
“Aku tidak menyangka jika kedatangan kita di Pulau Besar Taiyang Dao langsung mendapatkan sambutan dari ribuan binatang buas dan monster bersayap!” ucap Luo Feng masih setiap melihat jalannya pertarungan ke-lima muridnya melawan binatang buas bersayap.
“Sebenarnya populasi binatang buas dan monster di Pulau Besar Taiyang Dao jauh lebih banyak dibandingkan popularitas makhluk hidup lainnya, termasuk populasi manusia.” Luo Xue menyampaikan informasi yang belum diketahui oleh Luo Feng.
Jika memang populasi binatang buas dan monster di Pulau Besar Taiyang Dao sangat banyak, mengetahui itu, bukannya takut, Luo Feng merasa Pulau Besar Taiyang Dao adalah tempat yang tepat untuk melatih kekuatan anggota Klan yang setiap pada Klan Luo.
“Seberapa besar populasi mereka di tempat ini, sampai membuat mereka mengalahkan jumlah populasi makhluk hidup lainnya?” tanyanya pada Luo Xue karena ingin tahu lebih tentang seberapa besar populasi binatang buas dan monster di Pulau Besar Taiyang Dao.
Luo Xue sejenak terdiam seolah ia sedang mengingat-ingat sesuatu, dan tidak lama kemudian ia berkata, “Dari informasi yang pernah aku dengan, jumlah populasi binatang buas dan monster di Pulau Besar Taiyang Dao, jumlah populasi mereka seribu kali lebih banyak dibandingkan jumlah populasi manusia.”
Mendengarnya, Luo Feng seketika membuka lebar kedua matanya karena terkejut. Bagaimana ia tidak terkejut jika perbandingan jumlah populasi binatang buas dan monster, ternyata jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah populasi manusia. Itu bukan perbandingan satu banding sepuluh atau banding seratus, tetapi satu banding seribu.
Jika kekuatan binatang buas dan monster setara dengan kekuatan manusia, bisa dipastikan manusia di Pulau Besar Taiyang Dao cepat atau lambat pasti musnah, dikarenakan tidak mampu bertahan dari kebuasan binatang buas dan monster.
Pulau Besar Taiyang Dao memang tempat terbaik untuk melatih orang-orangnya, tapi Luo Feng juga merasa jika Pulau Besar Taiyang Dao adalah tempat yang sangat berbahaya, untuk mereka yang lemah. Tidak memiliki kekuatan cukup untuk bertahan di Pulau Besar Taiyang Dao, siapapun itu, cepat atau lambat ia pasti menjadi mangsa binatang buas atau monster yang tidak mengenal siapa lawannya. Selagi lawannya bisa dimakan, binatang buas dan monster akan datang untuk memangsanya.
Kembali mengarahkan pandangannya ke tempat pertarungan Shen Huang dan empat orang lainnya, Luo Feng dan Luo Xue bisa melihat jumlah bintang buas dan monster bersayap mulai berkurang, dan tidak ada tanda-tanda ada sekelompok binatang buas serta monster bersayap, yang kembali mendekati tempat pertarungan. Tidak adanya musuh yang kembali berdatangan, keduanya yakin pertarungan akan cepat berakhir, dan pemenangnya sudah bisa dipastikan meski saat ini pertarungan belum berakhir.
Dari yang ia lihat selama kelima muridnya melawan ribuan binatang buas dan monster bersayap, Luo Feng bisa melihat kalau kekuatan Shen Huang sedikit lebih unggul dibandingkan empat orang lainnya, dan itu terlihat wajar karena ranah kultivasi Shen Huang adalah yang tertinggi dibandingkan yang lainnya.
Boom... Boom... Boom... Boom...
Setelah berkali-kali terjadi ledakan saat serangan Shen Huang dan yang lainnya mengenai musuh mereka, akhirnya seluruh binatang buas dan monster bersayap yang datang menyerang berhasil dimusnahkan, dan yang tersisa dari mereka hanyalah mayat yang tidak lagi berbentuk untuh.
Setelah melakukan pertarungan melawan ribuan musuh yang cukup membuat mereka kerepotan, Luo Feng memberi kelima muridnya masing-masing satu pil yang dapat memulihkan keadaan mereka, dan ia juga memilih sejenak beristirahat sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Melihat kelima muridnya menelan pil pemulihan yang ia berikan pada mereka, Noah berkata, “Segera kalian memulihkan diri, dan begitu kalian pulih seperti sediakala kala, baru kita akan melanjutkan perjalanan!”
...----------------...
__ADS_1
Setelah keadaan kelima muridnya pulih seperti sediakala, tetap meminta Luo Xue memimpin perjalanan, Luo Feng dan yang lainnya terus melanjutkan perjalanan, meski sesekali perjalanan mereka harus terhenti karena kemunculan binatang buas ataupun monster bersayap.
Luo Feng dan Luo Xue belum sekalipun turun tangan membereskan binatang buas atau monster yang menghadang jalan mereka.
“Guru dan Nona Xue tidak perlu turun tangan karena kami masing sanggup menghadapi mereka!” ucap Shen Huang yang sangat menikmati pertarungannya melawan binatang buas dan monster penghuni Pulau Besar Taiyang Dao.
Luo Feng hanya mengiyakan apa yang menjadi keinginan Shen Huang dan empat orang lainnya, begitu juga dengan Luo Xue.
Perjalanan menuju kediaman Klan Yuan terus berlanjut, dan banyak waktu yang mereka habiskan untuk istirahat. “Xue’er, apa masih jauh perjalanan kita menuju kediaman Klan Yuan?” tanya Luo Feng pada Luo Xue, dikarenakan ia tidak tahu letak pasti kediaman Klan Yuan yang menjadi tujuan mereka.
“Jika perjalanan lancar, kita akan sampai di kediaman Klan Yuan saat matahari terbit. Akan tetapi, sepertinya perjalanan kita akan banyak hambatan, termasuk hambatan dari mereka yang segera datang!” Luo Xue dapat merasakan aura kuat binatang buas dan monster bersayap, yang lebih kuat dari binatang buas maupun monster bersayap yang sebelumnya sudah mereka hadapi.
Luo Feng juga merasakan apa yang dirasakan Luo Xue, dan ia merasa kali ini harus turun tangan karena ada binatang buas dan monster yang kekuatannya berada di atas kekuatan kelima muridnya. “Sepertinya kali ini kita harus membantu mereka!” ucapnya.
Luo Feng langsung bersiap menyerang binatang buas dan monster bersayap yang mulai menunjukkan wujud mereka di kejauhan. Dikarenakan hari mulai gelap, ia dan yang lainnya harus lebih berkonsentrasi menghadapi musuh dalam kegelapan.
Waktu terus berlalu dan binatang buas serta monster bersayap sudah berada dalam jangkauan serangan mereka. Tidak membiarkan musuh lebih dulu menyerang, mereka memilih memulai lebih dulu serangan, dan semua orang sama-sama menargetkan musuh terkuat yang dapat mereka lawan.
Shen Huang dan empat orang lainnya menyerang musuh yang memiliki kekuatan setara dengan kekuatan mereka.
Sedangkan Luo Feng dan Luo Xue, keduanya memilih menyerang musuh terkuat, yang mereka yakini sebagai pemimpin kelompok binatang buas dan monster bersayap.
“Memiliki kekuatan setara kultivator ranah Spirit God, keberadaan mereka sama sekali tidak bisa kita remehkan!” ucap Luo Feng yang sedang berhadapan dengan lima musuh dengan kekuatan setara kultivator ranah Spirit God tingkat 1 sampai tingkat 2.
“Gege, ada yang paling kuat diantara semua binatang buas dan monster bersayap. Kekuatannya berada di ranah Spirit God tingkat 8, dan ia berada di tempat paling belakang!” ucap Luo Xue dengan pandangan tertuju pada sosok terkuat diantara ribuan binatang buas dan monster bersayap.
“Xue’er, kalau kamu ingin melawannya, serahkan yang lainnya padaku!” Luo Feng menyerang binatang buas dan monster bersayap di sekitar Luo Xue, membuatkan celah supaya Luo Xue bisa bergerak maju menyerang musuh terkuat.
Hanya dengan satu kali pukulan Luo Feng berhasil membunuh siapapun yang menjadi lawannya, sedangkan Luo Xue saat ini sudah berada di hadapan musuhnya, dan melakukan pertarungan satu lawan satu.
__ADS_1
Luo Xue terlihat tidak ingin main-main dengan musuhnya. Memiliki kekuatan yang lebih unggul dibandingkan musuhnya, ia begitu cepat melakukan serangan, membuat musuhnya tidak berkutik.
Sementara itu, Shen Huang dan empat orang lainnya, mereka tidak mengalami kesulitan mengalahkan musuh, meski jumlah musuh jauh lebih banyak, bahkan sesekali mereka harus melakukan pertarungan satu lawan banyak musuh.
Setelah beberapa waktu berlalu dan banyaknya musuh yang mati di tangan Luo Feng dan yang lainnya, jumlah musuh sudah jauh berkurang, dan kini hanya tersisa belasan binatang buas dan monster bersayap, termasuk sosok binatang buas terkuat yang sudah babak belur di tangan Luo Xue.
Luo Feng yang telah menyelesaikan pertarungannya lebih dulu dibandingkan yang lainnya, saat ini ia melihat bagaimana kelima muridnya mengalahkan musih, dan juga melihat jalannya pertarungan Luo Xue yang pemenangnya sudah bisa ditentukan.
Binatang buas terkuat yang menjadi lawan Luo Xue mati dengan tubuh dipenuhi berbagai jenis luka, dan kini yang tersisa adalah pertarungan Shen Huang dan empat orang lainnya melawan binatang buas serta monster bersayap, yang jumlahnya hanya tinggal beberapa.
Tidak lama kemudian pertarunganpun berakhir dan tanpa istirahat mereka kembali melanjutkan perjalanan, meski gelapnya malam sedikit menghambat pergerakan meraka. Namun, dengan Luo Xue sebagai penunjuk jalan, mereka tidak salah mengambil jalan menuju kediaman Klan Yuan.
Setelah malam berlalu dan matahari pagi mulai menunjukkan wujudnya, Luo Feng, Luo Xue dan yang lainnya, mereka dapat melihat keberadaan sebuah kota jauh di depan sana. Dari informasi yang diberikan Luo Xue, kota itu adalah Kota Yuan, dan di tengah-tengah kota ada kediaman Klan Yuan.
“Penjagaan di sekitar Kota Yuan sangat ketat, dan tidak sembarangan orang diizinkan memasuki Kota Yuan! Hanya orang-orang dengan identitas lengkap yang diizinkan memasuki Kota Yuan,” ucap Luo Xue.
Mereka semua memiliki identitas lengkap, termasuk Luo Feng dan Luo Xue yang telah mendapat lencana pengenal dari Klan Ye, yang membuat mereka tidak perlu menunjukkan lencana pengenal milik Klan Luo. Jadi, mereka bisa memasuki Kota Yuan tanpa harus memancing keributan.
Segera saja mereka mendarat tidak begitu jauh dari depan gerbang Kota Yuan, dan ikut mengantre orang-orang yang kebetulan juga ingin memasuki Kota Yuan. Ada cukup banyak orang yang sedang mengantre, jadi mereka butuh waktu untuk bisa memasuki Kota Yuan.
Sementara itu, orang-orang yang melihat kedatangan kelompok Luo Feng, banyak orang yang mengarahkan pandangan ke arah merska, terutama beberapa pria yang tidak berkedip saat melihat kecantikan di balik cadar Luo Xue, Shen Zizu dan Shen Lusi, dan karena tidak kuat menahan diri untuk tidak penasaran dengan wajah di balik cadar mereka, lima pria langsung saja maju menghadang kelompok Luo Feng.
Luo Feng mengangkat sebelah alisnya melihat kedatangan lima pria, yang sengaja menunjukkan aura kekuatannya pada semua orang. “Buka cadar kalian atau kami penggal kepala kalian!” ucap salah satu pria pada Luo Feng dan dua wanita lainnya.
Luo Feng yang sebenarnya tidak ingin membuat masalah saat ia baru tiba di gerbang Kota Yuan, ia merasa sangat sulit untuk tidak membuat masalah, disaat banyak orang bodoh seperti lima pria di hadapannya, dan karena mereka sudah berani mengancam Luo Feng serta kedua muridnya, ia tidak akan memberi pengampunan pada mereka.
...----------------...
Bersambung.
__ADS_1