
Luo Feng dan semua orang yang bersamanya terbang dengan kecepatan tinggi menuju kediaman utama Klan Luo. Dengan kecepatan mereka, dalam setengah hari seharusnya mereka bakalan sampai di tujuan.
Ketika melewati beberapa tempat yang ada di Pulau Besar Luo Dao, mereka semua bisa melihat kehidupan orang-orang yang sudah mulai tertata, setelah belum lama ini mereka kembali menempati tempat tinggal yang dulunya sempat ditinggalkan.
Tempat yang dulunya hanya desa kosong atau bahkan kota kosong, meski belum terlihat ramai, kehidupan mulai terlihat di tempat-tempat itu, dan dari hari ke hari semakin banyak orang yang akan kembali, untuk menempati apa yang dulunya mereka tinggalkan setelah kekalahan Klan Luo dalam peperangan di masa lalu.
“Gege, saat kita berangkat, banyak desa dan kota tidak berpenghuni, tapi ini baru beberapa hari, desa dan kota itu telah memiliki penghuninya,” ungkap Luo Xue senang melihat banyak desa dan kota yang kembali dihuni.
“Saat ini baru sedikit orang yang menghuni desa dan kota yang ada di tempat ini, tapi aku yakin tidak lama lagi jumlah mereka akan semakin banyak, dan kelak di masa depan tempat ini pasti kembali ramai seperti di masa lalu!” ucap Luo Feng.
Semua orang mengangguk setuju dengan apa yang diucapkan Luo Feng, dan sekarang mereka kembali fokus pada apa yang menjadi tujuan mereka, yaitu kembali ke kediaman utama Klan Luo.
“Guru, apa kita akan langsung kembali ke kediaman utama Klan Luo? Apa tidak sebaiknya kita melihat-lihat keadaan beberapa tempat yang ada di sekitaran kediaman utama?” tanya Shen Huang. Meski Luo Feng telah menjadi Patriak Klan Luo, dia tetap ingin dipanggil guru oleh Shen Huang dan empat orang lainnya.
Luo Feng sejenak berpikir, dan tidak lama berpikir dia merasa tidak ada salahnya untuk melihat-lihat keadaan di sekitaran kediaman utama Klan Luo. “Baiklah, kalau begitu kita akan melihat-lihat keadaan beberapa tempat yang berada di sekitaran kediaman utama Klan Luo!” ucapnya.
Luo Xue dan yang lainnya mengangguk, lalu sekarang tujuan mereka berganti ke sebuah kota, yang terletak di jalur kembali ke kediaman utama Klan Luo. Saat melakukan perjalanan pergi ke tanah makam para Dewa, kota itu masih sepi, meski termasuk kota besar. Namun sekarang, mereka yakin kota itu telah lebih ramai dari sebelumnya.
Ketika sampai di kota yang menjadi tujuan mereka, kota itu benar-benar jauh lebih ramai dari sebelumnya, bahkan sudah ada prajurit yang bertugas menjaga kota. “Keadaan kota ini jauh berbeda dari beberapa hari yang lalu, dan sepertinya beberapa orang Klan Luo senang berkunjung ke kota ini,” ucap Luo Feng saat dia baru memasuki kota, dan melihat keberadaan orang-orang berjubah putih, yang mana di jubah mereka terdapat simbol naga emas, yang merupakan simbol Klan Luo.
__ADS_1
Orang-orang itu yang sedang melihat-lihat keadaan kota, mereka terkejut melihat keberadaan Luo Feng dan yang lainnya. Mereka ingin menundukkan kepala untuk memberi hormat pada Luo Feng dan yang lainnya, tapi melihat Luo Feng menggelengkan kepala, mereka tidak jadi menundukkan kepala, dan hanya menatap Luo Feng dan yang lainnya penuh kekaguman.
Tersenyum melihat mereka yang mengerti dengan keinginannya, Luo Feng memilih pergi meninggalkan mereka yang sepertinya sedang istirahat berlatih, dan memilih pergi melihat-lihat kota untuk menghilangkan rasa bosan.
Luo Feng membawa orang-orang yang pergi bersamanya ke sebuah kedai makanan, yang sedari tadi cukup ramai dikunjungi banyak orang yang ingin menikmati makanan di tempat itu. Berada di kedai makan yang masih cukup ramai, Luo Feng memesan makanan untuk dirinya sendiri, dan dia membiarkan yang lainnya memesan makanan sesuai keinginan mereka.
Sambil menunggu pesanan mereka datang, Luo Feng dan yang lainnya dapat menikmati keramaian kota, dan keadaan kota yang begitu damai serta di penuhi canda tawa banyak orang.
“Gege, kenapa banyak dari mereka sejak kita masuk ke tempat ini, mereka terus saja mengarahkan pandangan ke arah kita? Apa ada yang salah dari penampilan kita? Bukannya di lihat dari manapun tidak ada yang berbeda dari penampilan kita dan mereka!” ujar Luo Xue yang merasa risih karena banyak orang terus mengarahkan pandangan ke arahnya, terutama para pemuda yang bukan sekedar menatap, tapi mereka menatap penuh minat seolah dirinya adalah sesuatu yang begitu mereka inginkan.
Mendengar semua itu, Luo Feng melambaikan tangan, dan sebuah cadar muncul menutupi sebagian wajah Luo Xue. Bukan hanya itu, sebuah jubah juga muncul, dan membuat semua orang tidak lagi bisa menikmati kecantikan wajah dan keindahan tubuh Luo Xue.
Setelah wajah Luo Xue sebagian tertutup cadar dan tubuhnya tertutup sebuah jubah, banyak pemuda yang tidak menyukai penampilan Luo Xue, dan mereka yang tahu jika semua itu ulah Luo Feng, mereka mengarahkan pandangan bermusuhan pada Luo Feng.
Luo Feng yang tau jika banyak orang tidak menyukainya, selama mereka tidak melakukan apa-apa padanya, dia tidak akan mempedulikan keberadaan mereka, tapi jika mereka berani berbuat macam-macam, dia akan membuat mereka menyesali perbuatannya.
Tidak lama kemudian pesanan makanan Luo Feng dan yang lainnya datang, tapi Luo Feng tidak langsung memakan makanannya. Dia tahu jika dari semua makanan yang disajikan, hanya makanannya yang terdapat racun, dan sepertinya racun itu sengaja diberikan padanya karena orang yang menaruh racun tidak suka dengan apa yang dilakukannya pada Luo Xue.
Merasa mereka sudah melewati batas toleransi yang telah ditetapkannya, Luo Feng menggerakkan jarinya, dan semua orang bisa melihat saat seorang pemuda yang mengantarkan makanan Luo Feng, dia berjalan mundur ke arah tempat yang ditempati Luo Feng dan orang-orang yang datang bersamanya.
__ADS_1
“Sepertinya ada yang salah dengan makanan yang kamu berikan padaku! Jika kamu tidak percaya, kamu bisa langsung mencicipinya!” ucap Luo Feng, dan dengan menggerakkan jari-jari tangannya, dia membuat pemuda yang mengantarkan makanannya, kini pemuda itu menghadap ke arahnya.
“Kamu bisa mencicipinya, dan kalau perlu kamu bisa menghabiskannya! Tenang saja, aku akan tetap membayar penuh makanan itu selama kamu bisa menghabiskannya!” ucap Luo Feng tidak peduli dengan wajah pemuda di depannya yang sudah memucat.
Melihat pemuda yang mengantarkan makannya masih saja diam di tempat, Luo Feng berkata, “Apa aku perlu membantumu memasukkan makanan ini ke dalam mulutmu, atau kamu memilih mengatakan padaku siapa yang menyuruhmu?”
Pemuda itu tetap saja diam, dan dia menutup rapat-rapat mulutnya. Dia tidak ingin menuruti apa yang menjadi keinginan Luo Feng, dikarenakan dia tahu jika nyawanya akan melayang jika memakan makanan itu. Namun, tidak lama kemudian dia merasa jika anggota tubuhnya bergerak tidak sesuai keinginannya.
Tangannya tiba-tiba memegang sumpit, lalu bergerak mengambil makanan yang seharusnya dimakan Luo Feng. Saat sumpit di tangannya berhasil mengambil sesuap makanan, dia segera saja mengarahkan pandangan pada Luo Feng, dan dengan suara lantang dia berkata.
“Tuan, aku menaruh racun di makanan ini karena perintah, dan sekelompok pemuda di pojok sanalah yang memerintahkanku meracuni makanan Tuan!” ucapnya sambil mengarahkan pandangan ke arah sekelompok pemuda, yang langsung saja mengarahkan niat membunuh padanya.
Luo Feng menatap sekelompok pemuda yang berjumlah enam orang, dan sedari tadi dia sudah tahu jika mereka terus menatap Luo Xue, dan mereka sangat tidak suka dengan apa yang sudah dilakukannya pada Luo Xue.
Melihat seberapa kuat kekuatan sekelompok pemuda yang berani membuat masalah dengannya, Luo Feng menggelengkan pelan kepalanya, dikarenakan dia tahu mereka terlalu lemah untuk berurusan dengannya.
“Hah, mereka terlalu berani mencari masalah denganku!” gumam Luo Feng.
......................
__ADS_1
Bersambung.