Legenda Sang Dewa

Legenda Sang Dewa
Di Jurang Kabut Kematian


__ADS_3

“Kenapa mereka terlihat semakin buas dibandingkan yang sebelumnya berada di tingkatan ke dua?” ujar Shen Lusi.


“Sepertinya apa yang terjadi pada mereka dipengaruhi oleh aura kegelapan yang berada di jurang ini,” ucap Shen Jili.


“Bukan sepertinya, tapi apa yang membuat mereka semakin buas memang aura kegelapan yang ada di jurang ini. Beruntung kita memiliki artefak yang dapat menangkal keberadaan aura kegelapan, jadi kita tidak terpengaruh oleh aura kegelapan di tempat ini!” ungkap Shen Huang.


“Tanpa artefak pemberian Guru, mungkin kita sudah menjadi orang gila, yang tentu tidak lagi bisa membedakan yang mana lawan, dan yang mana kawan!” ucap Shen Xiang, yang sedang bekerjasama dengan Shen Zizu mengalahkan salah satu monster batu penjaga jurang kabut kematian tingkatan ke-tiga.


Jelas mereka tidak terpengaruh oleh aura kegelapan yang berasal dari jurang kabut kematian karena artefak yang diberikan Luo Feng mampu menangkal seluruh efek buruk aura kegelapan, yang saat ini telah memenuhi jurang kabut kematian, dan tidak bisa lagi menyebar ke seluruh penjuru Pulau Besar Taiyang Dao, dikarenakan adanya array formasi segel yang dibuat Luo Feng.


Mereka saat ini masih tertahan di tingkatan ke-tiga jurang kabut kematian. Meski sudah banyak binatang buas dan monster yang mati di tangan mereka, jumlah musuh masih sangat banyak. Mereka baru saja membunuh setengah dari keseluruhan jumlah mereka, yang artinya jumlah mereka masih setengah dari jumlah awal.


Shen Huang saat ini saling bekerjasama dengan keempat saudaranya membunuh satu-persatu musuh mereka, Luo Xue juga bersatu dengan mereka untuk mempercepat membunuh musuh yang ada. Sedangkan Luo Feng, seorang diri ia mampu mengalahkan musuh-musuhnya. Meski seorang diri, terlihat jika jumlah musuh yang mati di tangan Luo Feng jauh lebih banyak dibandingkan yang mati di tangan Luo Xue, maupun lima orang lainnya, dan jumlah itu semakin banyak seiring waktu yang terus saja berjalan. Namun, dikarenakan mereka saat ini berada di jurang kabut kematian, tidak satupun dari mereka keadaan di luar jurang kabut kematian, dan mereka juga tidak tahu sudah berapa lama berada di tempat yang disini banyak binatang buas dan monster.


Ketujuh orang itu terus saja membunuh musuh-musuh mereka, sampai akhirnya setelah cukup lama bertarung, tingkatan ke-tiga jurang kabut kematian telah bersih dari keberadaan binatang buas maupun monster penjaga.


Tidak lagi melihat keberadaan musuh, mereka tidak langsung melanjutkan perjalanan, melainkan memilih beristirahat sejenak untuk memulihkan keadaan. Meski Luo Feng tidak merasakan kelelahan, tapi ia tidak pergi seorang diri, tapi ada Luo Xue dan lima orang lainnya yang turut pergi bersamanya.


Jika ia tidak merasakan lelah, bukan berarti yang lainnya merasakan apa yang dirasakannya. Luo Xue saat ini hanya merasakan sedikit rasa lelah, sedangkan Shen Huang dan empat orang lainnya, mereka berlima benar-benar merasakan lelah, dan butuh waktu untuk memulihkan keadaan mereka.


Luo Xue menjadi orang pertama yang selesai memulihkan keadaannya, dan setelahnya ia pergi menghampiri Luo Feng yang sedang melihat anak tangga menuju tingkatan ke-empat jurang kabut kematian. “Gege, apa kamu merasakan keanehan di bawah sana?” tanya Luo Xue.


“Aku merasa tingkatan ke-empat masih sama dengan tingkatan ke-tiga, begitu juga dengan tingkatan ke-lima, dan tingkatan ke-enam. Keanehan yang berbeda baru terasa setelah kita sampai di tingkatan ke-tujuh, dan aku merasa di tempat itu kita akan mulai bertemu binatang buas atau monster yang kekuatannya berada di ranah Heavenly Emperor,” ucap Luo Feng menjawab pertanyaan Luo Xue.


Mendengarnya Luo Xue kagum karena ternyata Luo Feng bisa melihat sejauh itu, padahal saat ini ia masih berada di tingkatan ke-tiga, jauh dari tingkatan ke-tujuh. Meski jauh, begitu jelas ia menggambarkan apa yang akan mereka temui di tingkatan ke-tujuh jurang kabut kematian, seolah tempat itu berada di depan kedua matanya.


Tidak lama kemudian mereka melanjutkan perjalanan menuju tingkatan ke-empat jurang kabut kematian, begitu Shen Huang dan empat orang lainnya selesai memulihkan keadaan mereka. Semua orang telah kembali ke keadaan seperti sedia kala, dan mereka telah siap kembali melawan musuh.


“Aku merasa area tingkatan ke-empat tidak akan jauh berbeda dengan keadaan di area tingkatan ke-tiga,” ucap Shen Zizu yang samar-samar bisa merasakan aura di tingkatan ke-empat jurang kabut kematian.


Semua orang yang mendengar ucapan Shen Zizu menganggukkan kepala setuju, dikarenakan mereka juga merasakan apa yang dirasakan Shen Zizu. Jika keadaan tingkatan ke-empat sama dengan keadaan di tingkatan ke-tiga, mereka sudah bisa menebak sekuat apa musuh yang akan mereka hadapi.


Srek... Srek... Srek...


Setelah beberapa waktu berjalan akhirnya mereka sampai di tingkatan ke-empat jurang kabut kematian, dan kedatangan mereka langsung saja mendapatkan sambutan dari puluhan binatang buas yang langsung datang menyerang mereka bertujuh.


Dikarenakan yang datang menyerang hanyalah sekelompok binatang buas dengan kekuatan di ranah Martial God, tidak sulit bagi mereka mengalahkan musuh yang datang. Luo Feng yang sudah serius sejak awal, sekali ia menggerakkan tangan, puluhan binatang buas mati, begitu juga yang terjadi saat Luo Xue melambaikan tangannya.


Dalam waktu singkat ratusan binatang buas mati di tangan Luo Feng dan yang lainnya, tapi masih banyak binatang buas maupun monster yang belum bergerak menyerang mereka. Jumlah mereka benar-benar sangat banyak, bahkan sedikit lebih banyak dari yang pernah mereka lihat di tingkatan ke-tiga jurang kabut kematian.

__ADS_1


“Jika kalian lelah, kalian bisa kembali ke tingkatan ke-tiga untuk beristirahat!” ucap Luo Feng yang tidak ingin kelima muridnya terlalu memaksakan diri, yang nantinya justru dapat melukai mereka.


“Guru, kami baik-baik saja dan belum merasa lelah!” ucap Shen Huang mewakili yang lainnya, yang seblumnya ingin turut serta bicara dengan Luo Feng.


Mendengarnya, Luo Feng membiarkan mereka terus melanjutkan pertarungan, dan dari apa yang ia lihat, memang mereka tidak terlihat mengalami kelelahan. Pemulihan yang sebelumnya mereka lakukan sepertinya benar-benar memulihkan keadaannya mereka seperti sedia kala tanpa ada yang terkecuali.


Kekuatan dan jumlah binatang buas serta monster di tingkatan ke-empat sama persis dengan yang ada di tingkatan ke-tiga. Dengan dihadapkan pada musuh dan jumlah yang sama, mereka bisa lebih cepat memenangkan pertarungan, dan tentu saja mereka menang setelah membunuh seluruh musuh di tingkatan ke-empat jurang kabut kematian.


Tingkatan ke-lima dan tingkatan ke-enam sama saja dengan keadaan di tingkatan ke-tiga dan ke-empat, yang kekuatan musuh dan jumlahnya hampir identik, dan tentu mereka dapat melalui tingkatan-tingkatan itu dengan mudah.


Kembali memulihkan keadaan setelah mengalahkan seluruh musuh di tingkatan ke-enam, Luo Feng tidak terburu-buru membawa mereka menuju tingkatan selanjutnya, dan kali ini ia memutuskan mengeluarkan sepuluh artefak boneka prajurit perang, dengan kekuatan berada di ranah Heavenly Emperor. Ia merasa memerlukan bantuan mereka, dikarenakan ia merasa bahaya menanti mereka di tingkatan ke-tujuh dan tingkatan-tingkatan selanjutnya.


Begitu sosok boneka prajurit perang muncul, Luo Feng mengarahkan mereka membentuk tiga kelompok. Dua boneka prajurit perang ikut dengannya, tiga boneka prajurit perang ikut Luo Xue, dan sisanya akan membantu ke-lima muridnya, sekaligus melindungi mereka.


Setelah boneka prajurit perang sudah berada di posisi masing-masing, barulah Luo Feng memimpin mereka menuju tingkatan ke-tujuh, yang mana baru juga menginjak tangga menuju tingkatan ke-tujuh, mereka bisa merasakan aura kegelapan yang lebih kuat, dibandingkan apa yang mereka rasakan di tingkatan-tingkatan sebelumnya.


Hingga akhirnya mereka sampai di tingkatan ke-tujuh, dan kedatangan mereka sudah disambut oleh ribuan binatang buas dan ratusan monster yang seluruhnya memiliki kekuatan di ranah Spirit God, yang mana kekuatan mereka setara dengan Shen Huang dan empat orang lainnya, bahkan ada puluhan binatang buas dengan kekuatan di ranah Heavenly Emperor.


Jumlah musuh yang harus dilawan jauh lebih banyak dari jumlah mereka saat ini, membuat Shen Huang dan ke-empat saudaranya tidak yakin dapat mengalahkan banyak musuh dengan kekuatan mereka. Namun, mereka yang masing-masing berpasangan dengan salah satu boneka prajurit perang, timbul keyakinan jika mereka dapat mengalahkan banyak musuh.


Boom... Boom... Boom...


Aura kuat meluap-luap dari tubuh mereka, memberi tekanan pada musuh, dan membuat mereka dengan cepat membunuh musuh yang kesulitan bergerak akibat tekanan kuat yang menimpa meraka. Dengan cepat puluhan binatang buas mati, begitu juga dengan belasan monster.


“Kekuatan Guru dan Nona Xue memang sangat luar biasa. Mereka terlihat sangat mudah membunuh musuh yang sama kuatnya dengan kita.” Shen Huang memuji gurunya dan juga sosok wanita yang berasal dari Klan Luo, “Entah kapan aku bisa memiliki kekuatan sebesar mereka!” ucapnya, dan selanjutnya ia memimpin ke-empat saudaranya maju menyersng musuh, tentunya bersama boneka prajurit perang yang mendampingi mereka.


“Terus fokus dan jangan sekalipun lengah! Sedikit saja kalian lengah, kalian akan berada dalam keadaan buruk!” ucap Shen Huang dengan suara lantang pada ke-empat saudaranya.


Shen Zizu, Shen Jili, Zhen Lusi, serta Shen Xiang, mereka mengangguk pelan mendengar ucapan Shen Huang, dan mereka berjanji pada diri sendiri untuk tidak lengah, dan membiarkan musuh membuat mereka celaka.


Dikejauhan Luo Feng memperhatikan ke-lima muridnya yang telah memulai pergerakan menyerang musuh. Dengan masing-masing dari meraka didampingi salah satu boneka prajurit perang, ia yakin meraka berlima akan baik-baik saja, apalagi kekuatan musuh tidaklah sekuat kekuatan boneka prajurit perang, yang merupakan artefak miliknya.


“Gege, apa tidak masalah melibatkan mereka dalam peperangan ini? Musuh di depan sana lebih kuat, dan bisa saja mereka terluka di tangan musuh yang kuat!” ucap Luo Xue dimana ia mengkhawatirkan keselamatan lima orang yang merupakan murid Luo Feng.


“Xue’er, kamu tenang saja mereka akan baik-baik saja apalagi masing-masing dari mereka didampingi sosok boneka prajurit perang, yang mana kekuatan mereka lebih kuat dibandingkan seluruh binatang buas ataupun monster yang menghuni tempat ini!” ungkap Luo Feng, membalas ucapan Luo Xue.


Keduanya berbicara begitu santai, di tengah-tengah pertarungan mereka melawan musuh masing-masing. Luo Feng melawan lima binatang buas, sedangkan Luo Xue melawan dua sosok monster batu penjaga tingkatan ke-tujuh jurang kabut kematian. Pertarungan merska berlangsung sengit, tapi tidak lama Luo Feng dan Luo Xue berhasil membunuh lawan mereka.


Dengan bantuan boneka prajurit perang, jump musuh dengan mudah berhasil mereka kurangi, sampai akhirnya mereka harus berhadapan dengan binatang buas yang memiliki kekuatan di ranah Heavenly Emperor tingkatan 3 sampai tingkatan 4.

__ADS_1


Meraka lawan yang kuat ditambah mereka unggul dalam jumlah, tapi Luo Feng maupun Luo Xue tidak gentar berhadapan dengan mereka. Tidak ada ekspresi gentar yang meraka tunjukkan, meraka justru bersemangat melawan musuh yang kuat.


Boom... Boom... Boom...


Ledakan demi ledakan terus saja terdengar dan terjadi di beberapa tempat, dan suara ledakan terdengar saat ada binatang buas ataupun monster mati di tangan lawan mereka.


Luo Feng dan yang lainnya tidak merasakan rasa gentar atau rasa lelah. Meski dari ke-lima murid Luo Feng ada yang terluka, itu hanyalah luka kecil dan mereka masih terus melanjutkan pertarungan.


Musuh dengan kekuatan di ranah Heavenly Emperor sekarang menjadi lawan mereka, dan jika ingin lanjut menuju tingkatan kedelapan, mereka harus membunuh lawan yang sudah menanti di depan.


“Kekuatan mereka memang besar dan jelas kuat, tapi aura meraka sama sekali tidak bisa memberi tekanan padaku!” ucap Luo Feng saat sekelompok binatang buas dengan kekuatan di ranah Heavenly Emperor mengarahkan aura kekuatan mereka padanya.


Aura kekuatan mereka memang kuat, tapi mereka mengarahkan aura itu ke orang yang salah. Luo Feng sama sekali tidak terpengaruh aura meraka, bahkan kini justru mereka yang dibuat jatuh tersungkur karena tidak mampu bertahan dari beratnya tekanan aura kekuatan Luo Feng.


Luo Feng tersenyum sinis melihat sekelompok binatang buas sama sekali tidak bisa bergerak, dan tentunya tidak akan sulit membunuh mereka yang tidak bergerak. “Apa yang sedang kalian tunggu? Cepat serang dan bunuh mereka!” ucapnya pada yang lainnya.


Mendengar semua itu, Shen Huang dan empat orang lainnya bergegas maju menyerang sekelompok binatang buas yang tidak bergerak, tidak lama Luo Xue menyusul mereka, dan langsung membunuh binatang buas terdekat darinya.


...----------------...


Sementara itu, di dasar jurang kabut kematian, dua sosok yang merupakan pemilik aura kegelapan yang memenuhi jutang kabut kematian, mereka marah saat mengetahui ada sekelompok orang yang berhasil menuruni jurang kabut kematian sampai tingkatan ke-tujuh, dan sebentar lagi mereka akan sampai di tingkatan kesepuluh.


“Kakak, apa kamu mengenali siapa orang-orang, yang begitu berani turun ke jurang kabut kematian,dan telah membunuh banyak bawahan kita?”


“Adik, aku sama sekali tidak tahu dan tidak mengenali siapa mereka, tapi aku merasa mereka terlibat dalam gagalnya rencana kita menghancurkan Kota Yuan dan kediaman Klan Yuan!”


“Kalau mereka terlibat, pantas saja sampah-sampah itu gagal menghancurkan Kota Yuan dan kediaman Klan Yuan, seperti yang diinginkan Tuan kita!”


“Jutaan binatang buas memang gagal menghancurkan Kota Yuan maupun kediaman Klan Yuan, tapi untuk membuat Tuan senang dengan kinerja kita, rencananya aku akan turun tangan langsung menghancurkan Kota itu, begitu juga dengan kediaman Klan Yuan!”


“Kakak, sebelum melakukan itu, alangkah baiknya kita membunuh mereka yang begitu lancang memasuki wilayah kekuasaan kita! Begitu membunuh mereka, tidak akan sulit bagi kita menyelesaikan apa yang menjadi keinginan Tuan!”


“Adik, kita tidak perlu turun tangan langsung melawan mereka, karena aku yakin meraka akan musnah begitu sampai ke tingkatan kesembilan, atau meraka lebih dulu musnah saat sampai di tingkatan kedelapan!”


Mengikuti apa yang dikatakan sosok yang dipanggil kakak, kedua sosok yang berwujud manusia tapi memiliki sepasang tanduk di kepala mereka, pada akhirnya mereka memutuskan menunggu apa yang selanjutnya akan terjadi.


Jika orang-orang yang menerobos masuk ke wilayah mereka tidak musnah saat berada di tingkatan kedelapan ataupun tingkatan kesembilan, artinya mereka berdua harus turun tangan langsung menghadapi orang-orang itu, begitu orang-orang yang mereka anggap penyusup sampai di tingkatan kesepuluh, yang merupakan dasar jurang kabut kematian.


...----------------...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2