
Hanya dengan satu kali serangan menggunakan pedang elemen miliknya, Luo Feng berhasil memusnahkan dua orang yang menjadi lawannya, dan di waktu yang sama orang-orang yang berasal dari Klan Yao dan Klan Guang mati di tangan Luo Xue dan yang lainnya.
Luo Feng dapat melihat semua musuh telah dikalahkan, tanpa ada satupun musuh yang selamat dari kematian. Dengan mereka semua mati, tidak akan ada yang memberitahukan kekalahan mereka, pada ia yang memberi perintah kedua Patrialis yang telah mati di tangannya.
“Cepat atau lambat orang itu pasti akan mengirim anak buahnya yang lain untuk menyerang Kota Yuan, dan jika aku pergi dari tempat ini, kekuatan Klan Yuan tidak mungkin dapat mengalahkan mereka!” ucapnya pelan.
“Sepertinya aku tidak bisa pergi meninggalkan Klan Yuan dalam waktu dekat!” Ia harus melindungi Klan Yuan, jadi ia tidak akan pergi sebelum memastikan keamanan Klan Yuan.
Setelah memastikan tidak lagi ada musuh yang datang, Luo Feng pergi menghampiri Luo Xue, yang kebetulan sedang berkumpul dengan kelima muridnya. Sementara mereka yang melihat kedatangannya, Luo Xue tersenyum menyambut kedatangannya, sedangkan kelima muridnya, mereka kompak menundukkan kepala.
“Apa kalian sudah puas melawan musuh sembari menguji kekuatan baru yang kalian miliki?” tanya Luo Feng pada Luo Xue dan kelima muridnya, yang dari ekspresi wajahnya, terlihat mereka tidak terlalu puas dengan apa yang sudah terjadi.
“Gege, kalau boleh jujur, aku sama sekali belum puas menghadapi musuh yang terlalu lemah. Menghadapi mereka yang lebih lemah, membuatku tidak bisa mengeluarkan seluruh potensi yang aku miliki, bahkan mereka semua lebih dulu mati sebelum aku serius menghadapi mereka!” ucap Luo Xue menjawab pertanyaan Luo Feng, dan jawabannya sama persis dengan apa yang ada di pikiran Shen Huang dan empat orang lainnya.
Kekuatan orang-orang dari Klan Yao dan Klan Guang memang tidak sekuat kekuatan kedua Patriak yang menjadi lawan Luo Feng. Bahkan kekuatan mereka sedikit lebih lemah dibandingkan kekuatan murid elite Klan Yuan, yang tanpa kesulitan menghadapi mereka yang berasal dari kedua Klan.
“Musuh kita sebelumnya memang tidak terlalu kuat, tapi aku memiliki firasat tidak lama lagi akan datang musuh lebih kuat, dibandingkan musuh yang baru kita hadapi!” ucap Luo Feng, dan ia sangat yakin akan firasatnya kali ini.
Ia yakin orang yang telah menjadi pengkhianat Klan Qing itu akan kembali mengirim anak buahnya, untuk membalaskan kematian kedua Patriak, serta kedua iblis yang sebelumnya menguasai dasar jurang kabut kematian.
Setelah membicarakan beberapa hal dengan Luo Xue dan kelima muridnya, Luo Feng membawa mereka semua kembali ke kediaman Klan Yuan untuk beristirahat. Setelah melakukan pertarungan selama beberapa hari terakhir, ia benar-benar membutuhkan waktu untuk beristirahat dengan tenang.
Sementara itu, di Pulau Besar Baian Dao, pria tua yang dulu bernama Luo Hong yang merupakan Paman dari Patriak Klan Luo yang entah seperti apa keadaannya saat ini, ia menggebrak meja kerjanya karena marah, begitu mendengar kabar buruk yang menimpa Yao Ligu dan Guang Mo. Ia tidak menyangka keduanya mati, begitu juga dengan semua orang yang mengikuti mereka.
“Bocah sialan itu, ia dengan sadar telah menabuh genderang perang denganku! Setelah berani membunuh iblis kematian dan iblis kegelapan, ternyata ia juga berani membunuh Yao Ligu dan Guang Mo. Aku akan merasa ada yang kurang dalam hidupku jika tidak membunuhnya menggunakan tanganku sendiri!” ucapnya lantang.
“Tuanku, jangan mengotori tangan Tuan dengan membunuh bocah itu! Jika Tuan menginginkannya, hamba bersedia membunuh bocah itu dengan tangan hamba sendiri!” Ia yang berbicara adalah Patriak Klan Qing, dan iq sangat ingin membunuh pemuda dari Klan Luo yang ia yakini sebagai sosok yang telah menyebabkan kematian misterius pada beberapa Tetua Klannya, dan banyak murid Klan Qing.
“Seberapa besar keyakinan yang kau miliki, kau bisa membunuh pemuda itu? Jika kau tidak yakin, biarkan aku yang turun tangan langsung untuk membunuhnya!” ucap Luo Hong.
“Tuanku, hamba sangat yakin dapat membunuh orang itu dengan tangan hamba sendiri!” ucap Patriak Klan Qing begitu yakin dan ia juga terlihat sangat percaya diri.
Mendengar keyakinan dan melihat kepercayaan diri Patriak Klan Qing, Luo Hong akhirnya mengizinkan Patriak Klan Qing pergi membunuh pemuda dari Klan Luo. “Lakukan apapun pada pemuda itu, asalkan aku segera mendengar kabar baik tentang kematiannya! Begitu memastikan kematiannya, kita akan memusnahkan seluruh kekuatan yang memiliki hubungan dengan Klan Luo!”
Patriak Klan Qing senang karena mendapatkan izin membunuh pemuda yang ia perkiraan memiliki kekuatan di tingkat 1 ranah Supreme God Emperor, dan karena kekuatannya itu ia bisa mengalahkan dua iblis di dasar jurang kabut kematian, serta mengalahkan dua Patriak Klan yang selama ini memiliki hubungan buruk dengan Klan Qing.
__ADS_1
“Siapa saja yang akan kamu bawa untuk menyerang pemuda itu? Aku harap kamu serius menghadapi pemuda itu dan jangan sesekali meremehkan kekuatannya!” ucap Luo Hong.
Mendengar itu Patriak Klan Qing segera menganggukkan kepalanya, dan selanjutnya ia berkata, “Tuanku, aku akan membawa lima Tetua di Klan utama, dan ratusan ribu murid terbaik yang dimiliki Klan Qing. Aku rasa dengan kekuatan mereka, itu semua lebih dari cukup jika aku ingin mengalahkan pemuda dari Klan Luo, dan juga orang-orang dari Klan Yuan!” Dengan kekuatan besar Klan Qing, ia yakin pemuda dari Klan Luo dan juga Klan Yuan dapat dikalahkannya dengan mudah.
“Kekuatan Klan Qing memang jauh lebih besar dari kekuatan Klan Yao maupun Klan Guang, jadi aku yakin kau memang bisa mengalahkan pemuda itu!” ucap Luo Hong.
Patriak Klan Qing pun akhirnya pamit undur diri meninggalkan ruangan Luo Hong, dan ia secepatnya akan kembali ke kediaman agung Klan Qing untuk menyiapkan orang-orang, yang nantinya akan ia bawa pergi ke Pulau Besar Taiyang Dao. Padahal belum lama ini ia sampai di Pulau Besar Baian Dao, tapi sudah harus kembali ke kediaman agung miliknya.
...----------------...
lima hari berlalu dengan cepat, di kediaman Klan Yuan, Luo Feng yang baru saja bangun dari tidur yang berlangsung hampir semalaman, setelah membersihkan tubuhnya dan berganti pakaian, ia memutuskan pergi ke Kota Yuan, dan setelahnya ia pergi menyusuri hutan tidak jauh dari Kota Yuan.
Berada di dalam hutan, Luo Feng merasa ada beberapa orang yang mengikutinya secara sembunyi-sembunyi. Mereka ada lima orang, dan tidak ada sosok lemah diantara mereka. Semuanya memiliki kekuatan di ranah God Emperor, dan Luo Feng merasa sangat tidak asing dengan aura mereka berlima.
“Ternyata orang-orang dari Klan Qing, dan sepertinya mereka adalah para Tetua Klan itu!” ucapnya lalu ia memutuskan pergi ke bagian hutan yang jauh dari keberadaan makhluk hidup lainnya.
Ia pura-pura tidak mengetahui keberadaan mereka, dan terus saja melanjutkan perjalanan menuju tempat yang cukup jauh dari Kota Yuan. Namun, ia merasa tidak seharusnya ia pergi menjauhi Kota Yuan. “Sepertinya mereka ingin membuatku menjauhi Kota Yuan, dan begitu aku menjauh mereka, akan ada orang-orang dari Klan Qing yang menyerang Kota Yuan! Ada kemungkinan serangan kali ini dipimpin langsung oleh Patriak Klan Qing!” gumamnya.
Ketika orang-orang yang mengikuti Luo Feng yakin jika orang yang mereka ikuti akan pergi menjauhi Kota Yuan, kelimanya dibuat kebingungan saat Luo Feng tiba-tiba menghilang dari pandangan mereka, dan mereka kelimpungan mencari keberadaan Luo Feng. “Sialan! Kemana perginya pria itu? Kenapa tiba-tiba ia menghilang bahkan tidak ada jejeak aura yang menunjukkan kemana arah kepergiannya!” teriak salah satu orang yang sebelumnya terus mengikuti Luo Feng.
“Kalian orang-orang Klan Qing, apa kalian tidak bosan terus mencari masalah denganku? Jika ingin mati, kenapa kalian tidak langsung datang bersama-sama, tapi justru datang sedikit-sedikit? Kedatangan kalian yang tidak sekalian datang di waktu bersamaan, benar-benar membuat banyak waktu berhargaku habis hanya untuk berurusan dengan kalian, orang-orang dari Klan Qing!” ucap Luo Feng.
Luo Feng belum tahu pasti siapa sosok pria di hadapannya, tapi ia tahu pasti pria itu adalah bagian dari Klan Qing, dan kekuatannya jauh lebih kuat dibandingkan dua ilbia dan dua Patriak Klan yang sebelumnya mati di tangannya.
“Jadi benar kau adalah penyebab kematian misterius beberapa Tetua Klan Qing dan orang-orang yang datang bersamanya?” tanya pria di hadapan Luo Feng, dan ia adalah Patriak Klan Qing.
Luo Feng mendengar pertanyaan yang ditujukan padanya, dan tidak lama kemudian ia tersenyum mendengar pertanyaan yang jawabannya jelas ia ketahui. “Aku memang orang yang telah membunuh mereka, dan maaf karena aku membunuh mereka semua dan tidak menyisakan bagian tubuh mereka untuk aku perlihatkan pada kalian! Aku juga tidak melakukan upacara pemakaman untuk mereka, karena bagiku sampah seperti mereka tidak pantas mendapatkan upacara pemakaman yang layak!”
Patriak Klan Qing menggertakkan giginya marah setelah mendengar apa yang dikatakan Luo Feng, dan ia tidak terima saat orang-orangnya yang mati dianggap sampah oleh sosok yang telah mengakhiri hidup mereka.
“Kau berani menganggap orang-orangku sebagi sampah, artinya kau sudah siap mati di tanganku, dan aku pastikan semua orang yang berhubungan denganmu bakalan mati hari ini juga di tempat ini!” ucap Patriak Klan Qing dengan suara lantang.
“Asalkan kau tahu, setiap orang yang mengatakan ingin membunuhku, pada akhirnya merekalah yang mati di tanganku, dan aku senantiasa memperlakukan mereka yang mati di tanganku selayaknya sampah!” balas Luo Feng dan ia menyeringai.
Luo Feng sangat siap menghadapi serangan musuh-musuhnya. Meski ia hanya seorang diri dan saat ini diharapkan pada banyak musuh, ia sama sekali tidak gentar, tapi ia tidak ingin melawan mereka seorang diri, dan saat ini ia sedang menanti kedatangan orang-orang yang akan membantunya melawan musuh.
__ADS_1
Swush... Swush... Swush...
Mereka yang ditunggu kehadirannya oleh Luo Feng akhirnya mulai berdatangan. Mereka antara lain ada Luo Xue, Shen Huang dan keempat saudaranya, Patriak Yuan Yuji, para Tetua Klan Yuan, serta lebih dari seratus ribu murid elite Klan Yuan.
Mereka datang setelah menerima pesan telepati Luo Feng, dan mereka datang dengan persiapan penuh. Patriak Yuan Yuji yang baru saja datang dan melihat sosok pria yang berhadap-hadapan dengan Luo Feng, ia sedikit mengerutkan keningnya, dikarenakan ia tidak asing dengan pria itu, dan setelah beberapa saat mengingat-ingat siapa pria itu, akhirnya ia mengingatnya.
“Aku tidak menyangka jika kali ini Patriak Klan Qing datang secara langsung untuk berperang melawan kami!” Jika dulu ia akan kabur begitu melihat sosok Patriak Klan Qing yang terlampau kuat untuk dihadapinya, sekarang ia sedikit memiliki kepercayaan diri menghadapi Patriak Klan Qing, meski ia yakin tetap akan kalah.
Patriak Klan Qing terkekeh mendengar ucapan Patriak Yuan Yuji yang ia ingat di masa lalu pria itu akan langsung kabur jika melihat keberadaannya, tapi ia merasa sedikit keanehan saat pria itu sekarang tidak langsung kabur, tapi masih saja terlihat tenang berdiri di tempatnya, seolah keberadaannya tidak menakutkan untuknya.
Sementara itu Luo Feng yang baru tahu jika di hadapannya adalah Patriak Klan Qing, ia bersikap biasa-biasa saja karena menurutnya tidak ada yang perlu ditakutin dari sosok Patriak Klan Qing. Sosok Patriak Klan Qing memang kuat, tapi kekuatannya saat ini jauh lebih kuat darinya, dan itu adalah alasan utama ia tidak perlu takut pada sosok yang jelas lebih lemah darinya.
Patriak Klan Qing juga merasa aneh saat ia melihat pria dihadapannya masih bersikap biasa-biasa saja, meski ia telah tahu jika dirinya adalah Patriak Klan Qing, yang dimasa lalu berhasil mengalahkan orang-orang dari Klan Luo.
Swush... Swush... Swush...
Saat Patriak Klan Qing masih merasakan keanehan dari orang-orang di hadapannya, datang lima Tetua Klan Qing yang sebelumnya berusaha menjauhkan Luo Feng dari Kota Yuan, tapi nyatanya mereka gagal melakukan itu, dikarenakan tiba-tiba mereka kehilangan jejak Luo Feng, dan mereka terkejut saat melihat keberadaan Luo Feng tidak jauh dari tempat mereka saat ini.
“Patriak, maaf kami tidak bisa membuatnya menjauhi Kota Yuan, dan kami benar-benar tidak tahu bagaimana caranya ia sudah berada di tempat ini, dikarenakan sedari tadi kami terus mencari keberadaannya di hutan, tempat dimana ia tiba-tiba menghilang begitu saja tanpa meninggalkan jejak!” ucap Tetua Pertama Klan Qing, yang ikut serta bersama Patriak Klan Qing datang ke Pulau Besar Taiyang Dao.
“Ia sudah berada di tempat ini sejak beberapa waktu yang lalu, dan sepertinya ia menguasai teknik teleportasi sehingga keberadaannya sulit diikuti!” ungkap Patriak Klan Qing.
Kelima Tetua Klan Qing merasa sangat masuk akal jika ternyata pria yang mereka ikuti menguasai teknik teleportasi. Dengan menguasai teknik itu, jelas mereka tidak bisa mengikuti kemana perginya pria itu.
“Kenapa kalian justru sibuk membicarakan aku? Bukannya tadi kau ingin membunuhku, lalu kapan kau akan melakukannya? Jika kau terlalu lama, bagaimana jika aku yang bergerak lebih dulu untuk membunuhmu? Kebetulan tubuhku sedikit kaku setelah beberapa hari ini terlalu banyak menghabiskan waktu hanya untuk sekedar beristirahat!” ucap Luo Feng, dan ia berhasil menarik perhatian seluruh orang yang berasal dari Klan Qing.
Mendengar semua yang diucapkan Luo Feng, Patriak Klan Qing semakin marah dan ia sudah tidak lagi bisa menahan amarahnya. Ia benar marah, dan ia yakin amarahnya baru akan reda begitu ia membunuh pria yang ia yakini merupakan sosok pemuda yang berasal dari Klan Luo. “Kalian semua serang orang-orang dari Klan Yuan, dan untuk pemuda itu serahkan padaku! Aku akan memastikan pemuda itu mengalami penderitaan sebelum kematiannya datang!”
Mendengar perintah dari Patriak Klan Qing, ratusan ribu murid terbaik Klan Qing melesat maju menyerang orang-orang dari Klan Yuan, dan mereka di pimpin oleh lima Tetua Klan utama, ditambah belasan Tetua Agung dari Klan cabang. Kekuatan mereka sangat luar biasa, tapi sayangnya mereka salah memilih lawan.
Luo Feng yang melihat musuh datang menyerang, dengan tenang ia berkata, “Bunuh saja seluruh musuh yang datang, dan jangan beri pengampun pada mereka!”
Perintah Luo Feng sama halnya seperti perintah Patriak Klan Qing pada anggota Klan Qing, tapi bedanya orang-orang yang menuruti perintahnya adalah anggota Klan Yuan, termasuk Patriak dan para Tetua Klan Yuan. Di tambah dengan kekuatan Luo Xue dan Shen Huang beserta keempat saudaranya, mereka sangat siap menghadapi anggota Klan Qing, dan peperangan itu akhirnya terjadi.
...----------------...
__ADS_1
Bersambung.