
Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba hari dimana akan digelar pesta pernikahan antara Luo Feng dan Luo Xue, yang mana nama asli Luo Xue adalah Duan Xue, sosok yang seharusnya menjadi Tuan Putri Klan Duan, tapi karena perang saudara yang terjadi di Klan Duan, bukan hanya kehilangan gelar Tuan Putri miliknya, tapi ia juga kehilangan seluruh anggota keluarganya.
Luo Yuxuan dan Hua Mayleen yang dibantu Tetua Agung Luo Ang, mereka bertiga selaku orangtua dua sosok yang akan segera melakukan upacara sakral, yaitu upacara pernikahan. Mereka bertiga telah menyiapkan segalanya, dan seluruh persiapan telah selesai dipersiapkan sejak dua hari yang lalu.
Pesta selama tujuh hari tujuh malam telah dipersiapkan setelah Luo Feng dan Luo Xue selesai mengucapkan janji pernikahan mereka, dan sejak kemarin seluruh tamu undangan mulai berdatangan, membuat kediaman utama Klan Luo jauh lebih ramai dari hari-hari sebelumnya.
Sementara itu untuk Luo Feng dan Luo Xue yang siang ini rencananya akan menggelar upacara pengucapan janji pernikahan mereka, keduanya sedang dirias oleh orang-orang yang ditunjuk langsung oleh Hua Mayleen, satu-satunya wanita diantara ketiga orangtua mereka.
Penampilan keduanya sudah terlihat sangat sempurna, dan pakaian berwarna merah yang meraka kenakalan semakin menyempurnakan penampilan mereka. Siapapun yang melihat penampilan Luo Feng dan Luo Xue, bisa dipastikan mereka akan sepakat jika keduanya merupakan pasangan sempurna, dan tidak seorangpun dapan membantahnya. Mempelai pria dengan ketampanannya, sedangkan mempelai wanita dengan kecantikannya. Sungguh mereka adalah pasangan paling sempurna yang bakal dilihat banyak orang.
Tiba waktunya mereka pergi ke altar pernikahan tempat sakral di kediaman utama Klan Luo yang biasanya digunakan pasangan pengantin untuk mengucapkan janji pernikahan mereka, keduanya pergi beriringan dengan para orangtua berjalan tepat di belakang mereka, dan di depan mereka ada anak-anak yang bertugas menabur bunga di sepanjang jalan yang dilalui pasangan calon pengantin.
Tidak lama berjalan, Luo Feng dan Luo Xue tiba di altar yang menjadi tujuan mereka, dan di depan Luo Yuxuan, Hua Mayleen, serta Tetua Agung Luo Ang, mereka mengucapkan janji pernikahan, yang mana janji itu selamanya akan mengikat mereka dalam hubungan pernikahan. Tidak ada yang namanya perceraian, dan jika semua itu terjadi, keduanya akan musnah tersambar petir murka Sang Pencipta.
Selesai acara pengucapan janji pernikahan yang dilakukan Luo Feng dan Luo Xue, dan disaksikan seluruh tamu undangan, sekarang acara berlanjut ke sesi berikutnya, yaitu acara pesta pernikahan, dan mulai hari ini sampai tujuh hari ke depan, pesta pernikahan akan terus berlangsung, dan tidak satu orang pun yang dapan menghentikan jalannya pesta selama tujuh hari tujuh malam.
Luo Feng dan Luo Xue yang hadir di tengah-tengah pesta pernikahan mereka, keduanya menerima banyak ucapan selamat dan banyak hadiah pernikahan yang meraka dapat dari banyaknya tamu undangan.
Saat waktu memasuki sore hari, keberadaan Luo Feng dan Luo Xue sudah tidak terlihat di tempat berlangsungnya pesta, baik itu pesta di dalam ruangan, ataupun pesta di luar ruangan.
__ADS_1
Keduanya tidak terlihat di mana-mana, dikarenakan mereka saat ini sudah berada di kamar pengantin.
“Gege, ini masih sore, kenapa kita sudah berada di dalam kamar?” tanya Luo Xue merasa aneh dengan keputusan Luo Feng, yang secara tiba-tiba membawanya pergi ke kamar pengantin mereka, padahal banyak tamu yang masih ingin memberi ucapan selamat dan hadiah pada mereka.
Luo Feng tersenyum mendengar apa yang ditanyakan Luo Xue padanya, lalu ia begitu saja merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur yang terasa begitu nyaman.
“Kita istirahat lebih dulu, sebelum menghadiri pesta yang berlangsung malam ini!” ucap Luo Feng dengan kedua mata yang sudah terpejam.
Mengetahui maksud Luo Feng membawanya ke kamar pengantin padahal hari masih sore, akhirnya Luo Xue ikut merebahkan diri di sebelah Luo Feng.
“Akhirnya kita resmi menjadi pasangan suami istri,” kata Luo Feng sambil memiringkan tubuhnya ke samping, menatao lembut wajah Luo Xue yang kebetulan sedang mengarah ke arahnya.
“Bukan hanya senang, tapi aku sangat senang akhirnya apa yang aku inginkan dalam hubungan terwujud!” kata Luo Feng, dan dengan begitu lembut ia memberikan kecupan di kening Luo Xue, membuat wajah istrinya itu seketika merona merah.
Kepalang tanggung, Luo Xue menarik lengan Luo Feng, membuat tangan suaminya kini memeluk tubuh kecilnya. Berada dalam pelukan suaminya, Luo Xue berkata, “Bukan hanya Gege yang sangat senang, tapi aku juga sangat senang karena harapanku menjadi istri pria yang aku cintai akhirnya terwujud, dan meskipun Gege audah memilikiku, aku tidak akan pernah melarang Gege kembali mengambil wanita lainnya sebagai istri, asalkan aku tetap bisa berada di sisi Gege!”
Di dunia yang saat ini ditempati Luo Feng dan Luo Xue, seorang pria bebas memiliki istri sebanyak yang diinginkannya, dan seorang istri juga memiliki kebebasan memiliki lebih dari satu istri. Namun, sangatlah jarang ditemukan seorang wanita yang memiliki lebih dari satu suami, dikarenakan mereka tidak ingin menyiksa diri dengan harus melayani banyak suami.
Mendengar apa yang dikatakan Luo Xue, pelan Luo Feng menggelengkan kepalanya, lalu ia berkata, “Disaat aku sudah memiliki wanita paling cantik dan paling sempurna di Alam Semesta ini, bagaimana mungkin aku bisa tertarik dengan wanita lainnya? Kalaupun kamu tidak secantik ini, aku juga tetap tidak akan tertarik dengan wanita lainnya!”
__ADS_1
“Bagiku, cukup satu wanita seumur hidupku, dan aku akan senantiasa menjaganya sampai kelak kita bisa bersama-sama pergi ke Alam Surga, tempat paling indah di Alam Semesta!” kata Luo Feng dengan senyuman tulus yang terukir jelas di wajahnya.
Alam Surga yang dikatakan Luo Feng adalah Alam tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang yang telah mati. Dikarenakan mereka memiliki kelakuan baik sepanjang hidupnya, mereka akan ditempatkan di Alam Surga, dan nantinya akan diberi pilihan ingin tetap di Alam Surga atau pergi reinkarnasi.
Sedangkan untuk jiwa yang sepanjang hidupnya senantiasa melakukan kejahatan, mereka akan menjalani hukuman di Alam Neraka. Mereka akan terus berada di Alam Neraka sampai seluruh kesalahan mereka mendapatkan balasan, dan setelah balasan itu berakhir, barulah mereka akan diizinkan pergi menuju roda reinkarnasi, dan mengulang kembali kehidupan.
“Xue‘er, aku sudah menjatuhkan pilihanku padamu, dan itu artinya hanya kamu satu-satunya wanita dalam hidupku, dan itu berlaku mulai hari ini dan untuk selama-lamanya!” kata Luo Feng, lalu ia mendekatkan bibirnya ke bibir Luo Xue, dan setelah keduanya sama-sama menarik napas panjang, kedua bibir itu saling bersentuhan.
Merasakan perasaan hangat dari apa yang dilakukan suaminya, Luo Xue mulai membalas apa yang dilakukan oleh suaminya, dan jadilah mereka sore hari ini menghangatkan ranjang, meski belum sampai ke titik dimana mereka saling menyatu di bagian bawah sana.
“Gege, pakaianku jadi berantakan!” ucap Luo Xue melihat pakaiannya acak-acakan karena ulah Luo Feng, tapi saat melihat keadaan Luo Feng, seketika itu juga ia terkekeh pelan karena keadaan Luo Feng sama sepertinya, dan itu adalah ulahnya.
“Sebaiknya kita segera bersiap-siap, karena tidak lama lagi kita harus menghadiri pesta malam!” kata Luo Feng, dan saat ini secara tiba-tiba pandangannya tertuju pada bukit kembar Luo Xue, yang mana setelah ia sentuh dan lihat secara langsung, ukuran kedua bukit itu ternyata sangat besar untuk ukuran tubuh Luo Xue.
Sedangkan Luo Xue yang faham arah pandangan kedua mata Luo Feng, ia segera menutupi bukit kembarnya menggunakan pakaiannya. “Gege jangan terlalu lama melihatnya! Jika Gege terlalu lama melihat dan kembali menginginkan, kita tidak akan bisa datang ke pesta malam tepat waktu!” kata Luo Xue.
Mengerti apa yang dikatakan Luo Xue padanya, Luo Feng hanya bisa tersenyum kecut, lalu ia membiarkan Luo Xue lebih dulu membersihkan diri, dan setelah Luo Xue selesai, kini gilirannya yang harus segera pergi membersihkan diri.
......................
__ADS_1
Bersambung.