
“Mereka mati bahkan sebelum memasuki Kota Yuan? Bagaimana itu bisa terjadi pada mereka, dan siapa yang melakukan semua itu pada mereka?”
“Tuan, mereka mati di tangan anggota topeng bayangan, yang sengaja membunuh mereka berlima, supaya mereka tidak memberi informasi penting pada pihak musuh, tapi sayangnya anggota topeng bayangan itu tertangkap saat mencoba melarikan diri.”
“Ini buruk! Jauh lebih baik hanya mereka berlima yang tertangkap dibandingkan anggota topeng bayangan. Informasi yang dimiliki anggota topeng bayangan jauh lebih banyak dibandingkan apa yang dimiliki orang-orang itu!”
Menatap orang yang berlutut di hadapannya, ia yang baru saja bicara segera memberi perintah pada orang itu, dan perintah itu adalah membunuh anggota topeng bayangan yang tertangkap, sebelum ia membuka suara. Satu hari adalah waktu yang ia berikan pada untuk menyelesaikan perintahnya, dan esok di waktu yang sama ia ingin mendengar kabar baik dari orang itu.
...Di kediaman Klan Yuan....
Tetua Yuan Dan, Luo Feng, serta Luo Xue, mereka saat ini berada di ruang interogasi yang berada di kediaman Klan Yuan, menyaksikan pria bertopeng yang sedang diinterogasi oleh beberapa orang pilihan Tetua Yuan Dan.
Berbagai cara sudah digunakan untuk memaksa orang itu memberi informasi tentang anggota Klan Yuan yang telah membelot, tapi orang itu tetap bungkam meski sekujur tubuhnya sudah dipenuhi luka akibat siksaan yang diterimanya. Saat ia pingsan akan ada seseorang yang membuatnya kembali sadar, dan setelahnya ia akan kembali mendapatkan siksaan.
Jika saja orang biasa yang mendapatkan siksaan seperti yang saat ini ia rasakan, bisa dipastikan orang itu sudah mati sejak beberapa waktu yang lalu. Namun, dikarenakan ia memiliki kekuatan yang tidak bisa dianggap remeh, ia masih bertahan, dan ia memang dibuat bertahan untuk terus-menerus mendapatkan siksaan, sampai ia mau membuka mulut memberikan informasi.
Melihat siksaan yang terus dilakukan, Luo Feng merasa siksaan itu percuma, dan ia yakin pria itu tidak akan membuka mulutnya sampai mati.
...----------------...
Seorang pria baru saja memasuki ruang interogasi, dan ia menyaksikan secara langsung seorang pria yang sedang mengalami siksaan mematikan dari orang-orang yang berada di bawah kepemimpinan Tetua Yuan Dan.
Merasa tidak ada yang sedang memperhatikan keberadaannya, ia tersenyum senang melihat pria yang disiksa terus saja menutup mulut, tidak sedikitpun membuka mulutnya untuk memberikan informasi yang dimilikinya.
‘Ternyata ia memiliki kesetiaan yang sangat tinggi, bahkan ia tidak sedikitpun membuka mulut meski mengalami siksaan yang menyakitkan, dan sepertinya ia lebih memilih mati daripada menjadi penjahat.’
Ia berbicara dalam hati, dan setelah ia merasa semua orang benar-benar hanya fokus dengan pria yang merupakan anggota topeng bayangan, ia memutuskan pergi meninggalkan ruang interogasi.
__ADS_1
Namun, belum juga ia melangkah pergi, seorang pria yang tidak asing baginya karena sebelumnya ia meliha pria itu berada di gerbang Kota Yuan, dan memasuki kediaman Klan Yuan bersama Tetua Yuan Dan, pria itu tiba-tiba muncul di hadapannya, sambil menunjukkan senyuman yang membuatnya merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi pada dirinya.
“Kenapa kamu buru-buru pergi? Bukannya acara penyiksaan belum berakhir! Sebaiknya kamu tetap di sini, dan kebetulan juga aku membutuhkan seluruh informasi yang kamu miliki!” ucap pria di hadapannya yang tidak lain adalah Luo Feng.
Saat ia ingin membalas ucapan Luo Feng, tiba-tiba ia merasakan pukulan kuat di tengkuknya, dan secara perlahan pandangannya mulai menggelap, sampai akhirnya semua menjadi gelap begitu ia kehilangan seluruh kesadarannya.
...----------------...
Luo Feng menyiramkan seember aira dingin ke tubuh orang yang baru saja ia buat pingsan. Seketika orang itu membuka matanya dan menggigil kedinginan akibat guyuran air yang membasahi setiap jengkal bagian tubuhnya. Kesadarannya belum pulih sepenuhnya, dan begitu benar-benar sudah sadar, ia terkejut melihat sekelilingnya.
Ia tidak menyangka kalau keadaannya saat ini sama persis dengan anggota topeng bayangan. Tubuhnya terikat rantai, begitu juga dengan kedua tangan dan kakinya. Bedanya dengan anggota topeng bayangan, saat ini dirinya masih dalam keadaan lebih baik karena belum mendapatkan siksaan.
Tidak jauh darinya, ia melihat Tetua Yuan Dan yang mengeluarkan banyak barang dari sebuah cincin ruang, dan tidak lama ia sadar jika cincin ruang itu adalah benda berharga miliknya. Semua barang yang tersimpan di dalam cincin ruang dikeluarkan, termasuk barangba yang membuktikan kalau dirinya bagian dari para pengkhianat.
Sebenarnya para pengkhianat atau para pembelot Klan Yuan, meraka akan tetap aman selama berada di luar Kota Yuan, atau selama identitas mereka tidak diketahui. Namun, sekali mereka memasuki Kota Yuan dan identitas mereka diketahui, tidak lagi ada jalan keluar dari kota untuk mereka.
Luo Feng yang semula diam mengamati pria yang baru saja mendapatkan kembali kesadarannya, tiba-tiba ia memasukkan secara paksa sebuah pil ke dalam mulut pria itu, dan hal yang sama juga ia lakukan pada pria satunya.
Luo Feng menjadi yang pertama bertanya pada keduanya secara bergantian, “Kau mata-mata yang ditus pemberontak untuk memata-matai seluruh kegiatan di kediaman Klan Yuan, dan ada berapa orang mata-mata yang dikirim untuk memata-matai kediaman Klan Yuan?” tanyanya pada pria yang seharusnya datang untuk membunuh anggota topeng bayangan.
Pria itu sekuat tenaga menolak menjawab, tapi ia sama sekali tidak bisa mengntrol ucapan yang keluar dari mulutnya. Ia mengiyakan dirinya yang merupakan seorang mata-mata, yang ditugaskan memata-matai seluruh kegiatan yang dilakukan di kediaman Klan Yuan. Selain dirinya, ada empat orang lainnya, dan dengan jelas ia menyebutkan nama keempat orang itu.
Mengetahui identitas orang-orang yang diduga sebagai mata-mata, Tetua Yuan Dan memimpin langsung penangkapan keempatnya. Sedangkan di ruang interogasi, Luo Feng yang di temani Luo Xue, ia terus saja melakukan interogasi sampai mendapatkan seluruh informasi yang dibutuhkannya.
Sekarang ia taku letak markas utama musuh, serta kekuatan yang dimiliki musuh. Namun, ia harus bertindak cepat untuk mengalahkan musuh sebelum mereka berpindah tempat, dikarenakan mata-mata mereka yang sudah tertangkap, tidak kunjung memberi laporan pada mereka.
“Sebaiknya malam ini juga menyerang markas mereka, dan menyelesaikan konflik antara Klan Yuan dan mereka para penghianat Klan!” ucap Luo Feng.
__ADS_1
“Jika malam ini Gege ingin menyerang markas mereka, ajak serta aku bersama Gege, dan tidak ada salahnya membawa Tetua Yuan Dan bersama beberapa orang kepercayaannya!” ujar Luo Xue yang juga mendengar, informasi yang baru didengar Luo Feng.
Luo Feng tidak keberatan membawa serta Luo Xue, Tetua Yuan Dan, serta orang-orang kepercayaan Tetua Yuan Dan. Siapapun yang nantinya ikut serta dengannya, mereka akan menjadi saksi saat ia memusnahkan orang-orang yang telah mengkhianati Klan Yuan. Tidak ada pengampunan untuk pengkhianat, yang artinya para pengkhianat akan menjalani hukuman mati di tempat.
Dua orang yang sudah memberikan seluruh informasi yang mereka miliki, keduanya tidak lagi berguna untuk Klan Yuan, dan sore ini juga mereka akan dijatuhi hukuman mati di tempat eksekusi mati, yang berada di kediaman Klan Yuan. Semua orang akan melihat kematian mereka, dan itu adalah cara kematian yang tepat untuk pengkhianat.
Tidak lama setelah melakukan pembicaraan singkat dengan Luo Xue, Tetua Yuan Dan bersama empat orang kepercayaannya kembali masuk ke dalam ruang interogasi, sembari menyeret empat orang yang sudah terbukti kalau mereka adalah mata-mata, yang dikirim pengkhianat Klan untuk memata-matai kegiatan di kediaman Klan Yuan.
Begitu Luo Feng dan Luo Xue berhadap-hadapan dengan Tetua Yuan Dan yang begitu sampai langsung menghampiri keduanya, secara bergantian Luo Feng dan Luo Xue menyampaikan seluruh informasi penting dari dua orang, yang kini kembali kehilangan kesadaran, efek dari pil pemberian Luo Feng, yang mana pil itu adalah pil kejujuran.
“Aku tidak menyangka di semesta ini ada pil kejujuran, yang bisa membuat siapapun mengatakan kejujuran, sekalipun ia sangat ingin berbohong, dan menutupi apa yang ingin ia rahasiakan dari orang lain,” ucap Tetua Yuan Dan.
Luo Feng hanya tersenyum mendengar semua itu, lalu ia segera menceritakan niatnya menyerang markas musuh pada tetua Yuan Dan, dan ia tidak membutuhkan banyak orang untuk menyerang markas musuh setelah mengetahui kekuatan mereka, meski ia belum tahu secara pasti kekuatan yang dimiliki musuh.
“Tuan Muda, apa tidak terlalu bahaya menyerang musuh hanya berbekal informasi yang begitu minim? Alangkah baiknya jika kita menyerang markas mereka, begitu Patriak menyelesaikan kultivasi tertutupnya!” Tetua Yuan Dan menilai keputusan Luo Feng yang ingin segera menyerang markas musuh adalah keputusan yang sangat terburu-buru, dan sangat beresiko.
“Jika malam ini juga kita tidak menyerang mereka, takutnya meraka sudah lebih dulu pergi meninggalkan tempat itu, dan bisa dipastikan kita akan kehilangan mereka! Kembali kehilangan merska, akan membuat kita semakin sulit menemukan kembali keberadaan mereka!” ujar Luo Feng memberi alasan yang sangat masuk akal.
Kehilangan mereka kali ini memang akan membuat semakin sulit menemukan keberadaan mereka, tapi Tetua Yuan Dan tidak mungkin melakukan serangan tanpa kehadiran Patriak Klan, yang sudah terbiasa memimpin peperangan yang selama ini dilakukan oleh anggota Klan Yuan.
Luo Feng yang melihat Tetua Yuan Dan dilanda kebingungan, dengan santainya ia berkata, “Sebenarnya aku tidak masalah jika Tetua tidak ikut dalam penyerangan, yang akan aku lakukan, tapi aku tidak akan menjamin ada yang selamat begitu aku memutuskan menyerang mereka seorang diri!”
Ia tidak mengenali identitas para pengkhianat, dan ia merasa para pengkhianat semuanya pantas mati. Namun, bagi Tetua Yuan Dan dan anggota Klan Yuan, mereka merasa ada beberapa anggota Klan Yuan yang masih bisa diberi pengampunan, dikarenakan mereka terpaksa berkhianat karena sebuah ancaman.
Mendengar Luo Feng tidak akan menjamin ada yang selamat begitu ia memutuskan menyerang seorang diri markas musuh, Tetua Yuan Dan akhirnya memutuskan ikut serta dalam penyerangan yang akan dilakukan Luo Feng. Ia dan ratusan orang kepercayaannya akan segera menyiapkan diri untuk penyerangan malam ini.
“Xue’er, sebaiknya kita juga bersiap untuk malam ini, dan rencananya aku juga akan membawa mereka berlima bersenang-senang di markas musuh!” ucap Luo Feng yang mendapatkan balasan anggukan kepala dari Luo Xue, sebelum akhirnya mereka kembali ke kediaman, yang mereka tempati.
__ADS_1
...----------------...
Bersambung.