Legenda Sang Dewa

Legenda Sang Dewa
Pertemuan Keluarga


__ADS_3

Waktu terus berlalu dan akhirnya Luo Feng dan yang lainnya telah sampai di altar, yang akan membawa mereka semua pergi ke Pulau Besar Qing Dao.


Melihat keberadaan altar yang begitu luas, Luo Feng merasa hanya butuh sekali jalan untuk membawa semua orang oergi ke Pulau Besar Qing Dao. Ia benar-benar sidah tidak sabar pergi ke tempat itu. Selain segera ingin memusnahkan Klan Qing, ia juga tidak sabar bertemu dengan kedua orangtuanya, yang saat ini sudah menunggunya di tempat itu.


Luo Yuxuan dan Hua Mayleen, dua naman yang sebenarnya masih asing di telinga Luo Feng, dikarenakan itu adalah nama asli kedua orangtuanya, dan mulai sekarang ia harus terbiasa memanggil kedua orangtuanya dengan nama asli mereka, meski sebenarnya tidak ada yang memaksanya melakukan semua itu.


Setelah memastikan semua orang telah siapa pergi ke Pulau Besar Qing Dao, Luo Feng dan yang lainnya segera memposisikan diri si atas altar, dan begitu semua telah berkumpul, mereka bersamaan mengalirkan energi spiritual ke altar, dan tidak lama kemudian altar yang mereka pijak mulai memancarkan cahaya.


Bisa dikatakan saat altar mulai bercahaya, mereka telah memulai perjalanan menuju Pulau Besar Qing Dao, dan begitu cahaya yang mereka lihat meredup dan sepenuhnya menghilang, artinya mereka telah sampai tempat tujuan.


Setiap altar hanya akan mengantarkan mereka ke pulau tertentu, jadi jika ingin pergi ke pulau lain, mereka harus menggunakan altar yang berbeda, dan jumlah altar itu lebih dari seratus di setiap pulau.


Luo Feng yang bukan pertama kalinya bepergian menggunakan altar, yang ia anggap sebagai altar teleportasi, ia mulai terbiasa dengan perjalanan singkat dan sangat cepat.


Jika disaat pertama kalinya bepergian menggunakan altar teleportasi ia merasakan mual dan muntah tanpa sepengetahuan orang lain, ia sekarang tidak merasakan semua itu, dan ia bahkan terlihat biasa-biasa saja, setelah saat ini ia dan yang lainnya bisa dipastikan telah berada di daratan Pulau Besar Qing Dao, yang merupakan tempat kekuasaan Klan Qing.


“Energi spiritual di tempat ini jauh lebih baik dari seluruh tempat yang pernah aku datangi. Pantas saja Klan Qing menjadikan tempat ini sebagai tempat kekuasaan mereka!” ucap Luo Feng yang tentunya dapat didengar Luo Xue, Luo Ang, Shen Huang, dan lima orang lainnya.


Bukan rahasia umum jika Pulau Besar Qing Dao adalah salah satu dari dua tempat terbaik yang ada di Alam Semesta. Selain Pulau Besar Qing Dao, ada juga Pulau Besar Luo Dao yang saat ini dalam keadaan tersegel dan tidak ada penghuninya, lalu terakhir ada Pulau Besar tersembunyi, yang keberadaannya jarang ada yang mengetahuinya. Bukan hanya jarang diketahui, tapi bisa dikatakan hampir tidak ada yang mengetahuinya selain mereka yang sudah pernah berkunjung ke tempat itu.


Altar teleportasi menuju Pulau tersembunyi juga tidak ada yang mengetahuinya, bahkan orang-orang Klan Luo maupun Klan Qing, tidak ada yang tahu secara pasti keberadaan Pulau itu.


Mereka semua hanya pernah mendengar keberadaan Pulau Besar tersembunyi, tapi tidak ada satupun dari mereka yang pernah membuktikan kebenaran tentang keberadaan Pulau itu. Mungkin, selama mereka yang tinggal di Pulau itu tidak membuka diri pada dunia luar, selamanya tempat tinggal mereka akan menjadi Pulau Besar tersembunyi.


“Tetua Agung, apa sekarang juga Tetua Agung bisa membawaku menemui Ayah dan Ibuku?” tanya Luo Feng yang sudah tidak sabar bertemu kedua orangtuanya, yang sudah beberapa bulan ini tidak ia temui.


Tetua Agung Luo Ang menganggukkan kepalanya. “Tempat persembunyian mereka tidak jauh dari tempat ini, dan sebelum malam kita pasti sudah sampai di tempat mereka!” ucapnya.


Namun, baru juga Tetua Agung Luo Ang selesai bicara, ratusan orang datang, dan dari aura yang mereka rasakan, Luo Feng dan yang lainnya tahu jika orang-orang yang barucdata berasal dari Klan Qing.


Para wanita yang ikut dalam rombongan Tetua Agung Luo Ang segera memposisikan diri di belakang para pria, berbeda dengan Luo Xue dan para murid wanita Luo Feng yang tetap tenang berdiri di tempatnya.


Ratusan orang itu menatap curiga pada Luo Feng dan yang lainnya, dikarenakan dari tubuh mereka tidak dirasakan sedikitpun aura kekuatan. Namun, melihat Luo Feng dan yang lainnya, yang saat ini melayang di langit, ratusan orang yang berasal dari Klan Qing, mereka yakin jika orang-orang di hadapan mereka sedang menyembunyikan aura kekuatannya.


Pria dengan topeng putih yang menutupi wajahnya, yang mana ia adalah pemimpin orang-orang dari Klan Qing, ia memutuskan bertanya, “Siapa sebenarnya kalian, dan apa yang sedang kalian lakukan di tempat ini?”

__ADS_1


Mendengar pertanyaan itu, tenang Luo Feng memberi jawaban, “Kami hanya sekedar lewat di tempat ini, dan kami adalah kultivator bebas yang senang pergi berpetualang.” Jelas saja ia berbohong, dan ia tidak yakin jika orang-orang dari Klan Qing mempercayai kebohongannya. Jika sampai mereka percaya, Luo Feng yakin jika mereka semua adalah sekumpulan orang-orang bodoh.


“Kalau kalian benar kultivator bebas, dan ingin segera pergi dari tempat ini, tunjukkan lebih dulu aura kekuatan yang kalian miliki!” ucap pria bertopeng, yang tidak begitu saja mempercayai ucapan Luo Feng, dan itu membuktikan jika dirinya bukanlah orang bodoh.


Tidak keberatan melakukan apa yang diinginkan pria bertopeng, Luo Feng mengambil satu langkah maju, lalu ia langsung saja menunjukkan aura kekuatannya di hadap orang-orang Klan Qing.


Merasakan aura Luo Feng, pria bertopeng tidak merasa ada yang salah dari aura yang ditunjukkan Luo Feng, tapi semua itu belum cukup untuk membuatnya yakin jika Luo Feng dan yang lainnya adalah kultivator bebas.


“Jangan satu-satu, tapi aku ingin melihat dan merasakan aura kekuatan kalian semua! Jika ada salah satu dari kalian yang terbukti bagian dari orang-orang yang sedang kami ceri, bisa dikatakan kalian semua adal musuh kami!” ucap pria bertopeng.


Noah yang mendengar semua itu menatap tajam pria bertopeng putih, ia menarik napas panjang, lalu menghembuskannya secara perlahan, dan setelahnya ia berkata pada pria bertopeng putih, “Sepertinya kami memang tidak ditakdirkan bisa meloloskan diri dari kalian, tapi sayangnya kalianlah yang kali ini tidak akan lolos pergi dari tempat ini, setelah kalian bertemu kami!”


Mendengar itu, pria bertopeng putih yakin jika orang-orang yang bertemu dengannya adalah musuh, dan ia langsung saja memberi perintah pada mereka yang berada di bawah kepemimpinannya, menyerang orang-orang yang dianggapnya musuh.


Namun, tidak semua orang ia perintahkan menyerang musuh, melainkan ia mengirim dua orang untuk melaporkan keberadaan musuh pada orang yang memiliki posisi lebih penting dirinya. Akan tetapi, dua orang yang ia suruh pergi melapor, keduanya langsung saja mati saat Shen Huang muncul di hadapan keduanya, dan langsung membunuhnya.


Luo Feng dan yang lainnya yang melihat orang-orang Klan Qing akan datang menyerang, mereka tidak ada yang takut, tapi justru terlihat sangat antusias melakukan pertarungan dengan musuh yang sebenarnya, dikarenakan selam ini mereka hanya melakukan pertarungan dengan binatang buas, ataupun para bandit yang kemampuannya tentu saja berada di bawah kemampuan orang-orang Klan Qing.


Luo Feng yang melihat semua orang antusias berhadapan dengan orang-orang Klan Qing, ia memutuskan membiarkan mereka saja yang melawan orang-orang Klan Qing, sedangkan dirinya kali ini hanya akan menjadi penonton, dan menikmati jalannya pertarungan.


“Aku mau melihat seberapa cepat mereka menyelesaikan pertarungan melawan musuh yang jauh lebih lemah!” ucap Luo Feng setelah melihat perbedaan mencolok antara kekuatan orang-orangnya, dan kekuatan mereka yang berasal dari Klan Qing.


Baru juga Luo Feng selesai dengan ucapannya, ia melihat jelas bagaimana hanya dengan satu kali serangan, Luo Xue berhasil membunuh seluruh orang dari Klan Qing, dan hanya menyisakan sosok pria bertopeng yang tubuhnya sudah gemetaran karena takut.


Orang-orang dari Klan Qing rata-rata memiliki kekuatan di ranah Martial God tingkat 8 sampai tingka 10. Berhadapan dengan Luo Xue yang kekuatannya telah berada di ranah Supreme God Emperor, jelas semut-semut seperti mereka bukan lawan sepadan untuk Luo Xue.


Bukan hanya jika melawan Luo Xue, tapi mereka juga bukan lawan sepadan jika lawan mereka adalah Shen Huang dan empat orang lainnya, yang mana kekuatan mereka juga sudah berada di ranah Supreme God Emperor. Intinya mereka semua akan mati siapapun yang dihadapi, dan yang tersisa adalah pria yang sebenarnya juga tidak kuat, dikarenakan kekuatan pria itu hanya berada di ranah Spirit God tingkat 8.


Luo Feng menempatkan kedua tangannya di belakang punggung, saat ia datang menghampiri pria bertopeng yang tubuhnya terus bergetar karena rasa takut. “Apa sekarang kau tahu seberapa jauh perbedaan kekuatanmu dengan kekuatan orang-orangku? Aku yakin kami sudah tahu, dan mungkin saat ini kamu sedang menyesal karena sudah berurusan dengan kami! Sedikit saran diriku, kamu tidak perlu menyesali apa yang sudah terjadi, dikarenakan tidak lama lagi kamu akan menyusul mereka yang sudah mati!” ucap Luo Feng, dan ia begitu saja melambaikan tangan, merubah pria bertopeng menjadi kabut darah.


Luo Feng ingin segera bertemu dengan kedua orangtuanya, oleh karena itu ia tidak ingin bermain lebih lama dengan musuh, dan memilih langsung mengakhiri hidupnya. “Tetua Agung, mari kita lanjutkan perjalanan yang sempat tertunda!” ucapnya pada Yetua Agung Luo Ang, dan mereka segera saja pergi melanjutkan perjalanan.


Melihat keadaan sekitar yang terasa tidak aman, Luo Feng memilih meningkatkan kewaspadaannya, dan ia akhirnya menemukan apa yang membuatnya merasa keadaan di sekitarnya tidak aman. Bukan keberadaan orang-orang dari Klan Qing yang membuatnya merasa tidak aman, melainkan keberadaan binatang buas yang terus mengintai keberadaan rombongannya di balik lebatnya pepohonan hutan.


“Tuan Muda, abaikan saja keberadaan binatang buas di tempat ini, dikarenakan mereka tidak akan pernah menyerang sosok yang lebih kuat dari mereka!”

__ADS_1


Tetua Agung Luo Ang mengedarkan aura kekuatannya, dan ia mengarahkan aura kekuatannya pada para binatang buas, yang mana mereka semua segera pergi menjauh setelah merasakan aura milik Tetua Agung Luo Ang.


Semua binatang buas pergi tanpa terkecuali, dan sekarang Luo Feng bisa dan yang lainnya bisa melanjutkan perjalanan tanpa harus mengkhawatirkan keberadaan binatang buas, yang mengintai di sepanjang jalan.


“Tetua Agung, apa tempat itu masih jauh?” tanya Luo Feng yang benar-benar sudah tidak sabar bertemu kedia orangtuanya.


“Tuan Muda, tempat itu sudah dekat dari tempat ini, kita hanya perlu melewati gunung yang berada di depan sana untuk sampai di tempat itu!” ucap Tetua Agung Luo Ang menjawab pertanyaan Luo Feng.


Luo Feng mengangguk senang mendengar itu, dan ia kembali fokus memperhatikan sekitar, meski ia tidak merasakan adanya bahaya di sekitar seperti sebelumnya. Namun, saat ini ia tengah berada di tempat asing, jadi tidak ada salahnya jika ia senantiasa waspada pada keadaan di sekitarnya.


Selang beberapa waktu akhirnya Luo Feng dan yang lainnya hampir sampai di tempat yang menjadi tujuan mereka. Meski masih ada jarak belasan kilometer, tapi Luo Feng sudah merasakan aura kekuatan yang beberapa bulan lalu pernah ia rasakan, dan dikarenakan aura itu terasa tidak asing, ia yakin aura itu adalah milik kedua orangtuanya.


Merasakan dua orang yang auranya terasa tidak asing datang mendekat, Luo Feng tersenyum tipis, dan tidak ada yang menyadari senyuman itu selain dirinya. “Aku sangat yakin jika aura ini milik mereka, dan semoga saja aku tidak kecewa dengan keyakinan yang aku percayai!” gumam nya pelan, lalu ia sedikit mempercepat terbang menghampiri dua orang yang terbang ke arahnya.


Saat jarak diantara mereka hanya tersisa beberapa kilometer, senyum di wajah Luo Feng semakin terlihat jelas, begitu ia bisa melihat wajah-wajah yang sudah lama tidak ia lihat, dan tentu ia sangat merindukan keberadaan mereka.


Luo Yuxuan dan Hua Mayleen muncul di hadapan Luo Feng, dan keduanya langsung saja memeluk putra mereka, yang begitu dirindukan. Mereka sangat merindukan Luo Feng, dan merasa bersalah karena tidak menemaninya saat kembali ke tempat tinggal mereka yang sebenarnya.


Pelukan mereka berlangs singkat karena Luo Yuxuan dan Hua Mayleen sadar jika banyak orang di sekitar mereka, dan lagi masih ada banyak waktu jika mereka ingin melepaskan rasa rindu pada Luo Feng. Untuk saat ini, keduanya terlebih dahulu mempersilahkan Tetua Agung Luo Ang dan yang lainnya ikut mereka pergi ke tempat persembunyian orang-orang Klan Luo, yang berada di Pulau Besar Qing Dao.


Setelah melewati hutan yang dipenuhi berbagai macam jebakan, akhirnya mereka sampai di kediaman megah tengah hutan, yang mana ditempat itu terdapat puluhan ribu orang anggota Klan Luo.


Mereka hanya sedikit dari sekian banyak anggota Klan Luo yang sudah lebih dulu datang ke Pulau Besar Qing Dao, sedangkan yang lainnya masih berada dalam perjalanan, dan dalam beberapa hari ke depan jumlah mereka akan terus bertambah.


Setelah mengantarkan rombongan Tetua Agung Luo Ang ke tempat peristirahatan mereka, sekarang Luo Yuxuan dan Hua Mayleen, mereka membawa Luo Feng, Luo Xue, serta lima orang lainnya pergi ke kediaman yang akan mereka tempati.


Mereka akan menempati kediaman tidak jauh dari kediaman utama, yang ditempati Luo Yuxuan dan Hua Mayleen. Di sepanjang jalan, Luo Yuxuan dan Hua Mayleen dapat melihat kedekatan putra mereka dengan putri angkat Tetua Agung. Melihat itu, mereka yakin jika ada hubungan spesial antara Luo Feng dan Luo Xue.


“Sayang, sepertinya tidak lama lagi kita akan memiliki cucu!” ucap Luo Yuxuan pada istrinya menggunakan telepati.


Hua Mayleen yang mendengar ucapan suaminya, ia hanya tersenyum lalu mengangguk, dan semua itu tidak disadari oleh Luo Feng dan Luo Xue.


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2