
Setelah melihat hukuman mati para pengkhianat, malam ini Luo Feng, Luo Xue, Shen Huang, dan empat orang lainnya pergi menuju timur Kota Yuan. Tidak jauh dari mereka, terlihat Tetua Yuan Dan beserta ratusan orang kepercayaannya.
Sepuluh kilometer timur Kota Yuan terdapat sebuah gua besar, dan gua itulah yang dijadikan markas para pengkhianat Klan Yuan, yang dipimpin mantan Tetua Agung Klan Yuan, dan ia turut membawa serta berkhianat enam orang mantan Tetua Klan Yuan bersama ribuan murid yang menjadi murid mereka.
Swush...
Tetua Yuan Dan mendekati Luo Feng, dan ia saat ini berada di sebelah kanan Luo Feng. “Tuan Muda, apa kita melakukan serangan secara diam-diam, atau melakukan serangan langsung?” tanya Tetua Yuan Dan penasaran dengan taktik serangan yang akan digunakan Luo Feng.
Luo Feng sebenarnya ingin melakukan serangan secara langsung, tapi setelah mendengar ada beberapa orang yang sengaja ditawan oleh para pengkhianat untuk memaksa banyak anggota Klan Yuan terpaksa ikut berkhianat, ia mengutarakan niatnya pada Tetua Yuan Dan, yang mana ia berniat lebih dulu membebaskan para tawanan, dan baru setelahnya ia akan melakukan serangan secara terbuka.
Dengan membebaskan tawanan, ia juga akan menarik kembali orang-orang yang terpaksa berkhianat, kembali ke sisi Klan Yuan, dan mereka bisa digunakan untuk mempercepat rencananya memusnahkan seluruh pengkhianat Klan Yuan, yang telah menyerahkan hidup mereka pada Klan Qing.
Tidak berselang lama setelah meninggalkan Kota Yuan, di kejauhan Luo Feng bisa melihat sebuah array formasi yang digunakan untuk mendeteksi siapapun yang masuk ke dalam wilayah di dalam array formasi. Array formasi itu akan langsung mendeteksi keberadaan orang asing, begitu ia menerobos masuk ke wilayah di dalam array formasi.
Luo Feng yang juga merupakan master array formasi, ia dengan mudah membuat lubang pada array formasi tanpa terdeteksi musuh, dan melalui lubang itu dengan mudahnya ia bersama yang lainnya berhasil memasuki wilayah di dalam array formasi tanpa ketahuan musuh.
“Sebelum menyerang markas utama mereka, sebaiknya kita bebaskan orang-orang yang ditawan dalam penjara, yang terletak tidak begitu jauh dari tempat ini!” ucap Luo Feng dan dengan santainya ia memimpin semua orang menuju arah penjara.
“Ada ratusan orang di dalam penjara, dan penjagaan malam ini dilakukan oleh puluhan orang, tapi lebih dari setengah jumlah penjaga saat ini mereka sedang tertidur, sebagian sedang minum-minum, dan hanya ada enam orang yang fokus melakukan penjagaan,” ucap Luo Feng begitu ia dan yang lainnya tiba di lokasi dekat penjara, yang memenjarakan tawanan para pengkhianat.
“Xue‘er, Tetua Yuan Dan, bagaimana kalau kita bertiga yang membereskan para penjaga, sedangkan untuk kalian berlima bertugas membebaskan para tawanan? Untuk yang lain, kalian berjaga di tempat ini, dan beritahu kami jika ada bala bantuan musuh yang datang!” ujar Luo Feng.
Semua orang menganggukkan kepala. Mereka tahu tugas masing-masing, dan akan berusaha sebaik mungkin melakukan apa yang harus mereka lakukan.
Luo Feng, Luo Xue, serta Tetua Yuan Dan, dengan pergerakan yang begitu cepat mereka mendekati penjaga di luar penjara, dan dengan gerakan sangat cepat mereka membunuh para penjaga di tempat itu. Tetua Yuan Dan membunuh empat penjaga yang sedang tertidur, sedangkan Luo Feng dan Luo Xue membunuh enam penjaga yang benar-benar melakukan pekerjaan mereka.
__ADS_1
Meski ke-enam penjaga itu dalam keadaan terjaga, tapi mereka lengah dan tidak menyadari keberadaan Luo Feng dan Luo Xue. Pada akhirnya mereka mati tanpa sempat melakukan perlawanan, bahkan mereka tidak memiliki kesempatan berteriak memberitahu penjaga lainnya jika ada penyusup yang mencoba memasuki penjara.
“Tinggal penjaga yang berada di dalam, yang mana mereka semua saat ini tidak fokus menjalankan tugas!” ucap Luo Feng melihat penjaga di dalam penjara yang saat ini sibuk minum-minum, dan tidur dengan nyenyaknya. Bahkan ada beberapa dari mereka yang tidur bersama wanita dengan tampilan tubuh polos penuh cairan kental yang sebagian telah mengering.
Bukannya melakukan apa yang ditugaskan pada mereka, para penjaga justru melakukan pesta di dalam penjara, dan sampai sekarang pesta itu belum berakhir. Mungkin pesta itu akan terus berlanjut sampai mereka berada di Alam Kematian.
Melihat melalui celah gerbang memasuki penjara, setelah memastikan semua penjaga penjara telah kehilangan kesadaran akibat terlalu banyak meminum minuman beralkohol, Luo Feng memimpin Luo Xue dan Tetua Yuan Dan memasuki kawasan penjara, lalu tanpa basa-basi mereka langsung kembunuh para penjaga, yang tentu tidak sempat melakukan perlawanan.
Setelah seluruh penjaga oenjara mati, kini giliran Shen Huang dan empat orang lainnya yang beraksi. Mereka segera menghancurkan kunci penjara, dan mengeluarkan semua orange yang berada di dalam penjara. Semua orang mereka keluarkan, dan jika melihat ada yang sakit, mereka segera membawa orang itu ke tempat Luo Feng untuk mendapatkan pengobatan.
Saat seluruh tawar berhasil dibebaskan dan yang sakit telah mendapatkan pengobatan sampai keadaan mereka membaik, salah satu orang kepercayaan Tetua Yuan Dan masuk ke dalam penjara kenemui Luo Feng.
Begitu bertemu Luo Feng, ia langsung saja mengatakan tentang ratusan orang yang berjalan mendekati penjara, tapi anehnya orang itu terlihat sangat berhati-hati, seolah mereka adalah orang-orang yang akan menyusup ke penjara.
Suara orang mendekati gerbang penjara terdengar jelas oleh Luo Feng, dan akhirnya ia melihat orang-orang yang mulai memasuki bagian dalam penjara. Begitu masuk, pandangan mereka segera tertuju pada Tetua Yuan Dan yang berdiri di sebelah Luo Feng, dan tepat dibelakang keduanya adalah para tawanan yang baru saja berhasil dibebaskan.
Semua orang yang baru datang, mereka segera berlutut di hadapan Tetua Yuan Dan, serta Luo Feng, saat mereka melihat tawanan yang telah bebas, dan di sisi lain mereka melihat para penjaga penjara yang sudah menjadi tumpukan mayat segar.
“Sepertinya kalian adalah anggota keluarga para tawanan, dan kalian adalah anggota Klan Yuan yang terpaksa berkhianat untuk melindungi anggota keluarga kalian, yang sudah lebih dulu di tangkap, dan dijadikan sebagai tawanan oleh para pengkhianat!” ucap Luo Feng yang dibalas anggukan kepala oleh mereka yang masih berlutut.
Setelah mengangguk, salah satu orang yang berlutut berkata, “Sebenarnya jumlah kami lebih banyak dari ini, tapi setengah dari kami saat ini pura-pura melakukan penjagaan di posisi jaga meraka masing-masing, dan malam ini mereka percaya kami dapat membebaskan para tawanan, dikarenakan beberapa dari kami mendengar kabar jika malam ini para penjaga penjara sedang melakukan pesta.”
“Kami sudah beberapa hari ini menyiapkan rencana untuk malam ini, tapi kami semua tidak menyangka jika Tetua Yuan Dan dan yang lainnya lebih dulu datang membebaskan anggota keluarga kami. Tetua Yuan Dan, maafkan kami yang sebelumnya harus berkhianat, itu semua kami lakukan untuk melindungi keluarga kami yang dijadikan tawanan!”
Luo Feng tidak merasakan aura aneh yang berasal dari mereka, dan ia juga tidak merasa kalau meraka semua sedang berbohong. Sadar jika saat ini Tetua Yuan Dan mengarahkan pandangan padanya, ia tahu Tetua Yuan Dan sedang menunggu keputusannya tentang mereka, yang sebelumnya mengkhianati Klan Yuan karena keterpaksaan.
__ADS_1
“Mereka tulus dengan permintaan maafnya, jadi Tetua tidak perlu ragu jika ingin memaafkan meraka,” ucapnya dan pada akhirnya Tetua Yuan Dan memaafkan meraka semua, dan mengizinkan bertemu dengan keluarga masing-masing.
Satu-persatu meraka pergi menghampiri keluarga masing-masing, selain itu mereka juga memberitahu siapa-siapa saja yang saat ini tidak bisa datang untuk bertemu anggota keluarganya.
Luo Feng memberi mereka waktu melepaskan rindu, tapi tidak lama ia menginginkan mereka untuk tidak lama-lama melepaskan rindu di dalam penjara, sedangkan mereka bisa melakukan itu begitu kembali ke kediaman Klan Yuan.
“Tetua Yuan Dan, sebenarnya siapa Tuan Muda ini, apa ia Tuan Muda Klan Yuan yang keberadaannya disembunyikan oleh Patriak Klan?” tanya seseorang yang sangat penasaran dengan identitas Luo Feng, dan pertanyaan itu mewakili orang-orang yang juga penasaran dengan identitas Luo Feng.
“Tuan Muda, apa boleh memberitahu identitas Tuan Muda yang sebenarnya pada mereka?” tanya Tetua Yuan Dan yang tidak ingin memberitahu identitas asli Luo Feng tanpa izin dirinya secara langsung.
“Meraka adalah anggota Klan Yuan yang masih memiliki kesetiaan pada kekuasaan Patriak Klan Yuan saat ini, jadi jika Tetua ingin memberitahu siapa aku sebenarnya pada mereka, aku rasa tidak masalah mereka mengetahui semua itu, tapi pastikan mereka tidak berlutut setelah mengetahuinya!” ucap Luo Feng tegas.
Mendapatkan izin dari Luo Feng, sebelum mengatakan identitas asli Luo Feng pada semua orang, Tetua Yuan Dan lebih dulu menegaskan supaya semua orang tidak berlutut. Apapun alasannya mereka tidak diizinkan berlutut, dan setelahnya ia berkata, “Yang berada di hadapan kalian adalah Tuan Muda Luo Feng, Tuan Muda Klan Luo, dan juga Nona Luo Xue, putri Tetua Agung Klan Luo.”
Mengetahui itu mereka semua ingin berlutut, tapi seketika mereka ingat perkataan Tetua Yuan Dan, dan lagi mereka juga mendengar jelas saat Luo Feng melarang orang-orang berlutut begitu tahu siapa ia yang sesungguhnya.
“Kalian sekarang sudah tahu siapa aku, jadi sebaiknya kalian segera pergi meninggalkan tempat ini, atau sebaiknya kalian segera kembali ke kediaman Klan Yuan malam ini juga!” ucap Luo Feng pada semua orang, kecuali orang-orang yang datang bersamanya.
“Tu-Tuan Muda, kalau kami boleh tahu, apa yang ingin Tuan Muda, lakukan malam ini? Jika kami bisa membantu, izinkan kami membantu apapun yang ingin Tuan Muda lakukan!” ucap seorang pemuda, yang usianya mungkin sepantaran dengan Luo Feng.
“Aku akan menyerang markas para pengkhianat, dan memusnahkan mereka! Aku hargai keinginan kalian yang ingin membantu, tapi turuti perkataanku! Kembali ke kediaman Klan Yuan, dan tunggu kabar baik yang besok kami bawa pulang!” ucap Luo Feng.
...----------------...
Bersambung.
__ADS_1