
Luo Feng tenang menatap pria berjubah biru yang baru saja datang dengan aura yang membuat semua orang jatuh di bawah tekanan auranya.
Melihat simbol burung Phoenix di jubah pria itu, Luo Feng tak perlu bertanya sedang berhadapan dengan siapa. Simbol Phoenix adalah lambang Klan Qing, dan tak ada Klan lain yang berani menggunakan simbol sama seperti Klan Qing. Jadi, bisa dipastikan pria yang baru muncul adalah bagian dari Klan Qing.
Mengetahu pria itu dari Klan Qing, senyum segera muncul di bibir Luo Feng, dan tanpa diketahui oleh siapapun dia membuat array jauh lebih kuat dari sebelumnye, yang membuat siapapun tidak bisa menunggu aula kediaman Klan Yun.
Sebuah array formasi yang membuat orang di dalam array formasi tidak bisa keluar, dan orang yang berada di luar array formasi tidak bisa masuk ke dalam. Bukan hanya orang, tapi informasi apapun tidak bisa keluar dari dalam array formasi yang diciptakan Luo Feng, dan sebaliknya, informasi dari luar mustahil masuk ke bagian dalam array formasi.
Wajah pria berjubah biru masih terlihat arogan, dengan kekuatannya yang sudah berada di ranah Spirits God. Dia belum sadar jika saat ini hidupnya sudah berada di tangan pemuda, yang ingin diangkatnya menjadi keponakan, dengan iming-iming banyaknya keuntungan jika Luo Feng bersedia menjadi keponakannya.
Namun, jelas saja Luo Feng tak tertarik dengan keuntungan yang ditawarkan padanya, apalagi untuk menjadi keponakan dari anggota Klan Qing yang jelas merupakan musuh utama Klan Luo. Daripada menjadi keponakan pria itu, Luo Feng justru lebih ingin membunuhnya.
Sementara itu di sisi lain, pria bertopeng perak sangat senang dengan kedatangan pria berjubah biru. Hanya sekilas melihat wajah dan merasakan auranya, dia tahu identitas orang itu karena dialah orang yang menyuruhnya datang ke kediaman Klan Yun.
“Aku sama sekali tidak tertarik dengan apa yang ingin kau berikan padaku, terlebih aku sangat tidak ingin menjalin hubungan baik dengan orang-orang Klan Qing!” ucap Luo Feng tegas.
Pria berjubah beru mengerutkan keningnya dan berbicara, “Apa kau yakin tidak tertarik dengan penawaranku? Saat ini di luaran sana banyak orang ingin menjadi bagian dari Klan Qing, tapi kamu dengan bodohnya menolak menjadi bagian dari Klan Qing!”
“Ya, aku memang bodoh, tapi aku akan benar-benar bodoh jika menerima penawaranmu, sedangkan aku memiliki identitas yang tak mungkin bisa disandingkan dengan Klan Qing!” Luo Feng menunjukkan lencana pengenal miliknya, yang menunjukkan identitasnya sebagai bagian dari Klan Shen.
Aura kekuatan tingkat 6 ranah Spirits God semakin menguat saat pria berjubah biru melihat lencana milik Luo Feng. Dia jelas mengenali lencana itu, dan dia tak menyangka kalau saat ini sedang berhadap-hadapan dengan pemilik lencana, yang sudah sekian lama dicari-cari oleh anggota Klan Qing.
“Kau ternyata anggota Klan Luo, aku benar-benar tak menyangka dapat bertemu kembali dengan anggota Klan Luo, dan kalian ternyata memang tidak musnah setelah perang besar berakhir!” Pria berjubah biru berbicara santai, tapi dia terus saja mencoba menekankan Luo Feng menggunakan aura kekuatannya.
Luo Feng menatap sinis pria berjubah biru. “Aku memang bagian dari Klan Luo, dan tak ada dalam sejarah Klan Luo musnah!”
Membalas tatapan sinis Luo Feng, pria berjubah biru terkekeh pelan dan berkata, “Hari itu mwmang bukan hari musnahnya Klan Luo, tapi tak lama lagi akan tiba hari dimana Klan Luo hanya akan menjadi sejarah, dan itu bukan sejarah baik melainkan sejarah Klan lemah yang musnah di tangan Klan Qing!”
Bukannya gentar mendengar semua itu dari pria berjubah biru, Luo Feng justru tertawa terbahak-bahak, seolah ucapan pria berjubah biru adalah sesuatu yang sangat lucu untuknya.
“Kau terlalu yakin dengan itu, sedangkan Klan Qing saat ini tak tahu apa-apa tentang kekuatan Klan Luo. Bisa saja saat kalian ingin memusnahkan kami, hasilnya justru sebaliknya. Kalianlah yang akan musnah di tangan kami!” ucap Luo Feng.
__ADS_1
“Kami tidak perlu mencari tahu sekuat apa Klan Luo saat ini. Di masa lalu saja di saat Klan Luo berada di masa kejayaannya, kami masih dapat mengalahkannya, apalagi sekarang saat Klan Luo hanyalah Klan pesakitan, yang bahkan terus bersembunyi dan tak punya wilayah kekuasaan.”
“Selama kami bisa menemukan kalian, tak akan memakan waktu setengah hari untuk memusnahkan kalian semua, dan siapapun yang berhubungan dengan kalian!” ucap pria berjubah biru.
Klan Qing selama ini terus mencari keberadaan Klan Luo untuk mencegah kebangkitan Klan Luo. Mereka sangat tidak ingin Klan Luo kembali bangkit, dan mengambil kembali apa yang telah Klan Qing ambil dari Klan Luo. Wilayah dan kekuasaan, semua yang dulunya milik Klan Luo, telah diambil Klan Qing, dan tentu Klan Qing tidak ingin kehilangan semua itu, apa lagi jika yang membuat mereka kehilangan semua itu adalah Klan Luo.
“Sampai kapanpun kalian Klan Qing tidak akan pernah bisa menemukan keberadaan Klan Luo, kalaupun bisa, kalian hanya akan menemukan tempat kosong tak berpenghuni,” ucap Luo Feng yang dia sendiri tidak tahu dimana keberadaan Klan Luo.
“Dalam waktu dekat, memang kecil kemungkinan Klan Qing menemukan keberadaan kediaman Klan Luo, tapi setidaknya aku bisa membawamu ke kediaman Klan Qing di Pulau Besar Zhu Dao, dan di sana aku bebas memberikan siksaan padamu! Siapa tahu anggota Klan Luo lainnya menunjukkan diri saat mendengar apa yang terjadi padamu!”
Sesaat setelah mendengar ucapan pria berjubah biru, Luo Feng benar-benar dibuat tertawa dengan ucapan pria itu, dan dengan santainya berkata, “Ingin membawaku pergi ke kediaman Klan Qing di Pulau Besar Zhu Dao? Jika hanya bicara, jelas mudah melakukannya, tapi apa kau yakin dapat melakukan itu padaku? Aku justru khawatir, kau dan pria bertopeng perak ini tak akan pernah bisa pergi meninggalkan tempat ini!”
Sebenarnya Luo Feng bisa saja langsung membunuh pria bertopeng perak dan juga pria berjubah biru, tapi dia tidak terburu-buru melakukannya karena ingin mendapatkan informasi penting yang berhubungan dengan Klan Qing.
Meski tidak yakin bisa mendapatkan informasi penting dari keduanya, tak ada salahnya mencoba mencari informasi dari keduanya. Siapa tahu diantara mereka ada yang keceplosan memberikan informasi penting padanya.
“Kau memang pemuda yang luar biasa. Di usia yang masih terbilang sangat muda, kau sudah memiliki kekuatan di ranah Martial God, tapi kekuatanmu tak ada artinya saat berhadapan denganku yang memiliki kekuatan di ranah Spirits God. Kekuatan yang kamu miliki hanya akan menjadi lelucon jika berhadapan denganku!” Pria berjubah biru kembali memperkuat aura kekuatannya, dengan tujuan membuat Luo Feng jatuh tertunduk di hadapannya. Namun, lagi-lagi dia tak melihat Luo Feng tertekan oleh aura kekuatannya, padahal dia yakin kalau Luo Feng hanyalah kultivator ranah Martial God.
Pria berjubah biru mengerutkan keningnya, dia merasa aneh dengan situasi yang dihadapinya saat ini. Seorang kultivator ranah Martial God seharusnya tunduk pada kekuatannya, tapi pemuda di hadapannya, dia sama sekali tak tunduk. Jangankan tunduk, pemuda itu masih saja terlihat biasa-biasa saja, meski jelas aura kekuatannya miliknya, memberi tekanan kuat padanya.
“Mau sampai kapan kau menggunakan aura lemah ini untuk menekanku? Aura lemahmu ini sampai kapanpun tak akan bisa membuatku tertekan, apalagi sampai membuat aku jatuh berlutut di hadapanmu. Dalam mimpi sekalipun, semua itu tak mungkin terjadi!” ucap Luo Feng.
Mendengar untuk pertama kalinya ada yang mengatakan aura kekuatannya lemah, wajah pria berjubah biru seketika memerah karena marah. Seumur hidup tak ada yang berani menghina kekuatannya, dan sekarang hinaan pertama yang dia dapat justru berasal dari bocah si hadapannya.
“Bocah, beraninya kau menghinaku! Berani menghina salah satu putra Patriak Klan Qing, kau harus mati di tanganku!” Pria berjubah biru adalah salah satu putra Patriak Klan Qing, Qing Yuze, putra kelima Patriak Klan Qing, yang selama ini sering berkunjung ke Pulau Besar Zhu Dao untuk bersenang-senang, dan untuk identitas pria bertopeng perak, dia adalah Qing Yong, pengawal bayangan Qing Yuze.
Qing Yuze melesat maju menyerang Luo Feng dengan penuh amarah, setelah sebelumnya Luo Feng mengatakan kalau aura kekuatan Qing Yuze sangat lemah, padahal nyatanya aura Qing Yuze tidaklah lemah jika berhadapan dengan orang yang lebih lemah. Akan tetapi, dikarenakan dia berhadapan dengan Luo Feng yang kekuatannya sudah berada di puncak kultivasi dan lagi dia adalah Dewa yang sesungguhnya. Tak ada sedikitpun kesalahan saat Luo Feng mengatakan aura kekuatan Qing Yuze lemah, karena baginya aura kekuatan ranah Spirits God memang sangat lemah.
Melihat Qing Yuze datang menyerang, Luo Feng tetap diam di tempatnya untuk menyambut serangan Qing Yuze yang ditujukan padanya.
“Jika tidak ingin cepat kalah dan menunjukkan betapa lemahnya kekuatanmu, sebaiknya gunakan seluruh kekuatanmu!” ucap Luo Feng saat jarak dia dan Qing Yuze hanya tersisa kurang dari lima langkah orang dewasa.
__ADS_1
Qing Yuze terlihat seolah dia tak menganggap ucapan Luo Feng, tapi dari raut wajahnya terlihat jelas kalau dia semakin termakan oleh amarahnya sendiri. Serangan dia lakukan, tapi karena amarah yang menguasai tubuhnya, serangannya menjadi tak beraturan, tapi mudah bagi Luo Feng menebak arah datangnya serangan Qing Yuze.
Pukulan dan tendangan terus diarahkan Qing Yuze pada Luo Feng, bahkan dia menggunakan justus mematikan yang mengandalkan kekuatan angin dan api untuk menyerang. Akan tetapi, tak satupun serangannya yang mengenai Luo Feng. Bahkan serangan terkuat yang dia lakukan, semua meleset, tak satupun tepat mengenai sasaran.
“Berhenti menghindar jika kau memang seorang pria sejati!” teriak Qing Yuze marah melihat Luo Feng yang terus saja menghindari serangannya.
Setelahnya mendengar itu, Luo Feng tak lagi menghindar, tapi dia dengan gesit menghalau seluruh serangan Qing Yuze. Pukulan di halau dengan pukulan, begitu juga dengan tendangan.
Saat Qing Yuze menyerang menggunakan jurus kuat dan mematikan, Luo Feng melakukan hal yang sama, tapi hasilnya Qing Yuze terpental mundur karena jurusnya jauh lebih lemah dibandingkan jurus Luo Feng.
Pria bertopeng perak terkejut melihat pertarungan Qing Yuze dan Luo Feng. Dia tidak menyangka tuannya terpental mundur setelah betadu kekuatan dengan Luo Feng. Apa ini alasan pemuda itu mengatakan aura kekuatan tuannya lemah? Pikir Qing Yong yang hanya bisa diam melihat jalannya pertarungan.
“Benar-benar lemah! Kau mengaku sebagai putra seorang Patriak, tapi kekuatanmu tak pantas menyandang putra seorang Patriak! Kecuali, ayahmu yang seorang Patriak nyatanya sama lemahnya sepertimu, atau mungkin orang-orang di Klan Qing, semua lemah sepertimu!” ucap Luo Feng.
Terus dihina Luo Feng, Qing Yuze bangkit berdiri, dan mengarahkan pandangan pada sosok Luo Feng yang kini berjarak cukup jauh dari tempatnya berdiri.
“Kalau saja ayahku dan para Tetua Klan tidak sedang melakukan kultivasi tertutup, aku yakin saat ini juga mereka akan datang dan merobek mulut busukmu!” teriak Qing Yuze dipenuhi amarah.
Saat Qing Yuze berteriak marah, Luo Feng justru tersenyum mendengar apa yang baru dikatakan Qing Yuze. Sebuah informasi penting, dan dia benar-benar mendapatkannya.
“Terimakasih atas informasinya, dan karena aku sudah mendapatkan apa yang aku inginkan, sudah saatnya bagiku mengakhiri semua ini, tentu semua ini akan berakhir dengan kematian kalian!” Luo Feng bergantian menatap Qing Yuze, Qing Yong, serta para Tetua Klan Qing.
Mendengar Luo Feng berterimakasih atas informasinya yang diberikannya, Qing Yuze beru sadar kalau dia telah mengerikan informasi penting, yang selama ini di tutup rapat oleh seluruh anggota Klan Qing.
Menyadari kesalahannya, Qing Yuze sangat ingin membunuh Luo Feng, tapi belum juga dia melesat maju menyerang Luo Feng, sosok yang ingin dia serang justru lebih dulu muncul tepat di hadapannya.
Menggunakan pedang yang diambil dari cincin ruang miliknya, Luo Feng menusukkan pedang di tangannya ke arah jantung Qing Yuze, yang sangat terlambat menyadari pergerakan musuhnya.
Pedang Luo Feng menusuk dada Qing Yuze sampai menembus bagian punggung pria itu, dan tanpa sempat berkata untuk terakhir kalinya, Qing Yuze mati dengan pedang tertancap di dadanya.
“Hari ini anaknya yang mati di tanganku, dan mungkin tak lama lagi giliran dia yang akan mati di tanganku!”
__ADS_1
...----------------...
Bersambung.