depan mata.


Meski begitu, mereka tidak beranjak dari tempatnya, dan tetap saja berdiri menjadi pelindung bagi Su Jing.


Luo Feng menyeringai kejam saat melihat mereka yang begitu setia melindungi Su Jing, yang jelas-jelas tidak sama sekali mempedulikan keselamatan mereka.


Swush...


Seluruh pedang cahaya dan pedang elemen berkumpul, dan menyisakan dua pedang yang berpura-pura di atas kepala Luo Feng.


“Karena kalian semua tidak takut akan kematian, biarkan aku menunjukkan pada kalian apa itu yang dinamakan kematian!”


Kedua pedang di atas kepala Luo Feng terpecah menjadi ratusan pedang, dan dengan kecepatan yang begitu cepat seluruh pedang melesat ke arah orang-orang yang melindungi Su Jing.


Orang-orang yang melindungi Su Jing, bersamaan mereka mengeluarkan pedang dari cincin ruang, dan sekuat tenaga mereka mencoba melawan serangan pedang yang dilakukan Luo Feng.

__ADS_1


Ting.. Ting... Trang... Krak...


Pedang ditangan orang-orang yang melindungi Su Jing, pedang di tangan mereka hancur berkeping-keping setelah beberapa kali berbenturan dengan pedang milik Luo Feng.


Kekuatan pedang cahaya dan pedang elemen bukanlah sesuatu yang dapat dilawan dengan pedang mereka, sekalipun pedang mereka merupakan senjata spiritual, yang tentunya lebih kuat dari senjata biasa.


Saat pedang pedang Luo Feng hampir membunuh orang-orang yang melindungi Su Jing, muncul pelindung yang menangkis setiap serangan pedang Luo Feng.


Bukan hanya munculnya formasi, tapi muncul juga eatusan jarum beracun melesat menuju arah keberadaan Luo Feng dan tiga orang lainnya.


“Hujan jarum beracun!” teriak Su Jing yang akhirnya turun tangan untuk mwlaean Luo Feng. Dia terus saja membuat segel tangan, dan muncullah ratusan atau bahkan ribuan jarum beracun melesat menuju Luo Feng dan tiga orang lainnya.


Melesat cepat seolah tidak ada yang menghentikan serangannya, Su Jing yakin serangannya cukup untuk melemahkan kekuatan musuhnya.


Syut... Syut... Syut... Syut...


Serangan jarum beracun menghujani Luo Feng dan yang lainnya, tapi saat hujan jarum beracun hampir mengenai Luo Feng dan yang lainnya, seluruh jarum beracun berubah menjadi abu saat menyentuh formasi yang melindungi Luo Feng dan tiga orang lainnya.


Su Jing tentunya terkejut dengan apa yang dia lihat. Seumur hidup baru kali ini ada sosok yang dengan mudahnya berhasil menghentikan serangannya.


Sedangkan Luo Feng yang tetap berdiri di tempat saat Su Jing menyerangnya, dia masih saja menyeringai, tapi terlihat seringaian lebih kejam dari sebelumnya.


Berhasil menghentikan serangan Su Jing dengan mudahnya. Semua itu menunjukkan jika serangan Su Jing terlalu lemah untuk bisa membuat Luo Feng kewalahan.


Luo Feng melambaikan tangannya saat Su Jing masih saja menyerang menggunakan jarum beracun.


Seluruh jarum beracun hancur tidak lagi berbentuk setelah terkena serangan Luo Feng. Saat melambaikan tangan, Luo Feng mengmyerang lawan jarum jarum beracun menggunakan energi murni, dan dengan itu dia berhasil menghancurkan seluruh jarum beracun serangan lawannya.


Begitu serangan Su Jing berhasil dihentikan, Luo Feng menatao tajam kearah wanita itu, lalu dia berkata, “Apa sebenarnya alasanmu yang tiba-tiba menyerang Klan Luo? Aku bahkan tidak pernah ada niatan mengusik kalian yang tinggal di Alam Surgawi, lalu kenapa kalian justru datang mengusikku! Berikan aku jawaban yang bisa menyelamatkan kehidupanmu dan kehidupan seluruh keturunan kalian di Alam Surgawi! Jika balasanmu tidak masuk akal, aku bersumpah akan memusnahkan kalian beserta seluruh keturunan kalian!” sumpah Luo Feng dengan suara lantang.


Duaaar...


Suara petir menggelegar saat Luo Feng mengucapkan sumpahnya. Petir itu menunjukkan jika sumpahnya diterima oleh Sang Pencipta.


......................

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2